
Germany Hospital.
“Mommy kenapa disini?” tanya Branden lirih.
“Kenapa memangnya?Mommy kan ingin menjaga putra Mommy ini, ” Sahutnya dengan sedikit tersenyum.
“Ti.. tidak. Apa Mommy belum pulang dari kemarin?” tanya Branden.
“Belum Nak, Mommy nunggu kamu sampai sadar” Sahutnya dengan memegang lembut lengan putranya.
“Yasudah Mommy tenang dulu ada si dingin yang temani aku disini. Iya kan dingin?” tanya nya kearah Caren yang tengah bingung sendiri dengan panggilan Branden kepadanya.
“Kau mengusir Mommy?Mentang mentang sudah ada Calon Istri, ” seru sang Mommy dengan cemberut.
'What calon istri?Sejak kapan dia calon istriku , kenal saja tidak. Tapi bagus deh, aku semakin mudah mendapatkan nya' gumamnya di dalam batinnya menatap sang Mommy.
Kemudian Branden mengusap lembut lengan sang Mommy dan berkata lirih.
“Hahaha Mommy sudah tua jangan cemberut gitu kaya anak kecil. Bukan maksud Branden begitu, tapi Branden ingin berduaan dengan gadis dingin itu, ” gumamnya dengan genit mengedipkan sebelah matanya.
“Yasudah, Mommy juga akan pulang dan melihat adikmu. Kau jangan sampai macam macam!Bisa bisa kau dihabisi Roy!” omelnya dengan menggerutu.
'Siapa Roy?Apakah Ayah?' batinnya bertanya tanya.
Tidak ingin memperlama sang Mommy di ruangannya, ia tidak ingin banyak tanya. Nanti saja ia tanya pada gadis dingin itu, pikirnya.
Kemudian, sang Mommy langsung melenggangkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian sang Mommy, ia melenggok ke kanan, kiri, depan takutnya ada orang yang masuk, pikir Branden.
“Kau kesini, ” perintah Branden pada gadis yang sedang terdiam bingung itu.
“Aku?!” tanya Caren dengan menunjuk dirinya sendiri dan salah tingkah karena akhirnya orang yang ditunggu tunggu nya sadar juga.
“Tentu saja kau, siapa lagi?Masa aku bicara dengan tembok dan kecoa” gumamnya seraya terkekeh pelan.
Caren segera menghampiri Albert dan mendekat ke arah Albert.
“Namamu siapa?” tanya Albert memecah keheningan setelah mereka terdiam lama.
“Caren” singkatnya dengan datar dan dingin.
“Ohh, ” Branden hanya meng oh saja karena canggung gadis itu ternyata sangat seperti kulkas, tidak seperti adiknya. Pikirnya.
“ Em, tadi yang dikatakan Mommy Roy siapa?” tanya nya dengan sedikit menaikkan kedua alisnya.
“I..itu Ayah Roy mafia keluargamu” Sahutnya dengan tergagap salting.
Caren hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda iya. Ia bukan nya bersikap dingin pada pria yang pertama kali membuatnya jatuh hati, hanya saja ia sedikit malu malu kucing.
Mereka terdiam lama, karena Branden tidak cukup mempunyai topik karena jarang bercengkrama dengan seorang wanita, terkecuali adik dan Mommy nya.
“Kau mau jadi Istriku?” tanya Branden tiba tiba.
“A... aku.. aku entahlah” jawab nya dengan malu malu karena muka nya memerah dan salah tingkah.
“Hahaha ternyata wajah dingin mu itu bisa memerah seperti tomat juga ya?Kau sangat cute Caren” Gumamnya tertawa.
“Apa iya?Wajahku seperti tomat?Oh ya maafkan wajahku yang tidak bisa dikondisikan, tuan Branden. ” Sahutnya dengan polos.
“Kau ternyata bisa membuatku tertawa juga karena wajah mu dan sikapmu. Will you marry me?” tanya nya sedikit lembut dan menatap dalam manik Caren menatap penuh harap.
“Yes, I Will” Sahut Caren. Sontak jawaban itu lolos begitu saja dari bibirnya. Dan otaknya tidak menerima itu, karena menurutnya tidak romantis.
“Yes! Baiklah setelah aku sembuh, kita akan segera menikah. Aku akan meminta restu pada Ayah” gumamnya dengan sedikit lantang dan gembira.
'What secepat itu?Aku kan masih kuliah dan apa tidak bisa bertunangan dulu saja?' batinnya tidak setuju dengan ucapan Branden.
“Em, Tuan Branden?Apakah tidak bisa nanti saja setelah aku lulus kuliah dan kita bertunangan dulu saja?” tanya nya dengan menatap Branden sedikit malu.
“Tidak bisa. Aku takut kau diambil orang, lagi pula tidak ada larangan di dalam perkuliahan bahwa seseorang menikah. True, or not?” Sahut Branden.
“ Yes, you are absolutely right. Tapi aku.. aku..” Sahutnya.
Belum sampai melanjutkan ucapannya, ucapannya dipotong oleh Branden.
“Tidak ada penolakan!” tegasnya membuat Caren membisu, karena ia juga sangat menginginkan pernikahan Ini secepatnya dengan kata hatinya. Namun otaknya berkata tidak, karena belum siap.
“Baiklah, baiklah. Aku hanya pasrah saja.” Sahutnya dengan pasrah karena percuma mengemukakan pendapatnya juga akan ditolak oleh Branden, pikirnya.
“Oh ya apa kau mempunyai makanan?Mommy tadi belum sempat menyuapi ku. Perutku sedang kembung karena belum makan.” Seloroh nya dengan sedikit memanyunkan bibirnya.
“Oh, ya. Sebentar aku mengambil kotak makanan dulu di dalam tasku.” Seru Caren dengan terburu buru mengambil kotak makanan itu di dalam tasnya.
bersambung...
**Jangan lupa like dan comment ya🌹
Ini Visual Caren**