Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Hangout dengan Verra



Harap bijak (18+)


“Lemah saja masih tetap keras kepala ckck” ucap Albert dengan wajah datar nya


“Apa kau bilang! Aku lemah? Jika aku lemah mana mungkin tadi aku ini membantumu ” dengan kesalnya Friska menghentak hentakkan kakinya diatas tanah dan masuk ke mobil duluan


“Dasar, wanita memang rumit...” ucap Albert dengan lirih menggeleng gelengkan kepalanya


“Bos, maafkan kita yang sudah terlambat menyusul Anda, andai jika tadi kita telat aku adalah orang pertama yang akan membunuh mereka.” Ucap seseorang yang tak lain adalah wakil dari Black Gold dengan sorot matanya yang tajam


“It's okay, aku tidak masalah Rek. Kau tenang saja jika tadi kau terlambat datang aku bisa menggunakan taktik yang lain.Dan kau harus lebih cepat bergerak jika aku sudah memberikan perintah”


“Aku harus kembali ke mobil, kayanya wanita galak itu marah” gumam Albert dengan pelan


Mereka masuk ke mobil masing masing dan tentu saja Albert hanya berdua dengan Friska.


“Ternyata tidur, kupikir dia marah ” gumam Albert sedikit menyunggingkan senyumnya


****


“Sial! Bedebah itu selalu lolos, jika aku merencanakan sesuatu.Arghtttt...” Ia membanting apapun yang ada dihadapan nya, saat ini ia merasa sangat sangat gagal. Berbulan bulan ia sudah merencanakan untuk membocorkan data perusahaan kepada Frought, agar dengan mudah menggeser kekayaan Albert.


Namun itu tidaklah mudah, berkali kali ia digagalkan oleh Albert yang tiba tiba saja mengurus perusahaan nya dan tentu akan sangat sulit karena memang jika ada Albert perusahaan itu sangat ketat terjaga.


“Lain kali aku akan mencobanya lagi, dan mencari titik kelemahan pria bodoh itu!” seru wanita itu dengan senyuman penuh arti


__________________


“Akhirnya.. selesai juga skors gue. Hummm, gue akan balas lo wanita hitam kupluk!” seru Serra yang memang tidak ada bosan bosannya untuk mengganggu Friska.


Saat ia akan memasuki kelas, namun tidak sengaja berpapasan dengan Friska. Ia tersenyum sinis dan seakan menantang Friska. Namun, Friska memandangnya dengan tatapan aneh.


“Kenapa tuh orang, udah salah makan kali ya” gumamnya sedikit menaikkan alisnya


Mereka pulang dan Friska memang selalu mengendarai sendiri.Namun ia sudah menyamar menjadi hitam dan bahkan bisa melindungi dirinya sendiri dengan berbagai cara. Saat Friska terancam dengan Albert kemarin, ia justru mempunyai cara lain agar sang Musuh yang mengancamnya akan dilumpuhkan nya dengan mudah. Namun realita itu tidak sesuai dengan ekspektasi nya. Bahkan Albert menyuruh orang-orang nya untuk melumpuhkan musuh itu, padahal Friska kan sudah terbiasa, pikirnya.


Wanita yang sudah merencanakan kejahatannya itu adalah wanita yang mempunyai dendam pada Albert.Dan tentu tidak menyukai Albert yang menurutnya terlalu angkuh dan dingin.


“Frought, apa kau sudah ada rencana yang lain untuk melenyapkan pria bodoh itu?” tanya wanita itu yang bernama Mole yang sedang menjilati alat untuk membuatnya puas. Yang merupakan pisang Tuan Frought.


Dengan melenguh, dibalik hasratnya ia kemudian menyahut


“Tenang saja baby, kau tidak perlu cemas, Uhh kau jangan membicarakan dia 'Ahh disaat kita sedang bercinta seperti ini” gumam Tuan Frought dengan nafas tersengal-sengal karena desahannya


“Kau sangat pandai memuaskan ku. Uhhh faster baby. Aku sangat menyukaimu” gumamnya lagi


Mereka terus memuaskan hasrat mereka hingga mencapai puncaknya, dan tidak ada satupun yang tahu tentang hubungan terlarang itu kecuali Albert. Ya, dia memang diam diam menempatkan mata matanya untuk mencari tahu pergerakan apa saja tentang Mole, wanita licik itu.


..........


Setelah kepulangan Friska dari kampusnya, ia kemudian pulang dan tak terasa sangat melelahkan baginya. Kemudian ia tidur merebahkan diri untuk istirahat. Karena sore akan hange out dengan Vera, teman kacamatanya.


Setelah ia terbangun dari tidurnya, sang Mommy sudah berteriak-teriak karena memang ia mempunyai janji yang sang Mommy tahu.


Tuk tuk tuk


“Ah tidakkkk! Aku sungguh telat sekarang, dasar badan gak tau diri ya. Untung saja temanku Verra sangat pengertian dan mau menunggu ku” teriaknya kembali melompat dari ranjang kemudian disusul dengan larian nya hingga ia terbentur tembok kamar mandi.


“Itu anak, udah punya suami tapi kebiasaan molor nya ga dihilangkan” seru sang Mommy menggeleng gelengkan kepalanya karena mendengar teriakan sang putri yang memang tidak menyahut perkataannya sama sekali.


30 menit kemudian


Friska turun dari kamarnya dan akan hange out bareng dengan Verra.


“Ver, kamu nunggu lama ya?” tanya nya dengan cengengesan


“ Huffft, sangat amat lama seperti menunggu zaman Fir'aun” balasnya dengan kesal


“I'm sorry Ver, aku kan ketiduran cape banget abisnya, kamu enak gampang banget mikirnya tadi soalan soalan yang dikasih dosen” balas Friska dengan terkekeh


“Ya, ujung-ujungnya semuanya salah aku, yayaya kamu memang paling benar Fris, ” balasnya dengan jengkel


“Oke fine, kita ini akan jadi enggak hangout nya?”


“Tentu saja jadi, masa gak jadi sih?”


“Ayo! Let's go...”


Mereka bergandengan tangan hingga tiba di Mall terbesar yang ada di negara Germany, Friska tetap berpenampilan seperti biasa agar ia tidak dikenali oleh publik.


“Fris, kau mau ke Salon dulu tidak?” tanya Verra dengan polos


“Tentu saja tidak, kau kan melihat kita sedang ada di Mall, kau bodoh atau terlalu cerdas sih!” omelnya dengan jengkel. Bisa bisanya sahabatnya itu sempat menanyakan ke Salon, padahal mereka sedang berada di Mall.


“Hehehe sudah ini maksudnya?Mau atau tidak?”


“Tentu saja, kita ke Salon dulu, aku akan membersihkan wajahku yang kusut ini, lalu kita ke Restaurant and Cinema.” Jawabnya


“Eh tidak tidak!Jangan ke Salon, kan wajahku hitam aku tidak akan ke Salon Ver, ” seru Friska dengan lirih karena menyadari wajahnya yang hitam tentu saja tidak akan melakukan perawatan.


“Yah, tadinya aku ingin membersihkan wajahku dan seluruh badanku...” seru Verra dengan merenggut


Saat Friska sedang memilih gaun yang cocok untuknya, tidak sadar ada yang memilih juga dan merebutnya.


“Ini punyaku! wanita hitam seperti mu tidak cocok memakai gaun ini dan membelinya. Akulah yang cocok!” teriak wanita itu lantang hingga menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di Mall tersebut, siapa lagi kalau bukan si pencari gara-gara. Ya, dia Serra teman satu kampusnya.


“Ck, kau lagi kau lagi! Sungguh bosan aku melihat wajahmu itu” balasnya dengan santai


“Hei semua pengunjung disini! Lihatlah wanita hitam ini sudah berani merendahkan putri dari Frought!” teriaknya lantang hingga orang ber bisik- bisik mengumpat friska dan mempermalukan nya.


“Sungguh tidak tahu adab ya wanita hitam itu, bisa bisanya dia menghina putri satu satunya dari keturunan Frought, sudah muka jelek, hitam akhlak buruk lagi, menjijikan!” seru salah satu pengunjung yang mengumpat Friska namun masih terdengar di telinga Friska.


bersambung...


.MOHON MAAF YA JIKA ADA KESALAHAN KATA ATAUPUN TYPO, AUTHOR MASIH BELAJAR HARAP DI MAKLUM HEHE.


Jangan lupa like dan comment ya, reader kesayangan ku✨