
Bento dibuat bingung dengan keadaan, karena entah kenapa hatinya seperti tertinggal saat bersama Friska. Ia melamun kan apakah seandainya kalau memang Friska adalah istrinya maka ia sangat amat berdosa sekali.
Suara lembut Frinka menyadarkan Bento dari lamunannya.
“Mas, kenapa kau melamun? Apa kau sedang capek?” tanya nya.
“Tidak”
“Then why?”
“Aku hanya sedang memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan” ungkap Bento lalu meninggalkan Frinka sendiri.
'Akhir akhir ini dia sering melamun dan selalu saja mengacuhkan ku. Haruskah aku bertahan dengan keegoisan cintaku?' batin Frinka merutuki Bento. Karena Frinka pikir hidupnya terasa miris sekali mengejar cinta yang sebetulnya milik orang lain.
_______________🌧️🌧️🌧️----------
Hujan deras melanda kota Berlin. Hingga Arka, sang kesayangan Mommy nya itu kini terlihat enggan untuk melenggangkan kakinya ke sekolah.
“Ayolah Mom, Ar gamau sekolah..” protesnya dengan manja.
“Tapi Ar, nanti kau tidak akan seperti Dady mu kalau kau tidak mau sekolah” bujuk Friska dengan lembut.
“Lihat Mom, diluar ujan gede banget.. Emang Mom ga takut gitu kalau Ar sakit?” jawab Arka.
“Sayang.. kita bisa memakai payung diantar para pelayan dan payung nya juga besar. Itu tidak akan membuatmu kehujanan. Lagian kita juga ga jalan kaki ke sananya”
“Ishh Mommy ga asik ah! Ar tuh pengen tidur tau males sekolah dingin diluar tuh sebenarnya” gerutunya mengomel.
Friska kehilangan kata kata. Jika ia terus memaksa Arka maka semakin enggan bocah itu untuk melakukan aktivitasnya. Maka ia harus mencari cara lain agar membangkitkan semangat atau menakuti Arka dengan hal yang lain.
“Yasudah kalau kamu ga mau sekolah kamu harus cium ketiak Mommy satu ribu kali!” seru Friska mendelik dan bersidekap dada.
Arka terbengong kaget, masa iya harus melakukan hal yang menurutnya menjijikan seperti itu. Tapi biar begitu Friska adalah orang yang melahirkan dan membesarkan nya.
“Ah Mommy curang... Ar gamau gitu ma yaudah deh Ar sekolah aja” omel Arka merenggut kan wajahnya karena terpaksa.
Tiba tiba hujan sudah reda, Tuhan memang maha baik. Jadi Friska tidak susah susah lagi untuk mengembalikan mood putra semata wayangnya untuk sekolah.
Satu jam kemudian.
“Cucu kesayangan grandma.. kenapa wajahnya ditekuk gitu sayang?” tanya Mami Ines sembari berjalan kearah Arka dan menciumnya.
“Grandma Mommy jahat!.. coba Ar yang ganteng dan baik ini dipaksa sekolah padahal diluar dingin dan ujan. Orang orang juga pasti pada tau sekolah dan sepi” gerutunya pada Mami Ines.
Memang, jika Arka sedang berdebat ataupun bertengkar dengan sang Mommy, yang menjadi malaikat yang membantu nya adalah sang Grandma nya, karena kalau opa nya pasti akan membela sang Mommy.
“Cup cup cup, cucu ganteng grandma.. yang sabar sayang nanti kita serang balik Mommy kalau udah pulang sekolah gimana?” bisiknya ke telinga Arka.
Bocah tengik itu tersenyum penuh misteri, ia senang melakukan hal hal yang membuatnya menang dan membalas perlakuan sang Mommy.
Hahay mereka sangat jahil sekali, apa yang akan dilakukan mereka kira kira ya?😏
___________💩
“Sudah lama sekali kepergian bajingan itu, tapi Friska tetap saja tidak mau menerima ku” ungkap pria misterius itu dengan meminum beberapa botol wine yang sudah habis oleh nya.
“ Sudah Tuan, jangan terlalu banyak minum, nanti anda besok tidak bisa bekerja dengan baik!” tegas asistennya sembari mengambil beberapa botol wine dan menghentikan aksi gila Tuannya yang menurutnya sangat bodoh.
“Tahu apa kau tentangku?Bahkan aku sudah menghancurkan hidup Albert dan membuatnya mati saja belum puas sebelum Friska menjadi istriku!” sentak nya.
“Lalu dengan minum beberapa botol ini akan membuat Friska melihat kearah mu begitu?” sentak nya tak kalah tajam karena ia sudah begitu jengkel dengan kelakuan Tuannya.
“Mau ku potong leh.....” belum sempat ia melanjutkan ucapannya, tetapi tubuhnya tidak menyetujui nya karena terlalu keras meminum wine beberapa botol. Dan pria misterius itu tergeletak.
“Dasar bodoh! bodoh bodoh! bajingan! ah sial nya aku hanya bisa merutuki mu disini! kamu membuat hidupku susah saja!”
Dengan terpaksa, ia mengangkat tubuh Tuannya yang berat dan penuh dosa itu ke dalam mobil sendiri karena tidak ada yang menemani nya selain dirinya.
“Mimpimu terlalu tinggi Tuan, kalau bau kentut mu tak sewangi Tuan Albert jangan harap kau bisa memenangi hati Nona Friska yang sangat dingin itu” rutuk nya kepada Tuannya yang sudah terduduk di dalam mobilnya.
“Nasib jadi babu emang gini ya..huhh...” ia menghela nafas nya dengan kasar.
***Maaf ya readers tersayang baru up lagi🙏
jangan lupa like dan comment biar semangat nulis nya 🤗***