
"Aku ambilkan minum ya?" Kama menawarkan.
Chloe tak menjawab apapun membuat Kama bergegas mengambil minum. Kama sudah merencanakan sesuatu malam ini untuk Chloe. Ia menaburkan obat tidur di dalam minuman Chloe.
Maaf Chloe, aku terpaksa melakukan ini. Sebagai pembalasan dendamku pada Ayahmu karena dulu sudah menolak memberikan sahamnya padaku
Kama mengaduk perlahan mimuman itu sambil tersenyum dengan wajah penuh kelicikan.
Sementara itu Kenan masih terus berusaha mencari Chloe dan tidak ingin berhenti. Perasaan khawatir di dalam benaknya semakin menjadi- jadi.
"Tuan apa sebaiknya kita pulang dulu lalu beristirahat?" Tanya Lian yang terlihat sudah cukup lelah menyetir.
"Tidak, terus cari sampai Chloe di temukan!" Perintah Kenan bersikeras.
"Ken, aku lelah... lebih baik kita beristirahat saja ya. Besok kita akan cari Chloe lagi." Rengek Kiel yang tiba-tiba bersandar pada Kenan.
"Hei lepaskan! Kalau kamu mau beristirahat saya akan turunkan kamu dan pulanglah!" Bentak Kenan.
"Jangan Ken, aku takut ini sudah malam. Apa kamu tega membiarkan aku sendiri saja? Baik, aku tidak akan mengatakan apapun lagi, tapi jangan turunkan aku."
Ken mengabaikan Kiel.
Mengapa perasaan saya semakin tidak karuan. Apa yang terjadi pada Chloe. Ya Tuhan, lindungilah dia.
"Lian, kita kembali ke Apartemen Kama." Kata Ken.
"Tapi jika kita ke sana tetap tidak ada siapapun, bagaimana Tuan? apa Tuan memang yakin Nyonya sedang bersama Kama?" Lian mencoba untuk membuat Ken berpikir lagi.
"Lakukan saja apa yang saya katakan!" Tegas Ken dengan lantang.
"Ba -ik Tuan."
"Chloe lebih baik kamu minum dulu agar bisa sedikit tenang." Kama memberikan segelas air yang sudah ia berikan obat tidur.
Tanpa mencurigai apapun Chloe segera menghabiskan air itu. Melihat itu, Kama tersenyum sinis.
Kamu akan tidur lelap dalam pelukku malam ini Chloe. Setelah semua terjadi, kamu akan merasa sudah mengkhianati suami bodohmu itu dan enggan kembali padanya. Perpecahan rumah tangga, haha...
Benar saja, dalam hitungan menit Chloe mulai menguap dan mengantuk berat. Lalu akhirnya tertidur pulas tanpa sadar sedikitpun.
"Selamat tidur wanitaku." Bisik Kama pada telinga Chloe lalu mencium Keningnya.
Kama kemudian mengedong Chloe dan membawanya ke atas. Ia membaringkan Chloe perlahan di atas tempat tidur, lalu terus memandanginya dengan tatapan dan pikiran yang kotor.
Perlahan ia membuka kaos yang ia kenakan lalu mendekati Chloe yang masih di kuasai dengan obat tidur.
Kama tersenyum dan menyentuh wajah Chloe lembut, lalu perlahan menyentuh hidung dan bibir Chloe dengan tangannya.
"Kamu terlihat seperti hidangan di hadapanku yang akan aku santap perlahan." Bisiknya pada Chloe yang tertidur pulas.
Pria bermata sipit itu mencoba untuk mengecup bibir mungil Chloe Namun, suara telepon menghentikan tindakannya.
Kama meraih Handphone itu yang ternyata ada di dalam kantung celana tidur Chloe.
"Kenan! haha..." Kama tertawa licik ketika melihat bahwa Ken menghubungi Chloe.
Ia meletakkan ponsel itu sembarangan. Lalu kembali melanjutkan aktivitas nya.
"Kenan, Kenan... Mana mungkin Chloe akan kembali padamu setelah apa yang kamu lakukan dengan wanita asing itu." Katanya sambil membelai lembut rambut Chloe.
"Maaf Kenan, istrimu akan terbangun di pelukan ku besok pagi." Katanya lagi.
Kama kemudian mencium kening Chloe lalu turun ke bibir.
Drrt... drrrt...
Dering handphone kemudian menghentikan Kama lagi.
Kama meraihnya lalu mematikan ponsel itu.
"Menganggu saja kau lelaki bodoh !" Ujarnya kesal.
"Tuan sepertinya ada orang di Apartemen ini." Ujar Lian.
Tanpa berpikir panjang Kenan memilih masuk dengan mendobrak pintunya. Lian dan Kiel pun mengikuti Kenan yang melangkah semakin cepat dan sigap.
Seperti ada yang memberi tahunya untuk segera naik ke atas mencari dimana wanita lugunya itu.
Kemudian ia menemukan sebuah kamar yang menyakinkan bahwa Chloe ada didalam bersama Kama.
Kenan mendobrak Kencang pintu itu dengan kaki nya kemudian mendapati Kama yang sedang menikmati kecupan di bibir Chloe yang tertidur dengan kancing baju yang sudah di buka sebagian.
Melihat itu Kenan menarik Kama dan mendorong nya hingga terjatuh di lantai. Dengan begitu murka ia memberi pukulan keras pada wajah Kama berulang kali seperti orang yang sedang di rasuki tanpa memberi jeda sedikitpun.
Kama terlihat tidak berdaya untuk melawan Kenan yang terus memukulinya.
"Laki-laki bajing*n!!! berani nya kau melakukan itu pada Chloe!!!..." Teriak Kenan sambil terus memukuli Kama hingga pingsan.
"Tuan sudah tuan... dia sudah pingsan." Ujar Lian berusaha menarik Kenan.
Kenan terhenti dan menyadari bahwa Kama sudah tidak sadarkan diri. Dengan napas yang tergesa-gesa Kenan mengancing baju Chloe lalu menggendongnya pulang.
Kiel yang melihat itu hanya diam dan bingung atas apa yang baru saja dia lihat.
Kenan begitu marah melihat Chloe di lecehkan. Wajahnya memerah dan ia memukuli pria itu hingga pingsan. Sepertinya Kenan sangat mencintai Chloe. Tidak bisa dibiarkan.Yang pantas untuk Kenan itu aku bukan Chloe!
"Maaf Nyonya sekretaris baru, anda sebaiknya menyewa taksi online." Ujar Lian yang langsung meninggalkan Kiel dan menyusul Kenan.
"heii!... tidak bisa seperti itu, tunggu aku!" Teriak Kiel yang di abaikan oleh Lian begitu saja.