
Wajah wanita itu terlihat tegang, namun sedetik kemudian ia tersenyum.
“Dari tadi dong bilang Ayah, jadi aku tidak salah faham!” omelnya lalu menghampiri Caren dan memeluknya.
Tercengang, itulah ekspresi Caren saat ini, karena ia terbiasa hidup dalam kesendirian meskipun ia berteman dengan Serra dan Liza, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Caren sangat dingin dan tertutup.
“Kau sudah menyelamatkan kakak ku rupanya.Aku sangat berterima kasih kepadamu.Apakah kau mau menjadi kakak iparku?” tanya Friska dengan penuh harap menampilkan wajah so cute nya dihadapan Caren.
“Ha?Apa kau sedang melamar ku Nona?Biasanya kan kalau melamar itu lelaki bukan wanita?” tanya nya tercengang kaget dengan penuturan Friska, namun ditutupi oleh wajah datarnya.
“Ya karena aku menggantikan kakakku yang terbaring lemah, kakak ku pasti setuju karena kau telah menyelamatkan nya.” Gumamnya melebarkan senyumnya.
' Adik Branden benar benar membuatku jantungan. Bisa bisanya ia melamar saat keadaan sedang genting begini' gumamnya di dalam batin tidak habis pikir dengan ucapan yang dilontarkan Friska.
“Apakah kau mau menjadi kakak iparku?” tanya nya balik mengagetkan Caren dari lamunannya karena mengguncangkan tubuhnya.
“Namamu siapa?” tanya Caren dengan datar tanpa menghiraukan pertanyaan konyol nya itu dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kau apakah kau tidak mengenalku Caren?Kita kan satu kelas dan satu fakultas lagi.” Sahutnya bingung mengapa Caren tidak mengenalnya, pikirnya.
“Ohya?Apa kau murid baru?” tanya nya mengerutkan keningnya karena merasa tidak pernah melihat Friska.
“Tidak. Aku bukan murid baru, dan temanku namanya Vera.” Sahutnya menggelengkan kepalanya karena masih bingung dengan pertanyaan Caren.
“Oh. Tapi setahuku teman Vera itu yang berkulit hitam. Dan aku tidak pernah melihatmu?” tanya nya semakin bingung dengan jawaban Friska.
“Hehe, aku yang berkulit hitam itu. Dulu aku sengaja menyamar agar ada orang yang tulus denganku dan mendapatkan pria yang tulus kepadaku. Namun sudah ku buka identitas ku karena aku sudah mendapatkan semuanya” jelasnya panjang lebar kini ia mengerti kebingungan mereka berdua semua bermula dari dirinya.
“What?!” Singkatnya kaget namun dengan ekspresi wajah yang datar membuat semua orang yang melihatnya terutama Friska tertawa karena ekspresi wanita itu.
“Ada yang aneh?” tanya Caren semakin kebingungan dengan semua orang yang ada didepannya, menertawakan sesuatu dengan melihat ke arahnya, tapi tidak termasuk Ayahnya. Karena itupun raut wajahnya terbilang turunan dari sang Ayah.
“Wajahku lucu. Memang aku lucu dari lahir” entengnya dengan bangga membanggakan dirinya namun ekspresi wajahnya tidak mendukung.
“Yayaya terserah kau sajalah Caren. Aku akan melihat dulu kondisi kakakku bagaimana. Namun setelah ia sadar aku akan membuatnya menikah denganmu” Gumamnya melangkahkan kakinya masuk ke ruangan sang kakak seraya mengerlingkan matanya pada Caren.
'Sial!Aku bisa gila jika mempunyai adik ipar seperti dia. Tuhan tolong!!Aku masih ingin melajang enggan melepaskan masa lajang ku tanpa cinta ini!' umpat nya dalam batinnya karena enggan melepas masa kesendirian secepat ini. Karena Caren terbiasa dalam kesendirian.
Terbilang aneh memang, namun itulah kenyataannya. Caren yang dulu sangat ceria dan membuat semua orang sekitarnya tertawa saat masih kecil, namun setelah kepergian ibunya karena tertembak disaat bersamaan dengan Ayah Friska karena musuh ayahnya, meregangkan nyawa didepan matanya.
Hingga dia menutup diri dari lingkungan sekitar, dan tidak ada yang tahu bahwa saat ini Tuan Roy masih mempunyai seorang putri yang sangat cantik. Adakah seseorang yang bisa membuatnya ceria seperti semula? jawabannya reading terus ya.
_________🌧️🌧️🌧️____________
Keesokan harinya, Friska memutuskan untuk berangkat kuliah. Karena tidak ingin ketinggalan pelajaran meskipun kakak nya sedang sakit. Toh banyak orang yang menjaga kakak nya selain dirinya, pikirnya.
Dan setelah kejadian mematahkan tangan putri Frought itu, kini ia tidak pernah melihat lagi Serra. Entah dimana namun ia tidak peduli. Yang ia khawatirkan adalah, keselamatan kakak nya yang saat ini masih belum sadar juga.
“Kau akan mengantarku Albert?” tanya nya sedikit menaikkan kedua alisnya melihat Albert yang selalu mengikuti nya.
“Ya, dan aku akan mengantar jemput mu dan memakai mobilmu. Karena mobil ku telah rusak oleh kakakmu” jawabnya dingin.
“Kau jangan menyalahkan kakakku Albert!Salahkan saja mobilmu yang butut itu karena berani mencelakai kakakku padahal ia sudah berusaha menyelamatkan diri. Namun mobil laknat itu berusaha tidak menyelamatkan dirinya dan membuat kakak ku belum bangun hingga sekarang!” Gumamnya dengan sedikit meninggikan suaranya.
“Ya, karena itu aku memakai mobilmu sementara ini sebelum aku membeli mobil.” Gumamnya santai.
“Enak saja!Kau kan kaya, bisa kau membeli mobil saat ini juga” gerutu nya sembari menyuapkan roti ke dalam mulutnya menjadi kembung.
bersambung....
Jangan lupa like dan comment ya teman teman🌹