Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Menunggu



Bagaimana Friska tidak jatuh cinta, semakin hari semakin Albert membuat cintanya bertambah. Ya, meskipun ia terkesan sangat dingin saat berdua dengannya, dan hanya berbicara seperlunya saja.


Kini Friska tengah menatap Albert yang tengah tertidur pulas dengan wajah teduhnya. Pria itu tidak sama sekali terusik saat Friska terus menatap nya dengan kagum dan meraba raba wajah Albert yang semakin hari semakin tampan saja menurutnya.


“Andai saja kau mencintai ku” seru Friska pelan dan tersenyum kecut.


Miris, sedih, pahit rasanya ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan. Namun Friska tidak peduli hal itu. Baginya, seorang Albert mungkin hanya belum mencintai nya, bukan tidak bisa mencintainya.


'Maaf, aku harus beberapa kali berkata maaf padamu. Aku hanya belum bisa mencintai mu, karena hatiku masih tersimpan namanya. Tapi aku masih tidak yakin dengan perasaan ku apakah aku telah jatuh cinta padamu, Fris...' batin Albert yang memang berpura pura tidur.


Albert tahu saat Friska menyentuh wajahnya dan perlahan Albert mengintip ternyata Friska tengah menatapnya. Tatapan penuh cinta tulusnya yang membuat Albert merasa tergores dan merasa bersalah.


'Suatu saat kau akan jatuh, jatuh sejatuh jatuhnya pada hatiku Albert. Dan aku akan senang hati menimpa cintamu yang jatuh' batin Friska berkhayal membayangkan jika suatu saat nanti ia yakin Albert akan benar benar mencintainya.


Cup!


Friska dengan begitu berani mencium pipi Albert dengan malu malu. Ia hanya tidak ingin Albert terbangun karena ia mencuri ciumannya karena ini tidak ada dalam perjanjian. Friska lah yang berinisiatif sendiri.


Tanpa ba-bi-bu karena tidak ingin ketahuan oleh sang empu nya, ia terbirit birit ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Agar setelah pria itu bangun, semuanya sudah selesai clear.


Dengan lihai, Friska memotong beef menjadi kotak kotak dan perlahan tangannya bergoyang goyang dengan lihai memasak. Menyiapkan bumbu yang diperlukan.


Albert yang penasaran karena tidak terdengar lagi suara wanita yang telah mendaratkan ciuman curiannya itu, kemudian ia membuka matanya perlahan karena penasaran.


Mengucek ngucek dan melihat ke arah sekitar.


“Ternyata kau tidak ada.” Gumam nya pada dirinya sendiri dan terlihat tidak peduli. Memeluk kembali guling yang menjadi favorit pelukan paling ampuh nya.


Namun sesaat setelahnya, ia mencium aroma yang sangat menggugah selera. Tiba tiba Indra penciuman nya yang semakin penasaran dan perut yang sudah mengkruyuk lapar, Albert memutuskan untuk turun.


Melihat dan ingin memakan makanan yang mencoba meracuni Indra penciuman nya untuk turun.


Tak tak tak.


Semakin mendekat, namun melihat makanan yang ada dihadapannya, Albert langsung mencomot nya tidak peduli siapapun yang ada dihadapannya saat ini. Mau pelayan nya yang berubah wujud, atau siapapun ia tidak peduli.


Karena yang saat ini Albert pedulikan adalah perutnya dan matanya.


Hingga membuat wanita yang ada dihadapannya itu bersungut sungut kesal. Niat ingin mengajak makan Albert baik baik, namun kini terlihat Albert tengah mencomot makanan yang belum selesai.


“Kau apa apaan si Albert!Lihat ini belum jadi!” gerutu Friska dengan bersungut-sungut dan menunjuk wadah yang sudah tercomot habis, habis oleh makhluk yang ada dihadapannya.


Nampak tidak peduli dengan Omelan wanita yang sudah menjadi banteng itu, Albert santai dan terus memakan hasil comotan nya itu dengan wajah tanpa dosanya.


Karena terlewat kesal, akhirnya Friska merebut steak yang tengah disantap si Tuan Egois itu dan memakannya kembali di mulutnya dengan lahap memasukkan seluruhnya.


Hingga membuat Albert ternganga lebar, dan mengerucutkan bibirnya kesal.


“Kau apa apaan si Fris!” omel Albert.


“Memangnya kenapa?Toh ini masakan ku, dan kau juga yang mengacaukan semuanya!” Balas Friska dengan melototkan matanya seolah menantang Albert untuk berperang.


“Tapi itu kan makanan terakhirku!Dan kau sudah merebut makanan itu!” balas Albert tak kalah tajam nya menantang kembali dengan tatapan tajamnya.


“Apa memangnya?! Tidak terima?!! Yasudah kau bikin lagi saja sendiri. Susah susah aku bikin untuk mami, kau malah mencomot sembarangan! Dasar pedacul!” balas Friska santai namun masih dengan nada yang terlihat kesal.


Kesal karena Albert tidak menyadari kesalahannya dan tidak terima steak itu untuk dimakannya, bahkan kini malah semakin menyudutkan nya. Padahal bukannya tidak mau, hanya saja itu untuk makanan, sayang kan semuanya terkulas habis dan kini Friska harus memasak kembali.


“Ganti makananku!Karena kau yang menyantap nya. Maka kau yang harus mengganti nya!” tegas Albert dengan wajah garangnya menatap tajam Friska.


Memang, Albert dan Friska sedikit sedikit akur dan sedikit sedikit melembut dan terlihat saling mencintai, namun terkadang juga keduanya mengheningkan cipta. Begitulah keseharian mereka yang dihiasi drama.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya ✨