A Man From Daddy

A Man From Daddy
Minta dipakaikan jas



Tirai yang dibuka membuat bias matahari pagi masuk dan menyentuh kulit Chloe yang masih terjaga dalam tidurnya. Namun, kemudian menyapa ia untuk terbangun.


Chloe mengeliat dalam selimut tebal yang menutupi sekujur tubuhnya. Ia membuka mata sambil merentangkan kedua tangannya.


"Um... sudah jam berapa ini?" Katanya sambil mengusap-usap matanya.


"Maaf Nyonya saya membuat Nyonya terbangun." Kata Intan yang berdiri didekat tirai jendela.


Chloe bangun sebentar lalu kemudian merebahkan tubuhnya dan kembali memejamkan mata.


Kring!... kring!... Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Chloe meraba-raba kasur hendak mencari dimana letak handphonenya.


"Ha... lo." Katanya dengan suara yang serak basah akibat baru bangun tidur.


"Sayang, Ayah rindu padamu."


"Ayah... Chloe juga Yah..." Histerisnya setelah tahu bahwa yang menelpon adalah Sang Ayah.


Ayah dan anak itu mengobrol begitu panjang, melepas rindu mereka. Jika diteruskan mereka mungkin bisa berbicara seharian. Ya, memang kedekatan Ayah dan anak itu tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


"Iya Ayah... Chloe juga sayang Ayah." Ucapnya mengakhiri telepon.


Chloe memandang ke arah Intan yang masih berdiri dan menunggu ditempat yang sama.


"Intan, kamu masih di sini?"


"Iya Nyonya saya di suruh Tuan untuk membangunkan Nyonya." Jawab intan.


"Saya sudah bangun intan jadi kamu boleh turun." Chloe berdiri dari tempat tidurnya.


"Nyonya,..." Kata Intan seperti hendak mengatakan sesuatu.


Chloe melihat ke arah gadis itu. "Iya intan."


"Nganu, saya minta maaf soalnya kemarin." Jawabnya sambil menunduk.


"Tidak apa-apa, memecahkan gelas itu bukan hal yang buruk hehe..."


"Bukan soal itu Nyonya." Katanya lagi mendekati Chloe.


"Lalu yang mana?" Chloe mengerutkan keningnya.


"Saya tidak sengaja masuk saat Tuan dan Nyonya sedang..." Intan menyatukan kedua ujung telunjuknya.


Chloe membelalakkan matanya.


Apa yang dimaksud intan. Ah! Jadi kemarin dia memergoki aku dan Kenan. Ya ampun...


"Uhuk..." Chloe pura-pura batuk. "Intan sepertinya saya butuh air hangat tolong kamu ambilkan ya." Pinta Chloe


"Baik Nyonya." Intan melaksanakan perintah Chloe.


Chloe menghela nafasnya dan masuk kedalam kamar mandi. Lalu ia menyalakan air di bath up, mencampurnya dengan bunga-bunga wangi yang sudah disediakan setiap hari oleh para asisten.


Intan ada-ada saja. Tapi, betapa malunya aku mengingat kejadian itu... Ah sudahlah. Lebih baik aku berendam.


"Nyonya permisi... ini air hangatnya." Intan lagi-lagi datang membawakan segelas air hangat.


"Apa Nyonya sedang mandi? Saya letakan saja disini." Intan meletakkan gelas itu di meja lalu pergi.


Brukk!!!


"Intan! apa-apaan kamu ini?!" Bentak Kenan yang hendak menuju kamar Chloe dengan membawa segelas susu dan roti.


Tanpa sengaja Intan menabraknya dan menumpahkan susu itu di jas Kenan.


Pagi-pagi sekali sebagai seorang pemilik dan pemimpin Kenan harus sudah berada dikantor. Oleh sebab itu, Ia sudah bersiap lebih awal.


Pagi ini dia berniat baik karena sikapnya yang sangat tidak menyenangkan terhadap Chloe kemarin.


"Tuan sih jalan tidak lihat-lihat." Kata intan sambil membersihkan jas Kenan dengan tangannya.


"Apa?! Jadi kamu menyalahkan saya?! jelas-jelas kamu yang jalan sambil menunduk hingga tidak melihat bahwa ada orang didepan!" Omel Ken.


"Maaf Tuan tampan, ma -afkan saya." Ujar Intan bergetar.


"Kamu itu ya selalu saja menabrak orang. Ya sudah, sekarang kamu ambilkan jas saya yang baru. Dan ini, ganti susu dan roti ini lalu antar ke kamar Nyonya." Ken memberikan gelas dan roti itu pada Intan.


"Saya ambil roti dulu apa jas Tuan?" Tanyanya polos.


Kenan menepuk jidatnya. "Terserah kamu saja intan!!!" Katanya geram.


"Baik Tuan." Intan beranjak meninggalkan Kenan.


Sementara itu, Ken masuk ke kamar Chloe sambil menggerutu.


"Dasar payah! Dasar lemot! Argh!... Lihat apa yang sudah ia lakukan pada jas ini." Omelnya sambil mengipasi jasnya yang basah dengan tangannya.


"Ken, kamu kenapa?" Tanya Chloe yang baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan piama berwarna merah.


Ken memalingkan wajahnya pada Chloe.


Bidadari dari kamar mandi. Gumamnya.


"Ken !" Seru Chloe mengejutkan Ken yang sedang terbawa dalam pesona.


"Cantik," Ucap Ken tanpa sadar dengan senyum diwajahnya.


"Cantik?" Chloe terlihat bingung. "Siapa dan apa yang cantik?" Tanya Chloe bingung.


Kenan tersadar dan beranjak duduk di sofa.


"Memang Intan tadi membawa susu untukku ya? mana susunya? aku ingin minum." Kata Chloe tanpa menghiraukan raut wajah suaminya yang kesal.


"Kamu tidak lihat susunya ada di jas saya, ini peras saja lalu minum!"


Ken semakin kesal melihat Chloe mengabaikan keluhannya. Ia membuka jasnya dan memberikannya pada Chloe.


Chloe menaikan alisnya sebelah. Dengan wajah bingung ia memperhatikan jas Kenan yang sedikit basah.


"Ini tumpahan nya hanya sedikit Kenan. Biar aku bersihkan." Chloe mengambil tisu basah yang ada di meja rias.


Kenan memperhatikan tingkah Chloe yang sibuk dengan jasnya itu. Ia duduk disofa dengan menaikkan kedua kakinya di atas meja sambil berpaku tangan.


Apa yang wanita ini lakukan pada jasku. Apa ia hendak menyihirnya.


Chloe kemudian mengeringkan jas itu dengan pengering rambut dan menyemprotnya dengan sedikit parfum.


"Nah sekarang tidak ada bau susu lagi dan sudah kering juga." Kata Chloe dan memberikan jas itu pada suaminya.


Kenan mengambil jas itu lalu menciummnya.


Benar tidak ada bau susu dan wangi sekali parfum ini. Ucapnya dalam hati.


Kenan berdiri, ia mengembalikan jas itu lagi pada Chloe.


"Kenapa diberikan ke aku ?" Tanya Chloe bingung.


Kenan memutar badannya membelakangi Chloe. "Tolong pakaikan." Pintanya


"Hah?! pakai saja sendiri." Tolak Chloe dan meletakkan jas itu di atas meja.


Kenan mengambil jas itu dan mengikuti Chloe. "Saya bilang pakaikan!" Pintanya lagi dan memberikan jas itu.


"Memangnya tidak bisa pakai sendiri?!" Ketus Chloe.


Jantung Chloe bergetar lebih cepat.


Ken, kamu benar-benar ingin membuat aku kena serangan jantung hanya karena ingin aku pasangkan jas. Ya Tuhan bagaimana ini?...


"Tidak bisa, disini tidak ada asisten ataupun Lian yang biasa menolong saya jadi kamu saja. Ayo cepat." Desak Kenan.


Cepat Chloe pasangkan. Hanya itu saja saya pinta, sulit sekali rasanya ia jalankan. Padahal, ini kan tugas seorang istri**. Ujar Ken dalam hati.


"Iya... iya." Ucap Chloe.


Kenan membelakangi Chloe. Dengan lembut istrinya itu memasang kan jas itu padanya. Setelah selesai Ken berputar balik menghadap istrinya itu dan menatapnya. Kedua tangannya menyentuh pundak Chloe.


Ken apa-apan ini! Mengapa menatapku seperti itu lagi? Bagaimana aku bisa menghilangkan perasaanku padanya jika dia seperti ini terus.


"Kamu terpesona ya?" Ledek Ken.


"Apa?! tidak!" Chloe menurunkan tangan Kenan dan hendak pergi namun Kenan menarik tangannya.


"Tugasmu belum selesai." Ucap Kenan.


"Memangnya apalagi?!"


"Rapikan kera juga dasinya Chloe." Pinta Ken kemudian.


"Rapikan saja sendiri!"


"Baik, jika kamu tidak mau rapikan, saya tidak akan melepaskan tanganmu." Ancam Ken sambil menggoyangkan kedua alisnya.


Uh... menyebalkan! Mengapa dia seperti ini. Gerutu Chloe dalam hati.


Chloe kemudian melaksanakan apa yang Ken mau. Ia merapikan kera dan juga dasi pria tampan yang menyebalkan itu.


Selama Chloe melakukan aktivitas nya Kenan begitu memperhatikan wajah wanita berkulit coklat itu. Ntah apa yang sekarang ada dalam benak Ken tapi rasanya membuat Chloe kesal tak berdaya itu sudah menjadi hobinya sekarang.


"Sudah." Kata Chloe.


Kenan tersenyum. "Baik, terimakasih wanita manja."


Chloe mengabaikan Ken dengan wajah kesalnya lalu duduk di sofa.


"Permisi Nyonya, Tuan... ini roti dan susu yang Tuan pesan untuk Nyonya dan ini jasnya Tuan."


Intan masuk meletakkan susu dan roti itu di hadapan Chloe, juga memberikan jas itu pada Kenan.


"Intan jas nya kamu kembalikan saja ke lemari saya." Tolak Kenan.


"Tapi kan itu sudah tertumpah susu Tuan, apa ndak basah?" Ujar Intan.


"Tidak, ini sudah kering dan wangi. Jadi kamu simpan saja jas ini."


Ken memandang ke arah Chloe yang masih terlihat kesal. Kemudian, ia pergi meninggalkan istri dan asisten nya itu dengan terus tersenyum.


Intan yang melihat tingkah Tuan nya yang sedikit aneh hari ini, hanya menggarut-garut kepalanya.


"Nyonya, maafkan saya sarapannya jadi telat. Saya tidak sengaja menabrak Tuan yang sedang membawa susu dan roti untuk Nyonya. Jadi saya harus buatkan yang baru."


Chloe memandang Intan heran. "Sebentar, tadi Kenan membawakan saya susu dan roti ?"


Intan mengangguk.


"Oh begitu... ya sudah Intan terimakasih ya."


"Iya Nyonya. Kalau gitu saya permisi." Intan pergi meninggalkan Chloe.


Kenan begitu perhatian padaku.


Chloe mengambil roti itu sambil tersenyum sendiri dan menikmatinya.