
..._________...
Lagi dan lagi aku hanya bisa menatapmu lewat jendela kelas ini. Benar-benar konyol bukan? Kenapa aku bisa begitu menyukai wajah lembut itu? Dia begitu lembut dan ramah terhadap setiap orang membuatku terjatuh semakin dalam saja. Hayy tidak kah kau mau menatap ke arahku sekali saja?
Ku ingin sekali menatapmu, tapi kenapa rasanya begitu susah?
🍁🍁🍁
Ketika hati kita merasakan apa itu jatuh cinta.. ketika itu pula kita akan belajar tentang rasa sayang atau mungkin rasa sakit~
_______
Butterfly High School adalah sekolah menengah favorit yang ada di Seoul, Korea Selatan. Mengapa dinamakan Butterfly? Itu karena lulusan dari sekolah ini kebanyakan menjadi seseorang yang sukses dan mengepakakan sayap layaknya kupu-pupu cantik. Bayak alumni dari sekolah ini yang menjadi artis, idol, pejabat Negara dan lain sebagainya.
Butterfly High School ini terletak di Jl. Happiness No. 13, Gank DNA, Seoul.
Tidak sembarang orang bisa sekolah disina karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk, terutama mereka yang memiliki uang banyak atau dari golongan atas, selebihnya hanya mengandalkan otak jenius mereka untuk dapat menempuh pendidikan di sekoalah itu. Salah satunya seorang siswi manis bernama Son Seungwan, Ia bisa sekolah disitu karena beasiswa dari pihak sekolah.
Andai saja kecelakaan tragis empat tahun lalu yang merenggut seluruh keluarganya tidak pernah terjadi, pasti Seungwan tidak akan masuk ke sekolah itu lewat beasiswa. Ia harus bekerja paruh waktu siang dan malam demi menghidupi dirinya dan kucing hitam manisnya, untung saja Seungwan memiliki otak yang sangat jenius sehingga kerja paruh waktu dimana pun akan selalu diterima.
Di sekolah ini juga terdapat beberapa namja tampan yang terkenal sebagai pangeran sekolah. Para pangeran itu berasal dari golongan atas semua, terutama Taehyung, dia adalah anak dari pemilik Butterfly High School.
Pangeran pertama itu aka Kim Taehyung adalah namja tampan dan ramah, Ia terkenal dengan ketampanan dan kehangatannya, bukan hangat dalam artian hot loh yaa tapi mungkin juga sih :D
Lalu Kim Namjoon aka Papih Enjun, ia terkenal dengan kejeniusan dan ketua malapetaka, Ia mendapat julukan itu karena pernah sekali akan membumi hanguskan lab Biologi saat sedang praktek tahun lalu. Ia juga pernah tak sengaja merusak motor vespa pink milik kepala sekolah aka pak Taeyoung.
Selanjutnya ada namja berwajah agak sedikit lonjong bernama Jung Hoseok yang terkenal dengan julukan happy virus dan bang Hobi, Ia juga tak kalah tampan.
Kemudian ada sang pangeran Mochi aka Park Jimin, yang terkenal dengan eye smile dan juga hatinya yang hangat. Kehangatannya bisa melunturkan es di hati..ekhem Kang Seulgi yang sudah resmi menjadi pacarnya dan hanya Jiminlah yang bisa menaklukan yeoja galak itu.
Terakhir pangeran yang berasal manis dari negeri kutub utara sebut saja dia Suga, mm.. nama lengkapnya sih Min Yoongi. Suga memdapatkan julukan itu karena Ia memiliki kepribadian yang dingin dan swag, tapi Ia juga masih memiliki kehangatan yang Ia simpan rapi dan hanya orang-orang terdekatnyalah yang bisa mengetahui kehangatan tersembunyi dari sang macan kutub.
Selain tampan dan ada juga yang manis..*read Yoongi..para pangeran sekolah ini juga terkenal dengan keramahan dan kegesrekannya, jangan tanya siapa yang menyebabkan adanya julukan yang ke dua itu.
Oh ya ada satu lagi sang maknae yang terkenal dengan ke playboy-annya, Jeon Jungkook.
Dan..
Seungwan menyukai salah satu pangeran sekolah itu, ralat bukan suka lagi tapi mencintai. Ia begitu mencintai Kim Taehyung sejak pertemuannya empat tahun yang lalu. Namun apa daya jarak Seungwan dan Taehyung bagaikan fansgirl dan bias.
Ia sadar bahwa cintanya itu pasti takkan pernah terbalas. Seungwan hanya seorang gadis miskin, jelek dan gendut sertabyatim piatu yang tinggal di apartemen kecil nan sempit. Jadi mana mungkin berani mengharapkan balasan cinta dari sang pangeran seperti Taehyung?
Mungkin Seungwan hanya sebutir nasi belum matang jika dibandingkan dengan pangeran sekolah tersebut.
Mungkin juga itu hanya sebuah keajaiban yang selalu di impikan olehnya, tapi Ia ingin sekali Taehyung melihat ke arahnya barang sekali saja? Ia juga ingin menjadi seseorang yang sukses kelak dan membuat keluarganya bangga melihat dari atas sana.
Apakah keajaiban itu akan datang suatu hari nanti? Tapi bukankah sebuah keajaiban itu nama lain dari kerja keras?
.
.
.
.
.
🍁🍁🍁
Waktu istirahat di Butterfly High School~
Terlihat..
Sekelompok cogan yang sedang berkumpul di kelas hendak berdisku mau kemana mereka menghabiskan waktu istirahat kali ini.
"Guys ke kanti yukk" ajak Jeyop dengan semangat karena perutnya yang sudah keroncongan.
"Duluan saja, aku mau menunggu selir-selirku" balas Jimin yang langsung mendapatkan pelototan gadis manis dari ujung sana.
"Ampun sayang canda kok hehe" Balesnya menatap memelas ke arah Seulgi.
"Dasar playboy cap minyak kayu putih"
"Halah kayak kau tidak playboy te bahkan selirmu lebih banyak dari si bantet"
"Jleeb banget omonganmu hyung, tapi bener"
"Orang sabar disayang Tuhan" batin Jimin sambil mengelus dada tanpa bersuara karena Ia sudah terbiasa dengan hinaan itu.
"Yang waras lebih baik diam biar nanti dapat pahala" ~Pjm.
Jimin hanya menghela nafas sabar mendengar perdebatan orang-orang aneh disampingnya itu yang sayangnya temannya walaupun susah untuk mengakui fakta manis rasa pahit itu.
Taehyung juga mencoba untuk sabar apalagi sebenarnya dia tidak mempunyai satupun selir.. yahh..itu hanya gosip belaka..tapi siapa yang tahu itu..?
"Bagaimana kalau kita main basket saja" usul Jimin yang akhirnya ikut membuka suara.
Katanya yang waras itu lebih baik diam.
Apaan sih thor jan ikut-ikutan mau ketularan sama mereka?~Pjm.
Jan panggil thor aku bukan Thor.
Terus apa?~Pjm.
Iron man aja 😎
Andwee Iron man punyaku~Jjk
Okeh balik aja yukk ke cerita, Jimin jan banyak protes ntar aku out nih dari cerita 😏
Ampunnnnn bosquuu~Pjm.
Kacang rebus dua ringgit lima kilo~ Jjk.
Jualan tong?~Tae
Iya bang~Mail
Eh ada Mail, jualan bareng yukk~Juki
Bubar kabehh!!!, disuruh balik ke cerita ya, Mail juga ngapain kesini-sini sana balik ke dunia botak kembar!!!
"Iya aku setuju, lebih baik kita sedikit berolahraga, gimana?"akhirnya papih Enjun bersuara juga.. ngomong-ngomong sedari tadi papih Enjun itu sedang chat an sama sang kekasih hati.
"Baiklah ayo" ucap Yoongi yang juga bersemangat mendengar kata basket.
"Padahal aku lapar, tapi ya sudahlah sekali-kali kasih makan otot"-Juki
"Akumah apa atuh tidak ada yang tanya tidak punya selir juga :( " Jeyop.
Para alien tampan itu segera bergerak menuju lapangan. Sesampainya disana mereka langsung disambut riuh gemuruh para pengggemar mereka, tapi itu tidak menghentikan acara para cogan itu untuk bermain basket walaupun diterjang badai fans girls sekalipun.
"Sekarat aku mazzz" *tepar, butuh O2.
Teriak riuh para yeoja itu yang menonton permainan basket para pangeran sekolah.
"Kyyaa mas Agusss manis bangeet seperti gula"
"Keringat owh keringatt kenapa kau begitu menggoda"
"Basahh basahh basahh badan ini" *nyanyi sambil gegulingan keliling lapangan.
"Akuu Hamiiilllll" *ngelus-elus perut yang dikit buncit.
"Papih Njoon kau sangat tinggi dan sexy" *gelayutan di tiang bendera.
"Encokk aku bang" *megangin dengkul sama pinggang.
"Bang Hobi semangaatttt jangan cemberut terus kau juga tak kalah tampaann aku mau jadi selirmu bang"
Seketika itu yang diteriaki langsung semangatt 69 ehh 45 maksudnya 😂🔫
"Jiminn oppa jugaa kyaaaa lihatlah ototnya bikin mabok kepayang" *terbang ke bulan.
"Bisa-bisa ketubanku pacah"~ibu Taeyon yang sedang hamil tiga bulan dan tak sengaja lewat di pinggir lapangan basket lalu ikutan nonton sambil garuk-garuk cantik....
Begitu lah teriak para yeoja-yeoja yang menjadi penggemar setia para cogan yang sedang bermain basket itu. Mereka seperti cacing kepanasan yang terus menggeliat di samping lapangan, banyak juga dari mereka yang pingsan tapi tak ada yang mempedulikan.
"TaeTae oppa juga semangatt terus sayanggg aku bawakan ini untukmu" yang itu teriakan seorang yeoja bername tag Nayeon, Ia berteriak sambil mengangkat minuman dan handuk kecil menunjukannya kepada Taehyung yang juga membalas lambaian tangan yeoja itu.
.
.
.
.
.
🍁🍁🍁
Hembusan angin dari celah jendela menerpa wajah manis Seungwan hingga membuat beberapa surai madunya ikut bergoyang seirama dengan lantunan lembut itu.
Sekarang makhluk gula ini seperti biasa tengah duduk di bangku paling belakang kelasnya sambil melihat ke arah luar, lebih tepatnya ke arah bawah sana. Ia lebih memilih duduk manis di kursinya dari pada beristahat seperi anak lainnya.
Pandangannya tak lepas dari sosok tampan yang sedang bermain basket di luar sana.
"Aku sudah terlalu dalam, melihatmu selalu hangat kepada setiap yeoja kenapa membuat hati ini sakit ya?" gumannya lirih.
Ia terkekeh sendiri menyadari kebodohannya yang menyukai seseorang sampai sedalam itu dan yang lebih parahnya ia tak mampu untuk menyampaikan rasa itu walaupun lewat sepucuk surat.
Seungwan takkan pernah berani, berpapasan dengannya saja Ia akan langsung menundukan kepala dan cepat-cepat kabur.
Lagi pula siapa sih yang akan menyukai yeoja cupu dan miskin seperti dirinya, pikirnya.
Sebenarnya Seungwan itu sangat cantik dan manis tapi semua itu tertutup oleh penampialan cupu dan kacamata tebalnya, bahkan Ia sendiri tak menyadari kecantikan yang dimilikinya itu, hanya Seokjin dan seseorang di luar sana yang mengetahui itu.
Seungwan sekolah hanya untuk belajar dan belajar demi sang cita-cita. Ia tidak pernah mementingkan penampilan sama sekali, banyak yang memanggilnya si kutu buku bahkan culun.
Seungwan hanya memiliki satu teman bernama Kim Seokjin, semua siswa tak ada yang mau mendekatinya karena menampilannya yang menjijikan menurut mereka, terkadang juga mereka malah membully Seungwan dan hanya Seokjin lah yang mau membela,..
"Wan-ah kau tidak mau ke kantin" Tanya Seokjin sambil memdekati sosok manis itu.
"Anniyo, aku bawa bekal kok"
"Cek..sampai kapan kau akan memandanginya terus dari kejauhan, ku sarankan kau cepat nyatakan perasaanmu itu sebelum terlambat"
"Ishh kau ini berisik sekali sih, cepat sana pergi kekasihmu pasti sudah menunggu" usir Seungwan.
"Kali ini aku sendirian deh di kantin"
"Oh iya yah"
"Bentar lagi kita lulus loh, kau akan menyesal ini kesempatan terakhir Wan-ah berikan benda yang ada di tasmu itu, sampai kapan kau akan menyimpannya" ucap Seokjin sebelum menghilang di balik pintu.
Sebenarnya Ia ingin sekali memberikan payung merah hati ini ke Taehyung. Karena Seungwan sudah bertekad akan berani menunjukan dirinya di depan Taehyung, tapi apa daya Ia terlalu takut.
Ia tak ingin kejadian minggu lalu terulang lagi dimana dirinya di aniyaya oleh genk pencita Taehyung karena ketahuan sedang memandang sang pengeran sekolah itu di kantin dan hendak memberikan sesuatu.
_______
Flashback on__
Byuurr
"Sekali lagi kau berani menatap TaeTae oppaku, ku pastikan hidungmu tak akan menghirup udara lagi. Aku tak peduli walau kau kakak kelasku yang terkenal jenius itu, yang pasti kau hanyalah yeoja miskin yang menjijikan" ucap seorang yeoja cantik bername tag Nayeon yang sekarang sedang menarik surai Seungwan dengan brutal.
Plakk
Tamparan keras lolos mengenai pipi indah Seungwan hingga meninggalkan cap merah telapak tangan dengan jelas.
"Heh gembel kalau ditanya itu jawab! Punya mulut gak sih!" bentak yeoja bername tag Momo setelah menampar pipi indah Seungwan dengan keras itu.
"Iya aku berjanji hiks mianhe" dengan jawaban itu Nayeon pun melepaskan tarikannya dari surai madu itu dan meninggalkan Seungwan yang sekarang mulai menangis terisak.
"Hiks aku tidak bisa hiks, aku sudah terlalu dalam mencintainya dan aku tidak bisa untuk tidak menatapnya walau hanya sehari saja"
Tes..
Tes..
Tes..
Benda kristal bening itu semakin deras berlomba-lomba menuruni wajah manis Seungwan..sungguh hatinya benar-benar sakit.
"Hiks ini begitu sakit, apa salahku"gumannya sesegukan di dalam bilik tolilet. Tubuhnya juga menggigil kedinginan karena tadi disiram air seember bekas untuk mengepel lantai.
Ia tidak tahu bahwa sedari tadi ada seorang namja yang berdiri di depan pintu toilet sambil membekap mulutnya sendiri menahan isakan.
Flashback off__
.
.
.
.
.
Bersambung..