Become Your Love Expert

Become Your Love Expert
Terlihat akrab



Sedikit samar samar Friska mengintip karena masih terlihat walaupun matanya ditutup oleh kedua tangannya, tetap Friska penasaran.


“Kau kenapa sih ganti baju disini Tuan Omes!Mataku jadi tidak v****n jadinya!” gerutu nya kesal karena melihat sesuatu yang memang seharusnya terbiasa seorang istri lihat.


“Aku gak sadar!” singkatnya datar.


“Ck, bilang aja kau mesum!” omelnya santai.


“Apa kau bilang!” sembari menghampiri Friska, Albert menunjuk wajah Friska dan mendekatkan wajahnya.


Deg!


Wajah mereka bertemu, dan Albert menatap Friska begitu dalam. Jantungnya kembali berdetak dengan cepat saat ini, mereka berdua merasa sangat aneh dengan jantungnya mereka masing masing jika mereka berdekatan seperti ini.


Brukk


Lima menit lamanya.


Friska mendorong pelan tubuh Albert hingga Albert hilang keseimbangan dan terjatuh.


“Awww!” gumamnya meringis karena dorongan Friska sangat kuat. Lagi lagi ia harus terkena sial jika terus berdekatan dengan Friska.


'Ini kenapa jantungku aneh ya kalau berdekatan dengan wanita butut itu' batinnya merasa penasaran.


“Kenapa kau melamun?Apa kau tiba tiba kerasukan jin Odang?” tanya Friska lolos begitu saja.


“Apa itu jin Odang?” tanya Albert balik karena kata kata Friska memang terdengar sangat aneh. Saat itu Friska berkata melet padahal kan Albert gatau.


“Itu yang suka masuk ke dalam tubuh manusia, karena tiba tiba manusia itu berlaku aneh.” Jelas Friska.


“Memangnya aku aneh?” tanya nya menunjuk diri sendiri.


“Ya, kau pria yang sangat aneh yang aku kenal” seru Friska santai lalu kembali memainkan benda pipih mainannya.


“Kau yang aneh!Disaat sendiri saja suka goyang dombret, gak sadar kalau ada orang juga.Mungkin kalau orang lain yang tidak mengenalmu kau bukan dikatakan aneh lagi. Lebih tepatnya orang gila!G I L A” ejek Albert kembali mengeja ucapannya.


“What?!Kau katakan apa barusan? Kau mengatakan aku Gila?Apa kau tidak sedang menyindir dirimu sendiri Tuan Albert?!” sentak nya karena merasa kesal ucapan Albert yang semakin kesini semakin ngaco.


“Ck, orang tampan dibilang gila. Mungkin otakmu yang sudah tidak waras” gerutu nya dengan wajah yang masih datar dan langsung melenggangkan kakinya keluar.


“Hey Tuan Albert tunggu!Kau sudah mencemarkan nama baikku rasakan ini!hiat.... Hiattttttt!” teriaknya menyerang Albert dari belakang menggunakan sapu andalannya dan memakai jurus bela dirinya.


“Aku bukan maling Fris!kau ini keterlaluan memakai sapu untuk menyerang ku!Dasar istri durhakim!” gumamnya sedikit menggelitik karena geli karena dipukul oleh sapu ijuk yang terkena badannya.


“Memangnya siapa yang menyebutmu maling ha?Apa kau tau kau sudah mencemari nama baikku dan kau harus merasakan ini. Hiatttttttt!” dengan enteng yang masih menyerang Albert hingga keduanya berperang dan masuk lagi ke dalam kamar tidur dan bergulat perang diatas kasur saling membanting diri satu sama lain. Beradu kekuatan yang mungkin sama levelnya.


“Bwhahahaha hentikan Albert!Aku bil....bwuahahahaa hentikan kataku hentikan!” dengan tertawa terbahak bahak ia merasa geli dengan apa yang dirasakan nya. Sehingga membuat Albert juga ikut tertawa dan mereka tidak menyadari bahwa mereka sekarang sudah akrab dan sangat dekat.


_________☃️☃️☃️____________


“Kenapa mereka belum turun juga ya Mbok?” tanya sang Mommy pada pelayan.


“Saya tidak tahu Nyonya, mungkin mereka sedang ehem ehem” ucap pelayan dengan sedikit menggoda Mommy Friska.


“Apa itu ehem ehem mbok?” tanya Mommy penasaran


“ Itu lho Nya, bikin a**k” bisiknya pada Mommy Friska dengan sedikit tersenyum.


“Anak anak itu. Tapi kan mereka belum makan Mbok. Aku harus memeriksa mereka agar segera makan malam” seru Mommy Friska tidak menghiraukan ucapan pelayan paruh baya itu karena memang meskipun ia menginginkan cucu tapi kesehatan harus lah dijaga, pikirnya.


“Stopp!Albert aku bilang sto.... Bwhahahahahaha, geli tau... bwhahahahahaha ” teriak Friska karena masih digelitik gelitik oleh suaminya, Albert.


tok tok tok


“Fris, makan nak...ajak suami kamu dari tadi kalian belum makan. Olahraga malam nya bisa ditunda ngga nak?” teriaknya dari luar kamar.


Dor dor dor!


“Albert, apa kau tahu itu olahraga malam?” tanya Friska dengan polos


“Ck, kau polos atau pura pura polos” gerutu Albert dengan mentoyor kening Friska dengan pelan.


“Sakit tau!” omel Friska dengan meringis, lebay.


“Pelan juga, dasar lebay!” gumamnya


“Nak!Kalian dengar Mommy tidak sih!Kalian bikin Mommy serak saja. ”


Teng teng teng dung dung dung


Tidak hilang akal, wanita paruh baya itu kemudian membawa panci dan centong nasi agar terdengar oleh kedua insan itu yang memang bego tidak membuka pintu sedangkan si empu nya dari tadi sedang kesal mencari ide.


“Apaan sih mommy!” gerutu Friska kesal


“Kau sih tidak membuka pintunya Albert!” omel nya menyalahkan apa yang ada disana, tentu saja kepada Albert.


“Punya tangan dan kaki. Dan itu Mommy mu. Kenapa harus aku yang membuka pintunya?” omel Albert membalikkan ucapan Friska.


“Apa apaan si....Mom” Friska membulatkan matanya saat Mommy nya menatap tajam kearahnya dan membawa panci seperti nya akan menyerangnya. Ia kemudian menutup kembali pintunya dan memegang dadanya yang berdenyut takut dan terkejut dengan Omelan sang Mommy yang membuat telinga nya pusing mendengarkan ceramah yang tidak akan pernah usai itu.


“Ada apa kau menutup kembali pintunya” tanya Albert mengernyitkan dahinya


“Shutttt!Kau jangan berisik!Mau dipenggal Mommy dengan panci?!” pelotot nya tajam dengan suara yang sedikit berbisik meletakkan telunjuknya diatas mulutnya.


Pria itu merenggut takut, ia kemudian mengajak Friska menutupi badan mereka dengan selimut agar tidak ketahuan Mommy yang sedang di ekspresi menjadi banteng itu.


“Fris, Albert!Kalian dengar Mommy tidak!” teriaknya dengan masih dirundung kemarahan yang memuncak.Melihat kelakuan putrinya yang membuatnya selalu kesal.


“Kalau kalian tidak membuka pintu, Mommy akan mengambil kunci cadangan dan lihat saja yang Mommy lakukan!” ancamnya menakut nakuti Friska dengan cara itu agar Friska keluar.


“Albert, kau buka saja pintunya. Mommy tidak akan marah kepada mu. Percaya deh” seru Friska dengan puppy eyes nya yang memang terkesan imut.


“Kau saja!Kau yang dipanggil nya kan?” gumamnya dengan datar


“Plisss Albert, habis ini aku akan mentraktir mu makan diluar” ucap Friska dengan nada memelas.


“Aku masih banyak uang kau pikir aku miskin!” gerutu Albert tidak terima dengan ucapan Friska.


“Ayolah Albert, bilang pada Mommy aku sedang sakit perut” gumamnya dengan masih wajah yang memelas.


“Apa imbalannya” gumam Albert dengan senyuman jahilnya.


“Kau boleh minta apa yang kau mau” seru Friska dengan cepat.


“Apapun?” tanya nya dengan seringai liciknya.


“Ya, cepatlah kau bilang. Huss husss!” sambil mengibaskan tangannya mengusir Albert.


“Dasar istri durhakim” gerutu nya pelan.


..........


“Ya Mom, ada apa?” tanya Albert santai.


“Kau ini!Mommy dari tadi mengetuk pintu hampir setengah jam belum dibuka. Tadi dibuka lalu ditutup lagi kalian mau mempermainkan mommy ha?” omelnya dengan menjewer telinga Albert dan memukulnya dengan centong nasi.


“Aww, Mom , aw!Sakit Mommy tahu aku masih ingin hidup, ampun Mom” gumam Albert dengan sedikit memohon dan meringis.


“Mom tidak peduli!Kenapa kalian tidak menghiraukan ucapan Mom ha?Mana si anak kurang asem itu!Mommy ingin hukum dia” omel sang Mommy dengan memelototi Albert dan nyali Albert semakin menciut melihat mata mertuanya itu.


bersambung...


Jangan lupa like dan comment ya teman teman.🌹