A Man From Daddy

A Man From Daddy
Ragu



Chloe menunggu Ken yang belum juga menemuinya ditaman belakang rumah.


Setelah makan malam, Ayah mengajak Ken untuk mengobrol dengannya empat mata. Itu cukup membuat Chloe penasaran. Tapi, ia berpikir akan menanyakan semuanya nanti setelah berbicara dengan Ken.


Di belakang rumah Chloe dilengkapi dengan halaman yang cukup luas, serta banyak koleksi tanaman, juga berbagai jenis bunga. Ada sebuah kursi di dekat lampu taman tepat di depan kolam renang.


Chloe duduk di pinggir kolam sambil mencelupkan kedua kakinya ke dalam kolam. Ia terus memikirkan rencana pernikahan nya dengan Ken yang harus tetap ia lakukan demi sang Ayah meskipun ada seribu ragu juga takut.


"Chlo, maaf ya menunggu lama." Ken yang tiba-tiba berdiri di belakang Chloe.


"Chlo berbalik dan melihat Ken lalu berbalik kedepan lagi. "Iya Ken. Ayah bicara apa?" Tanya Chloe.


"Apa lagi jika bukan tentang pernikahan kita." Jawab Ken sambil menggulung bagian bawah celananya, kemudian ikut duduk disamping Chloe dan ikut mencelupkan kaki nya ke dalam kolam


Chloe menghela napasnya dan hanya membisuh.


"Kamu ingat waktu di Vila saya bertanya tentang bagaimana jika Ayah kamu menginginkan kita menikah?" Kata Ken memandang Chloe.


Chloe kemudian menatap Ken seperti orang yang sedang berpikir. "Iya aku ingat. Apa sebelumnya memang Ayah sudah membicarakan ini sama kamu?"


"Tidak. Hanya kebetulan saja dugaan saya benar." Kata Ken.


"Maksudnya?"


"Ya, saya seperti yakin bahwa hal ini akan terjadi. Karna dari awal Ayah kamu memaksa saya untuk mendampingi kamu untuk pergi ke Bandung, saya merasa Om memiliki tujuan lain. Mungkin dia ingin saya dan kamu bisa dekat lalu akhirnya menjalin hubungan dan menikah." Jawab Ken.


"Mengapa bisa yakin seperti itu?" Tanya Chloe lagi.


"Ayah kamu itu pasti posesif? Pasti dia juga memiliki karakter yang tegas, ketat dalam menjaga kamu selama 29 tahun ini kan?"


"Lalu?" Lagi-lagi Chloe bertanya.


"Ada berapa pria yang ia izinkan untuk mendampingi putrinya keluar kota bahkan berlibur, dan menginap bersama? Menurut saya seorang Ayah tidak mungkin melepaskan putrinya begitu saja dengan pria asing walau sudah dewasa." Kata Ken.


"Hanya kamu." Jawab Chloe singkat.


"Lalu, mengapa ketika melepaskan kamu dengan saya Om tidak disertai rasa khawatir?" Tanya Ken menatap Chlo.


"Aku juga gak tahu."


"Karna ia merasa bahwa sudah ada lelaki yang ia percaya dapat menjaga dan menggantikan posisinya. Lalu melihat hal seperti itu, saya punya dua pilihan di depan mata... Pertama saya memiliki sisi jahat, bisa saja saya melakukan hal yang tidak-tidak kepada kamu yang terlalu lugu juga polos, siapa peduli? Ayah kamu sendiri yang sudah mempercayai putrinya ini pada pria asing bukan? Kedua, saya harus menjaga kepercayaan Ayah kamu sebagai pria sejati, dan nama baik keluarga saya, juga sebagai seorang pemimpin meskipun sedang tidak didalam dunia bisnis. Saya memilih yang kedua karna saya kelak akan jadi seorang Ayah." Jelas Ken sambil beridiri dan beranjak pergi, lalu duduk di kursi yang berada di pinggir kolam.


Chloe lalu menyusul Ken. "Dan?" Tanya Chloe.


"Haha... Chloe, Chloe... kamu itu memang lucu, polos dan lugu." Ucap Ken sambil tertawa.


"Apa hubungannya dengan yang tadi?" Tanya Chloe jengkel.


"Oleh karna itu wanita seperti kamu memang harus dijaga dengan seorang Kenan Aldrich." Katanya tersenyum.


Chloe mengkerutkan keningnya sambil memandang Ken yang terus tersenyum kepadanya.


"Terus kamu menyetujui pernikahan kita?" Tanya Chloe.


"Iya." Kata Ken begitu yakin.


"Benar. Tapi apa salahnya menyenangkan orang tua?"


"Berarti semua semata-mata karna Ayah?"


"Iya, dulu sewaktu Ayah saya masih hidup saya tidak sempat melakukan hal yang membuat dia bahagia. Semua yang dia inginkan selalu saya balas dengan pertentangan, hingga akhirnya dia meninggal. Jadi saya tidak ingin Ayah kamu seperti itu." Jelas Ken.


"Menikah tanpa cinta? Apa tidak ada orang di luar sana yang kamu cintai?" Tanya Chloe.


"Sejauh ini saya tidak pernah jatuh cinta atau mencintai orang lain."


"Aku tidak bisa Ken."


Chloe menunduk, ia begitu sedih mendengar semua penjelasan Ken, seperti ada sesuatu yang menggoreskan hati hingga terasa begitu luka.


"Mengapa?" Tanya Ken.


"Buat apa menikah hanya karna kehendak orang lain dan tanpa cinta." Jawab Chloe.


"Melakukan kehendak orang yang kita cintai bukan nya sudah membuat kita merasa di cintai?" Kata Ken.


Chloe terdiam sejenak dan Ken menghela nafasnya panjang lalu mengenggam tangan Chloe.


"Chlo, lakukan yang terbaik untuk Om... Saya memang tidak mencintai kamu. Tapi, saya berjanji bahwa saya akan berusaha menjaga kamu. Karna melihat kamu yang begitu lugu seperti ini, ada ketakutan dalam diri saya yang membuat saya ingin menjaga kamu selalu. Semenjak kamu tersesat di Villa waktu itu, Saya merasa ada tanggung jawab atas kamu." Ken begitu lembut menjelaskan semua pada Chloe.


"Apa nanti kita bisa bertahan? Bukannya bagimu perceraian itu mudah di lakukan ketika sudah tidak cocok dan, bagaimana dengan kita yang hanya karna Ayah?" Tanya Chloe dengan harapan bahwa jawabannya akan sedikit menyenangkan.


Dalam hati Chloe sudah jatuh cinta pada Ken yang terkadang sikapnya mampu meluluhkan hatinya. Nyatanya, Ken tidak memiliki perasaan itu.


"Saya tidak tahu. Tapi, setidaknya saya akan menjaga kamu seperti yang Ayah kamu tugas kan." Kata Ken melepaskan genggamannya.


"Sampai kapan?"


"Saya tidak bisa menjawab karna saya tidak bisa menjamin." Ken berdiri lalu membelakangi Chloe dan memasukkan kedua tanganya ke dalam kantong celana..


"Aku gak bisa melakukan ini. Bukan karna tidak ingin membuat Ayah bahagia. Tapi karna aku gak bisa menikah tanpa cinta, apalagi jika kedepan nya akan ada perceraian." Ucap Chloe dengan mata yang berbinar-binar.


"Baik Chlo, lakukan lah yang terbaik untukmu. Tapi, jika kamu berubah pikiran dan mau menikah dengan saya, saya akan tetap menuruti kehendak Ayah kamu."


"Aku heran! Kamu tidak memikirkan perasaan kamu? Kamu menikah dengan aku karna semata-mata ingin membuat Ayah bahagia dan sebagai perasaan bersalah terhadap apa yang kamu lakukan pada orang tua kamu. Apa kamu gak punya rasa cinta sedikitpun, apa tidak memimpikan menikah dengan wanita yang kamu cintai?" Kata Chloe menghampiri Ken dan berdiri didepan nya.


Ken tertawa dan mengusap kepala Chloe. "Chlo wanita 29 tahun yang masih di penuhi dengan soal cinta dan cinta haha... Saya sudah bilang kan melakukan kehendak orang membuat saya merasa di cintai."


"Ken aku serius." kata Chloe sambil bertolak pinggang.


"Saya juga serius." Ken tak mau kalah ia pun juga menaruh kedua belah tangannya pada pinggang.


"Ya sudah Chlo saya ingin pulang. Pikirkan lah baik-baik, saya masih tetap disini menerima apa saja jawaban kamu." Kata Ken dan beranjak pergi meninggalkan Chloe.


Chloe kembali duduk di kursi. Ia meneteskan air mata, tak hanya bingung dengan sikap Ayahnya yang memaksanya untuk menikah dengan Ken. Tetapi juga mengetahui isi hati Ken yang mau menikahinya semata-mata karna ingin menyenangkan orang lain.


Begitu berharapnya Chlo bahwa Ken juga jatuh cinta padanya karna, sikap Ken yang kadang begitu manis, lembut juga perhatian padanya apalagi ketika makan malam bersama, Ken berulang kali menatap Chloe namun semua bukan karna ia menyukai Chloe.


Apa jadinya menikah dengan Ken. Bahkan, ia tidak bisa menjamin sampai kapan ia harus menjaga Chloe. Jika sudah lelah dan jenuh apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka. Chloe sungguh tidak inginkan perpisahan.