
Mansion Louis.
“Ya, benar Nona. Tuan Muda memangnya kenapa?” tanya nya dibalik telfon kepada putri Tuannya.
“Tuan mu sedang koma di Rumah Sakit Bow, kau kesini cepat dan kau beritahukan pada Mommy nya. Karena Dokter butuh persetujuan keluarga nya untuk mengobservasi lebih lanjut Tuan mu!” Sahut nya dibalik telfon.
Bow dengan terburu buru kemudian memberitahukan pada Roy, ayah dari putri yang di telfonnya tadi menghampiri Roy yang sedang berlatih bela diri.
“Bos, maaf aku ingin memberi kabar padamu ” gumam nya menatap pria yang sedang berlatih itu.
“Apa?” tanya nya singkat tanpa menghentikan latihannya.
“Tuan Muda sedang terbaring koma di Rumah Sakit”
“Kau tidak sedang bercanda kan Bow? ” tanya nya langsung menarik kerah baju Bow.
“Aku tidak bercanda Bos, ayo kita beritahu Nyonya”
Dengan langkah terburu buru, Roy langsung memberitahu Nyonya tentang putra nya yang terbaring lemah di rumah Sakit.
“Maaf Cantika, Branden sekarang ini sedang koma dirumah Sakit” gumam Roy to the point membuat Nyonya rumah yang sedang minum itu langsung menjatuhkan minumannya.
“A.. apa benar itu Roy?” tanya Nyonya nya dengan terduduk lemas.
“Ya Can, Ayo kita ke rumah sakit.” Ajak nya dengan singkat.
“Kenapa dia bisa ada di Rumah Sakit Roy?” tanya nya dengan lirih, menatap orang yang sudah membantunya sekaligus menemani hari harinya yang sulit setelah mendiang suaminya meninggal.
“Entahlah aku pun tidak tahu. Setelah disana aku akan menanyakan nya pada putriku.” Sahutnya dengan dingin.
Cantika menganggukkan kepalanya, lalu berpamitan sebentar kepada putri bungsunya itu.
Tok tok tok
“Nak, Albert! Cepat buka pintunya, Kakakmu sedang berada di Rumah Sakit!” teriak nya dari balik pintu.
“Apa benar Mom?” tanya dengan lirih disertai raut wajah yang sangat cemas.
“Ya. Mommy akan kesana kau akan ikut?” tanya Mommy.
“Tentu saja, tunggu aku Mom. Aku akan bersiap siap dulu.”
Cantika hanya menganggukkan kepalanya, menatap lurus mencemaskan putranya yang entah kenapa tiba tiba di Rumah Sakit. Ia pikir putranya sedang menjalankan bisnisnya ke Luar Negri.
“Ayo Mom” ajaknya langsung menarik lengan Mommy nya tanpa membangunkan Albert yang memang masih tertidur pulas.
'Pantas saja aku tiba tiba mencemaskan Branden, ternyata putraku sedang terkena masalah' batinnya terus melamun selama diperjalanan menuju ke Rumah Sakit.
“Kita sudah sampai Fris, bangun Nak. Apa kau tidak sedang sakit perut?” tanya sang Mommy karena masih cemas juga terhadap putrinya itu.
“Oh”
________🐇🐇🐇__________
Terburu buru ke Ruang putranya, wanita paruh baya itu tidak mempedulikan wanita cantik yang memang tahu kronologis kejadian yang sebenarnya karena ia benar benar khawatir terhadap putranya.
“Dok, bagaimana keadaan putraku?” tanya nya dengan cemas.
“Maaf Nyonya Louis, Anda bisa ikut ke ruangan saya sebentar.” Sahutnya.
Cantika hanya menganggukkan kepalanya, dan mengikuti ucapan Dokter itu.
“Caren, apa yang terjadi?” tanya nya menatap putrinya.
“Ayah, aku hanya menyelamatkan nya saat orang orang itu menembak mobil Branden dengan tiba tiba. Lalu aku menolongnya karena melihat lukanya begitu mengerikan dan membawanya kesini.” Gumamnya dengan menjelaskan panjang lebar terhadap ayahnya agar tidak salah faham.
“Afa iya?” tanya Roy dengan menaikkan sedikit alisnya.
“Tentu saja, apa Ayah sedang menuduhku?” tanya nya dengan menaikkan kedua alisnya dan menatap ayahnya dengan tajam.
“Tidak, tentu saja Ayah percaya pada putri ayah ini. Kalau kau tidak apa apa Car?” tanya Roy mengkhawatirkan putrinya itu tapi dengan wajah yang ekspresi nya cenderung dingin.
“Bagaimana kondisi kakakku?” tanya Friska kepada semua orang yang ada dihadapannya.
“Nona, Anda tenang. Kakak Anda pasti akan segera disembuhkan.” Gumam Bow menenangkan Nona nya.
Friska menelisik orang orang yang ada disana dengan cemas. Bagaimana tidak cemas tentu seorang Adik pasti akan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk terjadi pada kakak satu satunya.
“Kau?!Apa kau teman dari manusia angkuh itu?” tanya nya menunjuk Caren yang menatapnya dengan datar.
“Siapa manusia angkuh?” tanya nya balik dengan raut wajah yang sangat datar.
“Tentu saja Serra. Apa kau berpura pura tidak mengenalnya?” tanya nya lagi.
“Oh, ya. Aku memang berteman dengannya. Memangnya ada apa?” tanya nya balik.
“Kau pasti yang membuat kakakku seperti ini.Karena disuruh oleh Serra si muka butut itu!” tuduhnya dengan sedikit meninggikan suaranya.
“Hentikan Fris!Kau jangan menuduhnya. Ini semua karena campur tangan Frought bukan karena Caren!” gumamnya dengan sedikit membentak karena tidak terima putrinya dituduh seperti itu. Ya, meskipun ia telah menganggap Friska sendiri sebagai putrinya.
“Tidak Ayah!Kenapa kau begitu membelanya?!” tanya nya tak kalah membentak.
“Karena dia putri ku. Dan suruhan ku untuk memata matai keluarga Frought dengan berteman dengan putrinya yang bodoh dan manja itu!” Gumamnya dengan panjang lebar agar Friska mengerti.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya🌹