Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Hilang.



Tiba di pulau Fresi.


“Anak anak semuanya.. jangan ada yang berpencar ya. Kita bekerja sama kesini bukan untuk main main tapi sambil belajar juga. Apalagi anak kelas satu jangan sembarang berpisah sama wali nya ya” ucap kepala sekolah dengan nada tegas.


Arka yang memang hanya acuh dan tidak mendengar ucapan kepala sekolah karena sibuk dengan benda pipih yang dipegangnya.


“Aishhh! Sialan kalah lagi!!” teriak Arka dengan kesal membuat seluruh murid melihat kearahnya.


“ Arka.. kamu dengar ibu nak?” tegur kepala sekolah dengan lembut namun sedikit tegas dengan melotot.


“ Siap Arka dengar” ucap Arka dengan menghormat seperti kepada tiang bendera dengan badan tegap.


Hal itu membuat seluruh murid menertawakan sikap konyol Arka. Mereka tidak menyangka jika ada seorang murid yang berani bersikap seenaknya terhadap kepala sekolah. Dan mereka tidak tahu bahwa Arka merupakan keturunan dari Leonard.


“Huhhh dasar budak lucnut” ucap salah satu seorang siswi.


“Aku tahu aku tampan. Jadi stop iri padaku semuanya” teriak Arka dengan angkuhnya tidak menghiraukan apa yang siswi itu ucapkan.


“Sudah sudah! Kita ini akan belajar bukan berdebat seperti ini! Ayo kita lanjutkan perjalanan nya!” tegas kepala sekolah yang turun tangan langsung memang.


________☀️☀️☀️-----------------


“Masa sih orang kota bisa ke pulau terpencil seperti kita” ucap salah satu teman Bento yang bernama Badru mencerna ucapan Pak Otoy.


“Biarlah Pak, toh jika mereka tidak menggangu kita ya boleh boleh saja” ucap Bento acuh tak acuh.


Hening setelah ucapan Bento tersebut tidak ada yang berani berbicara lagi karena memang benar apa kata Bento, jika mereka tidak mengusik ya buat apa kita yang ribet. Toh tujuan mereka hanya ingin wisata.


Bento kemudian meninggalkan kedua temannya itu bergegas untuk pulang, namun ditengah perjalanan ia mendengar suara teriakan anak kecil yang meminta tolong.


“Tolonggg!! Tolong Ar hiks hiks.. Ar belum mau mati Ar belum ketemu Daddy dan bikin Mommy bahagia hiks.. tolong bantuin Ar.. siapapun yang mendengar hikss...” teriak anak kecil itu yang menggetarkan hebat hati Bento.


Entah angin apa yang membuatnya ingin menolong anak kecil tersebut karena memang ia juga merasakan sakit saat anak itu meminta pertolongan.


“Kamu kenapa disana bocah kecil?! Apa kau sedang bermain main dan mengecoh ku!” teriak Bento kesal.


Ternyata ia dikerjai oleh bocah kecil itu dengan suara isakan tangisan nya, karena tidak terjadi sesuatu hal apapun pada bocah kecil itu.


“Pamannn.. makasih udah tolongin Ar.. ayo Ar ikut paman” ucap Arka dengan memeluk Bento yang masih menganga namun Arka dengan antusias nya berjalan mendahului Bento.


'Kenapa hatiku seperti ada ikatan batin dengannya ya.. saat bocah kecil itu menangis rasanya sangat sakit. Tapi dia menangis karena mengerjai ku' batin Bento bertanya tanya.


☘️


Sedangkan kepala sekolah dan semua bodyguard mencari keberadaan Arka yang menghilang setelah berdebat mulut dengan salah satu murid perempuan.


Semua murid itu dibentak oleh bodyguard karena merasa mereka mengacaukan semuanya dan mengusik Tuan Muda mereka. Bisa bisa mereka diamuk oleh Nyonya mereka yang pukulan nya itu tiada Tara walau wanita.


“Kalian semua!! Cepat cari Arka!! Kalau tidak mungkin sekolah akan hancur oleh Nyonya kami jika dia tahu hal ini!!” bentak seorang ketua bodyguard yang gelisah.


Mereka semua gelisah, siapa sebenarnya Arka? Ataukah mungkin dia anak salah seorang pengusaha yang berpengaruh. Tapi orang tua mereka tidak bisa menyewa bodyguard sebanyak itu kalau mereka minta.Ahhh teka teki Arka yang membuat mereka penasaran menjadi menggila.


Para bodyguard itu merasa bodoh karena tidak bisa menjaga seorang bocah kecil dibawah rata rata dan mereka merasa bodoh karena jumlah mereka terlalu banyak ternyata tidak berguna sama sekali. Mereka gelisah karena takut ketahuan oleh Nyonya mereka.


...----------------...


Dengan wajah sebalnya, ia sial bertemu bocah yang menyebalkan hari ini. Bento harus melakukan ini dan itu agar memenuhi keinginan bocah itu yang menyebalkan. Terkadang Bento juga bingung karena tiba tiba bocah itu menangis.


“Ishh kau bisa diam tidak!! Kuping ku lama kelamaan bermasalah kalah menghadapi bocah tengik sepertimu!” gumam Bento dengan sedikit membentak.


Frinka yang memang menyukai anak kecil, ia merasa bahagia karena Bento membawa seorang anak kecil yang menggemaskan. Ia mencubit pipi anak kecil itu.


“Awww!! Aunty kembar jangan cubit pipiku selain Mommy ku!” tegas bocah kecil itu dengan sedikit membentak.


Awalnya, Arka merasa wajah Frinka sangat mirip dengan sang Mommy. Namun jelas dari tampilan mereka berbeda dan cara berbicara nya jugs berbeda sekali jadi ia pikir Frinka itu bukan Mommy nya jadi Arka hanya memanggil Frinka aunty kembar saja.


“Hay namamu Ar kan? Aunty mau nanya dong boleh ga?” tanya Frinka dengan serius.


Arka hanya menganggukkan kepalanya karena ia harus berhati hati terhadap orang asing yang ditemui nya.


“Kenapa kamu memanggil Aunty kembar memang nya ada apa?” tanya Frinka dengan serius.


“Wajah Aunty mirip kaya Mommy ku. Aku pikir tadi kamu Mommy ku karena wajah mu sangat jelas sama namun aku sadar kau bukan Mommy ku lihatlah tahi lalat Badag yang ada pada irung mu!” ucap Arka dengan tenang dan acuh tak acuh.


' Memangnya aku punya kembaran ya?!! Ah tidak mungkin! Tapi ada keanehan pada wajah Arka. Dia terlihat mirip seperti Mas Bento.. Apa perasaan ku saja kali ya...' batin Frinka bergumam.