
"Arghh! Keras kepala! Mengapa dia sama sekali tidak percaya," Gerutu Kenan.
"Lihat aja kau bocah tengik, saya akan hajar kamu!!!" Kenan menggenggam tangannya geram.
"Yang benar saja, Kama berniat buruk padaku. Kenan begitu jahat hingga memfitnahnya begitu." Celoteh Chloe sembari membasahi dirinya dibawa shower.
"Tapi mengapa aku sama sekali tidak ingat apa yang sudah terjadi semalam," Katanya lagi.
Chloe membersihkan tubuhnya dengan sabun lalu memijatnya pelan sambil terus berusaha mengingat apa yang terjadi.
"Tuan, permisi boleh saya masuk?" Tanya seorang asisten sambil mengetuk pintu kamar Ken.
"Silakan." Jawab Ken.
"Tuan ada seorang dibawa yang sudah menunggu Tuan," Kata asisten itu sambil menunduk.
"Siapa yang mengganggu saya pagi-pagi sekali?"
"Saya tidak tahu Tuan, tapi dia seorang wanita." Jawab asisten itu.
Apa mungkin Kiel, tapi dia tidak tahu di mana alamat saya.
"Baik, katakan padanya sebentar lagi saya akan turun,"
"Baik Tuan."
Kenan bangkit dari tempat tidurnya lalu bersiap untuk mandi.
****
"Kiel?!!!" Sentak Chloe yang melihat Kiel duduk di ruang tamu.
Kiel mendengar arah suara itu, "Hai Chloe..." Ia menghampiri Chloe dan mengulurkan tanganya.
Chloe menjabat tangan Kiel, "Kenapa kamu bisa di sini?"
"Hmm, jadi suamimu itu belum memberi tahu ya?" Ujarnya centil, "Aku adalah sekretaris Kenan Aldrich yang baru." Lanjutnya.
Apa ?! Yang benar saja, bagaimana bisa Kiel menjadi sekretaris Kenan. Apa ini cara mereka agar bisa lebih dekat. Chloe, tenangkan dirimu dan jangan cemburu.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu yang lama?" Tanya Chloe.
"Oh itu, perusahaan itu bangkrut lalu singkat cerita aku di terima bekerja di perusahaan suamimu. Ya, kamu tahu Chloe bahwa aku dan Kenan memang sudah dekat sejak dulu kan,"
Chloe tersenyum paksa, "Silakan duduk Kiel, mungkin Kenan sedang bersiap,"
"Iya terimakasih, Bagaimana keadaanmu apa baik-baik saja?"
"Aku baik," Jawab Chloe singkat sembari duduk di hadapan Kiel.
Tak lama kemudian Kenan turun. Ia belum begitu rapi, terlihat ia membawa jasnya di lengan sebelah kiri.
Kiel bangkit dan merapikan rok serta rambutnya. Sedangkan Chlo, menggerakan kedua bola matanya melihat tingkah Kiel yang centil.
"Kenan..." Kiel menghampiri Kenan dan menggandeng tangannya.
Kenan melepaskan nya, "Jangan sentuh!" Kemudian ia menghampiri Chloe, "Pakaikan saya jas."
Chloe terlihat bingung, "Apa? pakai saja sendiri!" Tolaknya.
"Sayang, saya tahu kamu marah karena tadi malam. Tapi nanti malam saya tidak akan membuat kamu kesal lagi. Jadi, pakaikan jas ini pada suamimu." Kata Kenan berpura-pura mesra di depan Kiel.
Apa sih yang Kenan mau. Apa dia tidak menjaga perasaan Kiel.
"Ayo cepat sayang," Kata Kenan lagi dan memberikan jas nya pada Chloe.
Chloe mengambil jas itu dan memasangkan nya pada Kenan.
"Terimakasih sayang," Kenan mengecup mesra kening Chloe, lalu mendekati telinga Chloe, "Jangan marah, ini hanya pura-pura," bisiknya.
Chloe hanya diam tanpa merespon apapun.
Pura-pura? Apa dia ingin membuat sekretaris baru nya itu cemburu.
Kenan beranjak pergi meninggalkan Chloe. Kemudian Kiel pun mengikuti Kenan yang melangkah cepat dengan wajah jengkel setelah menyaksikan perlakuan Kenan pada Chloe.
"Huu... menyebalkan sekali dia!... Apa maksudnya menerima Kiel sebagai sekretaris tanpa memberi tahu aku dahulu." Gerutu Chloe.
Ia membuka pesan singkat dari nomor baru.
Chloe ini aku Kama, maaf semalam aku terpaksa mengizinkan suamimu untuk membawamu pulang, karena jika tidak dia akan memukuliku terus. Aku harap hari ini kita bisa bertemu, nanti aku akan kirimkan sopir pribadiku untuk menjemputmu. Apa kamu bisa?
"Kama... Ternyata Kenan memukulnya, mengapa Kenan tidak tahu rasanya berterimakasih. Awas saja!!!"
Baik Kama aku bisa.
Chloe membalas pesan singkat dari Kama. Kemudian, ia bergegas kekamarnya untuk bersiap-siap.
"Permisi Nyonya," Intan masuk ke dalam kamar Chloe tanpa mengetuk.
Chloe tersentak dengan kehadiran Intan yang tiba-tiba, 'Intan ! kamu itu kebiasaan sekali masuk tanpa mengetuk," Omelnya.
"Maaf Nyonya, saya hanya ingin mengantarkan surat dari Tuan Aldrich untuk Nyonya," Intan memberikan surat itu.
"Surat?" Tanya Chloe bingung.
"Iya Nyonya,"
Kenan bertingkah aneh sekali, mengapa tinggal bersama harus mengirim surat.
Chloe membuka surat itu, "Surat perintah yang harus Nyonya Chloe lakukan, tanpa boleh dibantah." Chloe mulai membacanya.
Apa-apaan ini, mengapa sekarang dia berani memberikan perintah padaku.
"Sebagai seorang istri patutlah ia harus mematuhi setiap perintah dan nasehat dari seorang suami. Nyonya Chloe Aldrich, kamu sekarang adalah istri saya. Hal yang tidak boleh kamu bantah selama bersama saya adalah, jangan pergi dan keluar kemanapun tanpa seizin saya.
"Kedua, jangan berkenalan dengan pria asing, Kalaupun kamu mengenalnya, jangan pernah pergi dengannya tanpa saya. Ketiga, berlakulah sewajarnya seorang istri yang setiap pagi merapikan baju suaminya dan sarapan juga makan malam bersamanya." Chloe membaca surat itu dengan keras.
"Apa?! Mengapa Kenan sekarang seperti ini? apa maksudnya," Gerutu Chloe geram.
"Hehe... Tuan posesif ya Nyonya," Kata Intan.
"Intan!" Teriak Chloe melototkan matanya.
Intan menutup mulutnya dengan tangan, "Maaf Nyonya hehe..."
"Ya sudah. Lebih baik, sekarang kamu keluar," Ucap Chloe lembut.
"Nyonya mau kemana kok rapi sekali ?" Intan memperhatikan Chloe dari atas hingga ujung kaki.
"Saya mau pergi sebentar," Jawab Chloe.
"Nyonya maafkan saya, Tuan sudah perintahkan kami untuk menjaga Nyonya agar tidak pergi kemanapun tanpa seizin Tuan," Ujar Intan.
Chloe mengerutkan keningnya.
Aku di awasi sekarang. Bagaimana aku bisa menemui Kama jika seperti ini.
"Intan saya harus pergi sebentar saja. Jadi, tolong kamu jaga rahasia ini ya. Saya akan pulang sebelum Kenan pulang."
"Tapi Nyonya saya harus melaksanakan perintah Tuan Kenan." Ucap Intan.
Chloe menghela nafas, "Saya adalah Nyonya Aldrich. Kamu ingat, waktu Tuan Kenan bilang apapun yang saya mau juga harus kalian patuhi." Kata Chloe.
Intan mengangguk saja, "Tapi Nyonya pulang tepat waktu ya."
"Iya tenang saja Intan. Kalau begitu saya pergi dulu ya,"
Chloe mengambil tas nya lalu menepuk pundak Intan dan pergi dengan terburu-buru. Sampai di depan apartemen, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kama.
Kama aku sudah menunggu didepan apartemen.
Ia mengirimkan pesan itu pada Kama. Berapa menit kemudian ia menerima balasan.
Sopirku sudah kesana, kamu tunggu saja.
Chloe hanya membaca pesan itu. Tapi seketika ia berpikir bagaimana Kama bisa mengetahui alamat Kenan.
Bukan kah kemarin Kama bilang bahwa dia sama sekali tidak tahu alamat Kenan. Tapi, sekarang ia malah menyuruh sopirnya untuk menjemputku. Apa mungkin dia mencarinya di internet ya.
"Ah, sudahlah Chloe dari manapun itu setidaknya aku harus menemuinya dan meminta maaf atas apa yang sudah Kenan lakukan padanya." Ucap Chloe.