A Man From Daddy

A Man From Daddy
Patah hati



Chloe menikmati makanan yang ada di depannya sambil terus memikirkan Kenan. Ia merasa semakin tidak nyaman berada di dekat Kama, seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak tenang dan gelisah.


"Kama, boleh aku ke toilet sebentar?" Ujar Chloe.


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya." Kama tersenyum manis.


"Iya hanya sebentar kok." Chloe bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju toilet.


Kama yang ditinggalkan berpikir yang bukan-bukan, dan memilih membuntuti Chloe diam-diam.


Mengapa aku merasa gelisah ya? Padahal di awal aku berniat untuk kembali dekat dengan Kama. Apalagi, aku ingat ketika Kenan memintaku untuk mencari pria yang tepat denganku. Sekarang ada Kama, dia pria yang baik tapi rasanya tidak senyaman aku berada disamping Kenan. Pikir Chloe sambil mencuci tangannya di wastafel toilet.


Kenan yang telah tiba apartemen Kama, mendapati hasil yang kosong karena tidak menemukan Chloe ada disana.


"Ken mengapa berhenti disini. Memang nya Chloe tinggal disini?" Tanya Kiel penasaran.


Kenan mengabaikan Kiel dan kembali masuk ke dalam mobil. Kiel pun menyusul masuk.


"Lian antarkan saya ke hotel Luxuria." Perintah Kenan.


"Baik Tuan." Lian menyalakan mobilnya.


"Ken, maaf jika terlalu ingin tahu. Sebenarnya apa yang terjadi pada Chloe?" Tanya Kiel lagi.


Ken menghela nafasnya dan tetap mengabaikan wanita yang ada di sampingnya itu.


"Aku bingung dengan cerita kalian, bagaimana bisa menikah dan sekarang apa yang terjadi pada Chloe?" Celoteh Kiel yang tidak bisa diam dan terus ingin tahu.


Kalau saya tidak jawab bisa-bisa dia terus berisik seperti ini. Pikir Kenan.


"Saya dan Chloe di jodohkan oleh pak Corlenius dan akhirnya menikah. Kami mengalami pertengkaran, sehingga membuatnya pergi ntah kemana dan sekarang saya akan menjemput nya." Jelas Kenan.


"Di jodohkan? berarti kalian tidak saling mencintai?" Kiel tersenyum senang.


"Awalnya tidak, tapi sekarang saya mencintainya." Ucap Ken memandang Kiel kesal.


Saya tidak akan memberi harapan pada wanita genit ini.


Kiel memasang wajah jengkelnya.


Apa bagusnya Chloe? Dia sama sekali tidak menarik. Kulitnya saja tidak mulus seperti aku. Harusnya Kenan memilih aku bukan dia.


"Dan kamu bekerja sama dengan perusahaan Ayah Chloe? Bukannya kamu waktu itu mendampingi Chloe untuk meeting?" Tanya Kiel lagi.


"Awalnya hanya mendampingi, tapi sekarang saya dan Chloe yang mengurus semua bisnis Ayah." Jelas Ken.


"Lalu mengapa tidak di Indonesia saja? Atau tidak Chloe yang tinggal di sana dan kamu disini hehe..."


Ken menghembuskan napasnya kesal.


"Apa kamu memang cerewet seperti ini?! Chloe itu istri saya, kemanapun saya pergi dia akan ada di samping saya." Celoteh Kenan.


"Iya... iya maaf, aku hanya ingin tahu saja. Kenapa kamu tidak menghubungi nya saja?"


"Nomornya tidak aktif." Ketus Ken.


"Apa jangan-jangan dia tidak ingin bertemu denganmu lagi?" Ujar Kiel menerka-nerka.


"Tidak mungkin."


"Mengapa tidak mungkin? Kan kalian di jodohkan jadi bisa saja Chloe tidak mencintaimu."


Ken terdiam dan menggerakan jari-jarinya di paha.


Benar, dia memang tidak mencintai saya. Mungkin dia akan meninggalkan saya nanti setelah bersama Kama, sesuai dengan janji yang sudah kami buat. Tapi tidak akan saya biarkan bocah tengik itu mendapatkan Chloe kembali!


"Ken aku lapar, boleh kita berhenti sebentar untuk makan?" Rengek Kiel.


"Saya tidak punya banyak waktu. Itu resiko kamu mengikuti saya ketika saya tidak meminta." Jawab Kenan.


"Tapi kan aku ini sekretarismu, jika terjadi apa-apa padaku kamu akan bertanggung jawab." Rengek Kiel lagi.


Ken memandang kesal pada Kiel. "Ya sudah baiklah, tapi tolong jangan mengatakan apapun lagi. Bisa?"


Kiel mengangguk senang.


Akan aku manfaatkan waktu bersamamu Kenan.


Kenan dan Kiel berhenti ditempat makan yang sama dengan Chloe. Namun, mereka duduk ditempat yang berbeda.


Chloe keluar dari toilet dengan wajah yang masih di penuhi dengan perasaan gelisah. Buru-buru Kama kembali ke tempat duduknya agar Chloe tidak mendapatinya sedang mengikuti Chloe.


"Sudah lega?" Tanya Kama yang pura-pura menikmati minumannya.


Chloe mengangguk dan kembali makan.


Sementara itu, Kiel memanfaatkan waktunya bersama Kenan dengan mengambil foto di sela-sela menunggu makanan datang. Ia berusaha untuk terus dekat dengan Kenan dan mengabadikannya di ponsel.


Kenan yang risih dengan Kiel berusaha terus menghindar, ia bangkit dari tempat duduknya.


"Kamu mau kemana Ken?" Tanya Kiel.


"Saya mau ke toilet." Jawabnya dan melangkah pergi.


Dengan sigap ia kembali meletakan kembali handphone Kenan seperti semula. Kenan keluar dari toilet dan tanpa sengaja Chloe melihat ketika suaminya itu sedang berjalan menuju tempat duduknya.


"Kenan !" Seru Chloe kegirangan, ia segera berdiri hendak menghampiri suaminya itu.


Kama tersontak dan ikut melihat ke arah Kenan.


Sialan!


Kiel tiba-tiba menghampiri Kenan yang sedang berjalan lalu memeluknya. Hal itu membuat Chloe menghentikan langkah juga senyum di bibirnya.


Kiel... Mengapa dia bisa bersama Kenan dan apa yang mereka lakukan? Mengapa begitu mesra dan apa Kenan sama sekali tidak mengkhawatirkan aku?


Melihat itu, Kama menghampiri Chloe Dan mengusap pundaknya.


"Kenan malah pergi bersama wanita lain di saat istrinya hilang?! Memang kalian menikah karena di jodohkan, tapi tidak seharusnya Kenan seperti itu. Apalagi, berpelukan mesra di tempat seperti ini." Ujar Kama yang berusaha memperkeruh suasana.


Siapa perempuan itu, apa memang dia pacar nya Kenan? Gumam Kama.


Chloe menahan air matanya di ujung bola mata dan memilih untuk mengurungkan niatnya untuk kembali.


Sebaiknya aku tinggal bersama Kama dulu dari pada aku mengganggu Kenan yang sedang bersama Kiel.


"Kama kita pulang saja ya." Kata Chloe sambil berusaha menutupi patah hatinya.


"Kenapa? Itu Kenan sudah di sana, kamu tidak ingin kembali?" Kama berpura-pura menawarkan.


"Tidak, nanti saja. Aku tidak ingin mengganggu mereka." Chloe bergegas mengambil tasnya.


Kama tersenyum licik melihat Chloe yang memilih kembali tinggal bersamanya.


Bagus, malam ini kamu akan menjadi milikku Chloe dan aku pastikan kamu tidak akan kembali pada Kenan.


Kemudian Kama mengikuti Chloe yang sudah melangkah duluan.


"Hei apa-apaan ini! mengapa memeluk saya lagi ?! kamu tidak malu?! Lepaskan!" Bentak Ken sambil mendorong Kiel lalu mengambil ponselnya dan pergi.


"Ken tunggu... kita kan belum makan!" Teriak Kiel.


Tidak apa-apa kalau tidak makan. Yang penting, rencanaku sudah terlaksana.


"Chloe, ini ambil." Kama memberikan kotak ponsel baru.


"Apa ini?" Tanya Chloe yang tersentak dari lamunannya.


"Ponsel baru." Jawab Kama tersenyum.


Ya setidaknya setelah melihat Kenan tadi, aku yakin Chloe akan berpikir ulang untuk kembali padanya.


"Tidak Kama, terimakasih." Tolak Chloe sambil mendorong pelan kotak itu.


"Ayolah Chloe, kamu pasti butuh ini. Ya, paling tidak untuk menghubungi Ayah kamu." Bujuk Kama.


"Baik Kama. Terimakasih, tapi izinkan aku untuk menggantinya." Chloe mengambil ponsel itu.


"Tidak usah ini untuk kamu." Kama duduk disamping Chloe sambil menyalakan televisi.


"Tapi,..."


"Sudah jangan sungkan." Potong Kama.


Chloe kemudian dengan segera mengambil kartu di ponsel lama nya dan memindahkan nya pada ponsel baru.


Ia mencoba untuk menghubungi sang Ayah hendak mengeluarkan rasa sakit dan patah hati yang ia alami Hari ini. Tapi semua terhenti ketika nomor baru mengirimkan pesan yang berisi foto-foto Kiel dan Kenan yang sedang bersama.


Chloe tak kuasa menahan air matanya. Ia menyadari bahwa ia begitu jatuh hati pada Kenan dan kini perasaan nya di patahkan begitu saja.


Rasa sedih yang mencekam membuat Chloe tak kuasa, lalu memeluk Kama dan menangis sekuat nya.


"Aku bodoh sudah jatuh hati padanya." Ucap Chloe yang tidak jelas karena suara tangis nya.


Kama sedikit bingung dengan tindakan Chloe yang tiba-tiba memeluk dan menangis.


"Ada apa Chloe?" Tanya Kama bingung.


Chloe tidak mengatakan apapun, ia hanya ingin terus menangis. Kama pun mengusap-usap lembut kepala Chloe dan berusaha menenangkannya.


Setelah Chloe sedikit tenang, Kama melepaskan pelukannya dan mengajak Chloe untuk berbicara.


"Kamu kenapa?" Tanya Kama lembut.


Chloe membisuh sembari menunjukkan foto yang ada di ponselnya.


"Oh ini wanita yang tadi bukan? Apa Kenan memiliki hubungan dengan wanita ini?"


"Aku tidak tahu. Yang aku tahu, mereka adalah teman dekat waktu sma dan wanita itu benama Kiel." Ujar Chloe sedih.


Kama yang melihat wajah Chloe yang begitu murung kembali memeluknya.


Ternyata Kenan sama seperti aku, tidak cukup satu wanita saja haha... Tapi terimakasih Kenan, dengan begitu aku bisa membalaskan dendamku lebih cepat.