
“ i..tentu saya iya Albert, kau harus mencintaiku dulu. Dan ungkapan cinta itu penting bagi seorang wanita” Sahut Friska dengan tergagap.
“Aku tidak peduli” gumam Albert seraya melanjutkan aksinya yang terhenti tadi.
Albert terus mencium Friska tanpa ampun, dari yang tadi kecupan kini menjadi lumayan yang penuh hasrat dan gairah.
Sedangkan Friska, ia bingung dengan sikap Albert yang tiba tiba seperti ini padanya, semenjak kejadian ia terjatuh berdua dengan Albert.
Tanpa ampun, Albert terus mencium Friska hingga Friska kehabisan nafas. Hingga Albert memberikan sedikit renggang agar Friska bisa bernafas. Kemudian ia melanjutkan lagi aksinya secara perlahan, namun mereka menikmati nya.
Dor dor dor!
“Siapa sih yang mengganggu!” gerutu Albert dengan kesal.
Ia membuka sedikit jendela kaca mobilnya agar bisa melihat orang yang mengganggu nya. Hingga ia membulatkan matanya saat seorang polisi dengan tatapan tajam kearahnya.
“Anda telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh di dalam mobil!Anda kami tilang!” gumam polisi tersebut dengan tegas.
'Oh tidak!Aku lupa berhenti di sisi jalan dan kami melakukan hal yang tidak semestinya' batinnya merutuki dirinya sendiri yang ceroboh.
“Tapi pak, boleh ditunda dulu tidak tilang penilangan nya saya tidak membawa STNK dan SIM” ujar nya dengan dingin namun terkesan memelas.
“Tidak ada!Anda bisa ikut saya ke kantor!” tegasnya.
“Kau bisa meminta bayaran mu pada Asisten ku dan izinkan kami pulang, ” gumam Albert dengan aura kepemimpinan nya keluar.
“Tidak ada!Saya tidak menerima suap menyuap!Mau Anda seorang presiden pun jika tidak menuruti hukum tetap kami tilang!” gumam polisi tersebut dengan tegas.
“Sudahlah Albert, kau nanti bisa menebus nya dan kita mengalah dulu sekarang.. ” seru Friska menengahi.
“Tapi Fris.. kau tahu banyak sekali kejutan untukmu di mobilku. Masa aku membawa semuanya?Aku kan bukan Ultraman. Ada ada saja” gerutu nya.
“Jadi bagaimana?Apa kau mau kita terus terusan berdebat dengan polisi dan ujung ujungnya kita yang akan kalah! Percuma Albert, hanya buang buang waktu saja! Kau bisa menelfon Asisten mu untuk membawa semua kejutan untukku ini.” Seru Friska dengan melembutkan suaranya, berusaha sabar.
“Baiklah, ” gumam Albert pasrah. Daripada ia terus terusan diceramahi nenek sihir dan diserang polisi Berjam jam.
Ya, dengan terpaksa dan pasrah Albert hanya menurut saja. Ia lalu turun dari mobilnya dan diikuti Friska.
_____________🌒🌒🌒_______________
“Stop Albert stop!Kau bisa membuat telingaku rebing! Kau bisa diam tidak sih seperti tadi menjadi batu Kundang! Ini kan semua salahmu bukan salah Pak Polisi, kau harus terima semua ini!” omel Friska, gantian dia yang berbicara karena bosan dari tadi terus mendengar gerutuan Albert.
“Iya tapi kan kau dan Aku jadi naik si Ben! Lihatlah aku selalu kesal melihat wajahnya!” Jawab Albert dengan mengkambing hitamkan Ben, Asistennya.
“Ko omongan kamu jadi melantur begini sih Albert?! tadi pagi kau sarapan apa?Apakah Baygon not not ?” tanya Friska.
“Tidak!Aku makan tai domba” Sahutnya asal.
Pada dasarnya, seorang Albert tidak ingin kalah dalam hal apapun. Jadi dalam berbicara saja, ia tidak ingin kalah. Kalaupun dengan orang terdekat, dengan Mommy nya sekalipun.
Mereka telah sampai di kediaman Louis. Dan terlihat wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka di arah pintu utama.
“Mommyyy!!” teriak Friska menghamburkan pelukan kepada sang Mommy.
““Friska, kau tidak malu dilihat suamimu seperti itu?Masih manja begini sama Mommy” imbuhnya dengan melirik ke arah Albert.
Friska menggeleng kan kepalanya,
“Biarin, aku hanya rindu sama Mommy. Sekian lama aku tidak melihat Mommy yang mengurusi bayi Badag mu itu, ” seru Friska dengan memanyunkan bibirnya yang tidak monyong, malah semakin cute.
“Haiss!Anak kecil baru saja selesai cebok ” timpal laki laki dari arah dalam yang berjalan keluar menghampiri mereka.
“Siapa yang bilang aku anak kecil! Aku Badot namaku adalah Badot!” ujar Friska dengan menirukan anak kecil dengan nada yang dibuat buat dan berkacak pinggang.
“Kau sudah berganti nama menjadi Badot?Apa kau ingin dinamai seperti itu?” tanya Branden dengan menaikkan sedikit alisnya.
“Tidak!Kau enak saja mengganti namaku!Baru saja sembuh sudah membuat ulah!Dasar kakak laknat!” omel Friska.
“Kau sendiri yang bilang namamu Badot, jadi kenyataan nya seperti itu kan?Apa kau mau aku bilang pada Mommy agar kau ingin mengganti namamu?” tanya nya dengan wajah tanpa dosa.
“Tentu saja tidak!Aku hanya menuruti film saja” Sahutnya santai.
bersambung..
Jangan lupa like dan comment ya 🌹