
“Kau memang hebat, manusia.”
Note : Sebenarnya ini gambar hasil colongan hehe, tapi diedit sedikit, kebetulan nemu gambar yang mirip kriteria jadi hajar aja karena ndak sempet gambar (. ❛ ᴗ ❛.)
Ruri dan Clarissa pun berjalan maju memasuki ruangan luas dimana wanita itu berada, akan tetapi langkahnya terhenti karena dari belakang banyak iblis berdatangan yang mengejar Ruri.
“Ayo cepat! Tangkap mereka!”
“Ruri ... “ kata Clarissa.
“Iya, bersiap saja,” ucap sambil membuat pedang es nya dalam sekejap.
Akan tetapi, tiba-tiba saja ...
“Berhenti.”
Satu kata itu membuat semua iblis terdiam di tempat, tak ada satu pun yang berani bergerak.
“Kembalilah kalian semua! Menghadang dua orang manusia saja tidak mampu, berani sekali menginjakkan kaki disini.”
“Ta-tapi mereka ini ... “
“Sudah cepat kembali! Mereka biar aku yang urus ... “
“Ba-baik ... “
Setelah para iblis itu pergi Ruri pun menoleh ke arah wanita itu.
“Jadi kau raja iblis? Kenapa kau membantu kami?”
Wanita itu tersenyum dan berdiri.
“Membantu? Aku tak berniat begitu, hanya saja ... “ Ucap wanita berhenti sebentar kemudian melanjutkan perkataannya.
“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”
Seketika mata Ruri terbelalak karena tiba-tiba saja raja iblis itu sudah berada di belakang Clarissa sambil menempelkan jari telunjuknya di leher wanita itu.
“Wa-waktu?!” gumam Ruri.
“Apa benar kau yang membunuh Five, atau mungkin ... Kau mengenalnya dengan sebutan Hoursy Loungjer?”
“Iya, akulah yang melakukannya. Apa maumu?”
“Baiklah kalau begitu,” ucapnya sambil tersenyum kemudian melepaskan Clarissa.
“Kemana?” gumam Clarissa sambil menoleh ke belakang wanita itu sudah menghilang.
“Heh?”
Clarissa terkejut melihat iblis itu tiba-tiba saja langsung berada di hadapan Ruri dan menciumnya.
“A-apa yang kau lakukan?!” Clarissa bergerak cepat dan langsung menendang wanita itu.
“Menghilang lagi?”
“Maaf maaf ... Aku tak sengaja melakukannya, karena aku menyukai laki-laki kuat,” kata wanita itu tersenyum manis dan kembali ke tempat duduknya.
“Ruri kita harus membunuhnya! Apapun resikonya,” ucap Clarissa sambil tersenyum kemudian membuat pedang api nya.
“Te-tenanglah Clarissa ... “
“Kenapa kau bilang begitu? Atau jangan jangan kau tadi menikmatinya?”
“H-hah? T-tidak, tentu saja tidak.”
Setelah berkata begitu Ruri menghela nafas kemudian berbisik.
“Clarissa dengar, sepertinya ada tiga raja iblis lainnya di ruangan lain.” Bisik Ruri.
“Itu benar,” ucap wanita itu yang sudah berada di samping mereka.
“Menjauhlah kau dasar ******!” ucap Clarissa sambil mengayunkan pedangnya membuat iblis itu menjauh.
“Jadi, jebakan yang kau maksud adalah hal itu?”
Ruri menganggukkan kepala pelan.
“Tenang saja, kami tidak berniat menjebak kalian," kata wanita itu kembali mendekat.
“Tapi, bukankah kalian ingin membalaskan dendam?”
“Iya begitulah aku menitipi pesan pada One, tapi sebenarnya kami ingin meminta bantuanmu.”
“Bantuan?”
“Untuk lebih detailnya kita bicarakan di tempat mereka saja," kata wanita itu sambil berlalu.
“Baiklah.”
“Ruri, kau yakin tidak apa-apa?” tanya Clarissa.
“Kurasa begitu, kalau dia memang benar-benar ingin membunuhku, dia sudah melakukannya sebelum aku menyadari kemampuannya.”
“Iya juga sihh ... “
“Sudah, ayo!”
Ruri dan Clarissa pun mengikuti iblis itu ke ruangan lain, dan sesampainya di tempat yang dimaksudkan, terlihat meja besar membentang, terdapat enam kursi di beberapa sisi meja tersebut, tiga diantaranya sudah diduduki oleh masing-masing raja iblis.
“Ayo duduk dulu!” Ucap iblis tadi sambil duduk.
“Karena One dan Five tidak ada kalian pakai saja kursi itu untuk duduk.”
“Jadi, ada apa ini? Apa maksudnya dengan meminta bantuanku?” tanya Ruri membuka pembicaraan.
“Sebelum itu ... Bagaimana kalau kita saling memperkenalkan diri dulu? Agar lebih memudahkan untuk kedepannya," ucap wanita tadi.
“Terserah saja, aku Raja Iblis tingkatan terakhir, Six. Dan namaku adalah Lucifer.”
“Aku Four, namaku adalah Behemoth. Salam kenal.”
“Aku biasa disebut Three, tapi namaku Azazel.”
“Dan terakhir aku, tingkat Two, namaku Olivia.”
“Aku Friska Clarissa, manusia, tapi aku sendiri tidak terlalu yakin juga ... “
“Kau tidak yakin? Kenapa?” tanya Azazel.
Clarissa pun menunjukkan sayapnya yang membuat semua raja iblis itu terkejut.
“Kau iblis? Tapi ... Aku tak merasakan hawa iblis dari dalam tubuhmu ... “ ucap Behemoth.
“Hei tunggu, bukankah kau manusia yang diambil oleh Five itu?” tanya Olivia memastikan.
“Iya.”
“Lalu bagaimana cara kau bisa menjadi manusia lagi? Tapi ... Sayap itu ... Ahh aku malah bingung sendiri,” Olivia menghela nafas dan berhenti memikirkannya.
“Singkatnya, Ruri lah yang melakukannya,” ucap Clarissa sambil melirik ke arah Ruri.
“Bagaimana kau melakukannya?” tanya Behemoth.
“Maaf, aku tidak bisa menjelaskannya, karena orang yang mengajarkanku hal ini sudah berpesan untuk merahasiakannya pada siapapun.”
“Begitukah ... Ya sudahlah.”
“Kembali ke topik, Ruri bolehkah kami membutuhkan bantuanmu. Aku tahu kami para iblis sudah membuat kalian para manusia cemas, tapi mungkin hanya kau lah yang bisa melakukannya,” Ucap Olivia.
“Jelaskan, apa yang bisa kubantu?”
“Singkatnya kami ingin kau membunuh One.”
Penjelasan singkat yang keluar dari mulut raja iblis two itu pun mampu membuat Ruri dan Clarissa terkejut.
“Kau ingin aku membunuh One?”
“Pa-pak Nathan?”
“Benar, bagaimana?”
“Apa alasanmu bilang begitu? Bukankah kalian tidak boleh saling menyakiti satu sama lain?”
“Memang benar, tapi kami sudah kehabisan kesabaran, dia tidak melakukan tugasnya dengan baik, kami pun berpikir membunuhnya dan mendapatkan One yang baru dari pada One yang sekarang, walaupun agak sulit menemukan yang cocok untuk menggantikannya, tapi itu lebih baik dari pada keadaan yang sekarang.”
“Begitu rupanya ... “ kata Ruri yang mulai mengerti.
“Baiklah, sebelum aku menjawab permintaan kalian, izinkan aku bertanya banyak hal terlebih dahulu, karena banyak yang ingin aku ketahui.”
“Tanyakan saja.”
“Apa benar Iblis selama ini menyerang manusia karena hanya ingin menegakkan keadilan?”
“Dari mana kau tau itu?” tanya Olivia.
“Nathan yang menceritakannya padaku, karena aku tak ingin langsung percaya, jadi aku datang kesini ingin bertemu dengan salah satu dari kalian untuk menanyakan hal ini.”
“Begitukah ... “
“Ya, semua itu benar, kami para iblis juga ingin hidup yang tenang, dulu kami para iblis memang cukup dengan mendapat wilayah yang hanya 30% dari seluruh planet ini, akan tetapi seiring berjalannya waktu, populasi kami kian membanyak karena memang umur kami hidup lebih lama dari manusia hal ini mengakibatkan tingkat kematian lebih rendah jadinya lahan tempat tinggal pun mulai tidak mencukupi, dan pada akhirnya raja iblis One yang lampau memustuskan untuk berbicara dengan para manusia untuk membagi beberapa wilayahnya. Akan tetapi ... “
“Manusia menolak.”
“Benar, saat kembali, One selalu merasa kasihan akan iblis yang tinggal di jalanan, bahkan ada yang sampai tinggal di bawah jembatan, dan hingga pada akhirnya One pun memutuskan untuk mengambil wilayah manusia dengan paksa.”
“Sejak saat itu wilayah iblis sekarang sudah menjadi 40% dan jika sudah sampai tujuan akhir 50% iblis akan berhenti menyerang, itulah yang dibilang pada One terdahulu kepada keturunannya. Dia hanya menuntut keadilan walaupun caranya memang tak bisa dibilang baik, akan tetapi hanya itulah satu-satunya cara yang bisa dilakukan.”
Ruri dan Clarissa terdiam dan tertunduk.
“Sebelum ini, yang kutahu iblis hanyalah makhluk kejam yang hanya bisa merusak dunia, tapi setelah mendengar hal ini aku pun sebagai manusia merasa malu, jadi mohon maafkan kami para manusia yang terlalu serakah akan segala hal,” ucap Ruri sambil bersujud dengan meletakkan kepalanya di atas meja.
“Ru-Ruri ... “
“Angkat kepalamu wahai manusia! Kau tidaklah salah," ucap Behemoth.
“Tapi aku sudah membunuh Five. Apa aku masih bisa dibilang tidak bersalah?”
“Kau melakukan itu karena dulu kau belum tahu kebenarannya bukan? Jadi tidak apa, lagi juga kau hanya ingin Clarissa kembali padamu," ucap Olivia
“Iya ... “
“Maka dari itu, tak usah kau pikirkan. Jadi, apa ada lagi yang kau ingin tanyakan, jika tidak ada ... “ kata Olivia.
Ruri pun bangun dan berkata.
“Aku akan membantu kalian membunuh One, tapi dengan satu syarat.”
“Apa itu?”
“Maukah kalian membuat perjanjian perdamaian antara Manusia dan Iblis?”
Semua yang ada disana terkejut bukan main dan seketika suasana langsung berubah.
"Hahaha ... "
“Jangan bercanda kau manusia!” kata Azazel sambil tertawa.
“Iya, itu mustahil ... “ sahut Lucifer yang tersenyum.
“Jika kalian ragu terhadap manusia, biar aku yang urus agar mereka setuju.”
“Sudahlah jangan membicarakan sesuatu yang sangat sulit terjadi seperti itu,” ucap Behemoth yang ikut tertawa.
“Iya lebih baik kau bantu saja keluargamu agar ... “
“Aku tak main-main!” ucap Ruri pelan dengan nada serius sambil membuat tekanan di ruangan itu untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan yang dimilikinya.
Semuanya langsung terdiam dan masing-masing bergumam.
“A-anak ini ... “ Lucifer
“Laki-laki ini ... “ Azazel
“Manusia ini ... “ Behemoth
“Ruri, dia ... “ Olivia
“Tidak asal bicara!”