
Hari berganti hari bulan berganti bulan hingga berganti tahun. Kini Friska menatap haru ke arah suaminya yang selalu menemani dan membantunya hingga ia menyelesaikan pendidikan nya.Karna kini Friska sudah lulus dari Oxford university.
Hubungan Friska dan Albert berangsur baik walaupun Albert masih terlalu kaku dalam urusan cinta, karena memang ia tipe pria yang sama sekali enggan untuk mengurus hal hal seperti itu dan juga masih terbayang masa lalu nya walau kini sudah mengikis perlahan.
Albert yang tengah tersenyum menatap Friska, ia berjalan menghampiri Friska.
“Selamat ya, kau telah lulus dengan nilai IPK cumlaude terbaik semoga sukses selalu” gumam Albert seraya merengkuh Friska dan mencium keningnya dengan sayang.
Friska mengembangkan senyum tulusnya, dan setelahnya banyak juga yang mengucapkan selamat atas kelulusan putri dari keluarga Louis.
****
“Sangat melelahkan hari ini hufttt' ” seru Friska dengan menghela nafasnya dan membanting kan diri ke ranjang kesayangannya.
“Hmm, apa kau lelah?” tanya Albert dengan mendekatkan wajahnya hendak menumpuki Friska dan mengendus aroma tubuh Friska yang sudah menjadi candunya itu.
Friska menepis tatapan mata Albert, karna sejauh ini ia selalu dibuat merona rona oleh seorang penguasa bisnis dunia itu.
“Hmm, kenapa kau memalingkan wajahmu, apa kau mau aku pijit?” tanya Albert sekali lagi dengan masih mendekatkan wajahnya dengan suara lembut nan manjanya membuat bulu kuduk Friska meremang remang ke angkasa.
“Boleh, tapi jangan sampai melalang buana kemana mana tangannya.. awas ya!” seru Friska dengan tatap sengitnya seperti ke arah mangsa.
“Iya iya, ai kamu meni gitu sensi amat ga akan macam macam tenang aja.” Sahut Albert dengan seringai liciknya kemudian hendak membuka resleting baju belakang Friska.
“Eitt stop! Kenapa kau kesana?!!” tegas Friska dengan suara lantangnya.
“Kau mau dipijit kan?Disini lebih enak nanti turun kebawah.. kau nikmati saja ya” gumam Albert dengan menunjuk ke arah bahu belakang.
“Tapi kenapa harus buka resleting juga sih Albert!” gerutu nya yang sudah mulai curiga.
“Hey hey hey?!! Biar aku lebih leluasa mijitnya kau nikmati saja ya jangan banyak cingcong dijamin bikin nagih ini” gumam Alber dengan seringai liciknya yang tidak kelihatan oleh Friska.
Perlahan lahan, Albert memijit Friska dengan benar, hingga setengah jam. Namun Friska yang sudah keenakan, ia menikmati saja pijitan Albert yang menurutnya seorang ahli pijit jadi ia bebas menyuruh ini itu, ya walaupun Albert dengan senang hati namun entah rencana apa yang ada didalam hatinya.
Perlahan lahan Albert memijit dan meremas bukit gunung es itu dan Friska yang belum menyadari karena ia merasa nikmat perlahan Friska mengeluarkan suara syahdu nya yang membuat hasrat Albert menjadi jadi.
“Ahhh, ka..u sa..ngat...” dengan suara syahdu nya Friska kemudian menggeliat geliat karena hasrat nya yang ingin terus merasa lebih dan lebih akhirnya pasrah dalam kelakuan minim Albert yang ujung ujungnya ke arah i***m itu.
Seringai penuh arti dan puas Albert kini melihat Friska yang sudah meminta lebih, Albert dengan senang hati akan kembali memasuki kawasan goa itu.
Dan kini terjadilah apa yang akan terjadi pada suami istri yang kelakuan nya sebelas duabelas itu.
___________________
Mentari tiba menyinari gorden yang belum terbuka itu. Dan terlihat Albert sudah bangun hendak mengumpulkan nyawanya terkumpul untuk beraktivitas hari ini.
Jadwal Albert yang dadakan karena Ben memberitahukan nya malam tadi dan mengganggu sepasang insan itu, terpaksa Albert harus bangun pagi pagi ini.
Ia melirik kearah samping dan ternyata Friska belum bangun, karena memang biasanya Friska lah yang bangun lebih dulu darinya, mungkin kelelahan akibat ulahnya semalam pikirnya.
Albert tidak mengambil pusing, ia kemudian hendak bangun dan melepaskan tangan halus Friska yang mendarat di tubuhnya melepaskan nya dengan perlahan agar tak mengganggu tidur Friska.
Mengecup lama kening dan membumbui kecupan itu dengan sayangnya.
'Aku sudah memantapkan hati padamu Fris, aku sudah yakin dengan hatiku. Semoga tidak ada lagi badai yang bisa memisahkan kita' batin Albert menatap Friska yang tengah tertidur pulas dan terkesan lucu Dimata nya.
Albert bersiap siap, ia semalam memang kepikiran dengan Friska yang merajuk ingin ikut karena tugas nya ke luar kota terpencil. Karena Friska takut kalau disana tidak ada sinyal, dan dia takut Albert selingkuh dengan wanita desa yang lebih menggoda.
Pemikiran dan kelakuan Friska itu yang membuat Albert terus menerus tersenyum dan memantapkan hatinya agar ia tidak mengecewakan Friska.Dan ia juga sangat sedih karena akan berpisah lagi dengan Friska dalam beberapa Minggu ini.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya teman teman readers tersayang 🌹