A Man From Daddy

A Man From Daddy
Kekesalan Kenan



#A.C Group#


Kenan terpaku pada laptop yang ada di depannya. Ia terus mengingat bagaimana Chloe tadi keluar dari kamar mandi dengan pesona yang mampu menghipnotis nya dalam sekejap.


Wanita yang saya nikahi ini mengapa semakin hari semakin terlihat cantik. Padahal di awal bertemu, saya sama sekali tidak terpikat olehnya.


"Astaga apa yang saya pikirkan. Membuang waktu saja." Ucap Ken tersadar akan lamunan nya.


Ia melirik ke arah jam tangannya dan bersiap-siap untuk pulang.


"Permisi Tuan, apa sekarang kita akan pulang?" Tanya Lian yang masuk ke dalam ruangan Kenan.


"Iya Lian. Tolong kamu siapkan berkas yang akan saya bawa pulang." Perintah Kenan sambil berjalan keluar meninggalkan ruangan nya.


"Baik Tuan." Lian bergegas pula menyusun berkas yang akan dibawa pulang.


Kenan berjalan dengan pesona nya yang selalu membuat para perempuan yang bekerja di A.C Group terpanah dan tidak berhenti memandanginya.


Bahkan setiap kali ia lewat, tidak sedikit yang saling berbisik membicarakan kharisma dan ketampanan yang ia miliki.


Hari sudah sore, tentunya semua karyawan berkemas untuk pulang kerumah. Tetapi banyak dari mereka yang rela berdiri di koridor kantor menunggu sang bos tampan lewat.


"Selamat sore Pak Aldrich." Kata seorang wanita yang berdiri sembari memeluk selembar berkas.


Kenan hanya tersenyum dan memilih untuk mengabaikan. Karena jika satu orang dijawab, maka hampir semua karyawan perempuan yang ada disana akan menyapa hingga membuatnya pusing.


Di ujung sekali ada tiga orang wanita yang berkumpul saling bergosip.


"Apa kalian sudah tahu bahwa Pak Aldrich sudah menikah." Kata yang satu kepada yang lain.


"Iya aku juga dengar kabarnya begitu. Pasti istrinya cantik sekali."


"Beruntung sekali wanita itu ya, aku jadi penasaran."


Kenan yang melewati tiga wanita itu, tanpa sengaja mendengar perkataan mereka. Ia memutar balik, melihat ke arah mereka sembari memasukkan kedua tangannya ke kantong celana.


"Ah si tampan itu melihat ke arah kita." Histeris satu orang dari mereka.


"Sst!... Diam!" Ujar yang lain serentak.


"Tidak baik menggosipi atasan sendiri. Lebih baik pulang dan beristirahat." Ucap Kenan.


"Baik Pak." Kata mereka serentak sambil menunduk malu.


Kenan pergi meninggalkan mereka tanpa mengatakan apapun lagi ataupun sekedar tersenyum.


Sementara itu, Chloe yang berada di apartemen juga telah selesai bekerja mengurus bisnis Ayahnya yang sudah di wariskan pada ia dan Kenan, yang saat ini di kelolah sementara oleh Tante Loli.


"Ah leganya... akhirnya semua pekerjaan perlahan sudah selesai." Katanya sambil merentangkan kedua tangan.


"Oh iya aku lupa menghubungi Kama." Chloe bergegas mengambil handphone yang terletak di atas kasur.


Hai Kama, ini aku Chloe. Maaf jika baru menghubungimu karena aku sangat sibuk hari ini.


Chloe mengirim pesan singkat itu sambil tersenyum.


"Sepertinya Kama masih mencintaiku karena semenjak hubungan kita berakhir, dia tidak berniat mencari wanita lain. Ah Kama kamu setia sekali... Tapi, sekarang aku sudah jatuh cinta pada Kenan. Apa sebaiknya aku belajar membuang perasaanku pada Kenan dan mencoba untuk dekat lagi dengan Kama." Chloe berkata-kata sendiri.


Tut... tut... Ponsel Kenan berbunyi.


"Hai Kama, ini aku Chloe. Maaf jika baru mengubungimu karena aku sangat sibuk hari ini." Kenan membaca isi pesan dari istrinya itu.


"Apa-apan ini! dia berniat sekali menghubungi Kama! untung saja saya sudah memanipulasi nomornya." Celoteh Kenan dengan wajah yang begitu kesal.


Lian yang menyetir terkejut dan memperhatikan Kenan yang duduk dibelakang dari kaca di depannya.


Tuan Aldrich mengapa wajahnya terlihat kesal. Dan yang dimaksud siapa menghubungi siapa ya...


"Tuan, apa Tuan baik-baik saja?" Tanya Lian.


"Tidak mungkin saya baik-baik saja, jika dia berani menghubungi mantan kekasihnya! Untung saya sudah mengganti nomor laki-laki brengs*k itu dengan nomor saya." Spontan Ken melepaskan kekesalannya tanpa sadar.


Mata Lian terbelalak kaget. "Apa yang Tuan maksud itu Nyonya Chloe?"


Kenan tersadar akan apa yang ia bicarakan pada Lian.


"Apa, Chloe?! Tidak-tidak, maksud saya ini itu -eh -saya hanya sedang belajar menjadi aktor." Jawabnya gugup.


Lian semakin bingung dengan sikap Kenan yang aneh.


Sudah kaya raya, sekarang malah ingin menjadi aktor. Ada-ada saja Tuan Aldrich.


"Lihat saja kau bocah tengik /!!! dan juga Chloe, saya tidak akan biarkan kamu berhubungan dengan pria brengs*k itu!" Kata Ken lagi dengan suara lebih keras.


"Bukan kamu yang saya maksud Lian. Sudah kamu fokus saja menyetir."


Berapa lama kemudian, Kenan tiba di apartemen miliknya. Tanpa meminta Lian untuk membukakan pintu, Kenan sudah turun dari mobil dengan wajah yang memerah akibat rasa jengkel yang ia rasakan.


Ia berjalan dengan langkah yang begitu cepat memasuki apartemennya.


"Ada apa dengan Tuan Aldrich? tingkahnya dari tadi membingungkan, dia seperti sedang marah." Ucap Lian yang masih berada didalam mobil.


"Selamat malam Tuan." Para asisten yang senantiasa menyambutnya, menyapa dengan serentak.


Kenan hanya terus berjalan menaiki lift tanpa menghiraukan mereka.


"Tuan tumben pakai lift, biasanya dia kuat naik tangga." Bisik Intan pada Rani.


"Mungkin dia lelah dikantor." Jawab Rani.


"Harusnya di pijitin saja ya sama kita-kita hihi..." Ujar yang lain menyambung.


Tanpa sengaja Kenan berpasan dengan Chloe yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Kenan, kamu sudah pulang?" Sapa Chloe.


Kenan menatap Chloe tajam lalu mengabaikan nya dan masuk ke kamar.


"Apa yang salah?" Kata Chloe yang bingung melihat sikap Kenan.


Chloe mencoba untuk menghampiri Kenan yang sudah berada didalam kamar.


Ah lebih baik jangan masuk. Nanti malah kena masalah.


Chloe hendak pergi meninggalkan kamar Kenan. Diwaktu yang sama, Kenan membuka pintu kamarnya dan mendapati Chloe dihadapannya.


Ia lalu menarik nya masuk kedalam kamar. Tanpa mereka ketahui, para asisten mengendap-endap mengintip mereka.


"Mereka akan melakukan apa ya?" Tanya intan pada yang lain.


"Huss!... jangan penasaran. Sebentar lagi rumah ini akan ada tangisan bayi." Kata asisten yang lain.


"Memangnya secepat itu?" Tanya intan polos.


Mereka yang mendengar pertanyaan polos Intan hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala serentak.


"Kenan kamu kenapa?" Tanya Chloe bingung.


Kenan mendekat pada Chloe hingga ia terpojok ke dinding. Kemudian Kenan menguncinya dengan menempelkan kedua telapak tangannya pada dinding.


"Ken kamu kenapa?" Tanya Chloe lugu.


Kenan memandangi Chloe hingga membuat wanita itu sedikit takut.


Mengapa dia membuatku takut seperti ini. Apa dia sedang mabuk.


Dengan lugunya Chloe mengendus-endus nafas Kenan hendak memastikan baunya. Hal Itu membuat Kenan semakin mendekatkan wajahnya pada Chloe bahkan, mengarahkan bibirnya pada bibir wanita itu.


Mata Chloe terbelalak melihat tingkah Ken yang semakin gila, dengan spontan Chloe melepaskan tangan Kenan yang menempel di dinding, lalu menyingkir dari suaminya itu.


Melihat tindakan Chloe yang begitu takut Kenan tertawa terbahak-bahak.


"Haha... mengapa kamu begitu takut Chloe? Kamu bepikir saya akan mencium kamu?" Ujar Ken.


Chloe terdiam dengan raut wajah yang masih merah dan takut.


"Saya hanya ingin menjahili kamu haha... lucu sekali haha..." Ken tertawa puas.


Chloe terlihat kesal dengan sikap Ken yang menganggap ia begitu mudah untuk di permainkan.


Ken mungkin rasanya bagi mu itu biasa saja karena kamu tidak memiliki rasa apapun padaku. Tapi itu cukup menyakitkan ketika kamu menganggap hal seperti tadi hanya permainanmu. Tanpa kamu sadari, yang kamu lakukan sudah menarik ulur perasaanku. Kata Chloe dalam hati.


Tanpa sepatah kata pun Chloe meninggalkan Kenan dengan wajah yang sangat marah dan hampir menangis.


Kenan yang tadi tertawa kini terdiam melihat Chloe yang meninggalkannya begitu saja.


"Chloe," Panggilnya.


Namun, Chloe sudah keluar dan menutup pintu kamar Ken dengan keras.


Ken membisuh bingung dengan perasaan bersalah.


Apa yang saya lakukan! saya memang laki-laki kurang ajar. Saya hampir saja ingin mencium Chloe karena rasa kesal yang saya rasakan saat ini. Lihat, akibat tingkah lancangmu Chloe sekarang begitu marah.


"Arghh!!! Mana mungkin dia mau diperlakukan seperti tadi dengan pria yang tidak dia cintai. Kau begitu bodoh Kenan!!!" Teriak Kenan sambil menjambak rambutnya.