A Man From Daddy

A Man From Daddy
Izinkan aku



"Jangan lupa besok pagi kamu harus bangunkan saya, siapkan baju dan sarapan." Kata Kenan sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Mengapa jadi semuanya aku yang mengerjakan? Memangnya aku ini asisten..." Protes Chloe sambil merapikan piring bekas makan Kenan.


"Hukuman yang ke empat, saya akan melakukan kewajiban saya sebagai seorang istri..." Ujar Ken mengingatkan Chloe.


"Iya... iya, akan aku lakukan," Potong Chloe dengan jengkel.


Chloe membawa piring itu dan hendak pergi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Kenan.


"Mau mengembalikan piring ini dan beristirahat," Jawab Chloe sambil meneruskan langkah nya.


"Tunggu." Kenan menghampiri Chloe, "Berikan saya ciuman untuk tidur." Katanya lagi.


Mata Chloe terbelalak, "Apa?!"


Tanpa mengatakan apapun, Kenan mengecup mesra kening istrinya itu. Ia tersenyum pada Chloe tidak seperti biasanya.


"Maaf jika hukuman saya berat,"


Chloe hanya bingung dan mulai merasakan getaran di jantungnya yang membuat ia begitu gugup melihat tingkah Kenan yang semakin hari semakin terlihat aneh.


Apa mungkin Kenan mulai mencintaiku.


"Ken, boleh aku tanyakan sesuatu? Maksudku, suamiku boleh aku bertanya?" Chloe kembali duduk di sofa dan meletakkan piring di atas meja.


"Silakan. Tapi jangan tanyakan, bolehkah aku menghubungi Kama, pria bajing*n itu." Kenan menyusul Chloe.


"Bukan soal itu. Aku hanya bingung saja dengan sikapmu sekarang. Bukankah harusnya kamu senang jika aku dekat dengan pria lain seperti Kama, tapi mengapa malah melarangnya?"


"Uhuk..." Tiba-tiba Kenan tersedak walau tidak makan apapun.


"Kamu mau minum?" Tanya Chloe.


"Tidak perlu, tenggorokan saya hanya kurang enak," Tolak Kenan.


Apa Chloe akan percaya jika saya katakan soal Kama. Sedangkan, waktu itu dia sama sekali tidak mempercayai omongan saya.


"Mengapa tidak di jawab Ken? Eh... suamiku," Chloe semakin penasaran melihat Ken yang seperti orang kebingungan.


"Karna, Kama adalah teman saya waktu kuliah," Kenan mulai menjawab perlahan.


"Apa? Haha... Kama itu kuliah di Inggris dan kamu di Jakarta. Jadi, mana mungkin bisa kalian satu kampus," Bantah Chloe.


"Kama itu membohongi kamu. Dia sama sekali tidak pernah menginjak Inggris." Kenan mengambil sebuah foto di dalam laci lemarinya.


Ia memberikan foto itu pada Chloe, "Ini foto wisuda para mahasiswa kampus saya. Kamu bisa lihat ada Kama di foto itu."


"Jadi, dia berbohong." Ujar Chloe murung.


Kenan mengambil kembali foto itu dan meletakkan nya di meja, "Jadi saya tahu betul siapa Kama. Apa dia meninggalkanmu dengan alasan itu?"


Chloe mengangguk.


"Yang sebenarnya terjadi adalah Kama meninggalkanmu karena, Ayah tidak mau memberikan dia sebuah jabatan dan sebagian saham secara cuma-cuma," Lanjut Kenan lagi kali ini memandang Chloe lebih serius.


"Apa benar seperti itu?" Chloe masih terlihat tidak yakin


"Jika tidak percaya silakan tanya pada Ayahmu, siapa Kama sebenarnya. Pria bajing*n itu juga terkenal sebagai laki-laki yang suka memainkan dan membeli wanita dengan uang. Bahkan saya pun masih meragukan, apakah dia mendapatkan semua seperti sekarang ini dengan cara yang halal," Kenan tersenyum sinis dan muak membayangkan Kama.


Chloe mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"


Kama memang pernah mengatakan bahwa Ayahnya sama sekali tidak percaya padanya. Melainkan, pada kakak perempuan nya. Tapi, apa mungkin dia melakukan hal buruk demi keinginan nya. Gumam Chloe.


"Tapi aku belum percaya sedikitpun soal itu," Chloe bergegas ingin pergi.


"Chlo, tidak masalah jika kamu tidak percaya. Tapi saya menjauhkan kamu dari dia demi kebaikan mu, tolong mengerti."


Chloe terhenti pada posisi yang membelakangi Kenan.


Buat apa kamu begitu peduli dan melakukan semua ini Ken. Aku tahu apa yang terbaik untuk diriku.


"Aku memang belum percaya sepenuhnya. Tapi aku juga tidak bodoh Ken," Balas Chloe dan memalingkan wajahnya pada Kenan, "Beri aku waktu untuk bisa membuktikan apa perkataanmu soal Kama itu benar,"


"Baik, saya juga akan buktikan bahwa Kama memang bukan pria yang baik,"


"Tidak perlu, biar aku yang mencari tahu sendiri. Tapi, izinkan aku untuk dekat dengan Kama, dengan begitu aku bisa lebih tahu siapa Kama sebenarnya," Pinta Chloe.


Kenan menggelengkan kepala tidak menyetujui, "Tidak harus dekat, bukan?"


"Mengapa tidak? Harusnya untuk mengenal orang lain kita harus dekat terlebih dahulu." Bantah Chloe.


"Tapi tidak harus seperti itu. Kamu bisa tanyakan pada Ayahmu." Kata Kenan berusaha memberi cara lain pada Chloe.


"Iya itu akan aku lakukan. Tapi, aku bukan orang yang suka menilai sesuatu dari mulut ke mulut sebelum aku yang membuktikan nya sendiri. Jadi tolong izinkan aku..." Chloe memelaskan wajahnya.


"Baik. Tapi jaga dirimu dan jika Kama memang terbukti bukan pria yang baik, maka kamu harus berjanji tidak akan menemui nya lagi, " Kama berdiri mendekati istrinya itu.


"Iya suamiku... Tapi jika aku tidak menemukan bukti apapun tentang keburukan Kama maka jangan larang aku untuk terus dekat dengan nya atau mungkin kembali menjalin hubungan,"


Aku ingin melupakan mu Kenan, agar kamu bahagia dan tidak harus memaksakan dirimu untuk terus menjagaku.


"Tapi Chlo---"


"Suamiku, apa kamu ingat perjanjian kita untuk saling menemukan orang yang kita cintai?" Tanya Chloe.


"Kenan mengangguk berat.


Ingin sekali saya tarik perjanjian itu.


"Kali ini aku mungkin akan menemukannya. Jadi izinkan aku," Pinta Chloe lagi.


Kenan mendekati Chloe, mengusap kepalanya dan tersenyum, "Baik silakan saja."


Chloe menurunkan tangan Kenan dari kepalanya, "Terimakasih suamiku." Katanya tersenyum.


Kenan mengembalikan raut wajah nya yang menyebalkan, "hmm, tapi hukuman tetap hukuman dan harus di selesaikan."


"Iya, tenang saja," Jawab Chloe, Ia kemudian berjalan meninggalkan Kenan, "Selamat malam suamiku." Katanya lagi sambil menutup pintu kamar Kenan.


Kenan tersenyum paksa dan tidak menjawab apapun. Ia duduk di tempat tidur nya sambil memikirkan Chloe.


Walaupun dia sudah tahu tentang Kama, tapi mengapa ia ragu dengan semua yang saya ceritakan. Apa memang Chloe sangat mencintai Kama dan tidak bisa melupakan nya sejak dulu.


"Arghh!... Kenan berteriak sambil menutup mukanya.


"Semoga saja Chloe bisa membuka matanya dan menyadari siapa Kama sebenarnya." Kata Kenan lagi.


Chloe berlarut dalam lamunan. Sebenarnya banyak bukti dan hal yang memang membuat ia yakin bahwa Kama bukan pria yang baik. Karena, Chloe mengenal Kama sedikit banyak. Pria itu memang memiliki jiwa yang sedikit gila akan jabatan, harta juga uang, bahkan memang ia suka memaksakan sesuatu yang ia inginkan harus terjadi.


"Tapi mungkin saja dia berubah sekarang," Ujar Chloe sembari mulai berbaring.