A Man From Daddy

A Man From Daddy
Lamaran



Malam itu adalah malam yang seharusnya akan menjadi sejarah dalam hidup seorang Chloe. Dimana seorang laki-laki datang bersama orang tuanya, meminta restu untuk meminang wanita yang menjadi pilihannya.


Ken akan datang untuk melamarnya tapi, bukan karena ia telah menjadi pemenang di antara miliaran wanita yang ada di planet bumi ini. Walaupun begitu, semua harus tetap berjalan dengan baik. Apalagi, kali ini Chloe dan Ken akan merahasiakan perjodohan ini dari Paman dan Bibinya Ken, sebisa mungkin mereka harus terlihat saling mengenal dan mencintai satu sama lain.


"Nah sekarang sudah cantik sekali." Ucap Tante Loli yang sudah selesai menata rapih rambut, juga mendadani ponakan tercintanya.


Chloe sangat anggun tidak seperti biasanya. Ia mengenakan gaun panjang berwarna putih serta perhiasan kalung perak yang bergelantung di lehernya. Semua itu adalah bekas almarhum Ibunya yang telah lama di simpan oleh Pak Corlenius, dan baru saja diberikan nya pada Chlo malam ini.


Tanpa sadar Chloe meneteskan air matanya , ia menatap bayangnya di depan cermin.


Tante Loli mengusap bahu Chloe seperti mengetahui isi hatinya. "Chlo, Ibu juga pasti rindu sama kamu."


"Chlo merasakan wangi tubuh Ibu yang melekat di gaun ini Tan. Pada waktu itu Ibu pasti bahagia karena Ayah akan melamarnya."


Seandainya kamu tahu nak, bahwa Ibumu bernasib sama denganmu. Ia juga di jodohkan oleh kakek kamu untuk menikah dengan Ayahmu.


Ibu Chloe adalah wanita yang sangat penurut dengan segala perintah Ayahnya. Ia juga cantik, baik dan punya karir yang bagus selama hidupnya. Ia menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya, itu membuatnya menikah di usia yang tua.


Ibu Chloe menikah di umur 29 tahun dan Pak Corlenius di usia 26 tahun sama seperti Ken. Kakek Chloe mengalami sakit parah, itu membuat Ibunya berhutang demi mencukupi biaya perobatan. Ketika itu Pak Corlenius adalah pengusaha muda yang cukup sukses, ia menjadi salah satu donatur di rumah sakit tepat dimana Kakek Chloe di rawat.


Tanpa sengaja, ia melihat Kakek Chloe berdebat dengan seorang dokter, ia bersih keras untuk minta pulang karena takut tidak memiliki biaya, sementara, dokter tidak mengizinkan melihat dari kondisinya yang semakin parah. Ayah Chloe datang tiba-tiba dan melunasi semua biaya yang diperlukan.


Setiap hari, ia datang menjenguk Kakek Chlo dirumah sakit, bahkan kadang-kadang Tante Loli yang saat itu masih SMA ikut menemani. Lalu, Kakek memperkenalkan Pak Corlenius pada putrinya yang adalah Ibu Chloe dan menjodohkan mereka sebagai permintaan terakhir sebelum akhirnya ia meninggal dunia.


Ayah Chloe jatuh cinta pada kecantikan Ibu Chloe juga sifatnya yang sangat lembut Walau saat itu, Ibu Chloe terpaksa menikahinya sampai akhirnya ia mencintai Pak Corlenius dan mengandung anak baginya.


Sebelum meninggal Kakek berpesan pada Ayah Chlo, jangan lepas putrimu pada lelaki sembarangan, temukanlah orang yang bisa meggantikan kamu kelak. Ia harus memiliki jiwa penolong, dermawan, dan berbakti pada kaum yang lebih tua. Jika ia miliki sifat demikian, laki-laki itu dapat dipercaya untuk menjaga dan menghargai cucuku. Karena hal baik yang ia lakukan pada orang lain akan menguntungkan keluarganya sendiri. Putrimu tidak akan kesusahan jika suaminya adalah orang yang suka menolong dan menghormati orang tua.


Hal itu yang menjadi alasan kuat Pak Corlenius untuk menikahi putrinya dengan Kenan. Ia merasa bahwa apa yang ia lakukan pada mertuanya di masa muda adalah yang Kenan lakukan sekarang padanya.


***


Ken serta keluarganya sudah tiba dirumah Chloe. Mereka duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang. Apalagi, Ayah Chloe adalah teman akrab pak Steve yang merupakan Paman nya Ken.


"haha... Ya seperti itulah kenakalan Paman kamu dan Pak Corlenius waktu masih SMA." Pak Steve tertawa terbahak-bahak menceritakan masa muda mereka.


"Pantas saja si Ken ini ganteng, ternyata Paman nya si Steve, blasteran Jerman Belanda." Ujar Ayah Chloe.


"Jangan salah Nius, kamu tidak tahu abang saya, Ayah Ken ini jauh lebih tampan dari saya."


"Haha... Ya memang stelan parbriknya bagus makanya produknya juga bagus." Kata paman Steve lagi.


"Haha... ada ada saja ya kalian kalau sudah bertemu." Sambung Bibi Ken.


Sementara mereka terus mengobrol dan bercanda, Ken hanya menyimak sambil memikirkan dimana Chloe sedari tadi tidak turun juga.


Mereka harus terlihat saling mencintai di depan Pak Steve serta istrinya. Ken khawatir jika nanti Chloe salah menjawab kalau saja Bibinya menanyakan sesuatu.


"Nah itu dia Chloe sudah datang." Kata Pak Corlenius.


Seketika semua mata tertuju pada Chlo yang melangkah turun dari tangga dengan sangat anggun, pesona yang ada dalam Ibunya kini turun padanya. Rambut yang terhurai rapih yang di sisipkan di telinga membuat ia bertambah manis.


"Halo Om, Tante... saya Chloe." Ia memperkenalkan dirinya sambil menunduk sejenak.


"Kamu manis sekali nak." Kata istrinya pula.


"Haha... ya memang dia mirip sekali dengan saya, warna kulit, wajah, tapi sifatnya seperti ibu nya." Sambung Ayah Chloe.


"Ini yang saya suka, semoga cucu kita nanti semanis calon istri Ken ini ya." kata Pak Steve lagi.


"Amin haha... Chloe sini duduk disamping Ayah."


Chloe menurut, ia duduk disamping Ayah juga Tante Loli dan tepat dihadapan Ken yang sedari tadi terdiam kaku memandangi Chloe.


Wanita ini bisa cantik juga, bahkan seperti bidadari.


Chloe menyadari jika Ken terus memandangnya, ia hanya menunduk malu dan sesekali tersenyum pada Ken.


"Baik kita mulai saja ya. Begini, Corlenius, nak Chloe juga Loli... kedatangan kami kesini bertujuan untuk melamar putri semata wayangmu yang manis ini untuk menjadi istrinya Ken. Jadi apakah sekiranya Chloe sekeluarga berkenan menerimanya?" Kata Paman Steve.


"Jangan ditanya pasti dengan senang hati saya dan keluarga akan merestui nya." Jawab Ayah Chloe.


"Benarkan Chlo?" Katanya lagi sambil memandang putrinya.


Chloe hanya mengangguk sambil tersenyum tanda mengiyakan.


"Ken kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" Tanya paman Steve.


Ken terus memandangi Chloe sampai-sampai ia tidak sadar apa yang sudah di bicarakan.


"Ken!" Seru Bibi sambil menepuk pundaknya.


"Eh, iya... mari kita mulai saja." Ucap Ken gugup.


"Haha...." Seketika semua orang tertawa melihat tingkah Ken.


"Kamu ini, jangan seperti itu pada calon istrimu nanti dia jadi malu." Goda Ayah Chloe.


"Sabar Ken nanti juga bisa dipandangi setiap hari." Goda Paman Steve pula.


Ken semakin malu dan menjadi salah tingkah. sementara Chloe hanya terus diam tanpa mengatakan apapun untuk menutupi rasa bahagianya karna mampu membuat Ken terpesona malam ini.


"Paman itu bilang kamu tidak ingin mengatakan sesuatu pada Chlo?" Bibi Ken mengingatkan.


Ken menarik nafasnya panjang. "Baik. Chloe, saya ingin kamu menjadi istri saya, mendampingi saya dan selalu berada di sisi saya... bersediakah kamu?"


"Bagaimana tidak? Undangan sudah di cetak, baju sudah disediakan, semua acara resepsi sudah oke." Jawab Chloe sambil bercanda.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak karena memang ini pernikahan yang lucu. Biasanya, setelah melamar baru calon pengantin akan menyiapkan segala sesuatu tetapi, ini malah terbalik. Semua disebabkan karena pernikahan ini di rencanakan mendadak dan harus segera terjadi.


Sebagai tanda kesepakatan, Ken dan Chloe bertukar cincin tanda bertunangan. Semua berjalan dengan baik, bahkan keluarga Ken tidak melakukan wawancara apapun pada Chloe karena sibuk bercanda ria.


Setelah semuanya selesai mereka makan malam bersama. Tetapi, selama makan malam berlangsung Chloe dan Ken begitu gugup dan tidak berani banyak bicara, mereka hanya menyimak apa yang orang tua mereka bicarakan.


*HAI READERS, JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YA. TETAP SEHAT !!! ...❤️🤗*