A Man From Daddy

A Man From Daddy
Bandung 6 (Khawatir)



Ken bergegas menyalakan mobil tidak peduli dengan keadaan tubuhnya yang masih sedikit lemah. Ia begitu khawatir dengan keadaan Chloe yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaan nya, walau masih dalam waktu setengah jam.


"The number you are calling is not active....please try again."


Ken mencoba berkali-kali untuk menghubungi Chloe, namun tetap tidak bisa hingga membuatnya bertambah panik bahkan berpikiran yang tidak-tidak.


"Kalau dia sampai diculik, atau ada preman yang mengganggu dia, bagaimana?" Ujar Ken yang menyetir sembari melihat ke sana, kemari berharap ia bertemu dengan Chloe.


"Apa sebaiknya saya beri tahu Om ya? Eh tapi lebih baik saya berusaha cari dia, nanti malah jadi membuat Om khawatir, dan sakit jantungnya kambuh. Bisa berbahaya." Ujarnya lagi.


Ayah Chloe memang sudah lama mengidap penyakit jantung tanpa sepengetahuan putrinya, karna tidak ingin membuatnya cemas. Tetapi, Ken mengetahui semuanya. Ken adalah orang yang baru saja masuk ke kehidupan mereka namun sangat dipercaya.


Tidak terasa Ken sudah satu jam mencari Chloe namun juga tidak bertemu. Ia mencoba untuk kembali ke Villa memastikan apa Chloe berada disana namun hasilnya juga tetap sama. Tidak ada Chloe disana. Hal itu cukup membuat Ken semakin bertambah khawatir dan gelisah.


"Mas...mas!... Tunggu!..." Teriak Ken kepada seorang lelaki pengantar kunci yang kebetulan sedang lewat usai memotong rumput ditaman Villa.


"Eh Akang... Aya naon atuh Kang?" Jawab lelaki itu.


"Gini mas, tahu kan wanita yang bersama saya di Villa ini?" Kata Ken berusaha memastikan bahwa lelaki itu mengenali Chloe.


"Oh... Itu yang orang nya pendek, kulitnya kecoklatan betul Kang? Istri Akang kan? Masa saya lupa, ya pasti saya te ingat." Jawab lelaki itu dengan ramahnya.


"Nah gini mas. Tadi istri saya itu cari sarapan keluar, mungkin sekitaran Villa sini ada yang jual makanan ya, didaerah mana mas? soalnya istri saya dari tadi sudah hampir dua jam tidak kembali." Jelas Ken dengan wajah yang panik.


Ia sengaja mengiyakan perkataan lelaki itu bahwa Chloe adalah istrinya, karna sebagai orang yang selalu menjaga nama baik, ia tidak mau orang berpikiran yang bukan-bukan jika melihat mereka hanya berdua untuk berlibur tanpa ikatan apa apa.


"Waduh Kang, setahu saya banyak didaerah Villa yang jualan makanan mah. Malahan di ujung sana juga ada resto, swalayan, juga cafe. Coba aja Kang cari disana atuh." Jawab lelaki itu sambil menunjuk ke jalan yang mengarahkan ke restoran juga cafe.


"Baik mas. Terimakasih ya." Ucap Ken sambil segera menuju mobil dan kembali mencari Chloe.


Sementara itu, Chloe yang tidak tahu arah jalan pulang mulai menangis sambil terus menelusuri jalan. Ia lupa bahwa dirinya memang sulit sekali untuk menghafal jalan. Karna sejak kecil jika mau kemana-mana ia selalu ditemenani oleh Ayah, Tante bahkan sopir pribadi. Tapi hanya karna demi Ken ia rela untuk memberanikan diri berjalan kaki menelusuri tempat yang bahkan ia tidak tahu.


"Aduhh... Ya Tuhan ini di mana? Malah handphone ku batrenya habis, bagaimana mau menghubungi Ken." Keluh Chloe yang hampir menangis.


"Ah, Ken bagaimana ya? Apa jangan-jangan dia masih juga demam." Kata Chloe lagi, yang masih terus memikirkan keadaan Ken.


Tin....tin...tin...


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dibelakangnya dan turun seorang wanita.


"Ibu Chlo... Sedang apa disini?" Tanya Kiel yang turun dari mobil dan menghampirinya.


Ia memakai mini dress biru laut dan Heels, serta rambut hitam pendek sebahu, make up yang menempel di wajah, membuatnya semakin terlihat cantik.


"Mbak Kiel, kok ada disini?" Tanya Chloe kebingungan.


"Saya tinggal didaerah sini Bu. Ibu sendiri kenapa kok bisa kesini, bukan nya sudah kembali ke Jakarta?"


"Panggil Chlo saja Kiel, soalnya kita tidak sedang dalam bisnis. Harusnya, memang hari ini pulang ke Jakarta. Tapi, Ken mengajak aku berlibur sebentar. Lalu kita menginap di Villa Asri. Tadinya aku mau beli sarapan untuk Ken, tapi aku gak tahu jalan pulang dan handphone juga mati." Jelas Chloe.


"Iya aku tahu Kiel. Terimakasih ya."


"Yaudah mari..." Ajak Kiel menuju mobilnya.


Didalam mobil Kiel terus menanyakan tentang Ken kepada Chloe hingga membuatnya sedikit jengkel. Tapi, karna Kiel sudah baik dan mau mengantarnya pulang menurutnya tidak masalah menjawab seadanya.


"Ken itu teman dekat aku Chlo, bahkan dulu juga kita hampir pacaran. Hanya karna aku yang mau fokus dengan pendidikan akhirnya kita berpisah dan gak pernah ketemu lagi. Oh iya kamu begitu dekat dengan Ken?" Tanya Kiel seperti sangat ingin memastikan sedekat apa Ken dengan Chloe.


"Hem, tidak sih. Ken itu dekatnya sama Ayah. Ya, mereka cukup akrab. Kalau dengan aku sih kita baru saling kenal." Jawab Chloe dengan polosnya.


"Oh begitu, tapi bisa berlibur berdua gitu ya. Emang kamu tidak takut di ajak sama orang yang baru kamu kenal. Iya sih kalian rekan bisnis." Kiel melontarkan pertanyaan yang sepertinya ingin sekali mengetahui perasaan Chloe.


"Gak sih. Lagian juga Ayahku mengenal Ken cukup baik, jadi dia pasti baik." Ketus Chloe yang mulai sangat jengkel dengan Kiel yang terus menanyakan Ken.


"Nah kita sudah masuk ke Villa Asri. Dimana tempat penginapan kalian?" Tanya Kiel.


"Coba sedikit lurus lagi El, pokoknya didekat bukit hijau."


Kiel terus menyetir mobilnya. Dalam hati ia sungguh tidak sabar untuk mengantarkan Chloe agar dapat bertemu dengan Ken.


"Nah yang ini." Kata Chloe menujuk sebuah rumah penginapan mewah tepat di dekat taman Villa.


Mereka segera turun dari mobil dan mendapati rumah itu terkunci karna Ken masih sibuk mencari Chloe.


"Sepertinya Ken gak ada. Dia pergi kemana ya." Ucap Chloe yang berdiri didepan pintu.


Berapa menit kemudian terdengar suara mobil Ken yang datang dan ia segera turun dengan muka yang khawatir bercampur marah. Dan Kiel langsung merapihkan rambutnya lalu menyambut Ken dengan memajang senyum. Tetapi yang terjadi adalah Ken tidak peduli sama sekali.


"Selamat, kamu sudah berhasil membuat saya panik tidak karuan. Ternyata kamu malah pergi bersama Kiel?!" Marah Ken yang langsung mendekati Chlo, mengabaikan kehadiran Kiel, lalu menatap mata wanita polosnya itu dengan raut wajah murka tapi jelas terlihat ia sungguh mengkhawatirkan Chloe.


"Aku nyasar Ken, bukan pergi bersama Kiel. Coba kamu pikir aku aja gak tahu kalau Kiel tinggal didaerah sini. Aku jalan terlalu jauh jadi gak tahu jalan pulang. Untung ada Kiel." Jelas Chloe yang sedikit takut dengan murkanya Ken.


"Iya Ken. Tadi aku ketemu Chloe yang nyasar dijalanan." Sambung Kiel sembari menghampiri Ken.


"Baik, terimakasih Kiel. Sekarang kamu boleh pulang. Chloe dan aku harus berkemas untuk segera kembali ke Jakarta sekarang." Ucap Ken berbohong sambil membuka kunci pintu dan menarik lembut tangan Chloe untuk masuk kedalam.


"Ken... Biar saja Kiel masuk dulu kita ngobrol." Ujar Chloe.


"Tidak ada waktu Chlo. Ayah kamu sudah menyuruh kita untuk pulang dan saya mengiyakan." Tegas Ken yang terus berbohong dengan maksud bahwa ia ingin Kiel segera pulang dan ingin melampiaskan kekhawatirannya kepada Chloe.


"Ya udah gak apa-apa kok Chlo. Aku pulang ya, lagian aku ada janji sama temen." Jawab Kiel dengan wajah yang jengkel karna sikap Ken.


Dalam hati ia mengomel,


Ken tega sekali, menginginkan kepergianku secepat mungkin.