A Man From Daddy

A Man From Daddy
Bertemu Kama



Ternyata dulu Kenan pernah mencintai Kiel. Jika sekarang ia tidak lagi miliki rasa apapun pada Kiel, lalu siapa wanita yang ia cintai sekarang. Gumam Chloe.


Drrt... drrt...


Ponsel Chloe yang masih terletak di atas meja berbunyi.


Ya ampun itu ponselku. Bisa-bisa Kenan marah jika aku tadi menghubungi Kama tanpa izin. Itu pasti balasan dari Kama.


Kenan meraih ponsel Chloe dan membuka pesan yang memang berasal dari musuhnya itu.


Baik Chloe, aku akan kirimkan sopirku untuk menjemputmu lagi.


Kenan membaca pesan itu dalam hati. Kemudian, raut wajahnya menjadi kesal dan menggenggam erat ponsel itu.


"Jadi Chloe menghubungi bocah tengik ini tanpa seizin saya," Gerutunya.


Ia membalas pesan Kama dengan geramnya.


Jangan jemput aku. Aku akan pergi sendiri jadi jangan berlaku manis padaku.


Drrt... drrt...


Kama kemudian membalas pesan itu lagi.


Haha... baiklah kalau begitu, maaf jika aku berlaku terlalu manis pada wanita yang sudah manis ini, semanis gula, mungkin hehe...


"Arghh!!! Rayuan macam apa itu, terlihat seperti besi karat yang saling bergesekan. Bunyi nya sungguh mengganggu!" Gerutu Kenan begitu geram.


Mengapa Kenan jadi terlihat kesal sekali ya. Pasti dia sangat marah padaku, duhh... bagaimana ini.


Chloe pura-pura baru terbangun. Ia menggeliatkan badan nya, "Uhh... aku ketiduran ternyata. Suamiku, maaf ya aku tertidur," Katanya sambil perlahan duduk.


Kenan menghampiri Chloe dengan wajah kesal. Ia memberikan ponsel Chloe,


"Pesan dari pria tengikmu itu sudah saya balas. Ternyata kamu masih saja berani melanggar. Untuk itu, saya hanya memberi kamu waktu satu jam untuk bertemu dengan nya,"


"Tapi suamiku..." Chloe berusaha membujuk.


"Jangan membantah lagi atau Ayah akan tahu!" Tegas Kenan.


Chloe menunduk kalah,


Andai saja tidak ada ancaman laporan pada Ayah, aku tidak akan menurut seperti ini.


"Dan saya akan tetap ikut." Lanjut Kenan.


"Iya suamiku."


Kenan dan Chloe tiba di sebuah cafe mewah di Singapur.


"Kamu tidak boleh membuntuti ku!" Ujar Chloe mengingatkan Kenan.


"Tenang saja saya akan tetap di mobil sampai kamu pulang. Jangan lupa untuk selalu aktifkan ponsel,"


"Iya tenang saja, jangan bawel." Jawab Chloe sembari turun dari mobil.


Perlahan ia masuk ke dalam cafe mewah itu. Kama yang duduk di ujung melambaikan tangannya pada Chloe.


"Sudah menunggu lama ya?" Chloe duduk di hadapan Kama.


"Tidak terlalu hehe. Kamu tidak nyasar lagi kan waktu ke sini?"


"Tidak kok. Tenang saja hehe..."


"Kamu mau pesan apa?" Kama memberikan buku menu pada Chloe.


"Aku ingin kan latte saja," Kata Chloe tanpa membuka menu.


Kama memanggil pelayan dan memesankan latte untuk Chloe.


"Ada yang ingin kamu bicarakan ya? Tanya Kama sambil melipat tangannya.


"Tidak kok. Aku hanya ingin bertemu denganmu saja," Chloe bertopang dagu memandang Kama.


"Memangnya suamimu itu tidak akan marah?" Tanya Kama lagi.


"Well, kita sudah buat perjanjian. Dia tidak akan melarangku lagi jika ingin bertemu denganmu," Chloe tersenyum manis pada Kama.


Bagus sekali. Jadi dengan begitu aku bisa mendapatkan Chloe.


"Mengapa bisa seperti itu?" Kama menyeruput coffee espressonya.


"Karena, di awal kami memang sudah saling berjanji untuk berpisah jika sudah saling menemukan orang yang kami cintai masing-masing," Jelas Chloe.


Seorang pelayan datang dengan mengantarkan segelsas latte.


"Maksudnya?" Kama pura-pura tidak mengerti.


"Bukan apa-apa. Aku hanya berpikir bagaimana jika kita dekat lagi," Chloe meminum lattenya.


Ternyata Chloe mudah sekali untuk di dapatkan. Kalau seperti ini, rasanya aku jadi hilang rasa. Semua wanita memang mudah sekali untuk di rayu.


"Iya Chloe aku juga memikirkan hal yang sama," Kama menggenggam tangan Chloe.


Chloe tersenyum memandang pria yang ada di hadapannya kini.


Mengapa ketika Kama menatap dan menggenggam tanganku aku tidak merasakan getaran seperti yang Kenan berikan ketika ia menatapku seperti ini. Ingat Chloe, aku harus buang perasaanku pada Kenan, agar dia tidak terus terjebak dalam pernikahan bodoh ini.


Sementara itu Kenan yang menunggu di dalam mobil merasakan gelisah yang terus menerus menciptakan rasa yang tidak nyaman.


"Arghh!... Mengapa lama sekali, apa yang mereka lalukan," Gerutunya kesal.


"Tuan, mengapa Nyonya di izinkan untuk bertemu dengan Kama?" Tanya Lian bingung.


Kenan diam tidak menjawab apapun. Berapa menit kemudian ia membuka suaranya.


"Lian, bagaimana kamu mencintai istrimu?" Tanya nya tiba-tiba.


Lian terlihat kaget dengan pertanyaan Kenan, "Saya tidak punya cara apapun Tuan untuk mencintai istri saya. Cinta mengalir begitu saja dalam pernikahan kami dan saya hanya melakukan yang terbaik untuk membuat dia bahagia Tuan,"


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kenan lagi.


"Saya tidak pernah berkata tidak untuknya jika itu membuatnya bahagia. Tapi, saya juga tidak akan mengatakan iya jika itu membahayakan dirinya sekeras apapun dia meminta. Meskipun, saya berada jauh dari nya yang saya lakukan adalah menjaga dia dari kejauhan juga menjaga diri saya untuknya," Jawab Lian sambil menghapus air matanya yang perlahan turun.


Kenan tersentuh dengan perkataan Lian. Ia hanya membisuh diam dalam pikiran.


Apa yang saya lakukan ini sudah membuat Chloe bahagia. Apa memang kebahagiannya berada pada Kama.


Ken mengambil ponsel dari saku bajunya.


Drrt... drrt...


Chloe dan Kama yang asik berbincang tiba-tiba terhenti mendegar dering telepon.


Kama, mengapa menelpon padahal ini kan belum satu jam. Lebih baik matikan saja.


"Suami mu?" Tanya Kama.


"Bukan siapa-siapa," Jawab Chloe.


Kama yang mengetahui bahwa Chloe berbohong, pura-pura tersenyum.


Kenan, kau sudah melakukan kesalahan jika mengizinkan istrimu ini jatuh padaku.


"Beraninya Chloe menolak teleponku!" Kata Kenan geram.


Drrt... drrt...


Ponsel Chloe bergetar lagi. Segera Chloe membuka sebuah pesan singkat dari Kenan,


Waktumu hanya 30 menit lagi. Jika terlewat satu menit saja, saya akan datang ke sana menghampiri mu.


Apa-apaan ini! Terlewat satu menit saja tidak boleh. Chloe mengabaikan pesan itu.


"Kama, aku ingin tahu kabar Ibu juga kakakmu. Apa mereka baik-baik saja?"


"Mereka ada Jakarta. Ya, tentunya baik-baik saja," Jawab Kama tidak bersemangat.


"Mengapa tidak kamu bawa bersama mu saja? Apalagi, Ayahmu sudah meninggal," Tanya Chloe lagi sambil bertopang dagu.


Kama menghela nafasnya, "Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," Kama bangkit dan menarik tangan Chloe.


Ia juga meletakan uang dibawa gelas coffee, lalu melambaikan tangan pada seorang pelayan cafe.


"Kama aku tidak bisa pergi terlalu lama," Chloe melepaskan genggaman tangan Kama.


Aku tahu, suamimu itu pasti melarangmu.


"Sebentar saja. Nanti kau akan aku antar pulang," Kama membujuk Chloe.


"Tidak bisa Kama, aku harus pulang sebentar lagi," Tolak Chloe.


"Apa suamimu itu sedang menunggumu di mobil ?" Spontan Kama menebak.


Apa dia tahu bahwa Kenan sedang bersamaku.


"Tidak Kama. Aku hanya ingin pulang cepat," Chloe mengalihkan pandangan nya dari Kama.


Haha... aku tahu kamu berbohong gadis lugu.


"Baik. Temui aku besok ditempat ini jam 07.00 malam," Kata Kama sambil mengedipkan matanya.


"Iya aku berjanji besok akan menemui kamu," Chloe tersenyum manis, "Kalau begitu aku pulang ya sampai besok,"


Kama hanya mengangguk dan tersenyum.