
Sampai di apartemen, Kenan menggendong Chloe dan membawanya masuk.
Sepertinya dia diberi obat tidur sehingga sama sekali tidak sadarkan diri.
"Ya ampun... apa yang terjadi dengan Nyonya Tuan?" Tanya Rani heboh melihat Kenan yang masuk menggendong Chloe yang tertidur pulas.
Seketika seluruh asisten keluar dari kamar mereka dan menyaksikan apa yang sudah terjadi.
"Apa yang terjadi pada Nyonya, Tapi syukurlah Nyonya sudah pulang, " Bisik mereka.
Kenan membawa istrinya itu ke kamarnya. Lalu membaringkan Chloe pelan. Ia merapikan baju Chloe juga rambutnya.
"Untung saja bajing*an itu belum melakukan hal yang kotor padamu." Ujar Kenan yang kini membelai rambut Chloe.
Kenan memandang wanita yang ada dihadapannya itu. Ia begitu takut jika terjadi sesuatu pada Chloe.
"Baju siapa yang ia kenakan?" Kenan memperhatikan baju tidur yang di pakai oleh Chloe.
Baju itu terlihat seperti bukan ukuran yang pas untuk nya karena terlihat lebih besar sehingga membuat tangan Chloe sedikit tenggelam.
"Baju ini pasti pemberian Kama, bocah tengik itu," Katanya kesal. "Tidak akan saya biarkan dia memakai baju ini. Harus segera ditukar."
Kenan membuka lemari baju, hendak mencari baju Chloe. "Saya dan dia kan tidak satu kamar, mana mungkin ada bajunya di lemari saya. Sebaiknya saya panggil Rani." Ia meraih telepon.
"Rani tolong kamu ambilkan baju tidur Nyonya di kamarnya!" Perintah Kenan dan langsung menutup teleponnya.
Berapa lama kemudian Rani datang dengan membawa dress tidur yang di pinta oleh Kenan.
"Ini Tuan." Katanya sambil memberikan dress itu pada Kenan.
Kenan memperhatikan dress itu, "Apa tidak ada baju lain?"
"Memangnya kenapa Tuan? Saya tidak berani membongkar lemari Nyonya, jadi apa yang saya temukan di atas itu saja yang saya ambil Tuan." Jawab Rani.
Dress ini kecil sekali bahkan, terlihat seperti baju renang. Gumam Kenan memperhatikan baju kurang bahan itu.
Apa mungkin saya yang membuka baju Chloe dan memakaikan dress ini.
"Ran, apa bisa kamu ganti baju Nyonya?" Tanya Kenan.
"Saya Tuan???" Rani balik bertanya bingung.
Kenan mengangguk, "Iya kamu bisa kan?"
"Tidak mungkin Tuan, saya tidak berani Tuan. Memangnya Nyonya tidak sadarkan diri?"
"Dia di kuasai obat tidur," Kenan tidak sengaja berkata jujur.
"Obat tidur Tuan???" Mata Rani terbelalak.
"Hem... ya sudah kamu turun saja." Kenan mengahlikan pembicaraan dan melupakan apa yang tadi ia perintahkan pada Rani.
"Baik Tuan." Rani bergegas turun.
"Astaga... Rani saya belum selesai!!!" Teriak Kenan namun, tidak sampai pada Rani yang sudah pergi.
"Arrghh!... Mengapa jadi pikun, harusnya saya paksa Rani untuk mengganti baju Chloe. Sekarang bagaimana," Gerutu Kenan.
Apa biarkan saja ya dia tidur dengan baju itu.
"Tidak, saya tidak akan biarkan baju jelek dari bocah tengik itu menempel di tubuh Chloe." Ucapnya lagi.
Kenan mendekati Chloe, memandangnya, lalu perlahan menggerakan tangannya hendak membuka kancing baju Chloe.
"Maafkan saya Chloe. Saya tidak akan biarkan baju ini menempel di tubuhmu. Apalagi ini pemberian pria lain."
Dengan begitu hati-hati dan lembut Kenan membuka kancing baju Chloe satu persatu. Jantungnya berdetak kencang dan perlahan tubuhnya mulai mengeluarkan keringat, ketika baju Chloe mulai terlepas dari tubuhnya.
Tidak Kenan, jangan pikirkan apapun dan jangan lakukan apapun! Jangan!
Kenan tidak bisa mengendalikan pikiran yang dikuasai oleh godaan. Ia mengecup kening Chloe dan melingkarkan leher istrinya itu dengan kedua tangannya. Ia mengecup lembut bibir tipis merah milik Chloe dan menempelkan wajahnya pada leher wanita itu, menikmati aromanya dan hendak menelusurinya. Seketika Ken tersadar dan menghentikan tindakannya.
"Ya ampun, apa yang saya lakukan!" Sentak Kenan tersadar.
Kenan bergegas mengubah posisinya, lalu berusaha untuk tetap bisa mengendalikan gejolak yang ada di dalam pikirannya.
Tidak seharusnya saya melakukan itu pada Chloe. Meskipun, ia adalah istri saya tapi, untuk banyak hal saya tidak berhak atasnya.
Dengan jantung yang tetap berdetak kencang, Kenan berhasil memakaikan Chloe dress tidur.
Dress ini mengapa begitu menarik ketika Chloe pakai. Ia malah lebih menggoda saya sekarang.
"Tidak! Apa yang saya pikirkan."
Saat ini saya begitu khawatir dengan kamu. Saya takut jika kamu menghilang lagi. Jadi, jangan pergi kemanapun.
"Hoaam..." Kenan menguap dan matanya mulai memerah menahan kantuk yang begitu berat.
Ia pergi ke kamar mandi, membersihkan wajahnya, lalu mengganti bajunya dengan piama tidur. Kemudian, dengan santai ia berbaring disamping Chloe dan tidur lelap.
"Sudah pagi, ya ampun... aku ketiduran. Kama pasti menggedongku ke kamar tadi malam." Sentak Chloe yang terbangun.
Ia membuka selimutnya, "Astaga apa yang terjadi, mengapa aku memakai dress tidur ini,"
Dress ini mirip sekali dengan yang aku punya. Tapi siapa yang mengganti bajuku.
Chloe menarik napasnya dalam dan berusaha menyadari apa yang terjadi tadi malam. Matanya terbelalak kaget.
"Ini kan kamarnya Kenan," Chloe menoleh kesamping, "Kenan!!!" Teriaknya membangunkan Kenan yang terlelap.
Kenan bangun dari tidurnya dan duduk dengan wajah yang masih mencemaskan Chloe
"Chloe, kamu sudah bangun? Apa tubuhmu ada yang terasa sakit???" Tanya Kenan dengan heboh.
Kenan begitu ingin memastikan bahwa memang Kama belum melakukan apapun padanya selama ia berada bersama Kama.
Apa yang Kenan maksud dengan pertanyaan itu? Memangnya semalam apa yang terjadi sehingga ia melontarkan pertanyaan itu padaku.
Chloe melihat tubuhnya yang sedikit terbuka dengan dress tidur itu. Lalu kemudian memperhatikan Kenan mengenakan piama yang sedikit memperlihatkan dadanya yang bidang.
Kenan! Jangan-jangan ia sudah melakukan yang tidak-tidak padaku. Oleh sebab itu dia bertanya seperti tadi.
"Ahh!!!.... Apa yang sudah kamu. lakukan padaku Kenan?!!" Teriak Chloe sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Jangan di tutup. Percuma, semalam saya sudah melihat semuanya." Ceplos Kenan.
Mata Chloe terpelotot menatap Kenan.
Ya Tuhan... jadi dia benar melakukannya. Aku harus senang atau tidak, mengapa jadi bingung. Tidak!! pria di hadapanmu sekarang adalah pria yang tidak mencintaimu dan melukai perasaanmu.
Kenan mengigit bibir bawanya.
Apa yang saya katakan barusan. Saya memang mengganti bajunya, tapi tidak seharusnya saya mengatakan itu. Itu bisa membuat dia begitu marah.
"Maksud saya adalah, saya -eh -saya sudah melihat kamu memakai dress itu semalaman jadi ya tidak perlu di tutup seperti itu," Jawab Ken beralasan.
"Apa yang sudah kamu lakukan padaku Kenan?!! mengapa aku ada di kamarmu dan siapa yang sudah mengganti pakaianku?"
"Saya tidak melakukan apapun padamu. Justru Kama, ia mencoba menodaimu." Jelas Ken.
"Kama???"
"Iya, dia memberikanmu obat tidur lalu ia ingin tidur denganmu. Kemudian saya datang tepat waktu sebelum dia melakukan sesuatu yang kotor. Tapi, ia sempat mencium mu." Jelas Ken lagi.
"Apa yang kamu bicarakan?! Justru Kama yang menolongku ketika aku tersesat. Bahkan, ia berusaha memulangkan aku padamu." Bantah Chloe.
"Kamu tidak percaya? Kama itu bukan pria baik-baik. Ia ingin memiliki mu dengan cara yang kotor. Dia pria brengs*k yang sudah berani menyentuhmu!" Kenan memperlihatkan emosinya.
Chloe tertawa, "Haha... tidak mungkin Kama melakukan itu. Dia itu pria yang baik Kenan. Kalaupun, ia ingin kembali padaku apa yang salah?" Balas Chloe.
"Apa kamu begitu polos dan lugu sehingga tidak bisa membedakan mana pria baik-baik dan pria bajing*n itu?! Dia ingin menodaimu Chloe !!!" Bentak Kenan.
Chloe bangkit dari tempat tidurnya, "Aku tahu, kamu yang sudah menodaiku tadi malam dan mencoba untuk mengkambing hitamkan Kama sebagai pelakunya, bukan?" Sorot mata Chloe begitu tajam dan sinis.
"Aku tidak melakukan apapun padamu!"
Mengapa dia tidak percaya. Kama ternyata memberikan obat tidur yang juga mampu menghilangkan ingatan Chloe.
"Kalau begitu coba jelaskan dress ini." Chloe mencekam dressnya.
"Baik. Tadi malam kamu mengenakan baju yang bukan milikmu, itu pasti pemberian pria bajing*n itu. Lalu," Ken berhenti sejenak.
Jika saya katakan bahwa saya yang menggantinya, apa yang akan terjadi.
"Lalu apa?" Chloe tidak sabar.
"Lalu baju itu tersangkut sesuatu dan robek, jadi saya menyuruh Rani menggantinya."
Chloe menghela nafasnya, "Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu berani menyentuhku !" Tegas Chloe, "Sekarang jelaskan mengapa aku ada di kamarmu dan bagaimana bisa kamu menjemput aku?"
"Kamu dikuasai obat tidur dan saya menyelamatkanmu dari Kama. Saya mendapat alamatnya dari seseorang. Saya terus mencari kamu Chloe, saya begitu khawatir dan takut."
Bukannya kamu bersenang-senang dengan Kiel, mana mungkin mengkhawatirkan aku.
"Terimakasih sudah menjemputku. Tapi, aku senang berada di dekat kama dan aku tidak mempercayai sedikitpun kata-katamu." Chloe pergi meninggalkan Kenan.