Andre'S Story In The Magical World

Andre'S Story In The Magical World
Chapter 62 - Dewa & Rencana Menyatukan Dunia



"Selamat datang Ruri, atau mungkin boleh kupanggil Andre?" kata seseorang dari belakang.


Ruri pun menoleh dan terlihat olehnya seorang pria tengah terduduk menatapnya.


"Suara ini ... Jangan jangan kau ... "


"Benar, aku adalah Dewa,” ucapnya sambil tersenyum.


Mendengar itu, Ruri langsung bergerak cepat menuju bagian belakang orang yang menyebut dirinya dewa itu dan kemudian langsung mengayunkan pedang.


*Taaaaanng ...


“Cihh ... “ Ruri menyerngitkan dahinya melihat sebuah protector berwarna emas menghalangi niat Ruri untuk menebas orang dihadapannya.


“Hentikan saja, kau tidak akan bisa melakukannya,” ucapnya tanpa menoleh.


“Apa yang kau inginkan?”


“Dimulai dari mana ya ... Ahh iya, mungkin aku akan mulai dari ucapan terima kasih dulu. Kau memang hebat, Dari semua orang yang pernah aku hidupkan, kau lahh satu-satunya manusia yang paling menghiburku.”


“ .... “


“Jadi, karena kau berhasil menghiburku, aku akan mengembalikkanmu, dengan kata lain aku akan menghidupkan kau kembali atau kau mau aku membalikkan waktu sebelum perampokan bank itu?”


“Kau bisa itu?”


“Tentu saja.”


“ .... “


“Baiklah aku akan menghidupkanmu kembali ... “ katanya sambil mengangkat tangannya.


“Tunggu!”


“Hmm?”


“Aku menolak tawaran itu, aku akan tinggal.”


“Kenapa? Bukankah seharusnya kau mau kembali?”


“Kenapa kau berpikir begitu? Kau dewa bukan? Seharusnya kau sudah tau jawabanku.”


Laki-laki itu hanya diam dan masih tersenyum. Ruri pun kembali berbicara.


“Kenapa kau melakukan semua ini?”


“Kau tahu bukan ... Berdiam diri disini sambil menonton manusia yang hanya melakukan kegiatan sehari-hari itu sangat membosankan, jadinya aku terpaksa dehh melakukannya. Aku tak ingin mati kebosanan ... "


“Tapi bisakah kau melakukannya tanpa mempermainkan hati kami?!”


“Mungkin kami memang hanyalah alat atau semacamnya, tapi aku tak bisa diam saja kalau kau menggunakan cara itu untuk sekedar menghibur diri! Apa kau sadar, sudah berapa banyak yang kau lakukan pada orang-orang sebelumnya?!”


"Lalu kau mau apa?"


"Aku ingin kau berhenti melakukannya."


“Baiklah, hanya untuk saat ini aku akan berhenti melakukannya ... “


“Apa maksudmu untuk saat ini?!” tanya Ruri pelan sambil mengepalkan tangannya.


“Anggap saja sebagai imbalan, karena kau telah berhasil menghiburku selama ini.”


“Kau ini ... “


Ruri terus mengepal tinjunya kuat-kuat, ia ingin sekali memukul wajah orang itu akan tetapi karena hal itu akan sia-sia, Ruri pun menghela nafas dan berbalik.


“Baiklah, sampai saat itu tiba, aku Ruri Narendra akan menghentikan rencana busukmu itu, akan kurubah dunia ini sampai kau tak bisa mengendalikan kami lagi, ingat itu!”


“Hahahah baiklah, aku akan ingat kata-katamu, Ruri Narendra. Jadi, sampai bertemu kembali ... “


Dalam sekejapan mata, Ruri yang terbaring di rumah sakit langsung terkejut dengan membuka matanya lebar lebar. Nafasnya naik turun, jantungnya berdegup kencang membuat wanita yang terduduk di ruangan itu terkejut.


“Ru-Ruri ... Syukurlah kau kembali ... “


Melihat wanita di sampingnya itu sontak Ruri langsung berkata.


“Clarissa? Bagaimana dengan yang lain?”


“Kenapa kau malah memikirkan yang lain? Pikirkanlah dirimu sendiri dulu."


“Aku nggak apa-apa kok. Yang lain baik-baik saja kan?”


Clarissa menghela nafas lalu mengangguk pelan.


“Ya, berkatmu ... “


“Dimana para Raja Iblis?”


“Ada di luar, mau aku panggilkan?”


“Ya, tolong ya,”


Clarissa beranjak keluar dan kembali bersama keempat Iblis.


“Ruri, syukurlah kau bisa lepas dari Black Curse ... Aku Olivia mewakili seluruh Iblis di dunia untuk meminta maaf sekaligus berterimakasih sebesar-besarnya padamu, aku tahu ini belum sebanding dengan usahamu itu, jadi jika kau menginginkan sesuatu katakan saja,” ucap Olivia sambil membungkukkan badannya begitu pula ketiga Raja Iblis lainnya.


“Sudahlah ... Hentikan itu, bagaimana pun juga ini sudah menjadi tugasku.”


“Ta-tapi ... “


“Jika kalian menuntut untuk memberiku permintaan apapun, tolong bantu aku untuk menyatukan manusia dan Iblis. Aku tak bisa melakukan itu kalau sendirian."


“Tapi kan itu sudah menjadi perjanjian kita?” tanya Olivia.


“Tak apa, aku hanya menginginkan perdamaian, kalau kau menanyakan hal lain, mungkin Clarissa lah yang akan menjawabnya,” ucap Ruri sambil tersenyum yang membuat Clarissa langsung terkejut lalu menunduk.


“Apa itu Clarissa?”


“H-hah? I-itu ... A-aku dan Ruri ... “


Olivia menghela nafas kemudian tersenyum.


“Kalau kau ingin menikah dengan Ruri bilang saja, tak usah malu-malu, aku akan menyerahkannya kok,” kata Olivia.


“H-hah? Apa maksudmu ... Ruri itu bukan milikmu ya! Jangan seenaknya saja kalau berbicara, ahh sudahlah ... Hal itu bisa belakangan,” ucap Clarissa kemudian berlari keluar ruangan karena tak kuat menahan rasa malu, sedangkan yang lain hanya bisa tersenyum dan tertawa.


“Ayo semuanya, bantu aku untuk menyatukan dunia!”


“Tunggu, kau mau pergi sekarang juga? Bukankah kau sebaiknya istirahat dulu, kau baru siuman bukan?” tanya Olivia saat melihat Ruri turun dari kasur.


“Aku baik-baik saja kok. Tapi, mungkin aku akan memulainya dari besok saja, karena sekarang aku harus bertemu dengan temanku."


“Baiklah kalau begitu ... “


“Ya ... “


Tiba-tiba saja Ruri yang berniat keluar dari sana langsung terduduk di lantai karena punggungnya merasa ada sesuatu yang aneh.


"Ruri ada apa?" tanya Olivia.


"Punggungku ... Seperti ada yang mau keluar," ucap Ruri sambil menahan rasa sakit.


"Pu-punggungmu?"


Seketika saja sepasang sayap muncul menembus pakaian yang dipakai pria itu dan terbuka lebar.


"Sayap itu? Dan hawa ini ... " ucap semua yang ada disitu.


"Iblis ... "


"H-hah?" ucap Ruri tidak percaya.


"Ruri, apa kau menggunakan kekuatanku?" tanya Behemoth.


"Tidak, hanya saja ... Ini seperti keluar dengan sendirinya. Tunggu ... Sepertinya aku mulai mengerti," ucap Ruri pelan.


"Apa?"


"Alur yang berulang ... Pak Nathan ... Raja Iblis ... One ... " gumam Ruri sambil berpikir.


"Ru-Ruri?" ucap Clarissa terkejut saat kembali ke ruangan Ruri.


"Maaf ya, sepertinya aku sudah menjadi Iblis sepenuhnya ... " ucap Ruri sambil tersenyum.


"Apa maksudmu?"


"Akan sulit menjelaskannya, intinya ... Mulai sekarang aku akan hidup bukan lagi sebagai manusia, melainkan iblis. Tapi tenang saja, aku tetap menjadi Ruri Narendra kok."


"Begitukah ... " kata Clarissa sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa kalau kau membenciku, aku akan menerimanya."


"Tidak! Bukan begitu ... Aku hanya bingung saja, kenapa hal buruk selalu menimpa kita berdua."


"Maaf ya, penyebab semua ini adalah salahku, karena aku adalah manusia dari dunia yang entah ada dimana ... " ucap Ruri lalu menatap keluar jendela.


"Kalau memang seperti itu alasannya, tolong ... Biarkan aku terlibat, aku tak ingin kau menanggungnya sendirian," ucap Clarissa kemudian memeluk pria itu dari belakang.


"Terima kasih, dan maaf telah melibatkanmu."


"Ya."


"Ekhhem ... "


Satu deheman entah dari siapa yang membuat kedua orang itu saling melepaskan satu sama lain.


"Maaf kalau kami mengganggu," ucap Olivia sambil tersenyum.


"Olivia ... Kau selalu saja menyebalkan!"


"Tapi bukan aku lohh ... "


"Sudah, ayo kita semua pergi! Kalian juga mau datangkan ke pernikahan temanku? Sekalian untuk melakukan perjanjian itu."


"Kalau begitu baiklah," ucap Olivia.


"Ya, kami akan mengikutimu," sambung Azazel.