
Orcard Road
"Saya rasa ini sudah malam, mari kita pulang Chloe." Ken menarik tangan Chloe dan mengajaknya meninggalkan tempat itu.
Dalam jarak yang sudah cukup jauh, tiba-tiba Kama memanggil.
"Chloe, wait!" Teriak Kama.
Ken pura-pura tidak dengar dan terus menggenggam erat tangan Chloe dan menariknya untuk terus berjalan. Tetapi Chloe mendengar suara Kama.
"Ken sebentar." Chloe menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang.
Kama tersenyum manis dan menunjukkan ponsel Chloe yang masih tertinggal. Ya, akibat Kenan yang terburu-buru ingin pulang Chloe sampai lupa kalau Kama masih memegang handphonenya.
Ken ikut berbalik dan menyaksikan Kama yang sedang memegang handphone Chloe.
Apa! Mengapa Chloe lupa membawa handphonenya. Hem... Pintar sekali akal bocah tengik ini! Saya tidak akan biarkan Chloe kesana.
"Chlo kamu tunggu disini, biarkan saya yang mengambil handphone kamu."
"Gak usah Ken. Biar aku saja, kamu yang tunggu disini." Tolak Chloe.
"Kamu ini mengapa keras kepala sekali hah!" Bentak Ken.
"Memangnya kenapa, itu kan handphoneku?" Kata Chloe sambil melepaskan tangannya dari genggaman Ken.
"Saya bilang biar saya saja Chloe!"
Chloe tidak memperdulikan Ken, ia beranjak pergi menemui Kama.
"Chloe mau kemana kamu?!" Teriak Ken.
Dasar wanita keras kepala ! Apa dia tidak tahu bahwa Kama itu bukan laki-laki yang baik. Apalagi bocah tengik itu kelihatanya masih mengharapkan Chloe.
"Kama, terimakasih ya." Ucap Chloe.
"Ini ponselmu." Kama memberikan handphone itu pada Chloe.
"Iya untung saja aku dengar teriakan kamu hehe..."
"Kalian terlalu buru-buru hingga lupa sesuatu tertinggal." Kama memandang sinis ke arah Kenan yang menunggu dari kejauhan.
"Suamimu itu sepertinya cemburu ya hehe..." Katanya lagi.
Chloe melihat Kenan sekilas. "Haha kamu salah Kama, mana mungkin dia cemburu."
"Mengapa tidak mungkin?" Tanya Kama.
"Ya iya, dia itu tidak mencintaiku. Karena, kami dipaksa nikah oleh ayah."
"Dipaksa menikah?! lalu yang dia bicarakan tentang saling jatuh cinta itu apa?" Tanya Kama lagi yang semakin penasaran.
"Dia mengarangnya hehe..." Ujar Chloe sambil memasukkan handphone kedalam tasnya.
Ken yang menunggu sambil berpaku tangan mulai tidak sabar.
"Arghh!... Mengapa lama sekali. Mereka mengobrol soal apa, saya harus kesana."
Kenan menyusul Chloe dengan langkah cepat dan raut wajah yang kesal.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Kama."
"Chloe, jangan lupa telepon aku jika kamu sampai rumah." Kama memegang kedua tangan Chloe.
Ken yang melihat itu semakin mempercepat langkahnya.
Dasar kau bocah tengik!!!
Sampai disana, Ken langsung melepaskan tangan Kama yang dengan lancangnya memegang tangan istrinya itu.
"Hei! tidak baik jika seorang pria memegang tangan istri orang lain." Kata Ken sinis.
"Ken... kamu sampai menyusul?" Tanya Chloe.
Ken hanya diam tak menjawab dan menggedong Chloe, lalu pergi meninggalkan Kama tanpa permisi. Tetapi Kama hanya tertawa kecil dengan wajah yang tidak senang.
Seperti biasa Chloe selalu marah jika Ken dengan tiba-tiba menggendongnya ketika sedang kesal ataupun marah.
"Ken, aku bilang turunkan aku!!!" Katanya sambil meronta-ronta.
Suaminya itu tidak menghiraukannya, ia hanya terus berjalan dengan wajahnya yang begitu murka. Ntah apa yang Ken rasakan, ia begitu kesal melihat Kama memegang tangan Chloe.
Ya, Ken dan Kama adalah teman satu kampus dan musuh dalam bisnis. Chloe yang begitu polos dan lugu hingga bisa ditipu oleh Kama.
Kama tidak pernah menjalani pendidikan di Inggris melainkan dijakarta dan setelah lulus ia tinggal di Singapur, mengurus bisnis orang tuanya.
Kama terkenal dengan pria yang suka memainkan wanita mana saja yang ia mau. Ia selalu membeli wanita dengan harta dan uangnya. Bahkan, dalam bisnis pun Kama rela melakukan apapun demi meraup keuntungan yang besar.
Ken tadi sempat tidak mengenalinya karena ia mengenakan topi untuk menutupi Indentitasnya sebagai pria brengs*k yang sudah banyak merusak wanita sekaligus pemilik hotel ternama.
Ketika Kama memperlihatkan wajahnya sewaktu Chloe memperkenalkan ia pada Ken, disitu Ken tersadar siapa pria yang ada dihadapannya tadi.
Kenan menggendong Chloe sampai kedalam mobil dengan tetap diam dalam wajahnya yang begitu murka.
Ia menyalakan mobilnya dan menyetir dengan kecepatan tinggi. Hal itu tentu saja membuat Chloe takut dan bingung mengapa Ken begitu berubah dalam sekejap.
Ada apa dengan dia, mengapa ngebut sekali dan wajahnya memerah seperti sangat marah. Apa dia memang tidak menyukai Kama atau dia cemburu?
Ahh.... Chloe tidak mungkin Kenan cemburu. Ini pasti karena dia sudah menunggu aku lama dan karena aku tadi membantahnya. Haduh...
"Ken," Panggil Chloe lembut.
Ken tidak menghiraukannya, ia malah menambah kecepatan mobilnya.
"Ken maaf bukan maksudku membuat kamu menunggu lama dan -dan tadi aku gak bermaksud untuk membantah kamu, aku hanya ingin mengambil handphoneku sendiri karena Kama kan---"
"Jangan bicara apapun!" Potong Kenan.
Chloe mengangguk takut melihat Ken yang begitu murka.
Lain kali, aku akan nurut saja. Ken benar-benar membuatku takut. Lirih Chloe dalam hati.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di apartemen. Chloe yang masih ketakutan hanya terus memandang ke arah suaminya itu. Kenan pun membalas tatapan Chloe. Ia melihat mata Chloe yang berbinar seperti ingin menangis, membuatnya luluh dan tidak tega.
"Chloe maaafkan sikap saya." Katanya lembut sambil mengusap-usap kepala Chloe.
Chloe hanya mengangguk dan tersenyum. Kata maaf dari Ken cukup membuatnya jadi tenang.
Ken tetap mengusap kepala Chloe dan tersenyum pula.
Saya akan jaga kamu dari pria brengs*k itu. Kamu itu begitu polos dan lugu sampai-sampai tidak tahu mana pria baik-baik atau bukan. Bahkan, kamu tidak bisa melihat bagaimana saya tidak menyukainya.
"Kalau begitu mari kita turun." Ajak Chloe.
"Baik, tunggu biar saya buka kan pintunya." Kenan turun dan membuka pintu mobil untuk istrinya itu.
"Chloe kamu duluan saja dan jangan lupa cuci tangan, bersihkan wajah lalu beristirahatlah." Kata Kenan.
"Baik Ken, selamat malam." Chloe tersenyum dan masuk duluan.
Ken hendak menutup pintu mobil, tanpa sengaja ia melihat tas Chloe yang tertinggal.
"Dasar ceroboh." Gerutu Ken sambil mengambil tas Chloe.
Ken terhenti seperti mendapatkan ide. Ia membuka tas Chloe dan mengambil handphonenya, lalu mengganti nomor Kama menjadi nomor Handphone miliknya yang tidak diketahui oleh Chloe.
"Kama-Kama haha... bukan Kama tapi Kenan, Ya Kenan Aldrich." Ucapnya sambil tertawa kecil.
Kemudian Ken memasukkan Handphone itu kembali kedalam tas dan masuk.
"Selamat malam Tuan." Ujar Lian yang sudah menyambut didepan.
"Lian, tolong kamu suruh Rani mengantarkan tas Nyonya ke kamarnya ya." Ken memberikan tas itu pada Lian.
"Baik Tuan." Jawab Lian.
Lalu Ken naik ke atas menuju kamarnya dengan wajah penuh kemenangan karena sudah memanipulasi nomor Kama dihandphone wanita lugunya.