
"Kenan apa yang kamu lakukan!" Chloe mendorong Kenan.
Tanpa berbicara apapun Kenan menarik tangan Chloe.
"Ken, jangan kasar dong! Tanganku sakit..." Rengek Chloe akibat Kenan menarik tangannya begitu kuat.
Kenan membuka pintu mobil, "Masuk."
"Aku tidak mau!" Bantah Chloe sambil memperhatikan pergelangan tangannya yang memerah.
Dia buat tanganku sampai memerah begini, Meyebalkan**!
Kenan menghela nafas, "Masuk!" Perintahnya.
Melihat wajah Kenan yang berubah menjadi menyeramkan, Chloe pun masuk ke dalam mobil. Kenan memasangkan Chloe sabuk pengaman dengan sorot mata tajam menusuk kedua bola mata Chloe hingga membuat wanita itu tidak mampu membalasnya. Ia malah memalingkan wajahnya dari Kenan.
Lagi-lagi ketika marah Kenan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, seperti sedang berada di arena balap. Berapa lama kemudian, ia menghentikan mobilnya tepat di gedung A.C Group.
"Kenan mengapa membawaku kesini?" Tanya Chloe bingung.
"Saya harus kembali bekerja, karena ini masih terlalu siang," Jawab Kenan sambil melepaskan sabuk pengaman.
"Mengapa tidak pulang dulu ke apartemen?"
"Tidak ada waktu, hari ini banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan," Ucap Kenan.
"Kalau begitu suruh Lian untuk mengantar aku pulang." Kata Chloe sambil menyandarkan kepalanya pada kursi dan memejamkan matanya.
"Kamu pikir saya akan biarkan kamu pulang?" Kenan menyentuh pipi Chloe dan mengarahkan wajahnya berpasan dengan wajah Kenan dengan ekspresi seperti ingin menyantap Chloe.
Ya, tentu saja dia sangat marah melihat Chloe yang begitu keras kepala dan sudah berani melanggar perintah yang sudah ia tetapkan.
"Hari ini saya akan hukum kamu." Katanya lagi sambil menyentuh dagu Chloe.
"Hu...kum ?" Mengapa harus di hukum, aku kan sudah meminta maaf," Ujar Chloe meremehkan perkataan suaminya itu.
Kenan memandangi bibir Chloe sambil terus menyentuh dagunya lembut, "Meminta maaf saja tidak cukup bagi saya,"
Chloe mulai takut dengan tingkah suaminya yang terlihat seperti ingin melahapnya habis.
Mengapa Kenan terlihat semakin menakutkan. Jantungku bergetar lagi, harusnya tidak, harusnya aku sekarang mulai membuang perasaanku. Tapi, jika dia seperti ini mana mungkin bisa...
"Ken..." Panggil Chloe mencoba untuk mengalihkan padangan Kenan darinya.
Kenan mengarahkan bola matanya pada mata Chloe, "Hari ini kamu dan waktu mu adalah milikku. Itu adalah hukuman bagi seorang istri yang sudah berani melanggar perintah suaminya. Jadi kemanapun saya berada, kamu harus tetap ada disamping saya dan kamu harus menuruti setiap apapun yang saya mau,"
"A...apa?! Aku tidak mau!" Chloe menggeleng.
Aku kan lagi berusaha membuang rasaku padanya, lagian tidak mungkin aku mengikuti dia bekerja dan menyaksikan dia bersama sekretaris barunya itu. Tidak mau!
Kenan mengubah posisinya dan mengambil telepon genggam.
"Kamu mau apa?" Tanya Chloe bingung.
"Menelpon Ayah, memberi tahu padanya bahwa putrinya pergi dengan pria lain dan sudah berani membantah suaminya," Jawab
nya tersenyum.
Apa?! Kalau Ayah tahu aku pergi bersama Kama, bisa-bisa Ayah marah besar dan kesehatan nya akan terganggu. Ujar Chloe dalam hati.
"Ken jangan!" Chloe menarik ponsel Kenan.
Kenan tertawa, "Haha... kamu tahu kan Ayah paling percaya padaku dan jika dia tahu kamu pergi bersama mantan kekasihmu itu, lalu nekat kabur dari apartemen, apa jadinya?"
"Kenan... jangan nanti Ayah bisa marah besar," Rengek Chloe.
"Kalau begitu, lakukan apa yang saya katakan tadi."
"Iya...iya aku akan turutin," Jawab Chloe jengkel.
Kenan tersenyum, "Baik, sekarang kita turun lalu temani saya lembur hari ini."
Kenan mengangguk, "Mau menolak lagi?"
"Tidak." Ketus Chloe kesal.
Kenan berjalan di koridor kantor sambil menggenggam tangan Chloe erat. Seketika semua mata para karyawan berpusat pada mereka. Terdengar desas desis bisikan, yang sedang membicarakan Aldrich dan istrinya itu.
"Itu istrinya pak Aldrich," Bisik yang satu pada yang lain.
"Iya pasti itu istrinya, tidak menarik sama sekali ya..."
"Aku pikir sekretaris baru nya itu adalah istrinya, mereka terlihat cocok."
"Harusnya Pak Aldrich bisa mendapatkan wanita yang lebih menarik ya..."
Kenan menghentikan langkahnya, Kemudian memperhatikan sekitarnya yang sibuk bergosip.
Melihat Kenan, mereka semua terdiam dan kembali pada posisi masing-masing. Sementara Chloe, hanya menunduk malu juga merasa tidak percaya diri setelah mendengar perkataan mereka.
Aku memang tidak pantas untuk Kenan. Mengapa harus berada di sini, membuat Kenan malu saja.
"Hei kalian! Berhenti mengatakan yang tidak-tidak! Kalian pikir saya tidak dengar hah?! Chloe Aldrich, wanita di samping saya ini adalah istri saya dan sejauh ini dia melebihi dari siapapun, paham?!" Teriak Kenan hingga membuat para karyawan yang bergosip menunduk takut.
Kenan memandang Chloe. Ia menyentuh dagu dan menaikkan wajah Chloe yang sedari tadi menunduk tidak percaya diri, "Jangan pikirkan."
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju ruangan Kenan. Tanpa sengaja, Kiel berpasan dengan mereka.
"Kenan kamu sudah kembali." Ujarnya centil.
"Ini di kantor, panggil saya Pak bukan Kenan!"
Huu... menyebalkan! Gumam Kiel.
"Iya Pak Kenan," Jawab Kiel dan tiba-tiba terkejut melihat Kenan membawa Chloe, "Chloe kamu kenapa ada disini?"
"Eh -aku," Jawab Chloe bingung.
"Dia adalah istri saya, jadi dia mau berada di sini kapanpun itu hak nya dan satu lagi, jangan panggil dia Chloe tapi Nyonya Aldrich, paham?" Potong Kenan.
Kiel mengangguk jengkel lalu membiarkan mereka masuk ke dalam ruang kerja Kenan.
Huu, apa bagusnya Chloe!
Kiel menyusul mereka masuk.
"Pak Aldrich, ada dokumen yang harus anda tanda tangan." Kiel meletakkan dokumen itu di meja Kenan.
Tanpa mengatakan apapun, Kenan membaca dan menandatanganinya. Sedangkan Kiel terus memandangi Chloe yang duduk disofa dengan tatapan sinis dan iri.
Chloe membalas tatapan Kiel dengan senyum paksa.
Ternyata Kiel sama sekali bukan apa-apa bagi Kenan. Tapi, aku harus menanyakan hal ini. Mengapa bisa dia menjadi sekretaris Kenan.
"Baik, sekarang kamu boleh keluar." Ucap Kenan.
"Apa? Seorang sekretaris harusnya berada satu ruangan di samping anda Pak." Bantah Kiel.
"Ya benar. Tapi, saat ini Chloe ada bersama saya. Jadi, untuk sementara kamu bergabung dengan karyawan yang lain." Kenan tersenyum sinis.
Saya tidak ingin ada yang mengganggu saya dengan Chloe. Hari ini saya harus membuat Chloe kapok karena sudah melanggar perintah.
"Baiklah Pak." Kiel melangkah keluar sambil tanganya mecekam pena yang ia genggam.
Seorang karyawan wanita menertawakan Kiel seolah-olah mengerti apa yang sedang terjadi, "Nona Kiel sekretaris baru Pak Aldrich harus tersingkir ketika Pak Aldrich membawa istri tercintanya haha..."
Mendengar itu sebagian orang tertawa kecil, ditambah Kiel semakin memperlihatkan wajah jengkel dan cemburunya.
"Diaaam!" Bentak Kiel dan langsung pergi meninggalkan mereka menuju meja kerja yang kosong.