Wendy And Boys

Wendy And Boys
Chocolate Cookies (1) _______



Menyebalkan sekali, ingin ku berkata kasar namun masih bisa kutahan di tenggorokan.


Moodku benar-bener hancur pagi ini. Bagaimana tidak, sangat jarang sekali aku mendapatkan waktu libur, tapi tiba-tiba saja tua bangka itu menelfon manajerku. Memintaku untuk menemuinya di hari libur yang sangat jarang kudapatkan ini.


Aishhh jinjjaaa!!


Yah beginilah nasibku sebagai seorang Idol. Apalagi artis papan atas sepertiku, sudah pasti akan sangat jarang bertemu kata libur, jangankan libur, waktu luang saja hampir tidak pernah mampir dalam kamusku.


"Jungkook cepat CEO-nim sudah marah-marah"


"Aish memangnya apalagi salahku hyung"


"Masih bertanya apa salahmu hah bocah nakal"


"Iya-iya aku salah tapi kan sudah biasa aku seperti ini"


Aku pun segere bergegas keluar dari apartemenku ini berasama hyung manajerku, tujuan kita sekarang ialah lantai bawah tempat mobilku terparkir.


Selama di perjalanan aku hanya berusaha menulikan telinga dari omelan panas hyung manajerku ini. Dia memang cerewet sekali dan lagi pula salahku ini kan tidak besar.


"Kau ini, sudah berapakali hyung bilang jangan berganti-ganti pasangan terus. Dua minggu yang lalu Nayeon Twice sekarang kau malah dekat dengan Lisa Black Pink jinjjaaa, sekali saja hargailah fansmu, mereka pasti kecewa"


"Untuk apa aku mengasihi mereka hyung mereka sebenarnya tidak peduli padaku, semua cinta mereka hanya fake kalau mereka benar-benar mencintaiku pasti mereka tidak mungkin mengatur-atur hidupku"


"Kau ini bicara apa sih, jelas-jelas fans itu ya mencintai idolnya"


"Not an real love but fake love"


"Astaga lelah aku bicara sama batu"


"Kau yang batu hyung"


"Intinya aku harap kali ini kau bisa menghentikan sikap playboymu itu, ditinggal fans baru tahu rasa"


"Tak apa, lagi pula aku bisa kerja yang lain"


"Semerdekanya kamu saja sudah aku ngalah" yey akhirnya omelan hyung menajerku berhenti juga kkk tidak ada yang bisa melarangku untuk berbuat sesuatu baik itu si tua bangka ataupun kau hyung.


"Sudah sampai sana temui CEO-nim, aku tidak mau ikut"


"Wae?"


"Aku sudah lelah denganmu, sudah sana cepat pergi"


"Jadi kau mengusirku hyung"


"Iya sudah sana"


"Aish baiklah aku pergi" kubanting pintu mobil dengan keras dan dengan mood yang semakin buruk kulangkahkan kakiku memasuki gedung agensi ini.


***


...🐻🐻🐻...


Kini aku berada di dalam lift sambil bermain ponsel sekedar mengecek notif yang sudah menumpuk sejak semalam. Kebetulan di dalam sini hanya ada aku sendiri mungkin karena hari ini masih pagi, tetapi saat tiba di lantai dua pintu lift terbuka. Menampakan sesosok gadia mungil yang sepertinya masih anak sekolahan masuk dengan santainya.


Kulirik Ia sekilas, tangan mungilnya terlihat sibuk memegang sesuatu. Kupicingkan mataku agar lebih jelas melihat apa yang Ia bawa dan ternyata itu chocolate cookies.


Ia terlihat begitu cuek, hm dasar tidak sopan. Jelas-jelas dia lebih muda dariku, harusnya Ia duluan yang menyapa tapi kenapa memandang ke arahku saja tidak. Dasar bocah SMP!!


Eh apa Ia tidak mengenaliku? Padahal aku tidak sedang memakai penyamaran. Hanya jaket hitam dan juga topi. Harusnya Ia tahu siapa diriku. Mengingat aku kan artis terkenal. Bahkan semut saja tahu.


"Ekhem" kucoba menarik perhatiannya. Mungkin saja Ia tadi belum sempat menengok ke arahku.


"Ekhem"


Eh aku bicara apa sih, tidak mungkin. Selama ini kan aku selalu berkencan dengan yeoja dewasa yang sangat cantik. Tapi, wajah gadis yang tengah menatapku ini terlihat benar-benar manis, apalagi bibir tipis itu. Cukup, ada apa dengan diriku ini.


Asfghkkjvfddsfh!!!


"Ah tidak, aku tidak sakit"


"Oh"


Hanya itu balasannya? Kenapa begitu irit? Atau jangan-jangan Ia menang benar tidak mengenaliku.


"Apa kau tidak mengenaliku?"


"Tidak" lagi-lagi hanya satu kata yang Ia keluarkan dari bibir tipisnya itu yang mungkin akan sangat manis jika kulumat. Cukup, sepertinya otakku sudah sedikit tidak berfungsi. Oh apa jangan-jangan aku terkena virus pedofil?


"Benar tidak tahu siapa aku?"


"Kita tidak saling kenal dan anda sudah menggunakan bahasa nonformal itu tidaklah sopan"


"Aku tidak peduli, lagi pula kau lebih muda dariku"


"Memangnya anda tahu berapa usia saya?"


"Kau masih anak sekolah kan, jadi kutebak sekitar lima belas tahun"


"Salah, saya sudah dua puluh lima tahun"


"Kau pasti bercanda" mana mungkin wajah imut seperti itu malah lebih tua dariku.


"Tidak"


"Tapi kau terlihat masih kecil" Ia tak menggubris apa yang aku katakan malah membuka toples chocolate cookies yang Ia bawa dan perlahan memasukkannya ke dalam mulut kecilnya.


"Ngomong-ngomong kau benar tidak mengenaliku?"


Hening, Ia hanya diam dan kembali memakan chocolate cookies itu tanpa mau melirik ke arahku sedikitpun.


"Kenapa kau tidak membalas ucapanku?" Selama ini tidak ada yang berani sampai mendiamiku seperti ini dan yeoja manis inilah yang pertama.


"Kenapa kau sangat cerewet sih seperti yeoja saja!"


"Yak apa kau bilang aku seperti yeoja? Harusnya kau bercermin lah dulu sebelum berkata. Kau lah yang seperti yeoja Badanmu saja kecil ramping, pinggang juga kecil, wajah manis dan imut serta bibirmu sangat tipis, kulitmu juga mulus, kakimu juga kecil, dan matamu indah seperti yeoja. Dari semua itu kau sendiri yang seperti yeoja"


"Heh aku kan memang yeoja!"


"Ups kau memang yeoja tapi dengan dada yang kecil"


"Cukup, dasar mesum memandangiku sampai seperti itu" Ia sedikit membentakku dan dapat kulihat wajahnya juga memerah entah karena kesal atau apa, hm imut sekali.


"Aku tidak mesum, aku hanya memberikan penilaian saja"


"Kau juga tidak sopan, harusnya kau menggunakan bahasa formal padaku yang jelas lebih tua darimu dasar mesum plus tidak tahu tata krama"


"Kenapa kau tahu jika aku lebih muda darimu" ku ingin marah namun masih bisa kutahan mengingat wajahnya yang amat manis dan polos itu. Ah gemaaaasssss.


"Karena sikapmu yang masih terlihat belum dewasa"


Sudah cukup, moodku kembali memburuk aku tidak bisa mendengar ejelaknnya lagi, namun sebelum aku meledak tiba-tiba saja lift ini berhenti di lantai tujuh.


Glekk~


Kucoba memencet tombol untuk membuka tapi tidak mau terbuka.


Bersambung.. .