A Man From Daddy

A Man From Daddy
Ciuman pertama Chloe



Sebuah mobil berhenti di hadapan Chloe dan seorang yang mengendarainya membuka sedikit kaca mobil itu.


"Nona, silakan masuk. Saya sopirnya Tuan Kama,"


Chloe melihat kesana kemari hendak memastikan bahwa tidak ada satupun yang sedang mengawasinya untuk pergi. Kemudian ia bergegas masuk.


Mobil itu melaju dengan santai, membawa Chloe ke suatu tempat yang sudah Kama siapkan.


Sebuah restoran mewah tetapi tidak ada pengujung sama sekali, malah sebaliknya restoran itu terlihat sepi.


"Nona masuk saja, Tuan Kama sudah menunggu di dalam," Kata sopir itu lagi.


"Mengapa sepi sekali?" Tanya Chloe padanya.


Sopir itu tersenyum, "Bukan sepi Nona, tapi tempat ini memang sudah di sewa khusus untuk Tuan juga Nona Chloe,"


"Terimakasih sudah mengantar saya," Chloe hendak memberikan sedikit uang bagi sopir itu.


"Tidak Nona, terimakasih." Sopir itu menolaknya sopan.


Chloe tersenyum dan memasukkan kembali uang itu ke dalam tas nya. Lalu, ia masuk ke dalam sambil merapikan rambut serta baju yang ia kenakan.


Ia melihat seorang lelaki berpenampilan sangat rapi dan mempesona sudah menunggunya.


"Chloe, akhirnya kamu datang juga," Sambut Kama.


"Mana mungkin aku tidak datang." Ucap Chloe sambil memberikan senyum manis.


Kama menarik kursi untuk Chloe duduk, "Silakan Nona manis,"


"Terimakasih." Chloe mengambil posisi duduk ternyaman.


Kama memerintahkan live musik untuk segera memainkan lantunan musik romantis yang dulu sering mereka nyanyikan sewaktu menjalin hubungan di bangku SMA.


Setelah itu para pelayan pun datang dengan hidangan special, bahkan ada dari mereka yang memberikan Chloe bunga mawar yang cantik dan harum.


Chloe terkagum dengan semua yang sudah Kama siapkan untuknya.


"Kamu persiapkan semua ini?" Tanya Chloe.


"Tentu saja. Kamu suka?"


Chloe mengangguk senang.


"Apa suamimu itu tahu kalau kamu bertemu denganku?"


"Oh iya, untuk masalah Kenan aku minta maaf ya. Dia tidak tahu aku menemuimu," Jawab Chloe sembari mulai menikmati hidangan.


"Tidak masalah. Ya, untung saja aku langsung mengompres bagian yang ia pukul, jadi tidak berbekas," Ujar Kama dengan wajah yang di buat memelas.


"Tapi, kamu tidak apa-apa kan?"


"Jika aku kenapa-napa, bagaimana bisa memberimu kejutan sekarang?" Kama tersenyum.


Chloe menghela napas, "Syukurlah jika begitu. Aku juga tidak percaya tentang apa yang Kenan katakan,"


"Memangnya dia berkata apa?'' Kama menaikkan alisnya sebelah.


"Dia bilang kamu memberiku obat tidur lalu, ingin melakukan hal yang kotor padaku. Tapi aku sama sekali tidak mempercayainya." Jelas Chloe.


Baguslah jika Chloe tidak percaya pada Kenan. Hmm... tapi sepertinya aku harus bermain lebih santai dan jangan tergesa-gesa.


"Haha... mungkin suamimu itu cemburu," Kata Kama sambil mengambil gelas berisi anggur dan minum.


"Cemburu? Haha..." Chloe tertawa, "Aku sudah katakan tidak mungkin dia cemburu padaku. Kamu tahu wanita yang memeluknya kemarin? Dia itu adalah wanita specialnya dari SMA hingga sekarang," Lanjut Chloe sambil mengaduk-aduk makanannya geram.


Kama memperhatikan wajah kesal Chloe.


Sepertinya Chloe menyukai Kenan. Tapi, mana mungkin pria seperti Kenan bisa jatuh hati pada wanita yang terbilang biasa saja. Kesempatan ini bisa aku manfaatkan.


"Kalau begitu, mengapa tidak kamu ceraikan saja?" Ujar Kama dengan wajah licik.


"Masalahnya ada pada Ayah, aku tidak bisa menceraikan Kenan begitu saja," Jawab Chloe dengan mata yang berbinar.


Aku jatuh hati pada Kenan, aku rasa pasti berat jika harus meninggalkan nya. Walaupun, ia menyakitiku


Drrt... drrt...


Dering handphone Chloe berbunyi. Ia mengambilnya, "Kenan!" Katanya tersentak sambil memandang Kama.


Kama tersenyum sambil mengangguk, memberi petunjuk bahwa Chloe boleh mengangkat teleponnya.


"Kamu ada di mana?" Tanya Kenan seolah tahu bahwa istrinya sedang tidak di apartemen.


Haduh bagaimana ini.


"Eh... Aku ada di apartemen," Jawan Chloe gugup.


"Di mana?" Tanya Kenan lagi memastikan.


"Di -di apartemen."


"Mengapa begitu gugup?" Tanya Kenan curiga, "Kamu sudah membaca surat saya?"


"Sudah Ken, justru itu aku diam saja di apartemen. Lagian, aku mau pergi kemana?" Sandiwara Chloe.


"Kamu begitu lugu, hingga tidak tahu bahwa apartemen kita dilengkapi dengan banyak CCTV dan saya bisa mengawasi siapa saja, termasuk kamu,"


Astaga bodoh sekali aku. Bagaimana mungkin aku tidak memperhatikan bahwa banyak CCTV?


"Aku -aku hanya pergi sebentar Kenan, aku akan segera pulang," Jawab Chloe bergetar.


"Kamu pergi dengan pria bajing*n itu?"


"Tidak, aku pergi sendiri Kenan,"


Semoga saja dia tidak mengawasi aku terlalu jauh.


"Baru saja diberi perintah, sudah berani melanggarnya!" Bentak Kenan yang tiba-tiba berdiri di belakang Chloe.


Chloe mengarahkan pandangannya pada suara di belakangnya. Ia tersentak melihat Kenan yang masih menempelkan ponselnya di telinga.


Kenan menatap tajam pada Kama, wajahnya memerah dan ia mencekam tangannya geram. Namun, Kama tak mau kalah, ia juga membalas Kenan dengan tatapan tajam dan sinis pula.


Chloe seolah mengetahui bahwa suami sedang marah, ia menghampiri Kenan dan menggandeng tangannya


"Ken, maaf, aku hanya ingin meminta maaf pada Kama," Lirih Chloe bergetar.


Kenan memandang Chloe kesal, "Jadi seteleh gagal melecehkanmu, kamu meminta maaf padanya? Oh begitu..."


"Ken! Jangan bicara begitu, Kama sama sekali tidak melakukan apapun. Justru, kamu harus minta maaf padanya."


Kenan masih terus memandang Chloe dan sekarang wajahnya semakin murka.


Bagaimana cara membuka matamu Chloe, agar kamu tahu Kama adalah pria brengs*k.


"Cepat Kenan, minta maaf pada Kama!" Perintah Chloe sambil menarik tangan Kenan mendekat ke arah Kama.


"Haha, sudah Chloe tidak apa-apa. Jangan memaksa suami payahmu itu untuk meminta maaf," Ujar Kama sinis.


"Kau!" Kenan menghampiri Kama.


"Kenan... Kenan... haha, Ingin memukul lagi hah?" Kata Kama menantang.


Silakan pukul saja, ini akan membuat Chloe semakin tidak percaya padamu.


Kenan menepuk pundak Kama, "Haha... saya sedang tidak ingin mengotori tangan," Lalu Ken mendekat pada Chloe dan merangkul pinggangnya, "Saya hanya ingin menjemput istri saya pulang,"


Kama, ingin sekali saya patahkan salah satu tulangmu. Tapi, saya tidak ingin melakukan nya di hadapan Chloe.


Kenan menatap Kama dengan tatapan mencekik seolah ingin memberi petunjuk bahwa itu adalah peringatan besar baginya, karena sudah menemui Chloe.


"Mari pulang," Ajak Kenan pada istrinya itu.


"Haha... Kau ini kan hanya suami pilihan Ayahnya dan kalian tidak saling mencintai. Seharusnya, biarkan saja Chloe berkencan dengan siapapun," Kata Kama lantang, menghentikan langkah Kenan dan Chloe.


Kenan berpaling menghadap Kama, ia tersenyum tipis dan kemudian menarik Chloe untuk mendekat pada wajahnya, ia mengecup bibir Chloe tanpa memberi aba-aba.


Mata Chloe terbelalak, merasakan bibir Kenan yang meluncur tiba-tiba di bibirnya. Ia mencoba untuk melepasnya. Namun Kenan malah semakin memaksa bahkan ia mengunci pinggang Chloe dengan rangkulan yang begitu erat, hingga membuat Chloe pasrah dengan apa yang Kenan lakukan.


Melihat itu Kama mencekam meja dengan ganasnya.


Chloe itu milikku! Beraninya ia menyentuh Chloe di hadapanku, menjijikan**!


Kama meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun. Tetapi Kenan tak pula melepaskan Chloe, ia malah semakin jadi dan membuat Chloe sedikit sulit bernafas.


Kenan, menciumku... ini akan menjadi ciuman pertamaku. Tapi, mengapa ia lakukan ini, bahkan di hadapan Kama.


Kenan menatap mata Chloe yang dari tadi tak mau ia tutup.


Kamu punya mata yang sangat indah Chloe. Saya ingin mata itu menjadi milik saya. Dan hanya dipakai untuk memandang saya.