A Man From Daddy

A Man From Daddy
Firasat Kenan



Chloe tertidur pulas tanpa ia sadari, Kama mengendap-endap masuk ke dalam kamarnya. Kama memperhatikan wanita yang sedang tertidur itu.


Chloe, kamu itu tidak cantik. Tapi, kamu cukup memikat saya dengan keluguan dan kepolosan yang kamu miliki. Kenan beruntung sekali bisa menikahimu. Andai saja Ayah kamu mau memberikan sebagian sahamnya padaku dulu, mungkin aku tidak akan meninggalkanmu dan sudah menjadi suamimu sekarang. Tapi, sekarang aku sudah miliki segalanya semenjak kematian Ayahku. Kecuali satu yang belum aku miliki, Chloe Corlenius. Oh tidak! Sekarang Chloe Aldrich. Istri dari musuh hebatku. Dendam ini akan semakin memanas!" Ucap Kama dalam hati dengan lirikan mata yang begitu licik.


Kama mendekati Chloe dan membelai rambutnya pelan, lalu tersenyum penuh obsesi.


Tenang, aku tidak akan melakukan apapun malam ini padamu, karena ada hal yang lebih penting dan harus di dahulu kan.


Kama bergegas mengambil ponsel Chloe yang berada disampingnya. Ia kemudian membuka isi ponsel Chloe. Melihat isi galerinya yang penuh dengan foto Kenan juga foto pernikahan mereka.


Kemudian ia membuka pesan singkat. Tersentak Kama melihat pesan yang dikirimkan padanya tetapi, nomor itu bukan miliknya melainkan Kenan.


Lagi-lagi Kama tersenyum sinis


Haha... sepertinya Kenan mulai mencintai istrinya ini.


Kama bergegas membawa ponsel Chloe ke dalam kamar mandi lalu meletakannya di wastafel, kemudian ia menyalakan air.


"Haha..." Kama tertawa kecil sambil membiarkan ponsel itu di banjiri dengan air.


"Oke, sepertinya sudah cukup rusak dan tidak bisa menyala haha..." Katanya dengan wajah penuh licik.


Pria bermata sipit itu kemudian mengambil handphone Chloe lalu mengeringkan nya dengan tisu dan meletakkan kembali pada tempatnya seperti semula.


Maaf wanitaku... sudah bisa dipastikan kamu tidak akan bisa menghubungi suami payahmu itu. Ucap Kama dalam hati.


Ia tersenyum puas memandangi Chloe yang masih terlelap, kemudian Kama pergi meninggalkan Chloe.


Pagi-pagi sekali, Kama memanggang roti untuk Chloe dan juga menyiapkan cokelat panas.


Chloe yang ternyata sudah bangun, buru-buru menghampiri Kama.


"Kama, ponselku rusak. Bagaimana ini?" Rengeknya panik.


Kama mengambil ponsel Chloe dan pura-pura memperhatikannya. "Bagaimana bisa?"


Chloe menangis. "Aku tidak tahu, semalam setelah aku cas handphonenya baik-baik saja. Tapi, pagi ini tidak mau di nyalakan."


"Sudah tidak apa-apa nanti kita beli yang baru." Kama mengusap-usap kepala Chlo.


"Bukan itu masalahnya. Bagaimana aku bisa menghubungi Kenan? Sementara aku tidak hafal nomornya atau siapapun dan... dan disini ada begitu banyak memori yang aku simpan." Rengeknya semakin jadi.


"Tenang saja Chloe, Singapur itu kecil kita akan mudah menemukan apartemen Aldrich.


Tentu saja mudah, harusnya Chloe bisa mencarinya di internet. Aldrich itu kan bukan orang biasa, yang mencakup alamatnya pun pasti tertera di internet. Pikir Kama dalam hati.


"Lalu, aku harus harus bagaimana sekarang?" Tanya Chloe bingung.


"Sudahlah, lebih baik kamu sarapan dulu agar bisa lebih tenang." Kama mengantarkan Chloe untuk duduk.


"Ini ambil." Kama memberikan roti dan cokelat panas.


Chloe mengambil dan menggigit roti itu dengan geram.


"Chlo, hari ini aku sibuk di kantor. Kamu jangan kemanapun ya. Tunggu disini sampai aku pulang, lalu kita akan cari bersama apartemen Kenan." Ujar Kama sambil duduk disamping Chloe.


"Kamu kok tidak cerita jika kamu bekerja disini?" Tanya Chloe bingung.


"Hanya belum, bukan tidak ingin cerita." Jawab Kama tersenyum.


"Bukankah kamu bilang kalau kamu baru di Singapur? Aku ingat semalam kamu mengatakan itu dan pertama kali kita bertemu juga kamu belum menceritakan apapun kenapa kamu ada di Singapur." Celoteh Chloe.


"Bukan nya dulu kamu pernah cerita bahwa Ayah kamu tidak pernah mempercayai kamu sebagai penerusnya? Melainkan lebih percaya dengan kakak perempuanmu?"


Kama menghela napas.


Chloe memang lugu juga polos, tapi ternyata dia sedikit sulit dikelabui. Memori ingatannya sungguh kuat.


"Ya benar. Tapi karena aku kuliah di Inggris. aku belajar banyak tentang bisnis akhirnya ini lah aku yang sekarang." Kama berdiri mengambil bekas minum Chloe dan meletakkan nya di wastafel.


"Chlo, jangan khawatir. Hari ini setelah pulang aku akan mengantarmu pulang." Kata Kama lagi sambil menghampiri Chloe, mencolek dagunya dan bermain mata.


Chloe hanya terdiam tanpa menjawab apapun.


Mengapa Kama seperti sedang berbohong ya? Tidak mungkin dia tidak tahu jalan-jalan disini... tapi lebih baik aku menunggu nanti saja setelah dia bekerja. Dia kan berjanji akan mengantarku pulang.


"Baik Chloe, aku bersiap dulu. Jaga diri disini, jika lapar makan apa saja yang kamu mau. Aku punya banyak stock makanan." Ujar Kama lagi sambil bergegas untuk pergi.


Chloe hanya mengangguk juga tersenyum.


"Saya akan hukum kalian karena sudah sangat lalai hingga membuat Chloe, istri saya hilang ntah kemana!!!" Bentak Kenan pada seluruh asisten yang berbaris di hadapanya.


"Jika sampai terjadi apa-apa pada Chloe, kalian akan tanggung akibatnya!!! Terkhusus kamu Rani, saya tidak akan segan-segan untuk mengusir kamu dari sini, paham?!!" Bentaknya lagi.


"Baik Tuan, maafkan sa -ya.." Lirih Rani bergetar.


Kenan dengan murka pergi meninggalkan mereka yang masih menunduk ketakutan.


"Silakan Tuan." Lian membukakan pintu mobil bagi Kenan.


Kenan bergegas masuk ke dalam mobil. Sembari memegang ponsel hendak menghubungi seseorang.


"Tolong kamu carikan saya alamat Kama Alfredo, segera!" Perintah Ken pada seseorang yang ia telepon.


Ken menutup teleponnya. "Lian, hari ini kamu harus cari dimana Chloe berada!"


"Baik Tuan." Jawab Lian sambil menyetir.


Kenan memandang jalanan dari kaca mobil dengan tatapan penuh kecemasan.


Dimana kamu Chloe, mengapa sampai saat ini tidak ada kabar dan tidak bisa dihubungi. Kamu membuat saya tidak bisa memaafkan diri saya.


"Lian, apa kamu tahu seorang yang bernama Kama Alfredo?" Tanya Kenan.


"Saya tahu Tuan, dia itu kan musuh Tuan sejak kuliah dan sekarang pemilik Hotel Luxaria." Jawab Lian.


"Baik, saya mau kamu cari tahu alamat lelaki brengs*k itu!" Pinta Ken.


"Tapi Tuan apa hubungan dia dengan Nyonya?" Tanya Lian penasaran.


"Kamu lakukan saja apa yang saya pinta. Nanti, beri tahu saya jika sudah ditemukan." Tegas Kenan.


"Setahu saya, Kama itu terkenal bukan orang baik dan sulit sekali biasanya untuk mencari alamatnya Tuan. Karena, dia menutup segala hal pribadi termasuk tempat tinggal. Tapi kalau hotel hampir semua orang tahu." Ujar Lian.


Kenan tertawa sinis. "Haha... dengan saya pria itu bukan apa-apa."


"Jika kamu nanti tidak bisa menemukan alamatnya, beri tahu saya segera." Ucap Kenan.


"Baik Tuan."


Saya yakin, kamu ada bersama Kama saat ini Chloe. Kata Ken dalam hati.