A Man From Daddy

A Man From Daddy
Dad, I will



"Yah, I can't do this!" Kata Chloe kepada Ayahnya yang sedang sibuk dengan telepon gengam.


"Yang mana Chlo?" Tanya sang Ayah.


"Pernikahan ini, pernikahan yang Ayah inginkan." Kata Chloe dengan mata yang mulai meneteskan air mata.


Pak Corlenius menghampiri putrinya itu dan mengusap air matanya. Namun, Chloe memeluk Ayanya erat.


"I'm so sorry Dad..." Katanya menangis.


"Please tell me why?" Sang Ayah melepaskan pelukkan putrinya lalu menatap wajahnya sambil kedua tangan menyentuh pipi Chloe.


"Ayah tahu kan, menikah tanpa ada rasa sayang itu bagaimana. Ken tidak mencintai Chloe." Chloe lalu melepaskan tangan Ayahnya dan duduk di sofa.


Ayah mengikutinya. "Tahu dari mana?"


"Ken sendiri yang mengatakan nya. Ia menikah hanya karna ingin menyenangkan hati Ayah." Kata Chloe.


"Okay honey, let me know. Do you love him?" Tanya Ayah lagi.


"Chlo memang jatuh hati... Tapi bukan berarti Chloe egois, hanya memikirkan perasaan Chlo, lalu meneruskan pernikahan ini tanpa adanya rasa cinta dari Ken. Bukankah kebahagian seorang istri adalah di cintai oleh suami nya?"


"Chlo, Ayah yakin suatu saat Ken akan mencintai kamu perlahan. Ketika kalian berumah tangga maka semuanya akan terjadi... Ken begitu ingin menjaga kamu itu bisa menjadi awal untuk dia mencintai kamu nak." Kata Ayah mengusap pundak putrinya.


"Bukan, dia ingin menjaga Chloe hanya karna permintaan Ayah... Kenapa sih Ayah begitu keras untuk meminta Ken? Kenapa tidak yang lain Yah?" Chlo begitu marahnya.


"Karna Ayah yakin ketika kamu bersama Ken kamu bisa lebih bahagia."


"Kebahagiaan itu Chloe yang rasakan. Bukan Ayah." Chloe hendak beranjak pergi.


"Chlo... Maaf, Ayah akan tetap menikahkan kamu dengan Ken."


"Ayah,"


Belum selesai Chloe mengatakan sesuatu Ayah langsung memotong perkataannya.


"Ayah tidak akan merestui pria lain selain Ken, titik!." Tegas Ayah.


Chloe menangis di kamarnya. Ia dilanda dengan banyak keraguan. Ia wanita yang memang sedikit rapuh dalam hal cinta. Ingin sekali adanya pernikahan namun waktunya tidak tepat, ingin sekali ia di cintai sebagai mana ia mencintai, dan ingin sekali ia di nikahi sebagai pilihan yang paling tepat bagi seorang pria, bukan karna skenario sang Ayah.


Ia berlarut dalam lamunan malam. Mengingat semua yang di katakan Ken.


"Buat apa menikah? Aku bukan wanita pengemis cinta yang memaksa seorang pria untuk menikahiku... Aku tahu aku memang tidak cantik, aku tidak memiliki pesona yang bisa membuat pria jatuh hati.... Aah, apa yang dia maksud bahwa ia akan menjaga ku sebagaimana Ayah menjaga, apa bisa? Mengapa harus dengan pernikahan, ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam menjagaku ia tak harus terpaksa menikahiku." Kata Chloe mengungkapkan segala rasa emosinya.


"Aku tidak ingin suatu hari melihat Ken menyesal karna sudah menikahi wanita yang tidak ia cintai. Jika sudah menyesal apakah pernikahan itu akan aman?" Ujarnya lagi.


Tok...tok...tok... Ada seorang yang mengetuk pintu nya.


Chloe bergegas menghapus air matanya lalu merapihkan rambutnya yang berantakan, dan membukakan pintu.


"Chlo, Ayah kamu pingsan." Histeris Tante Loli.


Tanpa bicara sepatah katapun Chloe berlari kebawa untuk menemui Ayahnya.


Ya, Ayahnya memang terbaring lemah dikamarnya dan tidak sadarkan diri. Di dalam kamar terlihat ada Bi ratih juga pak Adun yang tadi membopong Ayah ke tempat tidurnya.


Chloe menangis. "Ayah, kenapa?! Bi kenapa Ayah?" Tanya Chloe dengan wajah yang begitu panik dan khawatir.


"Nganu non.. itu Bibi juga kurang tahu. Tadi, Bibi dengar ada gelas jatuh dari kamar Bapak dan Bibi lihat Bapak sudah jatuh di lantai." Ujar Bi ratih yang juga ikut panik.


"Chlo, kita bawa ke rumah sakit saja." Kata Tante Loli.


"Iya iya... Ayo Pak Adun bantu..." Pinta Chloe.


Dokter dan dua orang suster langsung menangani Pak Corlenius. Dokter memasangkan oksigen kepadanya. Sementara Chloe, tante Loli menunggu di depan ruang IGD.


"Chlo lebih baik kamu beri tahu Ken." Suruh Tante Loli.


Chloe segera mengambil handphonenya dan menghubungi Ken.


"Iya Chlo. Ada apa?" Tanya Ken.


"Ken Ayah masuk rumah sakit kamu kesini ya. Medical Hospital." Pinta Chloe dengan suara yang hampir menangis.


Apa sakit jantung Om kambuh ya. Kalau seperti ini tidak akan bisa di tutupi lagi, Chloe pasti akan mengetahuinya. Gumam Ken dalam hati.


"Baik Chlo. Saya segera kesana." Ucap Ken.


30 menit setelahnya, Ken tiba dirumah sakit dan langsung menemui Chloe yang sudah berada di dalam ruang rawat.


"Chlo, maaf tadi sedikit macet." Kata Ken.


"Eh,.. iya saya tahu." Ken merasa bersalah.


"Kamu tahu Ayah sakit jantung dan gak kasih tahu aku?! kamu tega ya Ken!" Chlo memandang Ken sinis.


Ken mencoba menjelaskannya tetapi Chlo tidak ingin mendengar.


"Chlo, saya---"


"Ken, kamu tahu bagaimana perasaan seorang anak ketika dia sendiri tidak tahu tentang kondisi orang tua nya yang ternyata sakit parah? Kamu pernah berpikir kalau Ayah kenapa-napa aku gak tahu sama sekali?" Kata Chloe menangis.


Tante Loli memeluk Chloe. "Chlo sudahlah ini bukan salah Ken. Kamu tidak boleh menyalahkannya."


"Bukan salah dia gimana tan! Jelas-jelas waktu dia pertama kali menolong Ayah dan membawanya kerumah sakit, dia pasti tahu Ayah sakit apa. Tapi, dia malah menutup semuanya dari kita!" Chloe melepaskan pelukan tantenya.


"Chlo, Ayah kamu akan baik-baik saja." Ujar Ken mencoba mendekati Chloe yang berdiri disamping Ayahnya.


"Diam Ken! Kalau sampai terjadi apa-apa sama Ayah, kamu adalah orang asing yang paling aku benci." Ucap Chlo marah.


Tante Loli menghampiri Ken dan mengajaknya keluar ruangan.


"Ken, maaf ya sikap Chlo." Ujar Tante Loli.


"Iya tan saya maklum, dia mungkin begitu khawatir." Kata Ken tersenyum namun tetap terlihat bahwa wajahnya menunjukkan rasa takut juga bersalah.


"Kamu jangan takut. Abang tante itu orang yang kuat, dia pasti tidak akan kenapa-napa." Kata Tante lagi yang mengetahui perasaan Ken.


"Iya tan, Amin." Ucap Ken.


Chloe yang sedari tadi duduk disamping Ayahnya sambil mengenggam tangan Ayahnya dan menangis. Ia begitu takut dan khawatir. Rasanya belum siap jika harus kehilangan sang Ayah.


Ia juga teringat akan perdebatan kecil malam ini bersama sang Ayah. Chlo takut apa yang Ken alami akan ia alami juga.


"Chlo, mengapa menangis?" Tanya sang Ayah yang baru sadarkan diri.


"Ayah, sudah sadar. Terimakasihakasih Tuhan..." Chloe mengusap air matanya.


"Ayah kenapa tidak bilang kalau Ayah sakit jantung? Ayah tahu gak Ken sengaja merahasiakan ini dari Chloe juga Tante. Chloe benci dia Yah." Kata Chloe merengek mengkhawatirkan sang Ayah tercinta.


"Chlo bukan Ken sengaja. Tapi, itu memang permintaan Ayah untuk merahasiakan semua dari kamu."


"Jadi ini memang maunya Ayah?" Tanya Chloe memastikan.


"Iya. Sekarang lebih baik kamu hubungi Ken suruh dia kesini. Ayah merasa tenang jika melihat kalian berdua." Pinta Ayah.


"Dia sudah disini Yah, ada di depan sama tante."


"Baguslah. Suruh dia masuk dan kamu harus minta maaf dengan nya di depan Ayah." Pinta Ayah lagi.


"Baik Yah."


Chloe lalu keluar dan memanggil Ken yang sedang duduk sambil termenung. Ken lalu masuk di ikuti dengan Tante Loli.


"Chlo, ayo cepat." Ujar Ayah memandang Chloe mengingatkannya untuk meminta maaf.


Chlo yang tanpa basa-basih menjabat tangan Ken, hendak meminta maaf.


"Ken aku minta maaf soal tadi sudah menyangka yang tidak-tidak." Ucap Chloe sambil menunduk merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Chlo. Itu hal yang wajar, semua memang salah saya harusnya, saya beri tahu kamu soal ini. Hanya saja..."


"Ken penurut dan tidak bisa menolak semua permintaan Ayah." Sambung Ayah.


"Hehe... Om bagaimana?" Tanya Ken.


"Itu tangan kalian berdua masih terus begitu?" Tanya Tante menyadarkan bahwa Ken dan Chloe masih terus berjabat tangan.


Mereka spontan melepaskannya. Itu membuat Ayah dan tante Loli tersenyum geli.


"Ayah, jangan sakit lagi ya..." Kata Chloe memeluk sang Ayah yang sedang terbaring.


"Chlo, akan penuhi permintaan Ayah." Kata Chloe lagi.


"Yang mana?" Tanya Ayah meskipun ia sebenarnya sudah tahu.


Chloe melepaskan pelukannya dan memandang ke arah Ken. "Menikah dengan Ken, kalau Ken selalu melakukan perintah Ayah, Chloe akan melakukan lebih dari itu."


Perkataan Chloe membuat Ayah dan tante Loli terkejut namun begitu mampu menciptakan senyum di wajah Ayahnya, begitu juga Ken.