
Tentu saja kini ia menangis haru melihat semua ini. Dan meniup lilin nya dengan wajah yang penuh dengan tangisan.
“Apa kau senang sayang?” tanya Albert dengan melebarkan senyumnya ke arah Friska.
Friska menatap Albert dengan tersenyum penuh cinta dan menganggukkan kepalanya.Pertanda ia bahagia dengan semua ini, namun hati kecilnya seolah menginginkan ini lebih.
'Aku akan lebih bahagia jika kau mencintaiku Albert, aku bahkan sangat sangat mencintaimu dan ingin kau berlaku seperti ini padaku bukan muka dingin yang kau pancarkan setiap hari padaku' batinnya bergumam melihat Albert yang tengah tersenyum dan antusias memberikan kue ulang tahun untuk Friska.
“Oh ya, aku ingin kau ikut dengan ku kesana. Ayo,” ajak Albert dengan menggandeng lengan Friska.
Friska yang digandeng lembut seperti itu, ia terus menatap ke arah tangannya dan tangan Albert. Ia sungguh senang jika Albert terus bersikap seperti ini kepadanya.
'Semoga kau selalu bersikap hangat kepadaku Albert.' batinnya.
Mereka berjalan menjauh dari orang orang seperti Mommy, Branden dan yang lainnya.
Mereka menelusuri tempat yang dituju dengan berjalan, tidak jauh juga dan mereka tepat di tujuan.
Friska melihat pemandangan yang langka ini, ia sungguh antusias dengan semuanya.
“Waw Albert, ini sangat menakjubkan” seru Friska dengan riang memandangi pemandangan yang sangat indah dihadapannya. Dengan bertepuk tangan takjub.
Albert tersenyum, ia juga memang sangat suka sekali dengan pemandangan ini yang selalu ia datangi saat ingin meredakan amarahnya.
Dulu, dia selalu kesini dengan Maren. Dan kini membawa Friska ke danau itu untuk menghibur Friska yang berulang tahun sekalian ia menyiapkan hadiah untuk Friska.
“Apa kau suka?” tanya Albert menatap Friska dengan tersenyum.
“Ya, aku sangat amat menyukainya Albert. Aku sangat suka dengan tempat ini, sangat indah dan tentram sekali” Sahut nya dengan tersenyum antusias.
Albert kemudian duduk di dekat danau indah dan asri itu menatap sunset dan langit yang berwarna jingga terang. Seolah alam menyatukan kedua insan itu dan merestui pasangan yang gengsi dengan perasaan masing masing.
Friska yang masih memotret sunset dan ber selfie ria, ia melihat Albert duduk kemudian ia juga duduk di dekat Albert.
'Sepertinya Albert mempunyai sejarah tentang ini, ' batinnya melihat Albert tengah menutupkan matanya yang mungkin sedang menenangkan pikiran.
“Albert?Kau sedang apa?” tanya Friska melihat Albert yang sedang diam dengan menutup matanya.
“Sebentar Fris, aku hanya ingin menenangkan pikiran ku seperti biasanya. Kau nikmati dulu pemandangan ini sangat disayangkan jika kau tidak menikmati nya dengan puas” ujar Albert dengan wajah yang teduh masih menutup matanya.
Friska hanya diam tidak menghiraukan ucapan Albert, ia terus memperhatikan pria disampingnya dan penasaran menatap pria itu yang wajah nya seperti tenang tenang saja. Friska semakin mengagumi ketampanan seorang Albert.
Mata hitam tajam dengan banyak tai lalat diwajahnya yang menambah kesan manis dan memabukkan siapapun yang menatapnya.
'Entahlah, aku semakin tidak bisa mengontrol perasaan ku untuk bisa menatap makhluk yang paling indah dihadapan ku ini. Aku semakin dibuat kagum dengan wajahnya namun aku belum bisa memiliki hatinya sepenuhnya' batin Friska bergumam.
Suara dingin Albert membuat Friska tersadar dari khayalan lamunan indahnya.
“Jangan terus menatapku seperti itu, kau bisa semakin dalam jatuh cinta padaku” gumam Albert menyadarkan lamunan Friska dengan mata yang masih terpejam.
“Aku hanya menebaknya, berarti kau dari tadi terus memandangiku ya?” gumam Albert dengan membuka matanya dan menatap Friska.
Friska yang ditatap seperti itu oleh pria dihadapannya, ia semakin salah tingkah dan canggung sekali. Dan Friska sangat malu seperti ia mencuri roti saja. Ini malu ia mencuri curi tatapan wajah Albert yang menurutnya sangat amat tampan.
“A.. aku tidak!” seru Friska mengelak dengan terbata bata.
“Kau tidak bisa berbohong padaku. Katakan, Do you love me?” tanya Albert menatap manik Friska dengan dalam.
Friska yang memang perasaannya sangat dipenuhi oleh Albert, ia menganggukkan kepalanya namun berbeda dengan ungkapan bibirnya.
“Tidak!” tegasnya namun gerakan badannya lebih jujur dari ucapannya.
Albert yang memang menyadari Friska dan ia terus melebarkan senyumnya dan tertawa kecil.
“Kau sungguh lucu Fris, kau jangan gede kan gengsi mu. Lihatlah otak dan hatimu berbeda respon. Dan aku tahu kau mencintaiku” gumam Albert dengan menatap lurus ke depan.
Ia ingin melarang Friska untuk tidak terlalu cinta dengannya, namun ia juga tidak ingin merusak hari yang paling bersejarah pada hari ini.
katakan, apa aku pantas dicintai
Apa aku pantas dicintai seorang wanita..
Namun hatiku seolah pengecut,
Pengecut tidak tahu menahu perasaanku
Pengecut tidak bisa melupakan,
orang yang jelas jelas
Sudah tidak akan lagi membalas
perasaanku.
Namun aku justru dibuat hancur
Oleh perasaan ku yang entah
terus menerus
tidak bisa menghapus
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya 🌹