Andre'S Story In The Magical World

Andre'S Story In The Magical World
Chapter 61 - Kenyataan



“Anggap saja ini adalah alam bawah sadarku, mungkin bisa dibilang aku yang mengundangmu datang, kalau tidak begini, aku akan sulit berbicara, pasti kau banyak yang ingin dibicarakan bukan?”


“Iya ... “


“Apa menurut bapak, aku bisa menyatukan manusia dan iblis?”


“Bukankah sebelumnya kau ingin membunuh mereka?”


“Aku tahu, tapi setelah bapak cerita pada saat itu, aku pun mulai mencari tahu kebenarannya dengan bertemu salah satu Raja Iblis, akan tetapi kebetulan sekali aku malah bertemu semua Raja Iblis.”


“Saat kau ketempat Two?”


“Iya, mereka ternyata merencanakan sesuatu untuk membunuhmu. Dan mereka semua pun memintaku untuk membantu rencana mereka itu.


Pak Nathan tersenyum dan tertawa sedikit, kemudian berkata.


“Ini diluar dugaanku, tapi aku tidak terkejut sihh ... Sudah sewajarnya mereka melakukan itu, kalau tidak yaa seperti yang terjadi sekarang ini.”


“Kembali ke awal, jika kau bertanya padaku, mungkin kau bisa. Karena dulu aku juga sama sepertimu, aku seorang manusia dan berniat membinasakan iblis, hanya saja setelah mencapai akhir, aku gagal dalam satu hal.” Kata Pak Nathan sambil menatap ke luar jendela.


“Apa itu?”


“Aku gagal menyelamatkan wanita yang kucintai.”


Ruri pun terkejut.


“Lalu istri bapak itu?”


“Bukan dia orangnya, wanita yang kumaksudkan adalah Aurelia, dia mungkin sangat mirip dengan Clarissa, saat itu aku berhasil melawan Six, Five, Three, Two, namun saat aku melawan One ... Kejadian diluar dugaan pun terjadi. Lia ... Dia menyelamatkanku dengan mengorbankan dirinya agar aku tak terkena serangan yang bisa membuat tubuh seseorang hancur seketika.” Ucap Pak Nathan yang tak meneruskan ceritanya.


“Aku turut berduka ... Aku bisa membayangkannya, pasti itu berat bagi bapak.”


“Begitulah, makanya tanpa sadar aku menuruti perintah dewa untuk berpihak pada Iblis karena memang aku tiba-tiba saja berubah menjadi iblis.”


“Tunggu, bapak bertemu Dewa?”


“Begitulah, makanya aku yakin kau bisa menghentikan alur yang berulang ini.”


“Maksud bapak?”


“Kau tahu tidak, kalau kau adalah orang ke-407 yang bereinkarnasi di dunia ini hanya sekedar untuk menghibur seorang dewa?"


“H-hah?”


“Dari orang pertama sampai aku yang ke-406 selama ini alurnya masih berjalan sama, tapi menurutku tidak denganmu, hanya kau lah satu-satunya yang berbeda. Jadi, jika kau bertemu dengan dewa itu, jangan mudah terpancing oleh perkataannya.”


“Sepertinya waktuku memang tak banyak ... “ kata Pak Nathan sambil tersenyum melihat tubuhnya mulai bercahaya.


“Tu-tunggu ... “


Seketika Ruri kembali tersadar, ternyata kejadian tadi hanya berlangsung selama satu detik saja di dunia itu.


Terlihat Pak Nathan tersenyum sambil berkata.


“Ruri ... Turunkan aku ke bulan ... “


“Tapi bagaimana dengan luka bapak? Sebaiknya aku membawa bapak ke ... “


Pak Nathan langsung menggelengkan kepala.


“Aku tak bisa hidup lebih lama lagi. Jadi, bantulah aku turun.”


Ruri pun langsung menuruti ucapan Pak Nathan dengan menurunkannya ke bulan. Satu persatu pedang yang tertancap dilepaskan dan luka di tubuh Pria itu langsung di bekukan untuk mencegah keluarnya darah dari tubuh laki-laki itu.


“Untuk apa sedih setelah kau berhasil mengalahkan musuhmu sendiri?”


“Mau bagaimana lagi ... Andai saja aku bisa ... Ohh iya, Creator ... ” kata Ruri sambil memejamkan matanya.


“Creator ... Penyembuhan tingkat atas ... “ kata Ruri sambil mengarahkan tangannya ke bagian jantung pria itu.


“Sudahlah Ruri itu percuma, sekuat apapun penyembuhan yang akan kau lakukan, jika jantung seorang iblis dihancurkan sekali, ia tak akan bisa disembuhkan bagaimana pun caranya.”


“Apa itu sudah sistem dunia ini?”


“Begitulah ... “


“Kalau memang benar begitu aku akan mengubah sistem itu sendiri! Creator ... Right to change the system ... “ ucap Ruri kembali memejamkan matanya.


Seketika saja sebuah tulisan muncul dibenaknya.


**P**ergantian sistem dibatasi*


“A-apa ... Dibatasi? Yang benar saja?!”


*Pergantian sistem dibatasi


“SIAL?!”


“Sudahlah Ruri, mungkin hal itu adalah sistem mutlak, aku saja terkejut kau bisa mengganti sistem angkasa luar. Bahkan aku baru tahu kalau kekuatan itu bisa digunakan dengan cara seperti itu.”


“Tapi ... “


“Sudahlah ... “


*Uhuuk ... Uhuuk ...


“Pa-Pak Nathan ... “


“Ruri, ingatlah ... Untuk menjaga Clarissa baik-baik, jangan sampai kau bernasib sama sepertiku dan yang lainnya.”


“Ya ... Pasti!”


*Huuhh ...


Pak Nathan menghela nafas dan tersenyum.


“Akhirnya aku bisa menyusulmu Lia. Tapi, apa benar aku akan bertemu denganmu lagi?” kata Pak Nathan kemudian tertawa sedikit.


“Apa istriku bakal marah ya saat aku membicarakan wanita lain,” kata Pak Nathan pelan kemudian mulai menutup kedua matanya.


Melihat itu Ruri hanya diam dan membiarkan tangisannya pecah begitu saja.


Setelah beberapa saat kemudian Ruri menatap langit-langit sambil berkata dengan geram.


“Dewa itu ... Aku harus segera bertemu dengannya!”


Ruri pun mengangkat jasad pria itu dan membuka lubang dimensi yang mengarah langsung ke tempat Clarissa.


“Pa-Pak Nathan ... “ ucap Clarissa pelan yang tak sanggup menahan air matanya saat melihat jasad gurunya itu.


“ .... “


“Ayo! Kita ke tempat Olivia,” ucap Ruri pelan kemudian langsung dijawab dengan anggukan kepala.


Ruri kembali membuka lubang dimensi dan terlihat Para Raja Iblis masih disana.


“Ruri kau sudah kembali?”


“Cepat sekali ... “


Saat Ruri hendak melewati lubang dimensi itu, tiba-tiba saja tubuhnya merasakan sensasi panas yang menusuk.


“Ruri ada apa?” tanya Clarissa.


“Aku tidak tahu. Aku sudah tak kuat lagi ... “ ucap Ruri pelan kemudian menurunkan jasad pria yang digendongnya dan langsung terbaring di tanah.


“Semuanya cepat kesana sebelum lubang dimensinya menghilang!” ucap Olivia sambil beranjak bersama Iblis lain menuju lubang dimensi.


“Ruri ... Bangunlah ... “


“Tenanglah Clarissa, Ruri hanya sedang dalam masa Black Curse,” ucap Olivia.


“Aku tahu! Tapi apa kau tahu? Terakhir kali Ruri terkena Black Curse Hoursy dia itu hampir mati?! Apa kau bisa menjaminnya kalau dia tidak akan mati?!”


“ .... “


Olivia terdiam begitu juga dengan Raja Iblis lainnya.


“Clarissa, kami memang tidak bisa menjaminnya, tapi lebih baik kita membawa Ruri ke rumah sakit, ya?”


Walaupun wanita itu kesal akan tetapi Clarissa tetap menurutinya karena memang itulah satu-satunya cara yang bisa dilakukan. Dengan segera mereka pun membawa Ruri ke rumah sakit.


...****************...


“Heh?” ucap Ruri terkejut karena tiba-tiba saja dia berada di tempat yang serba putih.


"Selamat datang Ruri, atau boleh kupanggil Andre?" kata seseorang dari belakangnya.


Ruri pun menoleh dan terlihat olehnya seorang pria tengah terduduk menatapnya.


"Suara ini ... Jangan jangan kau ... "


"Benar, aku adalah Dewa,” ucapnya sambil tersenyum.