
"Mengapa lama sekali? Saya kan sudah bilang jangan lama-lama!" Omel Kenan pada istrinya yang baru saja masuk ke dalam mobil.
"Ini tepat satu jam, apanya yang lama?" Balas Chloe.
"Jam tanganmu itu sudah kuno, makanya rusak. Ini sudah satu jam lewat 10 detik." Kenan masih mengomel tak mau kalah, bibirnya seperti anak kecil yang sedang mengomel.
Chloe menarik tangan Kenan dan melihat jam nya, "Kamu ini tidak bisa melihat jam ya? Ini hanya lewat 5 detik,"
Kenan menarik tangannya dari Chloe dan mengalihkan pandangannya, "Lian silakan jalan !" Perintah Kenan.
"Baik Tuan,"
Tuan sepertinya cemburu melihat Nyonya menemui Kama. Tapi, mengapa di izinkan. Aneh sekali...
Chloe memandangi Kenan yang terus memalingkan wajahnya dan murung.
Apa yang terjadi padanya. Mengapa dia begitu murung.
"Suamiku," Panggil Chloe.
"Jangan ajak saya berbicara, saya tidak ingin mengatakan apapun." Kenan masih tetap memalingkan wajahnya.
"Baiklah, maafkan aku," Ucap Chloe lagi.
Apa aku harus katakan ya kalau besok aku akan menemui Kama lagi. Sebaiknya nanti saja.
Berapa lama kemudian, mereka tiba di apartemen. Tanpa di duga-duga Kiel sudah menunggu di sana.
"Kenan... Akhirnya kamu datang juga," Kiel menghampiri Kenan.
Rani dan Intan yang mengintip saling berbisik. "Ran, dia cantik ya cocok sama Tuan," Bisik Intan.
"Iya memang cantik, tapi kan Tuan sudah punya Nyonya Chloe," Jawab Rani.
"Tapi Nyonya Chloe penampilannya begitu saja," Intan tak mau kalah.
"Sst!... Jangan begitu. Nyonya Chloe itu manis, dan juga baik." Jawab Rani.
Intan pun mengangguk menyetujui.
"Ada apa kamu kemari?" Tanya Kenan tidak senang.
Kiel mendadak memeluk Kenan dan menangis, "Dulu waktu SMA, jika aku Ada masalah aku selalu cerita denganmu. Sekarang apa boleh aku seperti itu lagi?"
Kenan berusaha melepaskan pelukan Kiel tapi tak kunjung lepas, "Kiel apa-apaan kamu ini!
"Huaaaa... Aku sedang menghadapi masalah berat Kenan," Kiel merengek dan menangis di pelukan Kenan.
Chloe yang menyaksikan itu hanya diam dan memilih untuk pergi ke kamarnya. Ia menatap bayangan nya di depan cermin.
Apa memang penampilan ku ini sangat tidak menarik. Mungkin Kiel memang benar, Kenan pantas mendapatkan wanita yang cantik, berkelas seperti dia. Bahkan, mungkin dulu Kenan bisa jatuh cinta pada Kiel karena kecantikannya.
"Permisi Nyonya..." Serentak Rani dan Intan masuk ke kamar.
"Ada apa kalian ke sini? Tanya Chloe kaget.
Rani dan Intan terlihat bingung dan saling menyenggol satu sama lain.
"Ada apa?" Chloe mengerutkan keningnya.
"Nganu Nyonya... kami cuma ingin tahu saja, siapa sebenarnya wanita yang bernama Kiel itu?" Tanya Intan dengan polosnya.
"Intan!" Rani menyenggol Intan dengan sikutnya.
Chloe tertawa, "Haha... Kalian ini ada-ada saja. Kiel itu teman dekat Tuan Kenan sewaktu SMA,"
"Cantik ya Nyonya hehe..." Ceplos Intan lagi.
"Intan kamu ini!" Bisik Rani.
Chloe hanya tersenyum, "Kiel masih di bawa?"
"Sudah tidak Nyonya. Tadi Tuan Kenan pergi bersama Kiel, katanya mau ke rumah sakit," Jawab Rani.
"Siapa yang sakit?" Mata Chloe terbelalak.
"Saya dengar tadi bibi nya si Kiel itu Nyonya," Jawab Rani lagi.
"Oh begitu... Lalu ada yang ingin kalian tanyakan lagi?" Kata Chloe sambil duduk di tempat tidur.
"Malam ini Nyonya ingin makan apa?" Tanya Rani.
"Saya tidak ingin makan apa-apa," Chloe tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu kami permisi Nyonya..." Ujar mereka serentak.
Sepeduli itu kah Kenan terhadap Kiel. Hingga Bibinya sakit, ia harus datang menjenguk. Ah... sudahlah tidak usah di pikirkan. Apa urusannya dengan aku.
Chloe memilih untuk berselimut dan tidur, tanpa mengganti baju atau sekedar membersihkan wajahnya.
"Hei Chloe bangun.... Hari ini harusnya kamu memasak sarapan dan menyiapkan segala kebutuhan saya!..." Kenan masuk ke kamar Chloe dan membangunkannya.
"Chloe!..." Teriak Kenan di telinga istrinya itu.
"Iya Kama, nanti malam aku akan datang tepat waktu..." Chloe mengganti posisinya dengan menginggau.
"Apa?!!... Mengapa dia malah menyebut nama pria itu di hadapanku !" Gerutu Kenan kesal setelah mendengar nama Kama.
"Tidak bisa di biarkan. Chloe, bangun!..." Kenan membuka selimut Chloe paksa.
Ia kaget melihat istrinya itu yang tidak mengganti bajunya dari kemarin.
"Jorok sekali wanita ini. Berarti, dia tidak mandi..."
Kenan tersenyum seperti mendapatkan ide. Ia menggendong Chloe ke kamar mandi dan meletakkannya di bathub. Lalu menyalakan air hangat.
"Heii!! Kamu mau membunuh aku ya?" Tersentak Chloe terbangun karena air hangat membasahi tubuhnya.
"Haha... Akhirnya istriku bangun juga. Saya itu berlaku baik padamu, saya hanya ingin memandikan kamu. Dari kemarin tidak mandi, kan?" Ujar Kenan masih terus menyemprotkan air hangat pada Chloe.
"Bagaimana mungkin kamu tahu aku belum mandi?"
"Baju kamu saja dari kemarin tidak di ganti," Kenan menggoyangkan satu alisnya.
Chloe menatapi dirinya, "Iya aku lupa mengganti baju,"
"Jadi biar saya mandikan kamu ya... Ini juga sebagai hukuman kamu karena tidak menyiapkan sarapan saya pagi ini," Kenan menyirami sekujur tubuh Chloe.
Chloe bangkit berdiri dan berusaha menghentikan Kenan, "Jangan sirami aku seperti itu!..."
Kenan tidak memperdulikan, ia terus menjahili Chloe dan tertawa. Melihat itu, Chloe sengaja menarik Kenan hingga terjatuh di bath up dan ikut mandi.
"Chloe!..." Teriak Kenan marah karena seluruh kemeja kantornya basah kuyup.
"Haha... Kamu pikir kamu saja yang bisa memandikan aku, hah?! Adil bukan?" Kata Chloe girang.
Melihat Chloe yang tertawa senang, ntah mengapa Kenan tidak menjadi marah. Ia malah ikut tertawa sambil terus memercikkan air pada Chloe.
Tiba-tiba Chloe merasa tidak enak badan dan terjatuh pingsan tepat di pelukan Kenan.
"Chlo... Kamu kenapa?" Kenan menggerakan tubuh Chloe yang tidak berdaya.
Kenan menggendong istrinya itu yang masih basah kuyup dan membaringkan nya ditempat tidur.
Ia menampar pelan pipi Chloe, "Chlo, ayo bangun... Jangan buat saya khawatir..."
Kenan dengan paniknya meraih telepon, "Tolong ke kamar Nyonya sekarang, bawakan minyak angin serta air minum hangat." Perintah nya dan langsung menutup telepon nya.
Dengan sigap Kenan mengambil handuk dan baju hangat. Ia membuka baju Chloe, mengeringkan tubuhnya, juga memakaikan baju hangat. Ia seperti sudah biasa mengganti baju Chloe hingga melakukan nya dengan sigap.
"Tuan apa yang terjadi pada Nyonya?" Tiga orang asisten masuk membawakan minyak angin juga segelas air hangat.
"Saya juga tidak tahu, tolong kamu hubungi dokter." Ujar Kenan menyuruh salah satu dari mereka.
"Baik Tuan."
Kenan terlihat begitu mengkhawatirkan istrinya itu. Ia menggenggam erat tangan Chloe juga membelai rambutnya.
Para asisten pun heboh dan ikut berkumpul.
"Tuan begitu khawatir sekali ya dengan Nyonya..." Bisik mereka satu sama lain.
"Permisi Tuan, ini dokternya sudah datang." Kata Lian yang datang bersama seorang dokter laki-laki.
Dokter itu memeriksa tubuh Chloe. Di mulai dari mata, temperatur suhu tubuh, juga detak jantungnya.
"Apa dari kemarin istri bapak tidak makan apapun?" Dokter itu memandang pada Kenan.
Kenan terlihat bingung, "Apa kemarin Nyonya Chloe tidak makan malam?" Kenan menatap tajam pada seluruh asistennya.
"Tidak Tuan. Saya sudah bertanya tapi Nyonya katakan tidak mau makan apapun Tuan," Rani bergetar menjawab Kenan.
Kenan menahan emosinya sampai dokter itu pergi meninggalkan mereka.
Ia menyelimuti tubuh istrinya dan mencium keningnya.
Maafkan saya, kemarin tidak menghiraukan kamu. Dan sekarang, kamu menjadi seperti ini.
Kenan meninggalkan Chloe. Ia berjalan menuruni tangga dengan emosi yang sudah tidak bisa tertahankan pada seluruh asisten yang lalai.
"Kalian dengar! Jika Nyonya Chloe tidak makan malam, maka kalian juga tidak boleh makan, paham?!" Bentak Kenan dengan lirikan mata tajam.
"Baik Tuan." Jawab para asisten serentak.
"Saya akan beri sanksi terhadap kalian jika kejadian ini terulang lagi!" Bentak Kenan kemudian meninggalkan para asisten.
Kenan menghentikan langkahnya sebentar, "Rani, siapkan makanan untuk Nyonya Chloe dan antar ke kamarnya.
"Baik Tuan." Jawab Intan langsung melaksanakan perintah Kenan.