Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Tidak Ada.



~ Happy Reading đź’–đź’–đź’–~


“Mom, anak Mom sedang sakit perut katanya” Sahutnya


“Apa katanya?” tanya Mommy dengan berseringai licik.


“Auww!” ringis nya kencang.


Dengan mengibaskan tangan, ia langsung mendorong Albert agar segera menyingkir dan Albert langsung mengaduh karena terjedot ujung pintu.


“Mau bersembunyi dimana kau anak nakal ha?Kau tidak bisa berpura pura pada Mommy” ujar nya tersenyum licik dengan membawa alat perang berupa panci dan centong nasi.


'Aduh gimana ini, nenek lampir tua itu pasti akan memenggal ku dengan panci karena tidak mendengar teriakan nya' batin Friska cemas.


“Fris!” teriaknya dengan membuka selimut.


“Tidak ada. Kemana anak embe itu?” gumamnya pada diri sendiri dan membungkukkan badannya melihat ke dalam kolong ranjang.


“Tidak ada.” Sahutnya lagi pada diri sendiri.


“Mom, sudah ku bilang dia lagi sakit perut dan lemas di kamar mandi. Mommy tidak percaya sih, ” gerutu nya pelan


“Apa iya?” tanya nya singkat terlihat dari wajah nya berubah menjadi sedikit cemas.


“Ya, Mommy bisa lihat ke dalam kamar mandi. Tapi tutupi hidung Mommy” ejeknya menyeringai.


“Istrimu sedang sakit kau bisa bisanya bercanda Albert!” sentak nya dengan kesal, orang khawatir ini malah dipermainkan.


“Apa dia hamil?” pertanyaan itu lolos begitu saja dari wanita paruh baya itu, dan terlihat perubahan raut wajahnya karena mengucapkan kata itu, menjadi antusias.


Albert ternganga heran, memangnya orang hamil sakit perut ya, pikirnya. Lagian, Albert tidak pernah melakukan hubungan apapun dan bersentuhan fisik dengan Friska.


“Mana mungkin orang sakit perut bisa hamil, yang ada orang yang mual Mom” gumamnya dengan kesal tidak habis pikir dengan otak mertuanya yang sedikit bengek.


“Ya kali aja ya kan, kalian kan sering bermain” sahutnya santai.


Albert membisu, ia tidak tahu harus berkata apa. Jika menjawab iya, mungkin akan terus diledek oleh mertuanya. Namun jika berkata tidak pernah, pasti akan dicurigai dan dipukul atau bisa dibunuh memakai panci dan centong nasi itu.


“Terserah Mom aja,sekarang Mom keluar jangan khawatir istriku bisa sembuh jika terus terusan bisa berasa di dekatku dan melihat wajah tampanku” dengan pede nya Albert mengusir Mommy dan membanggakan dirinya di hadapan mertuanya.


“Ckck, paling bukan sembuh tapi mual” jawab nya santai.


“Ya baguslah kalau mual Mom, aku bisa memberikan cucu pada Mommy” jawab nya dengan menyunggingkan sedikit senyumnya.


“Benar Friska tidak apa apa?Kau kalau mau makan turun saja ke bawah. Tadi Mommy memanggil kalian untuk makan, namun tidak ada yang menyahut satu pun. Ternyata Friska beneran sakit” seru nya melembut dengan menekuk kan wajahnya yang terlihat sedikit lesu.


“Ya, Fris akan baik baik aja. Mom minta pelayan ambilkan makanan untuk kita aja kesini.” Gumamnya dengan lembut.


“Brand, kamu juga dimana nak? Belum kabarin Mommy dua hari ini. Apa kau telah meluncurkan pekerjaan mu ke luar negri?Tapi kenapa kau tidak bilang kepada Mommy Brand,?' batinnya dilanda kecemasan.


___________â›…â›…â›…______________


Ditengah tengah Rumah Sakit, pria berwajah Handsome, dan kulit putih mulus itu tengah berseteru dengan takdir. Nyawanya diantara mati ataupun hidup.


Wanita yang tengah menjaga nya dalam dua hari ini tidak ada ekspresi sama sekali. Wajahnya tetap terlihat dingin, tidak ada terlihat ekspresi cemas, biasa aja ataupun sedih. Wanita itu hanya datar dan dingin.


“Dengan keluarga pasien?” Ucap Dokter yang telah keluar dari ruangan pria yang sedang terbaring lemah itu.


“Bukan Dok, saya temannya” gumam wanita itu dengan wajah yang masih datar.


“ Kami hanya perlu dengan keluarga pasien. Pak Branden, harus segera diobservasi lebih lanjut” gumamnya lalu meninggalkan wanita itu yang menatap lurus ke depan.


“Aku tidak tahu siapa dia. Tapi ia bilang Branden, berarti Dokter itu kenal.” batinnya lalu mengecek informasi lebih lanjut dan menanyakan nya kepada Dokter perihal keluarga pria itu.


“Dok, maaf tadi Anda bilang Pak Branden, berarti anda tahu siapa dia?” tanya nya.


“Memangnya Anda tidak tahu Nona?” tanya nya balik dengan menyelidik.


“Sa.. saya teman dalam dunia Maya. Jadi saya bertemu sewaktu dia kecelakaan tadi. Apa Dokter tahu menahu tentang keluarga nya?” tanya nya balik.


“Tentu saja, dia pewaris dari mendiang Tuan Luois,” Sahut nya.


“Ohya. Terima kasih”


Lalu wanita itu terburu buru menghampiri kamar Branden dan menelfon orang orang nya.


“Kau harus mencari tahu identitas Branden, keluarga Louis.” Ucapnya singkat kepada orang suruhannya dibalik telfon.


“Ada apa memangnya Nona dengan Tuan Branden?Apakah dia sedang bermasalah?” Tanya orang suruhannya.


“Kau jangan terlalu banyak tanya. Lakukan apa yang sudah ku perintahkan!” ucapnya dengan sedikit tegas.


“Tapi Nona, Ayah Anda sudah mengabdi pada keluarga Louis. Jadi kalau ada apa apa dengan Tuan Muda, saya juga khawatir” gumamnya panjang lebar.


“What, jadi?.. ”


Bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya.✨


I Love you All🌹