A Man From Daddy

A Man From Daddy
Hamil



"Ken, hentikan!" Tiba-tiba Chloe mendorong Kenan yang hampir saja membuka kancing baju Chloe.


Chloe bangkit dan berlari menuju kamar mandi.


"Uek... uek..." Terdengar suara Chloe yang sepertinya sedang mual.


Kenan menyusul istrinya itu, "Sayang kamu tidak apa-apa ?" Mengusap punggung istrinya.


"Aku tidak tahu Kenan, tiba-tiba aku merasa begitu mual," Menyalakan keran lalu mencuci mulutnya.


"Apa kamu masuk angin sayang?" Kenan mengerutkan keningnya.


"Mungkin saja ya kepala ku juga terasa pusing," Jawab Chloe sembari memegangi kepalanya.


"Saya gendong kamu ke tempat tidur," Kenan langsung mengangkat istrinya itu dan membaringkan nya.


"Saya ambilkan minum ya sayang," Kenan hendak beranjak, namun tangan Chloe menahannya.


"Suamiku," Panggilnya lembut.


"Iya sayang,"


"Maaf ya, hari ini kita tunda saja. Aku sedang tidak enak badan," Katanya memelas.


Kenan tersenyum geli, "Iya sayang. Jika kamu sudah sehat, maka tidak akan saya beri ampun," Candanya.


Chloe mencubit geram perut suaminya, "Rasakan ini."


"Ahh! Sayang hentikan." Teriak Kenan kesakitan.


Drrt... drrt..


Dering telepon berbunyi.


"Biar saya saja yang angkat." Ucap Kenan dan segera meraih telepon.


"Halo nak, apa kabarnya kalian?" Terdengar suara sang Ayah dari ujung telepon.


"Baik Ayah, bagaimana dengan Ayah juga tante Loli?" Tanya Kenan bersemangat.


"Kami semua baik-baik saja nak. Oh iya bagaimana, apakah istrimu sudah ada tanda-tanda hamil?" Tanya sang Ayah mengejutkan.


Kenan terdiam sejenak memandang istrinya yang sedang berbaring tidak enak badan, "Chloe saat ini sedang tidak enak badan." Jawabnya.


"Mengapa kalian tidak coba cek ke dokter. Mungkin saja Chloe sedang hamil,"


Kenan kembali terdiam dan itu membuat Chloe bingung dengan raut wajah suaminya.


"Sayang, Ayah mengatakan apa?" Tanya nya penasaran.


"Baik Ayah nanti kami akan ke dokter," Jawab Kenan mengabaikan istrinya.


Setelah berbincang-bincang, Kenan pun menutup teleponnya.


"Suamiku, mengapa wajahmu jadi tegang?" Tanya Chloe yang semakin penasaran.


"Sayang apa sebaiknya kita ke dokter saja?"


Chloe mengerutkan keningnya, "Ke rumah sakit? Suamiku aku ini hanya masuk angin.


"Iya tapi apa salahnya ke dokter sayang? Ayolah..." Bujuk Kenan.


"Ya sudah aku siap-siap dulu,"


***


"Selamat ya Pak istri anda hamil," Ucap seorang dokter yang memeriksa Chloe.


Kenan yang mendengar itu terdiam dan memandang ke arah Chloe. Ia tak tahu harus merasa senang atau tidak. Karena Kenan belum menyentuh Chloe sama sekali. Akhirnya, firasat buruk Kenan sejak tadi benar terjadi. Istrinya mengandung anak dari Kama, si pria bajing*n.


Chloe hampir meneteskan air matanya. Tapi, semua tertahankan agar tidak di lihat orang lain. Hatinya berkecamuk, sedih, takut dan sangat merasa bersalah terhadap suami juga sang Ayah.


Kenan tersenyum dan mengusap air mata Chloe, "Saya yang seharusnya minta maaf padamu. Maaf karena saya tidak bisa menjagamu,"


"Jangan salahkan dirimu lagi ! Ini semua karena aku yang sudah sangat keras kepala! Andai saja aku percaya padamu, maka semua tidak akan seperti ini..." Chloe tak kuasa menahan isak tangisnya.


"Aku ingin gugurkan anak ini!" Lanjut Chloe lagi.


"Apa yang kamu bicarakan sayang? Dia tidak bersalah, kamu tidak boleh melakukan itu." Kenan mengusap lembut perut istrinya, "Dia akan menjadi anakku."


Chloe tersentak memandang Kenan, "Kamu mau menerima anak ini ? Anak dari musuh beratmu?"


"Benih yang ada di dalam rahimmu adalah anak saya. Tidak peduli siapa Ayah biologis nya. Tapi saya berjanji akan menjadi Ayah yang baik untuk anak kita." Kenan tersenyum memandang istrinya.


Chloe tak mampu mengatakan apapun. Ia memeluk suaminya erat seperti tidak ingin melepaskan nya.


"Jadi harusnya kita bahagia mendengar kabar ini sayang," Kata Kenan lagi.


"Tapi, bagaimana dengan Ayah?" Tanya Chloe yang masih terus memeluk Kenan.


"Ayah harus tahu, dia pasti bahagia. Tapi, kita harus rahasiakan jika ini perbuatan Kama. Oh tidak, jangan di rahasia kan. Kita harus melupakan nya, karena sekarang kita akan menjadi Ayah dan ibu." Kenan membelai lembut rambut istrinya.


Pria dari Ayah. Ia adalah laki-laki sempurna untukku. Dia tampan, lembut, perhatian. Ya, walau terkadang sedikit menyebalkan tapi rasanya aku beruntung dan bersyukur dapat menjadi istri yang sangat ia cintai. Batin Chloe.


Setelah Chloe merasa tenang. Kenan kembali menyalakan mobilnya dan membawa Chloe ke suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.


"Sayang, kita akan kemana?" Tanya Chloe bingung.


"Ayo turun saja. Nanti juga kamu akan tahu," Jawab Kenan sembari membukakan pintu mobil bagi Chloe.


Chloe menatap ke sana kemari. Seketika itu juga ia terkagum dengan pemandangan yang ada di depan nya. Banyak sekali jenis bunga yang memanjakan mata. Bahkan, ada rumah kaca yang di dalam nya terdapat begitu banyak bunga dan tanaman langkah. Ya, tempat itu banyak di kunjungi para turis dari berbagai negara.


"Sayang... indah sekali tempat ini," Ucap Chloe kagum.


"Kamu suka?"


Chloe hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Mari kita ke sana." Kenan menunjuk ke arah rumah kaca itu, " Disini sangat luas. Jadi, kamu harus memegang tangan saya dan jangan sampai lepas hehe..." Kenan menggenggam mesra tangan Chloe.


Chloe memang sangat menyukai bunga. Ia pernah mengatakan itu pada Kenan. Itu menciptakan ide bagi Kenan untuk membawa istrinya ke sana. Ya, ia berniat untuk membuat Chloe melupakan semua masalah dan hal berat yang ia alami.


Kurang dari satu jam mereka sudah menelusuri tempat itu dan mengabadikan setiap moment ke dalam foto.


"Hei kalian..." Histeris Kiel yang tiba-tiba menghampiri mereka.


Melihat wanita itu, raut wajah Kenan berubah dratis, ia terlihat begitu tidak menyukai Kiel dan itu di sadari oleh Chloe.


Sepertinya Kenan tidak menyukai kehadiran Kiel disini. Berbeda denganku yang sekarang merasa biasa aja pada Kiel. Setelah tahu bahwa Kenan mencintaiku dan bukan dia. Gumam Chloe.


"Hai Kiel, sedang apa kamu disini?" Sapa Chloe ramah.


Kiel dengan centil menghampiri Kenan dan menggandengnya, "Mungkin semesta mengirimku ke sini untuk bertemu dengan Kenan, karena tidak mungkin kebetulan jika kita bertemu di sini hehe..."


Kenan melepaskan gandengan Kiel dan langsung merangkul pinggang Chloe, "Apa kamu tidak miliki rasa malu, Kiel?! Saya ke sini bersama Chloe, tolong jaga sikapmu!"


Chloe tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang galak terhadap wanita lain.


"Memangnya kenapa Kenan? Kalian kan tidak saling mencintai. Jadi, aku puya peluang untuk bisa dekat denganmu," Rengek Kiel sambil menempelkan kepalanya di pundak Kenan.


"Saya dan Chloe sebentar lagi akan menjadi orang tua." Ucap Kenan sambil mendorong kepala Kiel.


"Apa? Maksudnya apa Kenan?" Mata Kiel terbelalak.


"Jadi kamu tidak mengerti juga?" Kenan mengusap perut Chloe, "Di dalam rahim Chloe sekarang ada janin yang akan menjadi anak saya. Itu sebagai tanda bukti bahwa kami saling mencintai," Kenan tersenyum memandang Kiel.


Wanita genit itu tidak mengatakan apapun. Raut wajahnya begitu kesal tak terima atas apa yang baru saja ia dengar. Kemudian, dengan jengkel ia meninggalkan pasangan suami istri itu.


Sementara Chloe bingung harus tersenyum senang ataupun sedih. Apalgi ucapan Kenan yang mengatakan bahwa janin yang ada di dalam kandungan nya adalah bukti cinta mereka.


Maafkan aku Kenan. Harusnya anakmu yang ada dalam rahim ini. Bukan anak dari pria brengs*k itu.