
Pagi menyambut Chloe dan Kenan. Meskipun, cuacanya sedikit mendung tapi hati keduanya tetap cerah karena sedang larut dalam cinta.
Chloe yang terbangun lebih dulu. Mengecup mesra kening Kenan, "Aku juga sangat menyayangimu."
Ia menuju kamar mandi agar bisa segera menyiapkan sarapan. Meskipun, ada banyak asisten tapi Chloe memang suka memasak sendiri untuk orang tercinta.
Langkahnya terhenti ketika melihat paman, Ayah, bibi juga tantenya sedang olahraga bersama di dekat kolam berenang. Ia tersenyum bahagia dan merasa sangat utuh memiliki mereka semua.
"Hei Chloe, sini ikutan sama kita..." Ajak Tante Loli.
"Tidak Tan hehe... Chloe mau siapkan sarapan ya."
"Nak jangan terlalu lelah. Biarkan saja asisten yang mengerjakan nya," Ucap bibi pula.
Chloe tersenyum, "Tidak bi... Tenang saja ya." Chloe bergegas pergi ke dapur.
Sementara Kenan terbangun. Ia merabah kasur hendak mencari Chloe.
"Sayang..." Perlahan Kenan membuka matanya.
"Ternyata sudah bangun duluan. Malah pergi begitu saja..." Gerutu Kenan kemudian bangkit dari tidurnya hendak menyusul Chloe.
"Sayang... kamu sudah di dapur saja." Lagi-lagi memeluk mesra istrinya dari belakang.
"Iya sayang. Aku lagi suka memasak, jadi jangan larang aku ya hehe..." Chloe membalik telur gorengnya.
"Sayang. Terimakasih ya..." Kenan meletakkan dagunya di pundak Chloe.
"Untuk apa?" Tanya Chloe bingung.
"Untuk tadi malam hehe..." Melepaskan pelukan nya dan mencicipi kentang goreng.
"Sayang, kamu itu mandi dulu sana..." Celoteh Chloe.
"Tidak mau! Saya mau di sini terus menemani kamu." Kenan masih terus mengunyah kentang goreng masakan istrinya.
"Kalau tidak mandi, nanti malam aku akan tidur bersama tante Loli." Ancam Chloe yang kini sibuk memasak nasi goreng.
"Iya iya... Tapi nanti malam lagi ya? Hehe..." Kenan mengedipkan sebelah matanya.
"Mau aku cubit lagi, hah?!" Chloe melebarkan matanya.
"Nanti malam akan saya gigit tanganmu sampai habis. Jadi, tidak bisa mencubit saya lagi." Kenan beranjak meninggalkan istrinya.
**
Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Kecuali, Kenan. Ia memang selalu lelet dalam bersiap.
"Chloe, kemana sih... Bukannya mengurus suami. Malah sibuk dibawah." Gerutu Kenan sambil memakai dasinya.
Ya, hari ini dia akan bekerja. Semenjak ada Chloe, Kenan menjadi lebih manja dan tidak bisa menyiapkan segala sesuatu sendirian.
"Biar saja, saya tidak akan turun jika Chloe tidak ke sini." Gerutunya lagi.
Sudah lima bales menit berlalu, Chloe masih saja tidak menyusul suami manja nya itu. Hingga membuat Kenan merasa sangat jengkel.
"Lebih baik saya turun saja." Kenan bergegas turun dengan raut wajah kesal.
Ia melihat semua sedang tertawa menikmati sarapan nya, termasuk Chloe tanpa memperdulikan suaminya yang sedang kesal.
Dia malah sarapan lebih dulu dan tidak memanggil saya. Apa dia lupa dengan tugasnya sebagai istri. Menyebalkan sekalli. Gumam Kenan.
"Kenan, sini sarapan." Panggil bibi yang melihat Kenan masih berdiri memandangi Chloe.
"Iya, kamu kan harus ke kantor. Jadi, sarapan ya. Sini aku siapkan," Chloe menarik Kenan untuk duduk dan menyiapakan makanan untuk nya.
Kenan memandang Chloe dengan raut wajah kesal, "Kamu akan saya berikan hukuman kali ini." Bisiknya.
"Kenapa ? Aku melakukan kesalahan?" Bisik Chloe pula sambil menuangkan nasi goreng ke piring Kenan.
"Kamu tidak menyiapkan kemeja, dasi dan jasku. Jadi, sebagai hukuman nya nanti malam kamu tidak akan aku izinkan tidur hingga pagi." Ucap Kenan dengan suara keras hingga membuat semua orang memandangnya.
"Kalian kenapa? Haha..." Tanya pamam Steve.
"Sepertinya ada yang ngambek nih hehe..." Ledek tante Loli pula.
"Biasa... masih suasana pengantin baru mungkin." Sambung bibi Steve pula.
"Haha... kalau begini, mungkin kita bakal cepat punya cucu lagi Steve..." Sang Ayah ikut menambah pula.
Kenan dan Chloe hanya menunduk malu dan tidak mengatakan apapun. Mereka pura-pura menikmati sarapan.
Saat semua orang telah pergi dari meja makan. Kenan menarik tangan istrinya itu hingga masuk dalam pelukannya.
"Kenan... Nanti di lihat sama yang lain. Apa kamu tidak malu setelah tadi kita di ledek seperti itu?" Chloe berusaha melepas pelukan Kenan yang kian erat.
"Saya cemburu." Kata Kenan.
"Cemburu?" Tanya Chloe bingung.
"Iya. Saya cemburu ketika kamu terlalu sibuk dan lupa bahwa saya adalah bayi besar kamu yang harus di manjakan."
"Haha... Sayang, maafkan aku ya. Tadi, aku benar-benar lupa karena terlalu sibuk. Tapi, besok aku janji akan mengurus semua keperluan kamu." Chloe mengusap mesra pipi Kenan.
"Awas saja jika di ulangi lagi." Ucap Kenan semakin manja.
"Iya... Kamu sekarang berangkatlah, nanti terlambat." Chloe merapikan dasi Kenan, "Jangan macam-macam. Aku tidak ingin wanita genit itu menggodamu." Chloe memanjangkan bibirnya.
"Haha... Kiel? Apa kamu ingin saya memecatnya ?" Kenan memegang tangan Chloe.
"Tidak sampai setega itu sayang..."
"Baik. Saya akan menggantj posisinya dari sekretaris menjadi karyawan biasa. Dengan begitu, saya dan dia tidak akan berdekatan lagi." Kenan menarik hidung Chloe.
Chloe memeluk mesra Kenan, "Aku percaya padamu sayang..."
"Sayang, kamu wanita tercantik yang pernah aku miliki. Jadi, saya tidak akan mungkin jatuh pada wanita lain." Kenan menyakinkan Chloe.
"Iya sayang."
"Kalau begitu, saya berangkat dulu ya. Jangan lupa terus balas pesan. Awas jika mengabaikan nya." Ucap Kenan dan tiba-tiba mengigit pelan jari Chloe.
"Iya suami manjaku..."
Kenan pergi ke kantor. Ia begitu bersemangat hari ini. Bahkan, segala pekerjaan ia usahakan untuk cepat selesai agar bisa bertemu dengan Chloe lagi.
Ya, orang bilang jatuh cinta itu segalanya. Ia bisa membuatmu lebih hidup, ceria, bahagia, menangis bahkan mungkin banyak hal yang menjadi luarbiasa ketika sedang jatuh cinta.
Cinta membuat candu antara Kenan dan Chloe. Candu untuk terus bertemu, candu untuk saling bermanja, dan candu untuk saling mengucapkan cinta.
"Kenan, aku tidak ingin posisiku di turunkan seperti ini !" Protes Kiel yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Memangnya apa yang salah? Gajimu akan saya berikan sama seperti sekretaris." Ucap Kenan santai sambil terus bekerja.
"Apa maksudnya seperti ini, hah?! Pokoknya kembalikan posisi ku menjadi sekretaris!" Protes Kiel lagi.
Kenan tersenyum tipis, "Saya tidak memaksa. Jika kamu tidak mau silakan angkat kaki."
"Tapi..."
"Saya tidak suka dengan sekretaris yang tingkahnya seperti wanita genit. Apalagi, saya sudah miliki Chloe." Kenan masih terus berpaku pada laptop nya.
"Jadi semua karena istri kolotmu itu!..."
Brakk...
Kenan memukul meja dengan keras, karena mendengar perkataan Kiel.
"Jangan pernah mengatakan hal yang buruk untuk Chloe, atau kamu akan saya pecat! Keluar dari ruangan Saya !" Bentak Kenan yang begitu marah.
Tanpa mengatakan apapun dan dengan easa tak terima Kiel meninggalkan ruangan itu.