Wendy And Boys

Wendy And Boys
Seribu Musim Gugur (2)



______


Dengan kasar Yoongi menghentakan tangan sang kekasih gelap agar melepaskan lengannya. "Kau hanya pengalihan," ucapnya pedas tanpa hati meninggalkan kekasihnya yang hanya mampu mengalirkan air mata.


Hebat kau Min Yoongi dua wanita kau sakiti sekaligus.


Tapi menurutnya ya itu risiko menjadi simpanan, harusnya sang kekasih gelap sudah siap akan kejadian seperti saat ini. Diberikan ketidakpastian dan selalu menjadi nomer dua, dia rela karena ia telah telanjur jatuh cinta dan harap penuh Yoongi segera memberikan hatinya lagi seperti dulu, membalas semua cinta yang ia punya.


Derit pintu dibuka terdengar tatkala Yoongi memasukan langkah ke dalam apartemennya. Kekosongan ruangan tanpa penghuni menjadi penyambut, membuatnya bertanya kemana perginya Seungwan.


Tak ingin ambil pusing, Yoongi hanya merabahkan dirinya di sofa depan televisi. Lebih baik ia menunggu saja, barangkali Seungwan sedang pergi untuk membeli sesuatu.


Melipat lengan dan menaruhnya untuk menutup wajah, Ia hendak tidur namun niatnya terurungkan saat teleponnya berbunyi. Dengan separu hati Ia mengambil smartphonenya dan lekas membaca nama orang yang mengganggunya begini.


Ketika itu nama Kim Seokjin tertera di layar. Membaca nama itu membuatnya mengernyit bingung, pasalnya jarang-jarang Seokjin meneleponnya itu bahkan termasuk hal mustahil. Jika ingin tahu siapa Seokjin, dia bukan selingkuhannya. Ia adalah senior Yoongi waktu SMA dan dia termaksuk teman baik kekasihnya.


"Ha.."


"Yoongi sekarang temui aku di rumah sakit dimana Namjoon berkerja!!"


Belum sempat Yoongi berkata untuk memberikan salam, Seokjin segera menyelanya dan setelah berkata demikian, dia memutuskan sambungan teleponnya.


"Ada apa dengan dia?" tanyanya penuh kebingungan.


Sedangkan di lorong rumah sakit, tiga orang berdiri dengan cemas terlihat pula raut marah hampir membakar sebagian muka mereka.


Wajah tampannya yang terlihat cemas dan penuh khawatiran, berusaha mengulas senyuman. Dan dialah Seokjin, orang yang menelepon Yoongi beberapa saat lalu sedangkan yang di tenangkan dia seorang dokter muda bernama Namjoon.


"Sial!Sial!Sial! kau, garong!" serunya memukul tembok.


Seokjin dengan sabar menenangkan, "Kau dokter, tak sepantutnya terlihat cemas begini." ujarnya berusaha melunakan suara. Bagaimanapun juga dia sama marahnya seperti Namjoon.


"Aku berjanji aku akan membunuhnya ketika dia kemari."


Kemarahan ketiga orang disana bukannya tanpa sebab, jika ingin tahu alasannya mari lihat ke waktu dimana sang dewi malam memancarkan keindahan sinarnya.


Jam menunjukan pukul 07.00 PM saat Seungwan menghubungi Namjoon, meminta dokter muda itu agar datang untuk menemaninya dalam menghabiskan secangkir coklat panas dan Namjoon tiba di apartemen Seungwan tepat pukul 07.30 PM. Dengan kunci lain yang Ia berikan secara cuma-cuma, Namjoon memasuki apartemen itu kemudian mendapati hal yang membuat ia hampir terkena serangan jantung.


Di sana Seungwan, temannya tergeletak tidak sadarkan diri di samping meja. Tentu saja melihat itu membuat Namjoon panik bukan kepalang, dengan cekatan ia melakukan pertolongan pertama lalu memanggil ambulan dan setelahnya berakhirlah dia disini, di lorong rumah sakit tempat ruang inap Namjoon bersama mantan seniornya di SMA, Seokjin dan Hoseok.


Seungwan telah selesai ditangani, dan ia pun sudah dipindahkan ke ruang khusus namun sayangnya yeoja itu mengalami koma. Entah Namjoon harus bersyukur atau berduka, Seungwan tidak meninggal mungkin memang dia melakukan percobaan bunuh diri tetapi Ia tak sepenuhnya ingin bunuh diri. Ia memilih obat mana yang tidak benar-benar membunuhnya bahkan dia juga menakar dosisnya.


Bersambung...


_______


Remake @Gulasagu @Bananaa97__ 🤗


#wendy #seungwan #yoongi #suga #wenga