WHITE

WHITE
Epilog




...•...


...•...


Tiga tahun bukan waktu yang sebentar bagi Eaden untuk memajukan bisnisnya. Mungkin, ini adalah waktu terlama baginya dalam mengolah bisnis sebelum semuanya berkembang dan menghasilkan keuntungan banyak.


Hotel dan restoran yang ia buka sempat mengalami pailit hingga nyaris gulung tikar karena tidak mendapatkan target penjualan seperti yang ia rencanakan. Eaden juga harus merogoh sisa tabungan, serta menjual mobil mewahnya untuk menutup biaya administrasi yang dipergunakan untuk membayar pegawai dan membeli bahan yang masih fresh untuk restoran.


Hingga semua perjuangan itu membuahkan hasil. Perlahan-lahan, sedikit demi sedikit dua sumber penghasilannya itu mengalami kemajuan. Restoran yang semula sepi pelanggan kini selalu penuh oleh pelanggan yang datang hilir mudik. Hotel juga demikian. Hotel yang ia beri nama FLASH itu kini menjadi tempat singgah untuk para wisatawan atau pengusaha yang perlu menginap karena pekerjaan luar kota. Bahkan, nama FLASH semakin melejit karena tanpa sengaja seorang tokoh berpengaruh di negara itu turut mempromosikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki FLASH setelah bermalam disana.


Bukan hanya dua usahanya yang berkembang. Kebahagiaan Eaden dan White semakin bertambah menyambut kehadiran anak kedua mereka. Ya, selama ini Eaden memperhatikan Gilbert Klarkson, putra pertama White yang amat sangat tampan itu tanpa pandang bulu dengan masa lalu dan asal-usul anak laki-laki kecil itu.


White sedang berjuang melewati indahnya proses melahirkan dalam genggaman tangan Eaden. Laki-laki itu tidak melepas sama sekali telapak tangan White dari tangannya. Sama seperti ketika White melahirkan Gilbert dulu. Khusus hari ini, putra mereka tinggal bersama sang nenek karena Eaden tidak ingin Gilbert menangis melihat Mommynya menahan sakit karena proses persalinan.


White kembali merasakan sakit di perutnya, ia memicing, menggigit bibir bawahnya, serta meremas lengan Eaden ketika rasa mulas itu kembali menghantam. Hembusan nafas teratur menguar dari bibir White, mencoba menenangkan diri dari rasa sakit yang begitu mendera hingga nyaris melelehkan tulangnya itu


“Datang lagi, Mom?” tanya dokter yang dengan sabar mendampingi White menjalani proses persalinan. White mengangguk lemah. Otot lehernya menyembul sekali lagi ketika ia mulai mengejan. Eaden dengan setia mengusap peluh dan kepala White agar istrinya itu merasa aman dan nyaman.


Lalu pada dorongan ke dua, bayi cantik itu telah hadir kedunia. Tangisan kerasnya memecah keheningan ruangan. Eaden mengecup kening White tanpa henti sembari mengucap terima kasih dalam Isak tangis. Eaden semakin tersedu ketika bayi mungil berbobot 3,5 kg itu kini berada diatas dada White. Tangisan itu berhenti ketika permukaan kulit lembutnya bertemu kulit sang ibu. Lantas Eaden turut mengusap kepala kecil yang kini bergerak-gerak itu penuh kasih sayang.


“GabbyElla Klarkson, nama yang cantik bukan?” tanya White kepada Eaden yang diberi tanggapan dengan sebuah anggukan mantap. Entah mengapa, Eaden mendadak cengeng hari ini. Apalagi melihat si gembil berkulit putih susu dan berpipi merah muda itu membuka mata untuk berkedip, Eaden semakin kencang tersedu diantara tawanya


“Thank God.” bisiknya tepat di sisi wajah White. “Thank Honey.” lanjutnya sambil meraup bibir White sejenak untuk disemati sebuah senyuman.


Dua jam kemudian setelah Eaden memberi kabar jika White sudah melewati proses persalinan, keluarga satu persatu datang menjenguk. Ruangan menjadi riuh karena celoteh Gilbert, juga pujian untuk Gabby, bayi perempuan yang begitu cantik dan lucu.


Eaden merasa semua perjuangannya kini terbayar lunas. Ia memiliki wanita yang begitu ia cintai, dan di sempurnakan oleh dua malaikat kecil yang mengisi penuh kebahagiaan keluarga kecil mereka.


Ya. Eaden sangat bahagia. Amat sangat bahagia, karena bisa menghabiskan sisa usianya bersama White.


whitE.


...—FINAL—...


...🌼🌼🌼...


...Hoola Readers baik hati sekalian......


...White sudah Final End ya. Terima kasih sudah mengikuti perjalanan White hingga sejauh ini. Dan tentunya, terima kasih untuk dukungan yang sudah teman-teman sekalian berikan....


...Jangan lupa untuk mampir ke cerita terbaru Vi's nanti....


...See You....