Andre'S Story In The Magical World

Andre'S Story In The Magical World
Chapter 49 - Awal dari sebuah Perjalanan Baru



2 hari pun berlalu.


19:48 PM.


“Sepertinya aku terlalu banyak tidur,” kata Ruri sambil beranjak bangun dari tempat tidurnya kemudian berjalan menuju jendela.


“Apa yang selanjutnya aku lakukan ya?” ucap Ruri yang menatap keluar jendela lalu mengungkit apa yang dikatakan Hoursy.


“Raja iblis itu berjumlah 6, masing-masing memiliki tingkatan tertentu sesuai kekuatan yang dimilikinya.”


“Raja iblis five saja sudah sangat mengganggu, bagaimana dengan sisanya? Ternyata memang harus ada seseorang yang membantu dunia ini untuk melawan mereka semua. Mungkin saja itu alasanku dihidupkan kembali di dunia ini,” gumam Ruri.


*Cekreeeek ...


Pintu kamar terbuka.


“Ruri apa yang kau lakukan? Apa kau sudah baik-baik saja? Kalau belum sebaiknya kau kembali ke ranjangmu,” ucap Clarissa sambil berjalan masuk menghampiri pria itu.


“Aku sudah tidak apa-apa kok.”


“Sungguh?”


“Iya.”


“Syukurlah kalau begitu,” kata Clarissa sambil bersandar di pundak kiri Ruri.


Ruri pun langsung merangkul wanita di sampingnya.


“Terima kasih, Clarissa.”


“Kenapa?”


“Suaramu telah menyelamatkanku.”


“Maksudmu?” tanya Clarissa tidak mengerti.


“Tidak, lupakan saja.”


“Isshh ... apa yang tadi itu?”


“Intinya aku mencintaimu,” kata Ruri sambil tersenyum.


“Kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Clarissa dengan tatapan curiga.


“Tidak.”


“Hmmph ... “


“Clarissa?”


“Hmm?”


“Aku mencintaimu.”


“Aku juga.”


“Ruri ... “


“Iya?”


“Kapan kita akan menikah?”


“Hmm bagaimana yaa ... bisakah kau bersabar menunggu sampai semuanya selesai?”


“Jadi ini belum selesai?” kata Clarissa yang memanyunkan bibirnya.


“Benar, jadi bersabarlah ... aku akan menikahimu setelah semuanya selesai.”


“Janji?”


“Iya, aku janji.”


Mereka pun bertatapan sebentar kemudian saling menyatukan bibir mereka.


“Clarissa, apa sebaiknya kau kembali ke kota saja? Biar aku yang menyelesaikan ini semua sendiri.”


“Aku tidak mau, aku akan terus mengikutimu, kemana pun kau pergi.”


“Sepertinya aku tidak bisa membujukmu untuk pulang.”


“Aku akan pulang setelah kau selesai dengan urusanmu itu.”


“Tapi ini berbahaya lohh ... “


“Aku tak peduli.”


“Baiklah, kalau begitu, bagaimana kalau besok kita mulai pergi menyelesaikan semuanya?”


“Baiklah semakin cepat semakin bagus, tapi kalau besok kita akan berangkat, berarti malam ini kita harus menuntaskan janji kita kepada ketiga orang itu dulu.”


“Janji?”


“Kau pasti dengar kan saat itu?”


“Hmm.”


Bar.


“Kau yakin besok sudah mau pergi?” tanya Mary.


“Iya, kami tak memiliki banyak waktu, karena kami sudah memiliki tujuan baru.”


“Begitu rupanya.”


“Baiklah ayo kita minum sepuasnya,” kata Lisa semangat.


“Sebentar, kenapa kau ada disini? Aku tak ingat kalau kami mengajakmu,” ucap Ruri sambil menatap tajam ketua guild itu.


“Ayolah ... jangan dingin begitu, aku hanya membantu Mary menghabiskan minuman, itu saja,” katanya sambil tersenyum.


“Terserah dehh ... “


“Untuk keberhasilan Ruri mengalahkan salah satu raja iblis dan keselamatan Ruri dari kutukan itu, bersulang!” kata Lisa sambil mengangkat gelasnya.


“Bersulang!!!”


Semuanya pun mulai minum sampai puas seperti yang dijanjikan.


Dan keesokan harinya Ruri dan Clarissa pun berpamitan kepada Mary dan rekan-rekannya.


“Baiklah kami pergi duluan ya, terima kasih atas semuanya” kata Ruri sambil berlalu pergi.


Clarissa pun mendekati Mary dan memeluknya.


“Mary, terima kasih atas semuanya.”


“Tak perlu dipikirkan, kan sudah kubilang sebelumnya, aku tak melakukan apapun. Jaga Ruri baik-baik ya."


Clarissa tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


“Baiklah kami pergi, dah,” kata Clarissa sambil melambaikan tangannya sebentar kemudian berlari mengejar Ruri.


“Ahh tidak terasa mereka sudah pergi saja,” kata Mary.


“Mau melihat permintaan hari ini? Atau libur saja?” tanya Freed.


“Libur saja dulu, lagi pula dari misi kemarin kita sudah mendapatkan cukup banyak uang,” kata Roy.


“Iya benar, adakalanya kita refreshing sementara,” kata Mary sambil tersenyum.


Sementara itu Ruri dan Clarissa memulai perjalanan barunya untuk membinasakan kelima raja iblis yang tersisa.


“Hei Ruri apa kau tahu? Kekuatan iblisku tak hilang tapi aku sudah menjadi manusia normal lagi,” kata Clarissa.


“Heh benarkah? Bagus dong kalau begitu.”


“Tapi apa kau masih menyukaiku walau aku masih memiliki sayap ini?” kata Clarissa sambil menunjukkan sepasang sayap hitamnya.


“Aku tak peduli itu, selagi itu dirimu, aku tetap mencintaimu, Clarissa,” kata Ruri sambil tersenyum.


Mendengar itu seketika wajah Clarissa pun memerah.


“Dasar, selalu saja kau berhasil membuatku malu sendiri,” kata Clarissa sambil berpaling.


Ruri hanya tersenyum menanggapi tingkah kekasihnya itu.


“Awal dari sebuah perjalanan baru kah? Kedengerannya bagus juga,” gumam Ruri bersemangat.


Di sisi lain dari tempat yang jauh ...


"Hoursy sudah mati? Apa dia itu terlalu lemah atau bagaimana?" ucap Two


"Benar, aku melihatnya sendiri," ucap Nathan.


"Lalu kenapa kau tak membantunya?" tanya Six.


"Dia terlalu sombong, aku membencinya, jadi aku biarkan saja," kata Nathan sambil tersenyum.


"Dasar, memang seperti itulah sifat Five," ucap Four tersenyum.


"Jadi apa rencanamu, mendidik manusia kuat sepertinya, one?" tanya Three curiga.


"Aku hanya ingin membuat dunia ini semakin menantang," kata Nathan sambil tersenyum.


"Maksudmu?"


"Intinya kita bersiap saja, karena pahlawan sebenarnya sudah hadir di dunia ini," ucap Nathan sambil berlalu pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Six.


"Aku harus kembali menjadi guru di sekolah itu, sampai jumpa," kata Nathan kemudian menghilang seketika.


"Berjuanglah sampai akhir, Ruri Narendra," gumam Nathan sambil tersenyum.