
Chloe masuk ke kamarnya. Ia termenung memikirkan apa yang baru saja Ayahnya katakan. Sungguh tidak mungkin baginya untuk menikahi sosok pria seperti Ken.
Ia begitu takut bahwa dirinya begitu tidak pantas untuk pria sempurna seperti Ken. Bagaimana tidak? Ken itu tampan, memiliki wajah bak malaikat, hidung yang mancung, bibir yang tipis, beralis tebal, tinggi, putih dan tubuh yang seperti roti sobek bahkan ia bijaksana juga mapan. Jika di ibaratkan, Ken bagaikan pangeran yang di idam-idamkan didalam negeri dongeng. Pangeran seharusnya menikah dengan putri yang cantik bukan?
Chloe merasa ia tidak pantas memiliki peran seorang putri. Meskipun ia begitu menyukainya Ken, bahkan memimpikan bahwa akan memiliki suami seperti Ken tapi, ia ingin bahwa rasa tidak timbul hanya sebagian. Ia ingin Ken juga merasakan hal yang sama agar pernikahan mereka memiliki cerita yang bahagia. Tidak mencinta sendiri.
"Gak mungkin Ken mau menikah dengan aku, sedangkan ia mungkin gak punya rasa apapun ke aku." Kata Chloe sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Kemudian Chloe memeluk boneka beruang kesayangannya. "Apa sebenarnya yang Ken inginkan? Pernikahan ataukah memang hanya karna jabatan, atau semata-mata karna paksaan Ayah yang tidak bisa ia tolak... Tapi, kalau karna jabatan justru ia lebih mapan dari Ayah, dan kalau dari yang Ayah jelaskan tidak mungkin ia gila akan jabatan atau harta. Berarti memang hanya karna paksaan. Ia begitu baik sampai ia tidak bisa menolak permintaan Ayah. Lagian Ayah kok bisa ya memastikan bahwa Ken adalah orang yang tepat untuk aku.... Hem, aku harus tanya Ken apa ia melakukan ini hanya karna terpaksa." Ujar Chloe sembari mencoba mengambil handphone untuk menghubungi Ken.
"The number you are calling is not active... Please try again."
"Yah gak aktif lagi. Nanti saja setelah dinner." Kata Chloe sambil meletakkan handphone nya dan kembali berpikir keras.
Jam 07.00 tepat malam hari. Chloe sedang bersiap-siap di kamarnya. Ia menggunakan dress berwarna merah muda kesukaannya, ia menata rambutnya sedemikian cantik, juga tidak lupa sedikit lipstick yang menempel di bibirnya.
Ayah yang dari tadi menunggu kedatangan Ken di ruang tamu duduk santai sambil menonton televisi, juga Tante Loli yang dari tadi sibuk di dapur mempersiapkan makanan bersama Bi Ratih. Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah. Segera Ayah berdiri membukakan pintu menyambut pria yang akan menjadi menantunya itu.
"Halo Ken, mari masuk... Saya sudah menunggu dari tadi." Ujar Ayah Chloe menyambut Ken yang baru saja turun dari mobil.
"Hai Om, maaf saya terlambat... Tadi sedikit ada kendala." Ken menyalam Ayah Chloe lalu mereka jalan beriringan masuk ke rumah.
"Kendala apa Ken, macet ya?" Tanya Ayah Chloe.
"Ya seperti itu lah Om hehe." Jawab Ken.
"Ya sudah, mari kita langsung ke meja makan saja makanan nya sudah siap." Ajak Ayah Chloe.
"Halo Tante... " Sapa Ken kepada Tante Loli yang sudah menunggu di dapur.
"Halo Ken... Ini Tante yang masak loh. Jadi, harus lahap ya makan nya hehe." Kata Tante Loli sambil duduk disebelah Ayah Chloe.
"Wah pasti dong Tan. Chloe mana ya Om?" Tanya Ken yang dari tadi memperhatikan tidak ada Chloe.
"Itu dia sudah turun." Ujar Ayah Chloe yang melihat putrinya berjalan menuju meja makan.
Ken memandang ke arah Chloe yang berdandan begitu cantik, ia tersenyum dan Chloe terlihat mengabaikan lalu duduk disamping nya. Bukan karna ia tidak menyukai Ken, hanya saja ia masih menyimpan banyak pertanyaan yang akan ia tanyakan pada Ken.
Setelah doa bersama, mereka menyantap makanan mereka. Ken dan Ayah sibuk mengobrol membicarakan bisnis masing-masing, sementara Chloe dan Tantenya hanya mendengarkan sambil menikmati makanan mereka.
Tidak lama kemudian, Ayah Chloe memulai obrolan yang menjadi topik sebenarnya.
"Ken, saya menerima tawaran kamu untuk menjual saham saya sebagian. Saya juga sudah bicarakan semuanya pada Chloe dan kesepakatannya adalah iya. Chloe mau menikah dengan kamu." Kata Ayah Chloe yang tiba-tiba membuat Chloe terkejut lalu ikut menyambung.
"Yah, Chloe belum mengiyakan... Chloe butuh waktu dulu untuk berpikir."
"Ya, Om menurut saya biarkan Chloe memikirkan semuanya matang-matang." Kata Ken.
"Apa yang harus dipikirkan Chlo? Bukannya kita sudah bicarakan semuanya. Ayah tidak mau kamu terlalu lama berpikir lalu membuat kamu ragu untuk menikah dengan Ken." Ujar Ayah Chloe sambil menghentikan suapannya lalu memandang putrinya dengan serius.
"Ayah, tapi menikah itu bukan hal yang instan. Chlo dan Ken juga mungkin butuh waktu untuk saling kenal, lalu cocok ataukah tidak, baru memutuskan." Bantah Chloe.
"Chlo, kamu di sini diberi waktu berpikir untuk mengatakan iya. Bukan untuk menolak nya.. jadi menurut Ayah tidak perlu lama-lama. Lagian apapun alasan kamu Ayah tetap akan memaksa kamu untuk menikah dengan Ken!" Kali ini Ayah tegas.
Ken juga menghentikan makan malamnya dan ikut menyambung. "Om, kalau Chloe memang butuh waktu untuk berpikir ya tidak masalah. Karna wajar saja Chlo seperti itu... Saya baru saja mengenal keluarga Om terkhusus Chloe."
"Tadi saya sudah jelaskan begitu banyak pada Chloe sebelum makan malam. Jadi menurut saya ia tidak perlu lagi waktu. Kalau alasan nya adalah tidak saling kenal, nanti juga kalian akan mengenal. Kalau karna tidak cocok sampai kapanpun akan ada ketidak cocokan mau kalian berpasangan dengan siapapun." Kata Ayah Chloe.
"Karna memang tidak akan ada orang yang tepat untuk kita ya Om? Pasti selalu berbeda yang nantinya akan di kalahkan oleh kasih sayang." Ujar Ken mendukung perkataan Ayah Chloe dan sembari melihat ke arah Chlo yang tidak bisa berkutik.
"Tapi Ayah--- " Kata Chloe yang langsung di potong oleh Ayah.
"Chlo, kamu bilang kamu akan turuti kemauan Ayah. Jadi, ini adalah perintah yang tidak boleh kamu bantah!" Ujar Ayah sambil meneruskan makanannya.
"Chlo, tante rasa kamu dengan Ken akan jadi pasangan yang serasi kok." Sambung Tante Loli.
Ken terlihat terus menyimak sambil menyantap makanan nya.
"Tante tahu dari mana?" Ujar Chloe dengan tidak yakin.
"Saya mendengar perkataan Tante Loli jadi semakin yakin." Kata Ken.
"Yakin dengan apa Ken?" Tanya Tante Loli.
"Yakin dengan kalimat Tante tadi. Jika sudah yakin pasti akan menjadi iya kan?" Kata Ken sambil tersenyum kepada Chloe.
Ayah Chloe dan tante Loli pun ikut tersenyum melihat Ken yang menggoda Chloe hingga wajahnya memerah.
Ken memang aneh. Mengapa dia berkata seperti itu sementara dia saja tidak punya rasa apapun denganku.
"Hem, nanti setelah makan malam Chloe ingin bicara sama Ken Yah, setelah itu Chloe akan langsung beri tahu Ayah jawabanya."
"Chlo,..." Ujar Ayah yang kali ini dipotong oleh putrinya.
"Please Dad..." Rayu Chloe.
"Alright." Jawab Ayah Chloe singkat.
"Berdua saja?" Tanya Ken.
"Iya Ken, di taman belakang rumah saja." Kata Chloe.
"Baik." Kata Ken.
Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan terus mengobrol kali ini dengan topik yang lain.
Selama makan malam Chloe hanya terdiam, dalam benak ia sedang mempersiapkan hal-hal yang harus ia tanyakan pada Ken nanti. Namun, Ken begitu terlihat santai, nampak dari cara ia yang terus mengobrol seru dengan Ayah juga Tante Loli.