WHITE

WHITE
Menyangkal perasaan yang tumbuh.



...Sebelum mulai baca, yuk luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada penulis dengan cara like, komentar, hadiah, serta jangan lupa untuk menambahkan WHITE kedalam list favorit agar tidak ketinggalan jika cerita ini update chapter baru....


...Terima kasih....


...Happy Reading......


...•...



WHITE by: VizcaVida


Hanya sisa-sisa pembicaraan simpang siur yang didapatkan Vero ketika sampai di kasino. Ia mendengar jika tadi sempat ada keributan, seorang pria yang menyerang seorang pegawai kasino, lalu datang pria lain yang menghajar pria satunya hingga nyaris mati.


Vero mencari keberadaan Joanna, namun tidak menemukan wanita itu. Hingga dia menerima sebuah informasi dari salah satu pagawai kasino, jika pemilik kasino itu sedang berada di rumah sakit. Vero semakin penasaran, lalu ia bertanya lebih detail, dan terkejut bukan main ketika pegawai itu memberinya informasi lain yang menjadi pokok pembicaraan seisi Kasino. “Apa? E?”


“Iya. Ayah E datang dan menyerang E hingga terluka parah.”


Lalu dimana gadis itu sekarang?


Vero mendadak kelabakan mencari keberadaan White. Maniknya berputar keseluruh sudut lantai bawah Kasino, akan tetapi tidak ada hasil, nihil.


“Dimana madam Jo dirawat?”


“Dirumah sakit Bellgium.”


Tanpa banyak bicara, Vero segera meninggalkan Kasino untuk menemui madam Jo di rumah sakit yang ia ketahui dari pegawai Kasino tadi. Ia berharap besar White juga dirawat disana.


Namun sesampainya di rumah sakit, Vero harus rela menelan kekecewaan karena White tidak berada disana. Bahkan, madam Jo tidak tau dimana White berada saat ini. Terakhir yang ia ketahui sebelum ia di bawa kerumah sakit adalah, seorang pria memakai Hoodie dan penutup kepala datang memberikan pertolongan untuk White.


“Anda tau siapa pria itu?”


“Aku tidak melihatnya dengan jelas karena wajahnya terhalang oleh Hoodie. Tapi aku ingat E menghubungi seseorang setelah ayahnya datang dan memukulinya.”


Vero menatap lurus. Dia bertanya dengan suara mengintimidasi, sebuah terkaan muncul. “Siapa yang E hubungi?”


“Ed.” jawab Joanna setelah berhasil mengingat nama orang yang dihubungi oleh White. “Ya, E memanggilnya Ed.”


Terkaan itu berubah menjadi jawaban nyata untuk Vero. Siapa lagi jika bukan Eaden, karena setaunya, Eaden lah yang ia ketahui dekat dengan White sampai-sampai laki-laki itu rela membelikan White lukisan dengan harga tidak murah, meskipun Vero juga memberikan nominal uang yang lebih tinggi dari itu. Tapi kenyataannya, White lebih memilih teman di masa lalu Vero itu dari pada Vero sendiri.


***


“Lihatlah paman, tikus kotor itu tanpa malu membuat onar di Kasino sekelas milik madam Joanna.” ucap Kelly yang sedang menyaksikan berita pagi bersama Rottey di rumah pria yang sempat menjadi calon mertuanya itu.


Rottey menyayangi Kelly sama seperti dia menyayangi Vero. Dia bahkan berharap besar jika putra kesayangannya itu meminang Kelly dan menikahi gadis itu untuk menjadi keluarga utuh.


Akan tetapi baru-baru ini dia mengetahui keduanya berakhir begitu saja tanpa sebab yang sampai saat ini belum Rottey ketahui alasannya, karena dari Vero sendiri maupun Kelly tidak mau memberi tau alasan mereka berdua memilih berpisah.


“Fred memang tidak punya malu sejak dulu. Lalu sekarang dia muncul dengan kondisi seperti itu. Ck-ck-ck, benar-benar memalukan.”


Kelly, gadis yang selalu memperhitungkan langkahnya. Ia bahkan tidak mau mengatakan sebab dirinya berpisah dengan Vero kepada Rottey, atau jika Rottey mengetahui dia sudah menggugurkan calon anak Vero, Rottey pasti akan marah besar dan menyalahkannya, sama seperti Vero yang menyalahkan dan membencinya.


“Ah, apa paman tau, Kelly datang ke rumah Vero beberapa waktu lalu.”


“Lalu, apa yang dikatakan Vero padamu?”


Kelly diam, dia memasang wajah polos tak bersalah, lantas tersenyum dalam tunduk. “Tidak ada, kami hanya bertukar kabar. Karena Kelly merasa tidak enak pada kekasih baru Vero.”


“Kekasih?” tanya Rottey menelisik. Siapa yang dimaksud Kelly dengan kekasih itu? Apalagi sampai diajak Vero ke rumah.


“Paman tidak tau? Aku bertemu gadis yang sangat cantik, dan sepertinya dia kekasih Vero.”


Rottey mengepalkan tangan. Ia sudah menebak jika gadis itu tidak akan bisa pergi begitu saja sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya dari Vero.


“Pasti gadis Kasino itu.” gumam Rottey, Kelly bahkan tersenyum senang dalam hati sebab Rottey peka meskipun dia tidak menyebutkan nama. “Dia tidak bisa di beri peringatan. Masih berani dia kembali ke rumah Vero?”


Kemudian, dengan sengaja Kelly berkata. “Jadi benar dirumah Vero itu kekasih barunya, paman?”


***


Ada sebuah rasa kecewa yang mendominasi dalam benaknya.


Ia membabi buta, berjalan menuju kamar yang ditempati White, dan mengobrak-abrik isi didalamnya. Lalu, ia kembali mempertanyakan sesuatu kepada dirinya sendiri tentang sikapnya. Apa dia sedang cemburu karena White lebih percaya kepada Eaden dari pada dirinya? Atau... ia kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjadi orang pertama yang menyelamatkan White dari situasi mengejutkan ini?


Vero duduk ditepian ranjang dengan dada naik turun dan kening dipenuhi bulir keringat karena terlalu lelah marah. Pikirannya menerawang tentang keberadaan White saat ini, sedangkan dirinya tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun tentang tempat tinggal Eaden setelah insiden terakhir mereka yang melibatkan pertemanan mereka berakhir hancur.


Vero mengingat kembali masa lalu dimana dia merebut seorang gadis yang sangat dicintai sahabatnya itu. Ya, Kelly menjadi bukti nyata kehancuran persahabatan mereka, dan Kelly adalah satu-satunya wanita yang mengenal Eaden dengan baik.


Dengan gerakan kasar Vero mencari keberadaan ponselnya. Benar, dia harus bertanya kepada Kelly dimana tempat tinggal Eaden saat ini.


Nada sambung terdengar, dan suara merdu Kelly yang bercampur riuhnya musik terdengar mengganggu pendengaran Vero.


“Ada apa Ve? Aku sedang Hang out bersama teman-teman.”


Tidak. Vero menghubunginya bukan untuk menanyakan kabar, apalagi ingin tau keberadaan dan kegiatan apa yang sedang wanita itu lakukan. Vero hanya ingin tau dimana lokasi rumah Eaden saat ini.


“Kamu tau lokasi rumah Eaden sekarang?”


“Apa?” tanya Kelly sedikit berteriak, mungkin wanita itu juga tidak mendengar pertanyaan Vero.


“Beritau aku, dimana Eaden tinggal!” tegas Vero tak kalah berteriak.


Hening sesaat di pihak Kelly, namun jawaban mengecewakan ia dapat karena Kelly juga tidak tau dimana tempat tinggal Eaden saat ini. Namun sepercik harapan muncul ketika Kelly kembali menyambung kalimatnya. “Terakhir yang aku tau, Eaden tinggal di Wellert Hills.”


Wellert Hills adalah salah satu kawasan dan kompleks perumahan Elite yang banyak dijadikan pilihan untuk orang-orang berprofesi mulai dari pengusaha kaya raya hingga entertainer papan atas yang memiliki jam siaran sangat tinggi dan jarang pulang. Kawasan itu dijaga ketat dan memiliki prosedur tersendiri bagi para tamu yang ingin berkunjung kesana. Vero membiarkan lengannya terkulai lemas diatas paha sekalnya. Ia merasa tidak ada harapan, Eaden pasti sudah memasukkan namanya pada black list data, yang artinya tidak akan pernah bisa menapak disana.


“Sial!” umpatnya ketika panggilan sudah ia akhiri sepihak. Ia sekarang sibuk memikirkan bagaimana cara agar bisa masuk kedalam sana, sedangkan Eaden sendiri, pastilah akan melakukan sesuatu jika dia berdiri dihadapan mantan sahabatnya itu. Ia yakin Eaden tidak akan diam saja jika dia menjemput White dengan keadaan gadis itu yang babak belur.


Jika demikian, lalu bagaimana dengan White? Vero mendadak menjadi bodoh. Dua sisi pada dirinya sedang berperang. Ia ingin White kembali padanya, tidak ingin Eaden membalas perlakuannya dulu dengan membawa White jauh darinya.


Tunggu!


Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Mengapa dia menginginkan White seolah gadis itu adalah seseorang yang berharga baginya? Padahal Vero hanya ingin mempermainkan hidup gadis tersebut, yang pada akhirnya, membuatnya terjerat dalam permainannya sendiri.


Vero memijat pelipisnya sendiri. Helaan nafas besar ia hembuskan karena benci pada perasaannya sendiri untuk White. Well, Vero mungkin tidak akan mengakui itu didepan White, tapi Vero tidak bisa menyangkal perasaannya sendiri, jika dia mulai menaruh rasa pada gadis itu.


Vero mulai mencintai White. []



...🌼🌼🌼...


Jangan lupa mampir juga ke cerita Vi's yang lainnya. Antara lain:


—Vienna (Fiksi Modern)


—Another Winter (Fiksi Modern)


—Adagio (Fiksi Modern)


—Dark Autumn (Romansa Fantasi)


—Ivory (Romansa Istana)


—Green (Romansa Istana)


—Wedding Maze (Fiksi modern)


Atas perhatian dan dukungannya, Vi's ucapkan banyak terima kasih.


...See You 💕...