A Man From Daddy

A Man From Daddy
Kabur



"Rani, apa Nyonya sudah tidur?" Tanya Kenan yang sudah berada di meja makan untuk makan malam.


Rani menuangkan air putih kedalam gelas. "Saya kurang tahu Tuan, dari tadi saya sudah ketuk pintunya tapi tidak ada suara."


"Hem... baiklah terimakasih Rani." Jawab Kenan sambil menyentuh dagunya dan berpikir.


Mungkin dia masih marah pada saya karena kejadian tadi. Tapi tidak mungkin dia tidak makan malam.


"Ran," Panggil Kenan.


Rani yang hampir saja bergegas untuk kembali ke dapur, menghentikan langkahnya. "Iya Tuan."


"Tolong antarkan makanan pada Nyonya ya."


"Baik Tuan." Jawab Rani dan langsung menyiapkan makanan untuk Chloe.


Kenan beranjak pergi meninggalkan makanan yang masih belum di sentuh olehnya.


"Tuan, kok tidak jadi makan? Apa mau saya masak yang lain Tuan?" Tanya Rani.


"Tidak perlu. Pastikan saja Nyonya Chloe makan malam." Katanya sambil terus melangkah menaiki tangga.


Apa Tuan dan Nyonya lagi bertengkar ya? Kok Tuan sepertinya tidak semangat sekali dan Nyonya malah tidak turun makan malam. Pikir Rani.


Rani pergi membawa makanan untuk Chloe.


"Nyonya permisi..." Ujar Rani dari depan pintu kamar sembari mengetuk sesekali.


Chloe membuka pintu. "Iya Ran ada apa?"


"Nyonya ini makan malamnya." Jawab Rani sambil menyodorkan makanan itu.


Chloe menolaknya. "Tidak Ran saya tidak ingin makan. Saya akan makan diluar."


"Haduh... Nyonya nanti saya bisa dimarahi Tuan kalau Nyonya tidak makan." Ucap Rani begitu takut.


"Tidak akan. Saya akan tanggung jawab." Chloe tersenyum. "Oh iya bilang sama Tuan kalau saya sudah tidur ya. Soalnya, saya ingin cari angin sebentar."


"Tapi Nyonya,"


"Sudah lakukan saja apa yang saya katakan." Potong Chloe sambil menepuk pundak Rani pelan lalu pergi.


"Nyonya..." Panggil Rani tetapi di abaikan.


Haduh bagaimana ini kalau ketauan Tuan, Nyonya pergi sendirian bisa habis aku.


Jam sudah menunjukkan tepat jam 11.00 malam. Kenan yang masih berada dalam kamarnya tidak mencurigai apapun. Tapi, ia tetap memikirkan apa yang sudah ia lakukan pada istrinya itu hingga membuatnya begitu marah.


Kenan berbaring sambil mengarahkan matanya pada langit-langit kamar dan berpikir. Bahkan, hampir setiap menit ia berbolak-balik mengganti posisi tidurnya.


Mengapa wanita ini begitu menguras pikiran saya. Belum pernah saya memikirkan wanita sampai tidak bisa tidur seperti ini.


Kenan menggambil posisi duduk sambil menggaruk kepalanya.


Ya Tuhan, saya harus bagaimana supaya Chloe tidak marah lagi?


Bayangkan Kenan jika kamu mencium nya tadi, mungkin bisa-bisa dia kembali malam ini juga ke Jakarta.


"Arghh!!!..." Teriak Kenan.


Lebih baik saya ke kamarnya lalu meminta maaf. Ya, walaupun tidak di maafkan yang penting saya sudah mencoba.


Kenan memakai kaos hitam polos yang dari tadi ia lepas dan ia letakan di sofa. Dengan buru-buru ia keluar dari kamarnya.


Tok...tok...


"Chloe, bisa buka pintunya sebentar? Saya ingin mengatakan sesuatu." Kata Kenan.


"Chloe, apa kamu sudah tidur?" Katanya lagi sambil mendekatkan telinga pada pintu mencoba untuk mendengar apakah ada suara.


Sepertinya dia sudah tidur. Apa sebaiknya saya masuk dan melihat wajahnya sebentar ya... mungkin bisa membuat saya sedikit lebih tenang.


Kenan mencoba untuk membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.


Kamarnya tidak dikunci.


Kenan masuk dengan langkah kaki yang di atur. Ia melihat ke arah tempat tidur yang masih rapi.


"Kok tidak ada. Apa dia ada di kamar mandi?"


"Chloe... maaf saya masuk tapi saya kesini mau minta maaf." Teriak Kenan.


"Sunyi sekali. Ini pasti ada hal yang tidak beres. Jangan-jangan, Chloe pergi." Kenan bergegas mengecek kamar mandi yang juga kosong.


Raut wajah Kenan memerah, khawatir dan begitu terlihat marah.


Berani nya dia pergi sendirian sampai malam begini. Dia itu kan tidak tahu jalan dan ini sudah jam 11.20 malam.


Kenan bergegas keluar dan turun.


"Lian!!!" Teriaknya.


Lian yang tertidur seketika terbangun dan bergegas menghampiri Kenan.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Kamu tahu kemana Chloe pergi?" Tanya nya tegas.


Lian menunduk takut. "Ma -af Tuan saya tidak tahu kemana Nyonya Chloe pergi."


"Apa?!" Bentak Ken.


"Jadi kamu tidak tahu kemana Chloe pergi?! tugas kamu untuk menjaga dan juga mengantar dia kemanapun!!!" Bentaknya lagi.


"Ta -ta -pi Tuan saya memang tidak melihat Nyonya dari tadi Tuan." Jawab Lian bergetar.


Kenan melirik jam tangannya. "Berikan saya kunci mobil!" Perintah Ken.


"Baik Tuan."


"Ini Tuan."


Kenan merampas kunci itu dengan tatapan tajam pada Lian dan beranjak pergi.


Ia menyetir dengan kecepatan tinggi tanpa tahu harus mencari Chloe kemana. Tapi Kenan terlihat sangat khawatir yang terselubung di balik kemarahannya.


Dimana kamu Chloe... Bagaimana bisa pergi sampai semalam ini sendirian. Saya memang membuat kamu marah tapi tidak sewajarnya kamu pergi sendiri sampai malam begini. Saya takut hal yang tidak baik terjadi padamu.


Apa aku menginap di hotel saja ya untuk malam ini. Ya ampun... bagaimana aku bisa kehilangan alamat yang sudah aku siapkan untuk pulang ke apartemen.


"Apa sebaiknya aku hubungi Kenan? Ah benar mengapa tidak terpikir dari tadi. Tidak apa-apa menelpon duluan dan menurunkan gengsi sedikit." Kata Chloe sambil mengambil handphone yang ada didalam tas nya.


"Huaaa... baterainya habis..." Rengek Chloe.


Mengapa selalu saja habis ketika sedang tersesat. Apa sebaiknya aku pinjam ponsel seseorang?... Ah bodoh! aku kan tidak hafal nomor siapapun.


"Tidak!!!..." Teriak Chloe membuat semua orang yang ada disekitarnya memandangnya.


"Sst!..." Kata seorang bapak yang duduk di sampingnya sambil membaca berita di ponsel.


"Chloe, what are doing?" Tanya Kama yang tiba-tiba berdiri disamping Chloe.


"Kama!..." Seru Chloe dan langsung memeluk Kama.


"Kamu kenapa sendiran disini?" Tanya Kama.


"Aku kabur dan nyasar." Rengek Chloe sambil melepaskan pelukannya.


"Kabur?" Tanya Kama heran.


"Iya, aku dan Kenan ada sedikit masalah. Aku ingin menenangkan diri, tapi malah tersesat." Rengek Chloe lagi.


"Sudah beri tahu Kenan?" Kama merapikan rambut Chloe yang diterbangkan angin.


Chloe menggeleng. "Ponselku mati."


Kama memeluk Chloe sambil mengusap kepalanya.


Aku bisa saja mengantarkanmu ke apartemen Aldrich. Tapi, maaf Chloe ini kesempatan untukku bisa memiliki mu.


"Sayang nya aku juga baru di Singapur dan tidak tahu banyak jalan." Ucap Kama berbohong.


"Kamu menginap di Apartemenku saja untuk sementara?" Ajak Kama.


"Tapi bagaimana dengan Kenan?"


"Kamu beristirahat saja malam ini. Lalu besok, kamu hubungi dia." Kama melepaskan pelukannya.


Chloe mengangguk menyetujui saran Kama.


Kama benar. Lebih baik malam ini aku beristirahat saja di apartemen miliknya.


"Mari ikut aku." Kama tersenyum dan mengajak Chloe untuk masuk ke mobilnya.


Chloe duduk manis dan membisuh memikirkan Kenan.


Kenan pasti sangat khawatir padaku. Aku yakin sekarang dia pasti sangat marah pada Lian atapun para asisten, terkhusus Rani. Maafkan aku ran...


"Are you Okay?" Tanya Kama sembari menyetir.


"Iya Kama aku tidak apa-apa."


"Kamu terlihat sedang memikirkan Kenan." Kata Kama tersenyum.


"Ah, tidak kok." Jawab Chloe tersenyum pula.


Kama hanya mengangguk-angguk.


You are mine Chloe. Ucap Kama dalam hati.


Chloe duduk di sofa sembari menggosok-gosok kedua telapak tangannya karena ia merasa cukup dingin.


"Ini silakan minum." Kama memberikan teh hangat pada Chloe.


"Terimakasih Kama." Chloe meminumnya perlahan.


Kama menyalakan televisi didepan mereka dan duduk disamping Chloe.


Chloe merasa tidak nyaman, ia sedikit menggeser posisi duduknya.


"Kamu sudah mengantuk?" Tanya Kama menatap Chloe.


"Iya , aku sepertinya ngantuk berat. Boleh aku beristirahat duluan?"


"Tentu saja. Mari aku antar ke kamar." Ajak Kama.


Chloe mengangguk dan mengikuti Kama.


"Ini kamar kamu. Beristirahatlah, jika perlu apapun kamu bisa panggil aku." Kata Kama sambil membukakan pintu kamar untuk Chloe.


Chloe masuk perlahan. "Kamu sendiri disini?"


Kama tersenyum tanda mengiyakan.


"Terimakasih ya Kama sudah mau memberi aku tumpangan." Ujar Chloe.


"Bukan apa-apa. Sekarang tidurlah, besok pagi kamu harus memberitahu Kenan bukan?"


"Iya benar." Jawab Chloe.


"Okay, sweet dream. Good night." Ujar Kama.


"Good night." Balas Chloe sembari menutup pintu kamarnya