A Man From Daddy

A Man From Daddy
Orcard Road



"Ken kamu mau bawa aku kemana sih?" Tanya Chloe sambil terus meronta-ronta.


Ken hanya membisuh dan terus menggendong Chloe menuju meja makan. Ia menurunkan Chloe perlahan.


"Silakan duduk Nyonya Chloe" Kata Kenan sambil menarik kursi untuk Chloe duduk.


"Aku bisa sendiri." Ketus Chloe.


Apa yang dia dilakukan! mengendongku didepan semua orang lalu, menyuruh mereka semua untuk patuh padaku. Memangnya aku ini ratu yang sah dirumah ini? Nantinya juga akan ada wanita lain!


"Apa yang salah?" Tanya Ken yang menyaksikan Chloe sedang memandanginya dengan tatapan sinis dan bibir yang dimainkan.


"Aku tidak suka kamu memperlakukan aku didepan mereka seperti tadi!"


"Haha... memangnya kenapa? Kamu memang istri saya." Jawab Ken santai.


"Tapi aku ini bukan istrimu yang sah!" Bentak Chloe.


"Tidak sah bagaimana? Kamu pikir pendeta yang memberkati kita adalah pendeta gadungan? atau tanda tangan kita adalah pemalsuan?" Ucap Ken.


"Maksudku, aku ini kan bukan wanita yang sah dihatimu." Chloe mengahlikan padangannya.


"Haha... kalau begitu jangan katakan tidak sah. Saya hanya menjalankan tugas untuk menjaga kamu, jadi sudah sebaiknya kamu menerima perlakuan yang baik disini sebagai istri saya." Jelas Ken.


Ken menepuk tangannya dua kali. Kemudian, tiga orang asisten datang membawa makanan dan menghidangkannya bagi mereka.


Dia ini sudah seperti sultan saja! Apa salahnya memanggil, jangan bertepuk tangan seperti itu. Memangnya dia seorang raja?! sangat tidak sopan! Gumam Chloe.


Setelah selesai makan malam, Chloe berdiri hendak menyusun piring bekas makan mereka.


"Chloe apa yang kamu lakukan?" Tanya Ken.


"Aku ingin membereskannya." Jawab Chloe.


"Itu bukan tugasmu, letakan!" Bentak Ken.


Chloe tersentak dan marah. "Jangan bentak aku. Aku ini bukan asistenmu!"


Ken tersenyum sambil mengangguk. "Betul, kalau begitu jangan dibereskan istriku." Ujar nya lembut.


Chloe mencekam pinggir meja dengan kedua tangannya.


Menyebalkan!!! apa salahnya hanya membereskan. Ini juga hal yang biasa aku lakukan dirumah, membantu bi Ratih


Ken memandanginya tersenyum.


Lihat wajah wanita ini, jika kesal mengapa jadi lebih cantik haha...


Chloe beranjak pergi namun Ken mengikutinya dan menarik tangannya.


"Apalagi Kenan?!"


"Hidupmu datar-datar saja, makan lalu tidur dan besok bangun mengulang hal yang sama?"


Chloe terdiam dengan raut wajah kesal.


Memangnya dia pikir aku akan melakukan apa.


"Mari ikut aku." Ken menarik Chloe untuk mengikutinya.


Chloe mencoba melepaskan tangannya. "Kemana?"


"Singapur akan sangat indah ketika malam."


Chloe menampilkan senyum lebarnya setelah tahu Ken akan membawanya jalan-jalan.


Lian mengeluarkan mobil dari bagasi dan memberikan kuncinya kepada Kenan.


"Ini Tuan." Kata Lian.


"Terimakasih. Saya dan Chloe mungkin akan pulang larut malam."


"Baik Tuan." Kata Lian sembari membukakan pintu mobil bagi Chloe. "Silakan Nyonya."


Kenan pun menyusul masuk dan menyalakan mobilnya. Ia hendak membawa Chloe ke tempat yang cukup terkenal dan indah dijelajahi pada malam hari yaitu, Orcard Road.


Mereka turun disuatu tempat dan berjalan kaki sedikit menuju Orcard Road. Disana terlihat begitu ramai, para turis yang juga berjalan kaki. Mereka tampak begitu menikmati tempat yang menjadi pusat perbelanjaan juga kuliner.


Chloe menikmatinya juga sembari mengabadikan setiap momen diponselnya.


Sementara Ken hanya tersenyum mengikuti kemana istrinya melangkah.


"Ken bagus ya, aku suka tempatnya." Kata Chloe kegirangan.


"Kamu mau beli sesuatu?" Tanya Ken.


Chloe mengangguk.


Lalu Ken menarik tangannya menuju tempat dimana Chloe akan memilih sesuatu yang dia inginkan. Wanita itu membeli apa saja yang dia mau. Hingga begitu banyak kantong yang harus Ken pegang.


"Chloe, kita makan ya. Disini juga pusat kuliner jadi, makanannya dijamin lezat." Ujar Ken.


Chloe menghentikan aktivitasnya yang dari tadi terus mengambil foto disetiap penjelajahanya dan apapun yang menurutnya pantas di abadikan.


"Iya Ken aku juga sudah lapar lagi."


Kemudian mereka berhenti dan duduk disuatu tempat untuk makan.


"Chloe... is this you?" Ujar seorang pria yang tiba-tiba berdiri di depan mereka.


Pria itu cukup tinggi, putih, cukup tampan, dan memiliki mata yang sipit. Ia mengenakan jaket tebal dan topi hitam yang sedikit menutupi wajahnya.


Pria itu membuka topinya dan tersenyum.


"Oh my God! Kama!" Histeris Chloe kegirangan dan spontan memeluk Kama.


Kama pun membalas pelukan Chloe, mereka terlihat begitu senang bisa bertemu. Sementara Kenan hanya menonton bingung.


Siapa pria ini? Kelihatannya, akrab sekali dengan Chloe sampai-sampai Chloe memeluknya begitu. "Gumam Ken sambil terus menikmati roti yang ada ditangannya.


"How are you?" Ujar lelaki bertopi itu sambil melepaskan pelukannya.


"I'm really fine hehe... kamu gimana?"


"Aku baik sekali. Bagaimana kabar Om?"


"Ayah baik kok. Eh Kama kenalin ini,"


Ken langsung berdiri dan menjabat tangan Kama. "Kenan Aldrich, suami Chloe." Potong Kenan kemudian kembali duduk.


"Eh... iya Kama ini suamiku. Mari duduk dulu kita mengobrol." Ajak Chloe.


Kama pun duduk di hadapan mereka.


"Oh kalian sudah menikah selamat ya Chloe."


"Ya Kama, terimakasih." Ketus Ken.


Chloe bingung memandangi wajah Ken yang berubah menjadi murung melihat kehadiran Kama.


Mengapa Ken sepertinya tidak senang ya dengan Kama, memangnya ada yang salah ?


"Ken, Kama ini dulunya adalah mantan pacarku waktu SMA, kita berpisah karena dia harus kuliah di inggris dan kita gak pernah ketemu lagi." Jelas Chloe.


"Haha... iya Chloe. Aku masih ingat sekali kamu paling suka sama bunga. Sampai-sampai, waktu itu aku harus membawakanmu bunga mawar asli berduri berjumlah ganjil agar kamu memaafkan aku karena sudah berbohong." Kata Kama.


"Iya aku masih ingat, kamu niat nyolong bunga itu dari rumah tetanggamu kan? haha..."


"Iya benar haha. Kamu masih suka bungakan?" Lanjut Kama.


"Masih dong, memangnya bisa berubah haha..." Jawab Chloe.


"Siapa tahu jadi lebih suka bunga bank hehe..."


"Uhuk... uhuk..." Tiba-tiba Ken tersedak.


"Ken kamu gak apa apa?" Tanya Chloe khawatir.


"Saya tersedak Chlo, uhuk... uhuk... tolong berikan saya minum Chlo." Pinta Kenan yang masih terus batuk.


"Itu minumannya ada di depan kamu Ken." Tolak Chloe.


"Uhuk... uhuk... uhuk... Aduh, sakit sekali." Rengek Ken seperti anak kecil.


Apa-apaan ini ! mengapa Chloe menolak, apa dia tidak peduli. Saya harus bisa akting lebih baik.


"Uhuk... uhuk... aduh... rasanya tenggorokan saya tercekik." Ken semakin mengencangkan suaranya dan membuat semua mata tertuju pada mereka.


Chloe yang sadar akan hal itu ia segera mengambil minum dan memberikannya pada Ken. Kemudian dengan sengaja Kenan menyentuh tangan Chloe, sembari terus minum dan menatapnya mesra.


Kenan ! mengapa dia jadi manja seperti ini, hanya tersedak tapi sudah seperti orang yang mau mati saja. Gerutu Chloe dalam hati.


"Ah... sudah lega sekarang." Ujar Ken pura-pura memegang tenggorokannya.


"Kamu itu makan gimana sih? hati-hati dong. Apa tidak malu disini kan ada Kama." Omel Chloe berbisik.


"Memangnya kenapa? kamu tidak tahu rasanya tersedak itu seperti orang yang tercekik, sulit bernafas juga sakit." Celoteh Kenan.


Kama menyaksikan dan mendengar apa yang mereka bicarakan hanya tersenyum sinis memandang Kenan.


Pria ini ternyata seperti anak kecil saja.


Kenan tak mau kalah, ia pun membalas tatapan pria dihadapanya itu dengan sinis pula.


Dasar lelaki buaya darat, saya kenal kamu siapa haha.


"Kama, bagaimana dengan kamu apa sudah menikah juga?" Lanjut Chloe.


"Belum Chlo, semenjak kita putus aku tak berniat mencari wanita lain."


Chloe hanya mengangguk-angguk tak menghiraukan.


"Oh iya kamu bagaimana bisa bertemu dengan Kenan?" Tanya Kama kemudian.


"Eh, itu kita,"


"Saya dan Chloe bertemu dipesta ulang tahun. Lalu, saling jatuh cinta dan memilih langsung menikah." Potong Kenan berbohong.


Chloe memandang Kenan sambil mengkerutkan keningnya. Sedangkan Ken ia malah tersenyum santai sambil menggerak-gerakkan kedua alisnya pada Chloe.


"Eh... Chloe boleh saya minta nomor telepon kamu?" Ujar Kama sambil mengeluarkan handphonenya.


"Boleh. Biar aku saja yang simpan nomor kamu, nanti sampai di apartemen akan aku hubungi." Jawab Chloe.


"Baiklah, sini pinjam handphone kamu."


Chloe memberikan handphonenya agar Kama menyimpan nomornya disana.


Apa ?! seorang istri tega bertukar nomor dengan pria lain dihadapan suaminya!


Gerutu Ken sambil terus memandang sinis pada Kama.