
Kama mengendong Chloe dan memasukkan nya ke dalam mobil. Kemudian dengan perasaan tidak sabar Kama menyetir sambil terus memandangi Chloe.
Kali ini aku pastikan Kenan tidak akan bisa menghentikan aku. Karena aku akan membawamu ke tempat persembunyian yang orang lain ataupun Kenan tidak akan bisa menemukan nya.
Ia sampai di sebuah tempat seperti rumah kecil bertingkat namun mewah dengan menggunakan desain termahal dan terbaik. Tempat itu sedikit jauh dan ada di tengah-tengah banyak pohon yang di tanam rapi bagaikan taman.
Kama mengendong Chloe dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Buru-buru ia mengunci pintu rumah juga kamarnya. Kemudian, Kama hendak memulai niat kotornya. Ia mendekati Chloe dengan tatapan penuh nafsu jahat.
Hahaha malam ini kamu akan menjadi milikku Chloe. Jangan khawatir mungkin hanya untuk satu atau dua malam. Karena sepertinya niatku untuk merebut mu dari Kenan sudah pudar.
"Ini juga balasanku pada Ayah juga suami mu itu, haha..."
Kama mulai membuka baju Chloe dan mendekati bibirnya.
"Aroma minuman yang semakin membuat aku ingin melahap bibir kecil mu itu," Bisiknya tepat di hadapan bibir Chloe dan kemudian mulai menciuminya dengan gila.
****
"Maafkan kami Tuan, kami benar-benar tidak tahu jika Nyonya akan kabur seperti ini," Ujar seorang asisten dengan tubuh bergetar.
Prangg!!!...
Kenan melemparkan sebuah gelas ke lantai. Wajahnya memerah dan ia begitu murka tidak seperti biasanya, Kenan seperti merasakan perasaan sangat tidak enak di benaknya.
Ia pulang lebih awal dan menghentikan pekerjaan lemburnya setelah mendapat telepon dari Rani bahwa Chloe tidak ada di kamarnya.
Kenan meraih kunci mobil, "Kalian akan membayar kelalaian kalian!!!" Ia melangkah cepat dan pergi meninggalkan apartemen.
Jam sudah menunjukkan pukul 01.23 dini hari tapi Kenan tak juga bisa menemukan dimana keberadaan istrinya itu.
ia sudah menghubungi Lian untuk juga ikut mencari ke arah yang berbeda. Bahkan tiga orang karyawan nya pun di perintahkannya. Namun, jawaban mereka sama.
"Ahh... dasar kau bajing*n Kama!" Teriak Kenan sambil memukul keras setir mobilnya.
Apa yang sudah ia lakukan pada Chloe. Mengapa kamu bodoh sekali Chloe, mengapa tak juga mau mendengarkan saya.
Kenan menyalakan lagi mobilnya dan terus mencari Chloe hingga matahari mulai bangun dari tidurnya. Ia kemudian kembali ke apartemen dengan raut wajah memerah dan rambut yang berantakan.
"Ahh!!!..." Teriak Kenan sambil memecahkan pas bunga di atas meja.
Para asisten tersentak takut dan merasa bersalah melihat Kenan dalam keadaan begitu murka.
Sedangkan Chloe terbangun dengan kepala yang masih sedikit pusing dan tubuh yang hanya di tutupi selimut tebal.
"Aduhh... kepalaku kenapa pusing sekali." Chloe memegangi kepalanya dan berusaha memperjelas pandangan nya melihat sekitar, "Aku dimana," Katanya lagi.
Krekk...
Kama datang membawa roti panggang dan susu untuk Chloe, "Sudah bangun sayang?" Katanya dengan wajah penuh kepuasan.
Chloe tersentak melihat Kama datang, "Kama apa yang terjadi kenapa aku ada disini?" Tanya nya tak sabar.
Kama memberikan roti itu pada Chloe, "Makan saja dulu nanti akan aku ceritakan soal semalam."
Chloe memakan roti itu perlahan dengan mata yang sayup akibat mabuk semalam dan rambut yang masih berantak. Ia masih tidak menyadari bahwa ia hanya memakai selimut.
Tiba-tiba Kama menyosor dan ikut menggigit ujung roti Chloe yang masih tersangkut di bibirnya. Itu membuat Chloe terbelalak dan bergetar.
Kama tersenyum dan membuka bajunya, "Aku ingin mandi, kamu sarapan saja dulu nanti akan aku ceritakan." Kama beranjak ke kamar mandi.
"Kamu tidak mandi di kamarmu?" Tanya Chloe semakin bingung.
Uhuk... uhuk...
Chloe tersedak dan cepat-cepat meraih segelas susu dan meminumnya, "Maksudnya kamu tidur bersamaku tadi malam?" Jantung Chloe mulai merasakan sesuatu yang tidak enak.
Kama kembali mendekati Chloe dan menatapnya dari ujung tempat tidur, "Kamu memang mabuk berat haha... Ya semalam kita bermain dengan hebatnya." Kama membuka sedikit selimut Chloe hingga kakinya terlihat dan mengecup ujung kaki itu dengan lembutnya.
Tubuh Chloe bergetar dan takut. Ia menarik cepat kakinya dan mengintip ke dalam selimut. Betapa kagetnya ia melihat bahwa ia tidak mengenakan apapun.
"Kama, apa yang kamu lakukan?!" Chloe berteriak dan mulai meneteskan air mata.
"Haha... Chloe mengapa begitu takut dan sedih? Kamu yang ingin dekat denganku lagi, kan? Anggap saja ini adalah awal kedekatan kita." Kama semakin mendekat dan menatap Chloe dengan tatapan tanpa belas kasih.
Chloe menggerakkan tangannya hendak menampar Kama, namun pria itu menepisnya.
"Jangan semarah itu Chloe, aku hanya meminjam mu untuk dua malam. Setelah itu akan aku kembalikan pada suami payah mu itu," Katanya dengan santai.
"Kau memang bukan pria yang baik!" Teriak Chloe.
Kama bangkit dan mengambil sebuah borgol karet dari laci lemarinya, dengan sigap ia mengunci tangan Chloe.
"Jangan pernah teriak di hadapanku wanita bodoh! Haha..." Kata Kama semakin menakutkan.
Ia mencoba untuk mencium bibir Chloe tetapi, Chloe memalingkan wajahnya. Kama menarik wajah Chloe dengan kerasnya, menggenggam erat pipi dan dagu Chloe dan menciumnya paksa. Meskipun, Chloe meronta kuat tapi tenaga Kama cukup kuat untuk membuatnya tak bisa melawan.
Setelah Kama melakukan apa yang ia inginkan, ia pergi mandi meninggalkan Chloe yang masih terikat dengan borgol.
"Kenan, tolong aku..." Lirih Chloe menangis.
Aku harus bisa lari dari sini. Tapi bagaimana tanganku terkunci dan aku tidak memakai baju.
Chloe menggerakkan kakinya meraih tasnya. Ia berusaha mengeluarkan ponselnya dengan tangan nya sedikit sulit di gerakan, tapi ia berhasil meraih ponselnya. Dengan sekeras mungkin ia berusaha menghubungi Kenan.
Drrt... drrt...
Kenan dengan sigap mengangkat ponselnya setelah tahu yang menghubungi nya adalah Chloe.
"Kenan... tolong aku..." Histeris Chloe menangis dan ketakutan.
"Katakan kamu dimana sekarang?!" Ujar Kenan begitu panik.
"Aku berada bersama Kama, dia sudah menodaiku semalam... aku tidak tahu aku dimana tapi tanganku di borgol dan -dan..." Chloe tidak sanggup meneruskan kata-katanya ia menangis ketakutan.
Kenan semakin tidak sabar dan emosi mulai menguasai dirinya, "Jelas kan ciri-ciri tempat itu Chloe!... Kalau tidak kamu bisa kirimkan lokasinya dari ponselmu sekarang, cepat!..."
"Iya Kenan." Chloe dengan sigap mengirimkan alamat lokasi nya sekarang pada Kenan."
Ia mendengar bahwa Kama sepertinya sudah selesai mandi. Buru-buru ia menyimpan ponsel itu, menarik selimutnya dan berbaring menggigit ujung jarinya yang bergetar.
"Chloe... Chloe, kamu inginkan apa sekarang sebagai imbalan nya ? Uang atau yang lain? Katakan haha..." Ujar Kama sambil memakai kaos hitam polos.
Chloe membelakangi Kama dan tidak menjawab apapun.
"Haha... oh iya, aku lupa kamu sudah banyak uang, bukan? Oh... wanita sepertimu ini seperti nya haus akan cinta. Jadi semalam, anggap saja aku sudah memberikan mu cinta, kan? Harusnya kamu bersyukur bisa tidur dengan pria seperti aku haha..." Kama menghampiri Chloe dan mengusap kepalanya.
Chloe tak berani mengatakan apapun atau bahkan memandang Kama. Ia hanya bisa menangis ketakutan.
"Kasihan kamu Chloe... Tenang saja tinggal semalam lagi dan besok pagi aku akan memulangkan mu. Tapi, jika kamu mengandung anakku nanti tolong ajari dia untuk memanggil Kenan Ayah, haha..." Kama kemudian membuka borgol Chloe.
Terpancar jelas dari tatapan Chloe dipenuhi dengan kebencian dan amarah. Rasanya ia ingin sekali menampar Kama tapi ia memilih untuk diam tanpa mengatakan apapun.