Wendy And Boys

Wendy And Boys
Perjodohan (3)



***


"Taehyung, Kim Taehyung" ucapnya datar tanpa mau menengok ke arah samping.


Seungwan yang merasa dicueki pun hanya mempoutkan bibirnya sedikit kesal, Ia paling tidak suka jika dicueki.


"Hm, kau usinya berapa?"


"Aku? 25 tahun, kau sendiri berapa? Kutebak pasti masih 15 tahun"


Seungwan membelalakan netranya tak percaya, "Aku sudah 17 tahun_-"


"Oh"


Hanya oh? Duh Seungwan kecewa :(


Setelah percakapan singkat itu keduanya lebih memilih untuk diam. Seungwan sibuk memandang keluar sedangkan Taehyung hanya fokus menyetir.


"Tidurlah kalau kau lelah Wan"


"Hm sedikit sih" balas Seungwan sambil menghadap ke arah Taehyung. Tak semgaja Ia menangkap perubahan raut pemuda yang berada di sampingnya ini. Ia terlihat sedih, ingin Seungwan bertanya tapi Ia punya hak apa? Mereka berdua kan baru saja kenal, takutnya nanti tidak sopan jika bertanya hal pribadi. Duh Seungwan jadi bimbang, haruskah Ia bertanya?


"Tae"


"Hm"


"Maaf kalau aku lancang, tapi sepertinya kamu terlihat sedih?" Dan akhirnya Seungwan memeberanikan diri untuk bertanya.


"Apa begitu jelas terlihat?"


"Ya"


"Begitu ya, sebenarnya aku memang sedang sedih. Orang yang amat kucintai menolak lamaranku katanya Ia belum siap"


Seungwan terdiam, Ia heran kenapa orang setampan Taehyung bisa-bisanya ada yang menolak.


"Hm aku turut berduka, tapi jangan sedih lama-lama itu tidaklah baik"


"Yah perlahan aku akan melupakan dirinya walau sulit, karena jujur aku masih sangat mencintainya" Taehyung terus bercerita hingga yeoja cantik di sampingnya tertidur.


*


*


*


...🐼🐼🐼...


"Eomma Tae pulang" ucap Taehyung seraya memasuki rumah besarnya dengan beban di punggungnya, berupa seonggok makhluk imut yang tengah tertidur.


"Kau sudah pulang nak- omo siapa yang kamu gendong nak? Calon mantu eomma?"


"Bisa dibilang hehe"


"Kau ini pulang-pulang malah bawa mantu tapi tak apa eomma senang, ngomong-ngomong kau sudah move on ya nak sampai membawa calon baru" goda sang eomma hingga membuat pipi sang anak memerah.


"Doakan saja eomma, oh ya kamar tamu bisa dipakai tidak? Berat nih" padahal sebenarnya tidak berat, malah ringan. Ia hanya ingin segera terbebas dari godaan eommnya.


"Duh kau tidak bilang sih, tentu saja masih kotor belum eomma beresin, sudah sana bawa ke kamarmu saja"


"Bisa gawat kalau dibawa ke kamarku eomma nanti bisa-bisa anakmu ini khilaf"


"Tak apa khilafa saja eomma dukung hehe jadinya eomma cepat punya cucu. Sudah sana bawa dia masuk kasian pasti capek"


"Eomma Tae juga mau langsung tidur saja ya rasanya lelah sekali"


"Iya nanti kalau lapar bangun saja eomma tetap akan menyiapkan makan malam"


"Ne eomma gomawo"


Taehyung pun membawa Seungwan menuju kamarnya, Ia lalu membaringkan gadis manis yang sangat ringan dalam gendongannya itu ke atas singgasananya.


"Hm kau imut juga saat tertidur" Ia ikut membaringkan diri di samping Seungwan alu tak lama ikut menyusulnya ke indahnya alam mimpi.


Mereka tak sadar jika tidur sambil berpelukan. Seungwan menelusup ke dada Taehyung layaknya anak kucing yang mencari kehangatan dan Taehyung pun membalas pelukan Seungwan erat. Keduanya tertidur sampai menjelang pagi.


*


*


*


Hangatnya sinar mentari pagi rupanya telah menggelitik netra Seungwan untuk segera bangun. Semalam Ia bermimpi dipeluk namja tampan. "Eungg" Ia perlahan membuka kelopak indahnya.


"Eum ini dimana ya" ucapnya sambil mengucek kelopaknya dan mencoba berpikir dimana tempat asing ini.


Seungwan pun memtuskan keluar dari kamar asing ini yang tenyata terletak di lantas atas. Duh Ia jadi tidak enak, pasti kemarin orang yang telah menggendonganya.


"Oh nak kau sudah bangun?"


"Maaf saya ini dimana ya ahjumma?"


"Kau ada di rumahku nak, semalam Taehyung yang membawamu kemari"


"Jadi ahjumma itu eommanya Taehyung oppa?"


"Iya sayang, jangan panggil ahjumma panggil saja eomma kau kan calon mantu eomma"


"Duh manisnya calon mantu eomma" ucap eommanya Taehyung lalu memeluk Seungwan sayang. Sedang yang dipeluk masih mengumpulkan kesadaran barangkali Ia masih berada di alam mimpi.


"Mm ahjumma sepertinya salah paham, Wannie bukan calon mantu ahjumma. Wannie disini mau menyewa kamar karena Wannie sedang kabur dari rumah"


"Tapi semalam Taehyung, kau itu calon mantu eomma" mendengar itu entah kenapa pipi Seungwan rasanya seperti terbakar dan itu disadari oleh wanita laruh baya yang tengah memeluknya ini.


"Bukan eomma Taehyung oppa mungkin hanya bercanda"


Mendengar itu seketika raut wajah sang eomma yang yang tadinya berseri berubah menjadi sedih.


"Yah eomma kira Taehyung audah move on dari mantannya itu"


"Jangan sedih ahjumma, Wannie yakin Taehyung oppa pasti akan menemukam yang lebih baik"


"Makasih sayang, panggil eomma saja ne"


"Ne eomma"


"Oh ya ngomong-ngomong kau akan berapa lama disini sayang?"


"Mm.. berapa ya? Mungkin sekitar satu minggu saja eomma"


"Ah kenapa cepat sekali"


"Hehe Wannie takut keluarga Wannie khawatir"


"Ya sudah ayo kota sarapan"


"Apa tak apa Wannie ikut sarapan?"


"Tak apa sayang anggap saja rumah sendiri, kau juga sudah eomma anggap sebagai putri eomma sendiri"


"Terimakasih eomma" tak terasa Seungwan menitikan air mata. Ia merasa iri dengan Taehyung yang sungguh beruntung memeliki eomma yang sangat perhatian tidak seperti bundanya yang pulang saja jarang.


"Sayang kenapa menangis" tangannya terulur menghapus butiran bening di pipi Seungwan.


"Tak apa eomma, Wannie hanya rindu bunda"


"Sudah jangan sedih kan sekarang ada eomma, ayo sarapan nanti dingin"


"Ne eomma gomawo"


"Oh ya nak nanti kamu tidak membantu eomma?"


"Mau eomma"


"Nanti tolong antarkan sarapan untuk Taehyung di ladang ya, bocah itu belum sempat sarapan tadi"


"Siap eomma"


"Makasih sayang, untuk letak kebunnya dari rumah sini lurus saja ke depan, nanti kau akan menemukan hamparan kebun semangka"


Mereka berdua pun kembali melanjutkan sarapan sambil terus mengobrol sekedar sarana untuk saling mendekatkan diri.


_______


Bersambung..