
"Akhirnya semua beres. Tinggal menunggu kedatangan mereka." Chloe menata rapi makanan nya di meja makan.
Kenan hanya duduk memperhatikan istrinya itu, "Kamu cantik." Katanya tiba-tiba.
Mata Chloe terbelalak, "Kamu apaan sih tiba-tiba ngegombal aja."
"Saya tidak menggombal. Andai saja dari dulu saya menikah dengan kamu, pasti saya sudah lama beruntung." Kenan berdiri dan memeluk pinggang Chloe.
"Sayang... lepaskan jangan begini. Sebentar lagi Ayah dan lain nya datang." Wajah Chloe memerah seperti pertama kali Kenan memeluk pinggangnya.
"Lian baru saja pergi menjemput mereka, tidak mungkin langsung sampai." Kenan memperkuat pelukan nya dan mencium leher Chloe.
"Sayang, ini di dapur. Lepaskan atau tidak akan aku cubit." Ancam Chloe.
"Iya iya..." Dengan kesal Kenan melepaskan pelukan nya.
Chloe tertawa melihat ekspresi suaminya itu, "Haha... Jangan cemberut gitu dong sayang."
"Biar saja. Kamu selalu saja begitu, padahal saya ini suamimu." Ujarnya ketus.
"Bukan begitu, tapi waktu dan tempatnya tidak cocok sayang." Bujuk Chloe sambil mencium pipi Kenan.
Kenan tetap memasang raut wajah jengkel dan memilih pergi ke kamar.
"Sayang... mau kemana?" Teriak Chloe pada Kenan yang sudah menaiki tangga.
Apa dia marah ya karena aku selalu menolak nya. Tapi, biar saja... ini kan memang bukan waktu yang tepat.
"Kami sampai..." Sorak Ayah, tante Loli juga paman dan bibi.
Chloe menyambut mereka dengan girang, "Akhirnya bisa bertemu ayah, tante juga paman dan bibi." Chloe memeluk mereka satu-satu.
"Haha... Iya dong. Kami akan menginap di sini seminggu." Ujar paman Steve sambil membuka topi yang dari tadi ia pakai.
"Ah senangnya.... Lian, tolong antarkan barang barang ini ke kamar ayah, tante, paman juga ya." Perintah Chloe pada Lian yang juga ada di sana.
"Baik Nyonya." Lian mengangkat koper itu satu persatu.
"Oh iya sayang mana Kenan? Kok dari tadi tidak kelihatan." Tanya sang Ayah sambil melempar pandangan nya.
Chloe tersenyum dan sedikit gugup, "Eh... Lagi di kamar Yah tadi sedikit cape karena bantuin Chloe masak."
"Wah benar-benar suami idaman ya hehe..." Sambung bibi.
"Iya bi begitulah hehe..."
Padahal kan dia sedang marah padaku.
"Kalau begitu panggil dong Kenan nya." Kata Tante Loli pula.
"Iya Chloe akan panggil Kenan. Tapi semuanya, Ayo ke meja makan dulu kita makan bersama." Ajak Chloe.
"Iya dong memang sudah lapar ni hehe... Cacing di perut sudah pada demo." Canda Pama Steve yang langsung berjalan menuju meja makan.
Sementara itu, Chloe pergi menghampiri suaminya yang sedang di landa tingkah manja.
"Sayang... Semua sudah datang dan sudah kumpul di ruang makan. Mari kita makan sama sama," Chloe menghampiri suaminya yang sibuk dengan laptopnyo.
"Tidak mau ! Saya tidak lapar." Jawab Kenan dengan mimik wajah yang di buat manja.
Chloe menahan senyum melihat tingkah suaminya, "Kamu marah karena aku, iya?"
Kenan tidak menjawab apapun.
Chloe duduk di samping Kenan dan mencubit pipinya, "Jangan seperti anak kecil gini ah."
"Biar saja. Saya tetap tidak akan mau turun, kecuali kamu mau..." Kenan tidak meneruskan kalimatnya.
"Iya sayang. Apapun untuk kamu," Jawab Chloe yang langsung mengerti maksud Kenan.
Kenan hendak mencium bibir istrinya itu namun tertahan dengan jari Chloe, "No... no... no. Bukan sekarang. Kita sambut dulu mereka. Ayo turun," Chloe bergegas turun.
"Iya sayang," Kenan pun mengikuti langkah istrinya.
"Paman tidak mau peluk Kenan juga?" Canda Kenan.
"Masakan istrimu terlalu enak. Sampai Paman mau menikmatinya duluan." Paman steve menyantap lahap masakan Chloe, sementara yang lain belum makan.
"Haha..." Semua tertawa melihat tingkah paman Steve yang terlihat sangat lapar.
"Ya sudah, mari Kita makan sama-sama." Ajak Chloe.
Tidak terasa hari sudah gelap. Walau hanya kumpul di apartemen semua terasa beda. Waktu dihabiskan bersama, main bola voli, karoke bersama, semuanya cukup menghibur Chloe yang baru saja berduka.
Karena merasa sangat lelah, Chloe tidur duluan. Sementara Kenan masih di bawa bersama paman dan Ayah mereka sibuk dengan game.
"Ken... Setelah Chloe keguguran, kamu tidak ada rencana untuk proses lagi gitu?" Pertanyaan Paman Steve yang menggelitik.
"Maksudnya apa Paman?" Kenan pura-pura tidak mengerti.
"Haha maksud paman mu itu, ya kalian ya gitu..." Sambung Ayah pula.
Kenan menggarut kepalanya dan wajahnya memerah.
Chloe pasti sudah tidur. Saya juga tidak tega karena seharian ini dia sudah lelah memasak.
"Kok malah bengong sih. Oh... mikirin Chloe ya ?" Goda paman Steve lagi.
"Bu... bukan paman hehe... Kita lanjut main saja ya." Jawab Kenan salah tingkah.
"Haha... Kenan... Kenan... Paman dan Ayah ini pernah muda. Jadi, kami tahu apa yang kamu pikirkan. Apalagi, kita sesama lelaki. Sana susul istrimu," Kata Ayah pula hingga semakin membuat tingkah Kenan tak karuan.
"Kenan tidur saja ya Ayah, Paman. Lagian, kasihan juga Chloe sendirian." Kenan bergegas bangkit dan naik ke atas.
"Haha... bilangnya main saja tapi di goda gitu langsung nyusul ke kamar." Ucap Paman Steve hingga membuat Ayah Chloe tertawa geli.
Kenan berbaring di samping istrinya yang sudah tidur lelap. Chloe memakai dress tidur yang sangat cantik.
"Selamat tidur sayang." Kenan mecium Kening chloe, menarik selimut dan memeluk mesra.
"Sayang..." Rengek Chloe manja yang sepertinya sedang mengigau.
"Iya sayang." Jawab Kenan tidak menyadari bahwa istrinya itu hanya mengigau.
"Tidak jadi ya..." Rengek Chloe lagi.
Mata Kenan kembali segar, "Apa? Memangnya kamu mau? Tidak kelelahan seharian ini?"
Tidak ada respon lagi dari Chloe. Kenan mengangkat kepalanya dan melihat Chloe yang ternyata masih lelap.
"Ternyata dia mengigau... Ada-ada saja." Ucapnya jengkel.
Tapi, apa saya bangunkan saja ya... Malam ini dia terlihat sangat cantik dengan dress tidur ini, tidak bisa di sia-siakan.
Kena mengecup kening Chloe berulang kali mencoba untuk membuat istrinya itu bangun.
"Sayang... Bangun. Ayolah sayang..." Bisiknya di telinga Chloe.
Chloe menggeliat dan perlahan membuka matanya, "Kenapa Ken?"
"Saya tidak bisa tidur." Jawab Kenan.
"Em... di paksa saja." Chloe menarik selimut dan mencoba memejamkan mata lagi.
"Et... Kamu juga tidak boleh tidur." Kenan menarik lagi selimut yang menutupi Chloe.
"Sayang lalu mau apa tidak tidur, hah? Ini sudah tengah malam," Masih dengan menutup mata.
"Saya tidak mau menunda lagi." Dengan paksa Kenan memeluk istrinya dan mencium bibir Chloe, serta menelusuri lehernya, sehingga membuat Chloe tidak bisa menolak.
Kenan begitu lembut dan tulus melakukan nya. Hingga membuat Chloe larut dan ikut menikmati perlakuan Kenan.
"Aku sangat menyayangi mu Chloe," Bisik lembut Kenan di telinga Chloe dan kembali menciumnya.
Malam itu Kenan tak henti-hentinya mengatakan bahwa ia sangat menyayangi Chloe. Hingga malam itu menjadi lebih istimewah bagi keduanya.