A Man From Daddy

A Man From Daddy
Fitting Baju



"Ayah, meskipun sudah membaik, makanan harus tetap dijaga ya." Ujar Chloe sambil mengoleskan selai pada roti untuk Ayahnya.


"Iya nak... sepertinya keadaan Ayah mulai membaik karna Ken selalu datang kemari." Kata Ayah.


"Iya Chlo rasakan cemburu lihat Ayah begitu akur dengan Ken." Kata Chlo sambil memberikan roti pada Ayahnya.


"Hehe... jangan cemburu pada calon suami sendiri, sebentar lagi kan dia akan jadi menantu Ayah."


"Iya Ayah. Makanya Ayah harus sehat supaya nanti pernikahan Ken sama Chloe jadi special." Kata Chloe sembari menuangkan air putih untuk Ayahnya.


"Kamu tidak lihat sekarang Ayah sudah sarapan sama kamu, tidak harus di antar ke kamar lagi, tadi pagi malah sudah senam di depan."


"Iya Ayah. jangan sakit lagi ya." Chloe menggenggam tangan Ayahnya.


Ayah Chloe membalas genggaman tangan putrinya itu sambil tersenyum tanda mengiyakan. Walaupun, dalam hatinya ia tidak terlalu yakin akan kesehatannya.


"Oh iya tadi Tante kamu pergi ke kantor jam berapa?" Tanya Ayah.


"Kurang tahu Yah, pagi-pagi sekali kayanya." Jawab Chlo.


"Hem,... Ken bilang untuk masalah pembelian saham itu akan dilakukan sebelum kalian menikah." Kata Ayah lagi.


"Ayah yakin akan menjualnya ?"


"Ya tentu saja yakin. Ayah serahkan semua pada kalian berdua. Karna calon suami mu tidak ingin mendapat sesuatu dengan cuma-cuma. Jadi, Ayah akan turuti kemauan nya. Rencana Ayah, uang itu sebagian akan Ayah sumbang kan, sebagian lagi akan Ayah depositokan."


"Iya Chlo akan dukung semua keputusan Ayah. Oh iya, kenapa Ayah tidak mencari jodoh untuk Tante?"


"Kamu ini ada-ada saja. Tante kamu itu sudah berumur 51 tahun mana mungkin punya pikiran untuk menikah lagi haha..." Ayah tertawa.


"Habis masa tante jadi perawan tua yah, dan kemana-mana sama Ayah terus hehe..."


"Dia itu adik Ayah satu-satunya. Jadi, ya wajar sajakan nak."


"Ayah gak coba tanyain tante soal pasangan?" Chloe begitu penasaran apa alasan Tante Loli yang tidak menikah juga.


"Kamu tanyakan saja sendiri." Jawab Ayah dengan raut seperti menyembunyikan sesuatu tentang adiknya itu.


Setelah sarapan Chloe bersiap-siap untuk pergi bersama Ken. Karena sudah di desak oleh Ayahnya untuk menikah di bulan ini juga, dan mengingat Ken harus segera kembali ke Singapur.


Hari ini mereka berniat untuk fitting baju pernikahan mereka disebuah butik kenalan Tante Loli. Tidak hanya itu, mereka juga berencana akan menyewah wedding operation.


Walaupun, pernikahan ini bukan keinginan dari keduanya tapi mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Ayah Chloe.


Bahkan juga hal ini bagi Chloe tidak menjadi penghalang untuk mewujudkan pernikahan impiannya.


"Chlo... Ken sudah datang." Kata Ayah memanggil Chloe yang masih di atas.


"Iya Yah, Chlo turun..." Teriak Chlo dari atas.


"Hai Ken maaf menunggu lama." Chlo menghampiri Ken yang sedang mengobrol bersama sang Ayah.


"Iya tidak apa-apa. Kita berangkat sekarang?" Tanya Ken.


"Iya boleh. Ayah kita pamit ya... Jangan lupa kalau butuh sesuatu panggil Bi ratih." Kata Chloe sembari berpamitan.


"Iya Om. Ken juga sudah mengingatkan Bibi." Jawab Ken.


"Hah ?!, Paman dan Bibi?" Chloe begitu bingung, selama ini ia tidak tahu bahwa Ken memiliki paman juga Bibi yang tinggal di Indonesia. Setahu Chlo, Ken tidak memiliki keluarga, ia tinggal di Singapur dan menjadi warga negara disana.


"Kamu pikir saya selama liburan menginap dihotel atau apartement hehe... Saya tinggal bersama Bibi saya yang ada dijakarta pengganti orang tua saya." Kata Ken menjelaskan kebingungan Chlo.


"Iya Chlo... Ayah sudah kenal juga dengan Bibi dan Paman nya Ken." Sambung Ayah.


Chlo terlihat semakin bingung, bagaimana mungkin Ayahnya sudah mengenal keluarga Ken, bukankah Ayahnya baru mengenal Ken.


"Iya kemarin waktu Ken mengobrol sama Ayah di kamar. Ia menceritakan tentang keluarga nya, ternyata Paman nya ini teman Ayah waktu SMA hehe..." Pak Corlenius menceritakan semua pada putrinya yang terlihat kebingungan.


"Oh begitu... Ya sudah Ken mari kita berangkat." Ajak Chloe.


"Om saya pamit dulu ya..."


"Iya hati-hati." Jawab Ayah Chloe.


Ken dan Chloe tiba di butik tujuan mereka. Ken tidak terlalu suka memilih ini dan itu. Ia selalu menurut apa saja yang menurut Chloe bagus di pandangan nya. Sangat berbeda dengan Chlo yang berjam-jam dalam memilih gaun pernikahan impian nya. Hingga akhirnya ia menemukan yang pas, yang simpel tetapi terlihat mewah.


Ken sudah mendapat jas yang cocok untuk nya kini sudah memperlihatkan wajah bosan karna menunggu calon istrinya yang sedari tadi berganti-ganti baju.


Ken mengeluh dalam hati,


Dia terlihat semangat sekali, padahal ini bukan pernikahan yang dia mau. sampai-sampai memilih bajupun memakan waktu yang sangat lama, dasar wanita !


"Ken yang ini cantik gak?" Tanya Chloe mengejutkan Ken.


Chloe memutar-mutarkan badan nya menunjukan gaun ia kenakan. Gaun putih panjang yang sangat indah. Chloe berusaha memilih yang terbaik di hari pernikahan bersama Ken. Karna ia tidak ingin membuat Ken malu jika ia hanya biasa-biasa saja. Sekalipun pernikahan itu hanya karna keterpaksaan, ia berusaha untuk terlihat cantik setidaknya didepan mata Ayahnya nanti.


Ken terdiam dalam pandangan tanpa kata-kata melihat Chloe memakai gaun itu. Ia memperhatikan wanita itu dari atas hingga ke bawah.


Ken lalu berdiri mendekati Chloe, meraih rambut panjang nya dan mengikatnya. Tindakan manis Ken membuat jantung wanita berkulit coklat itu bergetar dalam diam menyaksikan tingkah Ken.


"Nanti tinggal tambahkan mahkota kecil di atasnya, kamu pasti sangat cantik Chlo." Kata Ken tersenyum lalu memandang Chloe dengan pandangan yang tidak seperti biasanya.


"Jadi gaun nya cantik tidak?" Tanya Chloe mengalihkan gugupnya.


"Kamu yang cantik pakai gaun ini, bukan gaun nya."


Chloe tersenyum bahagia mendengar perkataan Ken.


"Berarti aku pilih ini saja ya. Aku ganti dulu, habis itu kita pulang." Chloe beranjak pergi meninggalkan Ken untuk mengganti bajunya dibantu oleh dua orang wanita yang adalah karyawan butik.


Untuk baju yang akan di kenakan rasanya sudah beres. Kini tinggal mempersiapkan segala sesuatu untuk acara resepsi. Mulai dari tema, catering, susunan acara dan embel embel lain nya.


Semua nya Ken serahkan pada Chloe yang terlihat begitu semangat dalam mengurus pernikahan ini. Ken hanya menurut saja dengan apa yang Chlo mau, karena Ken merupakan pria yang tidak ingin repot dalam urusan seperti ini. Menurutnya, jika mewujudkan pernikahan impian Chloe bisa membuatnya lebih bahagia, Ken akan turuti segala kemauan Chlo.


Ya, pernikahan bukan pesta biasa, jadi wajar saja jika mempelai wanita ingin segalanya berjalan dengan sangat baik dan ingin terlihat cantik, agar semua mata tertuju padanya sebagai pusat pesta hari itu.


❤️❤️HAI READERS.... JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN YA !!!..... 🥰🥰🥰