Wendy And Boys

Wendy And Boys
Last Scene (3)



***


Kyungsoo menatap kosong bangku di depannya, tempat itu telah di tinggalkan dalam jangka waktu yang lama. Disana dulu terisi oleh sosok yeoja berisik nan menyebalkan, dan sekarang sosoknya tidak pernah terlihat lagi. Bangku kosong itu milik Son Seungwan, sosok manis menyebalkan yang sangat dirindukan.


Sudah enam bulan Seungwan tidak masuk sekolah, selama itu tempat duduknya kosong tak terisi oleh seorang siswa pun dan selama itu pula Kyungsoo menahan marah, ia marah kepada gadis kecil itu yang telah menghilang.


Sahabat manisnya itu lenyap tanpa meninggalkan petunjuk atau apapun itu. Oh ada, ia hanya mengucapkan akan pergi ke Australia untuk berziarah, tapi mengapa sampai memakan waktu berbulan-bulan? Kalaupun ia pindah dan menetap disana, harusnya Seungwan memberitahukannya?


Kyungsoo selalu mengirim pesan dan meneleponnya, tapi hasilnya nihil. Teleponnya terhubung namun tak pernah sekali pun diangkat begitu juga pesan-pesannya yang tak pernah dibalas. Kyungsoo sungguh khawatir, ia merindukan Seungwan. Bahkan Ia telah bertanya kesana kemari, mencari petunjuk dimana sang sahabat manisnya itu sekarang berada.


"Olaf jelek pergi kemana kau!!" gumannya disertai derai air mata. Rasanya sangat sesak, ia tidak mendapat petunjuk apapun seakan Seungwan hilang ditelan bumi.


Dan jauh disana, di negara berbeda...


Seorang gadis bersuarai coklat berantakan terbaring lemah, ia dengan tangan ringkihnya menggenggam handpone, memainkan benda canggih itu sembari tersenyum kecil, senyum yang napak begitu lemah sama seperti keadaan tubuhnya.


Gadis itu bernama Son Seungwan, orang yang telah meninggalkan seorang Do Kyungsoo dalam kebingunannya. Ia tengah membaca pesan-pesan yang telah masuk di ponsel pintarnya.


From: Kyungie oppa


Olaf jelek! Kemana kau pergi?!!


Oi dimana kau?


Kapan kau pulang? Ini sudah hampir sebulan?


Senin, xx april xx


From: TaeTae


Dasar noona gendut! Pergi keluar negeri tidak bilang²!! Fixz aku marah!!


Senin, xx april xx


From: Lil Meow Meow


Bersenang-senang, heh?


Jum'at, xx april


From: Kyungie oppa


Oi!! Jika kau bolos sekolah selama itu kau tidak akan naik.


Rabu, xx april xx


From: Kyungie oppa


Seungwan kenapa kau tidak membalas semua pesan ku?


Kamis, xx april x


Seungwan menggigit bibir bagian bawah, ia membaca pesan dari bulan april sampai sekarang. Tidak terasa ia sudah mengilang selama lima bulan, oh Ia sungguh merindukan teman-temannya terutama Kyungsoo. Mengingat teman-temannya, tanpa terasa air mata mulai berlinang, mengalir deras keluar dari matanya.


***


"Masih memikirkannya?" Seseorang menepuk punggung Kyungsoo, membuat yang ditepuk tersadar dari lamunan. "Jangan kebanyakan melamun," peringat orang itu yang merupakan ibunya.


Kyungsoo hanya mengangguk sebagai tanggapan, ia melangkah menjauh meninggalkan tempat makan, melangkahkan kaki menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


Di dalam kamar Kyungsoo hanya merabahkan badannya di atas kasur, sorot matanya menerawang jauh entah kemana, namun yamg pasti pikirannya selalu berpusat kesatu orang yaitu Son Seungwan.


"Kau.. Awas saja kau! kalau aku menemukan mu, aku tidak akan mengampuni mu... Itu pasti!!" Pelahan kelopak mata Kyungsoo tertutup menyembunyikan netra hitam pekat miliknya.


***


Rasanya sungguh pait, rasanya sangat menyiksa. Seungwan memutahkan cairan kehijauan, ia berdiri lemah di depan washtafel dibantu beberapa orang perawat. Melakukan kemotrapi sungguh berat baginya, Seungwan akan selalu mutah dan ia kehilangan rambutnya.


Air mata terus berlinang, rasanya sungguh sakit perut dan tenggorokannya terasa dibakar. Seungwan hanya mampu menangis dalam diam, ini sungguh menyakitkan.


Setelah selesai dengan urusan mengeluarkan isi perut, Ia diantar kembali ke tempat tidurnya.


"Kami akan menemani malam anda nona," ucap salah seorang perawat cantik yang ketahui bernama Seulgi.


"Tidak perlu. Tinggalkan aku sendiri, aku ingin istirahat"


Dua perawat yang menangani Seungwan saling berpandangan, kemudin keduanya mengangguk. "Baiklah. Jika anda memang ingin istirahat, kami akan keluar." seru perawat mengiyakan.


"Oh sebelum keluar, bisakah kalian memberikan ku kertas dan pena?" tanya Seungwan meminta bantuan.


Dua perawat itu lagi-lagi mengangguk dan satu diantara segera keluar, mungkin mengambil apa yang Seungwan mau.


Jam menunjukan pukul 12.00 malam, Seungwan masih terjaga dalam kesadarannya. Di tengah malam, ia menahan rasa sakit seorang diri, menggigit kuat-kuat bibir bawahnya guna merendam suara kesakitan yang meluncur kapan saja.


😭😭😭


"Eomma ini terlalu sakit... Wannie ... Wannie tidak bisa menahannya lebih lama lagi."


Sembari menahan rasa sakit, jari-jarinya ia gunakan untuk menulis serangkaian kalimat di atas kertas. Ia berencana memberikan kertas itu ke Kyungsoo kelak kalau ia meninggal.


Di tengah acara menulisnya, darah mulai menetes keluar dari hidung Seungwan. Awalnya hanya sedikit, namun semakin lama semakin bertambah banyak, Ia mengggunakan tangannya untuk mencegah agar darah itu tak menetes ke lembaran kertas, namun percuma jumlahnya semakin banyak, mengalir keluar dan beberapa menetes ke kertas.


Seungwan menjatuhkan penanya. Rasa sakit yang bertambah parah membuat genggaman pada penanya tak dapat terus digenggam. Ia menjatuhkan penanya padahal masih banyak kata yang belum ia tulis, bagaimanapun dia harus mendapatkan kembali pena itu.


Perlahan Seungwan menuruni ranjang. Ia merundukan badannya, mencari pena yang menggelinding masuk ke dalam kolong ranjang. Walaupun sakit amat dirasakan, tetap Ia mencari dan pena itu akhirnya ketemu, di tengah kolong ranjang.


Seungwan hendak mengambil pena tersebut, namun rasa sakit semakin menjadi dan saat itu pula kegelapan mulai mengambil alih.


***


Bersambung...


Remake @Gulasagu @Bananaa97__ 🤗


#wensoo