
"Ken, kamu sudah berkemas kan?" Tanya Chloe sambil mengetuk pintu kamar Ken yang sejak tadi tidak ada suara.
Hari ini Chloe dan Ken akan kembali ke Jakarta. Liburan yang singkat bagi mereka atau hanya sekedar numpang menginap di kota lain. Karna, mereka sama sekali seperti tidak sedang berlibur. Bisa dibilang mereka hanya berkencan. Dimana waktu dihabiskan hanya berdua untuk mengenal dan membicarakan satu sama lain.
Ya, setelah menikmati hari terakhir hanya dengan duduk menikmati alam, danau, bunga, hingga senja menyingsing, lalu kembali ke Villa dan tidur hingga pagi. Tapi, bagi Chloe itu cukup menyenangkan.
Chloe bangun tepat pukul 06.00 pagi. Ia bergegas mandi, berkemas dan menyiapkan roti serta teh hangat yang kemarin sempat ia beli bersama Ken di swalayan.
Tidak ada tanda-tanda bahwa Ken sudah bangun, jadi Chloe mencoba mengetuk pintu kamar memastikan Ken sedang apa. Sudah berkali-kali ia mengetuk namun tidak ada suara yang menjawab.
"Apa aku masuk saja ya, mungkin dia sedang tidur. Lebih baik aku bangunkan saja." Chloe masuk kekamar Ken dan memang benar bahwa Ken masih terlelap dalam hangat nya selimut.
Chloe mencoba untuk membangunkan nya sembari menepuk tubuhnya pelan yang dibungkus selimut.
"Ken... Ken, bangun sudah pagi. Hari ini kita harus pulang."
Ken masih juga tidak terbangun.
"Ken, kamu bilang kita akan pulang pagi-pagi, ayo bangun." Kali ini Chloe bersuara sedikit keras, namun Ken mengganti posisi tidurnya dari hadap kiri menjadi berbaring lurus dan itu membuat selimutnya sedikit terbuka dan memperlihatkan tubuhnya yang kekar.
"Astaga, ia tidur dengan buka baju," Ucap Chloe yang kaget sambil menutup mukanya dengan kedua tangan nya.
Namun ia coba membangunkan nya lagi. Dengan tangan kanan dan tangan kiri menutupi mata agar tidak melihat Ken.
"Ken ayo bangun... matahari sudah muncul tuh, kita harus bergegas pulang." Kata Chloe lagi sambil terus menepuk-nepuk Ken.
Tiba-tiba ada yang menahan tangannya yaitu Ken. Ia menhentikan gerakan tangan Chloe yang menepuk-nepuk tubuhnya. Genggaman Ken yang begitu kuat hingga membuat Chloe tidak bisa melepaskan tangannya.
"Ken... Ya ampun, dia malah tidur sambil menggenggam tanganku." Ujar Chloe sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman si pria tampan.
Tanpa sengaja Ken menarik Chloe hingga terjatuh dipelukkan nya. Tetapi Ken masih saja tertidur pulas. Sepertinya, ia tidak menyadari yang ia peluk bukan bantal tetapi Chloe.
"Ya ampun, apa-apaan ini !. Ken bangun!" Teriak Chloe sambil memukuli dada Ken dan berusaha untuk melepaskan pelukannya.
"Eh hei Chloe, sudah jam berapa?" Tanya Ken yang masih tidak sadar bahwa ia sedang memeluk Chloe.
"Ken, tolong ini lepasin dulu," Ucap Chloe
"Ya ampun... Maaf Chlo, maafkan saya." Kata Ken panik sembari segera melepaskan pelukan nya.
Chloe langsung berdiri dan membelakangi Ken yang tidak memakai baju hanya mengenakan celana pendek dibalik selimutnya.
"Iya Ken gak apa-apa. Maaf ya aku masuk ke kamar kamu tanpa izin. Aku gak tahu kalau kamu tidur tanpa baju."
"Tidak apa-apa Chlo. Maaf saya tadi tidak sengaja." Kata Ken sambil bediri dari tempat tidur mendekati Chloe yang masih membelakanginya.
"Ken, kamu pakai baju dulu," Ucap Chloe dan sedang menutup matanya dengan kedua tangan.
"Saya kan pakai celana Chlo. Lagian bagi pria biasa saja kan seperti ini, kamu juga sudah melihat saya waktu berenang." Goda Ken sambil mencoba melirik wajah Chloe dihadapannya.
Chloe tersipu malu dan denyut jantungnya berdebar-debar seperti musik disko. Lalu langsung meninggalkan Ken dengan wajah yang memerah. Ken mengetahui itu ia hanya tersenyum puas sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Chloe... Wanita yang tidak hanya polos, lugu, juga pemalu. Tapi, wanita memang seharusnya seperti itu." Ucap Ken sembari mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
"Hei, kamu sudah menunggu lama?" Tanya Ken sembari duduk dihadapan Chloe.
"Iya Ken. Tapi, gak apa-apa kok. Oh iya aku udah siapin teh, juga roti ni buat kamu." Kata Chloe dan menyodorkan piring yang berisi roti untuk Ken.
"Iya terimakasih." Jawab Ken sambil segera meminum teh nya.
"Manisnya pas." Kata Ken lagi.
"Bagus deh hehe..." Kata Chloe yang terus menikmati rotinya.
"Chlo..." Ken memanggilnya lembut.
"Iya Ken?"
"Bagaimana jika Ayah kamu menyuruh saya untuk menikahi kamu?" Tanya Ken mengejutkan Chloe.
"Menikah dengan aku? Eh.... memangnya Ayah pernah bilang begitu?" Tanya Chloe yang tiba-tiba menjadi gugup.
"Tidak. Saya hanya bertanya. Tapi, sudahlah tidak usah di pikirkan." Kata Ken sambil menghabiskan teh nya dan mengambil roti yang ada di piring.
"Mari kita pulang." Kata Ken lagi lalu berdiri mengambil tas Chloe dan kopernya. Sedangkan, rotinya masih belum habis.
"Ken habiskan dulu, itu tangan kamu susah. Sini biar tas aku, aku saja yang bawa." Kata Chloe menawarkan diri.
"Ini pegang roti saya. Saya akan masukan semua barangnya dibagasi, kamu langsung masuk mobil saja. Biar saya yang kunci pintu." Kata Ken dan langsung meninggalkan Chloe menuju mobil.
"Nanti kuncinya gimana?" Teriak Chloe
"Ini Masnya sudah didepan." Teriak Ken kemudian dari luar.
"Chlo, ayo keluar." Kata Ken lagi.
Mereka sudah keluar dari area Villa. Chloe menikmati perjalanan nya dengan melihat kesana kemari dari kaca jendela. Sementara Ken, ia terus fokus menyetir sambil menikmati radio musik.
Chloe memandangi Ken dan terus bertanya dalam hati tentang maksud Ken yang tadi ia ucapkan saat sarapan.
Mengapa Ken menanyakan hal seperti itu. Apa mungkin seorang Ken bisa jatuh cinta pada wanita seperti aku dan mau menikah denganku... Rasanya tidak mungkin. Gumamnya sambil terus memandangi Ken.
"Chlo, kenapa? Ada yang salah dengan saya?" Ken tiba-tiba membubarkan lamunan Chloe.
"Ah.. itu, bukan apa-apa kok." Jawab Chloe gugup.
Ken hanya tersenyum. Chloe tertunduk malu, lalu mencoba untuk membuang jauh-jauh pikirannya tentang Ken. Karna, hampir saja ia mati gaya setelah Ken mendapati ia sedang larut dalam pandangan seperti tadi.
20 menit perjalanan membuat Chloe lagi-lagi mengantuk dan tertidur.
Dasar tukang tidur. Padahal dia bilang, lebih suka menikmati perjalanan dan jarang sekali mengantuk, buktinya pulang pergi ia malah tertidur terus. Tapi tidak apa-apa, jadi bisa sedikit ngebut.
Sepanjang perjalanan Ken selalu mengambil kesempatan untuk memandangi wanita yang sedang tertidur pulas disampingnya itu. Ketika sedang macet, sedang lampu merah bahkan disetiap kesempatan. Ken terlihat seperti menyukai Chloe yang tertidur pulas. Apa memang ia mulai tertarik pada wanita yang ia sebut polos, lugu, juga pemalu itu. Hanya Ken yang mengetahuinya.