A Man From Daddy

A Man From Daddy
Hari pertama menjadi suami istri 2



Chloe telah selesai dengan mandinya. Ia mengendap-endap keluar, matanya melihat ke sana kemari hendak mengetahui keberadaan Ken, karena dia hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya.


"Ah syukurlah Ken tidak ada." Chloe menghela nafasnya tanda lega.


Buru-buru ia lari ke arah pintu dan menguncinya agar ia dapat memakai baju dengan bebas dan tenang.


"Baju mana yang akan aku pakai malam ini." Ucapnya lagi sembari membongkar koper.


"Nah, yang ini saja." Ia mengambil baju tidur berwarna coklat muda polos.


Tiba-tiba Ken masuk dan mendapati Chloe masih mengenakan handuk.


"Ahhhh!... Bagaimana kamu bisa masuk?!" Chloe berteriak sembari langsung berdiri dan kedua tanganya menahan handuk yang menempel ditubuhnya.


"Kamarnya terkunci, saya pikir kamu masih mandi. Untung saya punya kunci cadangan." Kata Ken dengan santainya.


"Keluar!"


"Apa?! Kenapa saya di usir dari kamar sendiri?" Tanya Ken masih tidak mengerti.


"Keluar Ken!" Bentak Chloe sambil mendorong Kenan keluar.


"Hei, jangan mentang-mentang kamu lebih tua lalu mengusir saya sesukanya." Ken bersikeras ingin tetap masuk.


Chloe mendorongnya lebih keras. "Aku ingin pakai baju, keluar!"


Ken memperhatikan Chloe dari atas hingga kebawah.


Oh dia masih pakai handuk, kenapa saya tidak sadar dari tadi.


"Saya ingin masuk, diluar dingin sekali. Haduh... lelahnya." Ken menyosor masuk dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Ken!... Apa-apaan ini?!"


"Apa yang salah?" Tanya Ken pura-pura tak mengerti.


"Kamu ini masih juga gak mengerti, aku ingin pakai baju."


"Silakan saja, saya tidak melarang." Ken menutup tubuhnya dengan selimut lalu tidur tanpa rasa bersalah.


Ya Tuhan pria ini meyebalkan sekali. Perlahan-lahan sifatnya mulai terlihat. Dasar Ken !.


Chloe beranjak mengambil baju tidurnya lalu memakainya di kamar mandi.


Pria jahil Ken, membuka selimutnya lalu tertawa penuh kepuasan karena berhasil menjahili istrinya itu.


"Haha... Wajahnya mengapa begitu takut, jadi ingin terus melihat wajahnya seperti itu." Ujar Ken.


Berapa saat kemudian, Chloe keluar dari kamar mandi dan mendapati Ken yang masih terus tertawa.


Apa-apaan ini?! Tadi dia ingin tidur sekarang, malah tertawa sendiri. Mungkin dia sedikit gila karena sudah mengambil keputusan menikah denganku.


"Haha... dia sudah gila." Chloe berkata dan tertawa sendiri.


Ken terbelalak kaget melihat Chloe yang kini tertawa terbahak-bahak.


"Apa ada makhluk lain di kamar mandi, sampai kamu kerasukan?" Kata Ken.


"Iya, aku baru saja bertemu jin ketawa."


"Apa?!... jin?"


"Iya, jin itu tadinya ingin tidur tapi sekarang dia malah tertawa sendiri haha... mungkin dia sedikit gila."


"Oh... begitu." Ucap Ken polos dan tidak paham bahwa yang dimaksud adalah dia.


"Sebentar, yang kamu maksud itu saya?" Ken tersadar.


"Iya haha..." Chloe semakin mengencangkan suara tertawanya sambil menepuk-nepuk meja kecil di sampingnya.


Apa dia tidak tahu yang saya tertawakan itu dia. Tapi ternyata kami malah saling menertawakan. Gumam Ken.


Ken tidak memperdulikan istrinya yang masih tertawa itu, ia kembali menarik selimut dan tidur.


"Ken, aku tidur dimana?" Tanya Chloe menghampiri Ken lalu menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Ken.


"Dimana katamu?! Apa saya memakan semua tempat tidur ini?"


"Gak sih, lalu?"


"Tidur disini." Kata Ken sambil menggerakan kedua bola matanya ke arah sebelah kanan yang masih kosong.


"Disamping kamu?"


"Lalu mau dimana? Di sofa juga tidak apa-apa." Ken kembali berbaring.


Dasar memang benar sifat aslinya semakin terlihat, mengapa dia begitu menyebalkan setelah menikah.


Chloe mengambil bantal dan menarik selimut untuk tidur di sofa.


"Hei! Saya juga butuh selimut." Kata Ken sambil menarik kembali selimutnya dari Chloe.


"Baik biar adil kita sama-sama tidur disini. Saya juga tidak tega melihat kamu tidur di sofa anak manja." Ledek Ken.


"Gak! Kamu pasti mau mencari kesempatan."


"Haha.. Chloe kita ini kan teman baik, perjanjian nya seperti itu bukan? Jadi tidak mungkin saya akan macam-macam. Lagipula, ini dirumah Paman dan bibi jadi untuk sementara kita harus menjaga sikap sebagai suami istri. Nanti setelah di Singapur kita akan punya kamar masing-masing."


"Gak! Lebih baik aku tidur di sofa." Tolak Chloe sembari beranjak menuju sofa.


"Chlo, jangan keras kepala nanti badan kamu pegal-pegal jika tidur di sofa."


Chloe tidak memperdulikan Ken ia malah mulai memejamkan matanya.


Dasar menyebalkan! Dia gak mau mengalah sedikitpun padaku. Ayah... lihatlah lelaki pililhanmu ini. Keluh Chloe dalam hati


Ken kemudian memilih untuk kembali tidur dan tidak memperdulikan Chloe yang keras kepala.


Setengah jam kemudian, Ken berdiri dari tempat tidur dan menghampiri Chloe yang sudah tertidur nyenyak.


Dasar wanita keras kepala. Apa salahnya tidur bersama, saya ini kan suaminya.


Hah, apa yang saya katakan barusan? Tidak-tidak! Kita hanya rekan kerja sama dalam pernikahan ini.


Ken menggendong Chloe dan membawanya ketempat tidur lalu, menyelimuti wanita itu.


"Sudah menjadi tugas saya untuk terus menjaga kamu, tidak mungkin saya biarkan kamu sengsara dengan tidur di sofa itu." Ucap Ken sambil mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur.


Chloe yang takut dengan kegelapan, tersentak bangun. "Ahh! Ini kenapa gelap begini ya ampun..." Teriak Chloe.


"Chlo, kamu kenapa?"


Chloe yang samar-samar melihat Ken masih di depanya spontan memeluk pria itu.


"Ken aku takut gelap... jangan lepasin aku." Kata memeluk erat.


"Astaga Chlo ini kan ada lampu tidur."


Chloe semakin takut dan semakin mempererat pelukannya. "Lampunya redup dan tetap saja gelap."


"Ya wajar ini kan lampu tidur."


"Aku takut."


"Iya iya baik. saya akan nyalakan lampunya lagi tapi, lepaskan dulu pelukannya." Ucap Ken sembari berusaha melepaskan pelukan Chloe yang cukup membuatnya sulit bergerak.


"Gak mau." Rengek Chloe.


"Saya tidak bisa bergerak buat hidupin lampunya Chloe."


Chloe mengabaikan Ken dan malah semakin mempererat pelukannya akibat rasa takut.


Melihat Chloe yang sangat takut seperti itu. akhirnya Ken membiarkan ia terus di peluk sambil berusaha menggapai tombol lampu yang ada disamping tempat tidur.


"Baik. Sekarang lampunya sudah menyala, jangan takut lagi."


Chloe melepaskan pelukannya. "Terimakasih Ken."


"Kenapa takut gelap?" Tanya Ken penasaran.


"Aku juga gak tahu Ken, hanya saja dari kecil memang aku sangat takut gelap."


"oh begitu, ya sudah sekarang tidurlah."


"Kenapa saya ditempat tidur?" Tanya Chloe bingung.


"Hem... soal itu, saya yang menggendong kamu." Ucap Ken sedikit gengsi.


Chloe langsung menutupi tubuhnya dengan selimut sambil mengerutkan keningnya melihat Ken curiga.


"Jangan bepikir yang bukan-bukan. Saya hanya tidak ingin melihat kamu mengeluh karena pegal akibat tidur disofa."


Chloe merubah raut wajahnya dengan senyum paling lebar tanda terimakasih.


"Terus kamu gak akan tidur disinikan?"


"Iya, saya akan tidur disofa." Kata Ken sambil beranjak menuju sofa.


"Terimakasih pak Kenan Aldrich." Chloe semakin melebarkan senyuman nya.


Ken mengabaikan dan memejamkan matanya karena, ia sudah sangat lelah. Tetapi dalam hati ia berkata,


Sama-sama wanita manja.


Sedangkan Chloe masih terus tersenyum tanda kemenangan karena sudah menguasai wilayah tempat tidur.


Ken, aku tahu gak mungkin kamu setega itu pada wanita. Seandainya kamu jatuh hati padaku, kita tidak akan tidur terpisah hehe...


Malam itu dihabiskan dengan penuh drama sampai pada akhirnya, mereka tertidur pulas.